author-banner
Miss Eka
Miss Eka
Author

Novel-novel oleh Miss Eka

Paman! Puaskan Aku

Paman! Puaskan Aku

"enggh paman!" "sssttt pelankan suaramu sayang, atau ayah ibumu akan datang!" ••• Mark Dolton, menolak untuk dijodohkan dengan teman masa kecilnya—Clera, lalu kabur ke Milan menghampiri kakak angkatnya. Sialnya, Mark jatuh hati dengan keponakannya sendiri, Elase Wendo, gadis cantik berusia 19 tahun dengan paras sempurna. Saat hubungan mereka semakin intens, Mark terjebak atas rencana mamanya sendiri, tanpa ia tahu jika Elase sudah mengandung benihnya ketika ia memutuskan untuk menikahi Clera.
Baca
Chapter: Basah
Mark menindih Elase dengan lembut namun tegas, bibirnya menyentuh bibir Elase dengan napas hangat yang berbaur. “Kau boleh bilang stop kapan saja,” bisiknya di antara ciuman, suara rendah dan berat. Elase mengangguk kecil, jari-jarinya meremas bahu Mark seolah menariknya lebih dekat, bukan mendorong pergi. Mark mengulum bibir bawah Elase pelan, lidahnya menyusup saat Elase membuka mulut dengan desah kecil. Tangan Mark naik di balik kaos putih, menyentuh kulit hangat sebelum meraih bra pink yang sudah agak longgar. Ia membuka kaitnya dengan satu tangan, lalu meremas payudara Elase dengan telapak yang hangat dan berat. Elase membusung, punggung melengkung, napasnya tersentak. Mark menunduk, mulutnya menutup puting yang sudah mengeras, menghisap pelan sambil lidahnya berputar. Elase menggigit bibir bawah, suara lirih keluar dari tenggorokannya. “Mark… ahh…” Panggilan nama itu membuat Mark tersenyum di kulit Elase. Tangan Mark turun, menyusuri perut rata hingga menyelinap ke dalam c
Terakhir Diperbarui: 2026-10-09
Chapter: Menginginkanmu
Setelah kejadian semalam, Mark benar-benar kesulitan mengendalikan pikirannya setiap kali melihat Elase. Terlebih ketika gadis itu tersenyum lepas seolah tidak terjadi apa-apa. Senyum sederhana itu saja sudah cukup membuat kepalanya kembali dipenuhi bayangan yang berusaha keras ia singkirkan sejak pagi.Bahkan pagi ini Mark sampai mandi tiga kali. Bukan karena ia kotor, melainkan karena ia membutuhkan sesuatu untuk menenangkan dirinya sendiri dan meredakan gejolak yang terasa begitu sulit dikendalikan.Namun semua usahanya seakan sia-sia.Sebab sekarang Elase duduk tidak jauh darinya, menikmati sarapan dengan santai. Gadis itu bahkan sempat tertawa kecil ketika melihat sesuatu di ponselnya, sama sekali tidak menunjukkan kecanggungan sedikit pun.Mark hanya bisa menghela napas panjang dalam hati.Bagaimana mungkin gadis itu bisa bersikap senormal itu?Sementara dirinya hampir tidak mampu menatap wajah Elase terlalu lama.Hingga akhirnya Wendo membuka suara."Mark, apa kau terburu-buru
Terakhir Diperbarui: 2026-08-29
Chapter: Mandi Pagi
Mark sungguh tidak bisa tidur malam itu. Sepulang dari pantai, pikirannya justru semakin kacau. Kejadian yang berlangsung beberapa jam lalu terus berputar di kepalanya, seolah menolak untuk memberinya sedikit saja ketenangan. Jarum jam sudah menunjukkan pukul satu dini hari, tetapi rasa kantuk sama sekali belum datang. Mark mengembuskan napas gusar sebelum akhirnya bangkit dari tempat tidurnya. Ia berjalan menuju balkon kamar, membuka pintu kaca, lalu menyalakan sebatang rokok. Bara kecil menyala di antara jemarinya. Ia mengisapnya dalam-dalam, kemudian mengembuskan asap perlahan sambil memandangi gelapnya perkebunan milik kakaknya. Namun beberapa detik kemudian, pandangannya bergeser ke kanan. Di sanalah kamar Elase berada, tepat di samping kamarnya. "Dia bisa tidur?" gumam Mark kepada dirinya sendiri. Entah mengapa pertanyaan sederhana itu justru membuat dadanya semakin tidak tenang. Tatapannya tak beranjak dari pintu balkon kamar Elase. Ia kembali mengisap rokoknya, kemudian
Terakhir Diperbarui: 2026-08-29
Chapter: Menjadi Kekasih Paman
Elase masih terdiam. Pertanyaan Mark menggantung di antara mereka, lebih berat daripada keheningan malam yang menyelimuti taman.Ia tahu kata “menginginkan” yang baru saja diucapkannya memiliki arti lebih dalam daripada sekadar rasa suka. Namun, ketika menatap mata Mark, Elase tidak menemukan keraguan dalam dirinya—hanya keberanian yang perlahan menguat.“Aku tahu,” jawabnya akhirnya.Suaranya pelan, tetapi terdengar jelas.Mark mengerutkan kening. Tangannya yang tadi berada di tengkuk Elase perlahan turun ke bahunya. Ia berusaha menciptakan jarak, meskipun hatinya sendiri menolak untuk menjauh.“Tidak, Elase. Kurasa kamu belum benar-benar tahu.”“Aku tahu Paman jauh lebih dewasa dariku,” balas Elase. “Aku juga tahu perasaan ini mungkin akan membuat semuanya menjadi rumit.”Ia menundukkan kepala sesaat, lalu kembali menatap Mark.“Tapi aku tidak ingin Paman terus menganggap perasaanku sebagai sesuatu yang akan hilang begitu saja.”Mark terdiam. Sorot matanya berubah serius.Elase meng
Terakhir Diperbarui: 2026-08-29
Chapter: Tawaran
Hari sudah benar-benar malam ketika Mark dan Elase masih bertahan di pesisir pantai.Langit begitu gelap, hanya dihiasi cahaya bulan yang memantul di permukaan laut. Ombak datang silih berganti, pecah di bibir pantai lalu kembali surut meninggalkan suara gemerisik yang menenangkan. Angin laut berembus cukup kencang, membawa hawa dingin yang perlahan menusuk hingga ke kulit.Melihat Elase beberapa kali merapatkan kedua lengannya ke tubuh, Mark akhirnya mengumpulkan beberapa potong kayu kering yang ada di sekitar mereka dan membuat api unggun kecil.Api itu menyala di antara mereka.Cahayanya menari-nari, terkadang membesar ketika diterpa angin, terkadang mengecil sebelum kembali berkobar. Pantulan warna jingga dari api sesekali menerangi wajah Mark dan Elase yang duduk berdampingan di atas pasir.Malam itu terasa begitu santai.Tidak ada pekerjaan. Tidak ada keramaian. Tidak ada orang lain yang mengganggu.Hanya mereka berdua, suara ombak, api unggun, dan beberapa bungkus camilan yang
Terakhir Diperbarui: 2026-08-29
Chapter: Pantai
Begitu tiba di parkiran, Elase menghembuskan napas lega.“Kuharap perjodohan ini akan berakhir,” gumam Elase pada dirinya sendiri penuh harapan.Mark mengamati dari samping paras yang menurutnya sungguh sempurna dan luar biasa cantiknya.“Jadi dia yang akan menikahimu?” Elase menoleh, kemudian mengangguk dengan lesu.Ia menghabiskan sisa permen kapasnya dengan bibir cemberut ke depan.“Aku tak ingin nikah muda, aku ingin kuliah dulu lalu menjadi desainer terkenal, keliling dunia dan mencoba banyak hal baru,” cerita Elase penuh semangat saat membicarakan tentang mimpinya.Mark tersenyum, mengusap puncak kepala Elase dengan lembut.Kian rencananya untuk membawa Elase ke Palermo sebagai bentuk penolakan perjodohannya dengan Clera sepertinya harus ia batalkan setelah mendengar bagaimana impian Elase tentang cita-citanya sebagai desainer.“Sudah, mau pulang sekarang?” Tanya Mark membuat Elase langsung menoleh cepat.“Ya, besok pagi akan kuajak ke Desa Pesisir Liguria, aku jamin paman pasti
Terakhir Diperbarui: 2026-08-29
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status