author-banner
Maufy Izha
Maufy Izha
Author

Novels by Maufy Izha

Ditinggal Pergi, Mantan Suami Justru Mengemis Cinta

Ditinggal Pergi, Mantan Suami Justru Mengemis Cinta

Di usia kehamilannya yang memasuki 24 minggu, Sinta menyaksikan Abimanyu melepaskan hasrat sendirian sambil mendesahkan nama wanita lain. Selama tiga tahun pernikahan, ia terus berusaha meluluhkan hati suaminya yang dingin. Namun, sebuah kecelakaan yang disebabkan wanita yang dicintai Abimanyu membuat janin dalam kandungannya meninggal. Saat itulah cinta Sinta lenyap seutuhnya. Sinta memutuskan pergi meninggalkan keluarga Djaja yang menyengsarakannya. Ketika ia kembali sebagai wanita yang anggun bersama dengan pria berkuasa di sisinya, Abimanyu baru menyadari bahwa ia telah kehilangan satu-satunya wanita yang benar-benar mencintainya. Namun, penyesalan itu datang terlambat. "Tuan Djaja, jangan menghalangi jalanku. Seperti katamu dulu, sekarang kita hanyalah orang asing."
Read
Chapter: Bab 153 : Lakukan Sesuatu Untukku
"Tuan Abimanyu berpikir terlalu jauh. Saya hanya sedikit mengingatkan, bukan berarti saya akan mengingkari janji." Sinta berusaha untuk tetap tenang, kemudian melanjutkan, "Lagi pula, perjanjian itu hanya menyatakan bahwa saya wajib mendampingi Anda sebagai partner bisnis setiap akhir pekan. Tidak ada klausul khusus yang menyatakan bahwa saya harus memakai gaun pemberian Anda."Abimanyu menyandarkan punggungnya ke sofa, lalu melipat kedua tangannya di dada. Senyum tipis yang sarat akan dominasi kembali terukir di bibirnya."Memang tidak tertulis secara spesifik, Bu Sinta," ucap Abimanyu santai, namun terdengar begitu mengintimidasi. "Namun, saya punya standar sendiri, jadi sebaiknya Bu Sinta mengikuti standar saya. Bu Sinta tahu, kan, bahwa saya sangat menjaga martabat dan kehormatan keluarga Djaja?""Apa hubungannya gaun dengan kehormatan keluarga?""Tentu saja ada hubungannya, Bu Sinta. Jamuan makan yang saya hadiri merupakan acara bergengsi yang dihadiri oleh banyak pejabat, pengus
Last Updated: 2026-09-21
Chapter: Bab 152 : Tamu Tak Diundang yang Menyebalkan
Saat itu, terdengar suara ketukan pintu yang lembut. Sinta segera mengusap air matanya dengan cepat, kemudian menarik napas dalam-dalam. "Masuk..." Marilyn masuk ke dalam ruangan itu dengan ekspresi cerah. Sinta menyambutnya dengan ceria. "Kak Marilyn? Apa ada sesuatu?" Marilyn mengangguk, kemudian meletakkan sebuah map di atas meja kerja Sinta. Saat ini, Marilyn telah resmi dipindahtugaskan menjadi sekretaris pribadi Sinta atas permintaan langsung dari Arjuna. Jadi, untuk ke depannya, Marilyn yang akan mendampingi dan mengajari Sinta agar bisa menjadi pemimpin perusahaan yang mumpuni. "Nona Sinta, ini adalah perjanjian kerja sama dari klien Jayadi Group sebelumnya. Kerja sama itu belum terlaksana. Saya sudah menjadwalkan pertemuan dengan pimpinan perusahaan ini besok lusa. Agendanya adalah membahas tentang kelanjutan proses pembangunan sepuluh blok apartemen bersubsidi di kawasan Tanah Abang yang sempat tertunda akibat krisis manajemen dan keuangan dari Jayadi Group sebelumny
Last Updated: 2026-09-21
Chapter: Bab 151 : Hanya Profesionalisme Kerja
"D-Dua triliun? Tidak mungkin!" Ruslan tampak sangat terkejut melihat surat perjanjian yang ada di hadapannya. Tubuhnya nyaris limbung ke belakang hingga pria itu harus berpegangan pada ujung meja rapat. Tidak hanya Ruslan yang seolah hampir kehilangan kesadaran, Renata, Ambar, Krisna, serta orang-orang yang ada di dalam ruang rapat itu langsung membeku. Wajah Renata dan Ambar bahkan sudah seputih kertas. Entah sejak kapan, Sinta merasa dalam dirinya telah tumbuh sisi iblis, hingga pemandangan di depannya membuat darahnya berdesir aneh, seperti rasa dahaga yang akhirnya bisa terpuaskan. Sinta menatap Renata dan Ruslan, yang sejak tadi paling bersemangat merendahkannya, secara bergantian. "Pak Ruslan, sesuai dengan perjanjian kita sebelumnya, karena saya berhasil mendapatkan tanah itu, maka Anda harus memohon maaf kepada saya dan dikeluarkan dari Saraswati Corp secara tidak hormat. Selain itu... Anda juga tidak akan mendapatkan pesangon sepeser pun karena Anda telah terbukti menyel
Last Updated: 2026-09-21
Chapter: Bab 150 : Membuat Mereka Terbungkam
Pagi itu juga, setelah mendapatkan surat tanda jual-beli yang sah atas lahan yang disebutkan oleh Ruslan, Sinta dan Marilyn datang ke kantor Saraswati Corp.Saat tiba di ruang rapat, ternyata Arjuna sudah berada di sana. Sinta tersenyum ke arah pemuda itu.Dari jauh, Sinta juga melihat anggota baru dalam peserta rapat kali ini, Renata Jayadi—saudari tirinya yang kini menatapnya dengan penuh dendam."Selamat pagi, semuanya," sapa Sinta dengan sopan. Meski hanya segelintir orang yang menjawab, Sinta tampaknya tidak terpengaruh sama sekali. Dia duduk di kursi kosong yang berada di samping kanan Arjuna dengan anggun dan elegan.Di seberangnya, Ruslan menatapnya sinis dengan tatapan penuh meremehkan. Pria itu tiba-tiba berdiri, dan dengan sikapnya yang arogan, ia berkata, "Karena semua jajaran direksi dan komisaris sudah berkumpul lengkap," suara Ruslan mengudara, sengaja dikeras-keraskan agar memenuhi setiap sudut ruang rapat yang megah itu, "maka tidak ada alasan lagi untuk menunda agend
Last Updated: 2026-09-20
Chapter: Bab 149 : Syarat Pribadi II
Sinta menahan napas. Ia tidak menyangka bahwa Abimanyu akan memberikan syarat semacam itu untuknya. Apa maksudnya? Menghadiri jamuan makan setiap minggu sebagai mitra? Yang benar saja. Saat masih istrinya dulu, kenapa pria ini tidak memikirkan hal itu? Alih-alih mengajak istrinya, dia malah lebih suka membawa Rashta ke mana-mana, sampai Sinta selalu menjadi bahan olok-olokan keluarga Djaja, bahkan oleh orang luar juga. Sekarang, pria itu malah menjadikan hal itu sebagai syarat agar mau menjual tanahnya? Konyol sekali. "Saya harus memikirkannya dulu. Saya tidak bisa mengambil keputusan secara gegabah," jawab Sinta dengan ketus. "Satu kali 24 jam. Saya hanya akan memberi waktu Anda satu kali 24 jam. Jika tidak ada keputusan selama kurun waktu itu, maka saya anggap penawaran jual-beli ini tidak pernah terjadi." Sinta terdiam beberapa saat sampai akhirnya menjawab, "Baik, saya akan berikan jawabannya secepat mungkin." Setelah itu, ketegangan di antara mereka sedikit menurun. Roge
Last Updated: 2026-09-20
Chapter: Bab 148 : Syarat Pribadi
Melihat ekspresi panik di wajah Sinta, Abimanyu tampak tersenyum tipis. Suasana di ruangan itu pun semakin dipenuhi dengan ketegangan. Bahkan, Roger sendiri tampak kebingungan melihat aura permusuhan yang kuat di antara dua orang di hadapannya. Namun, dia hanya datang sebagai perantara, jadi dia tidak ingin terlalu banyak bicara. "Yang pertama—" "Yang pertama? Pak Abimanyu, Anda tidak bermasalah mengajukan 100 syarat kepada saya, kan?" potong Sinta cepat, wajah cantiknya semakin memerah karena menahan amarah. "Tidak banyak, hanya dua syarat, kok, Bu Sinta. Mau dilanjutkan atau tidak?" Sinta menekan bibirnya ke dalam sembari melayangkan tatapan tajam ke arah pria itu. "Silakan lanjutkan," ucapnya dengan suara bergetar. "Yang pertama, saya dengar bahwa Anda mewakili Saraswati Corp yang merupakan perusahaan baru hasil akuisisi Jayadi Group, benar?" "Ya." "Apakah Anda sendiri yang akan mengelola proyek ini?" "Ya, kurang lebih begitu." "Hm. Saya hanya ingin menjual tanah ini kep
Last Updated: 2026-09-20
Tuan Ford, Kita Sudah Bercerai

Tuan Ford, Kita Sudah Bercerai

Di usia kehamilan 28 minggu saat Liliana kehilangan bayi dalam kandungannya, suaminya justru sibuk mengurusi cinta pertamanya yang jarinya terluka kecil karena goresan. Saat itulah Liliana mati rasa. Ia menandatangani surat cerai, pergi untuk menekuni karirnya sebagai dokter spesialis, dan kembali lima tahun kemudian dengan identitas dan nama baru. Tapi, saat bertemu kembali untuk pertama kalinya, Gerald malah menggila! "Kamu pergi seenaknya, kamu pikir aku akan melepaskanmu?" Liliana menatapnya dengan dingin dan berkata, "Tuan Ford, kita sudah bercerai, jangan sok akrab denganku."
Read
Chapter: Malam Pertunangan
Dengan santai, Ana memungut pisau lipat yang terjatuh di aspal, memainkannya sebentar di jemarinya dengan lihai, lalu menancapkannya dengan kuat di kap mesin mobil Lucy—tepat beberapa sentimeter di samping wajah Lucy yang sudah pucat pasi seperti mayat. Jleb! Lucy menjerit tertahan, menutup matanya rapat-rapat karena ketakutan. "Ini peringatan terakhir dariku, Lucy," bisik Ana tepat di depan wajah adiknya, suaranya terdengar sangat tenang namun begitu dingin menembus tulang. "Pesta pertunanganku besok akan tetap berjalan dengan atau tanpa persetujuanmu. Dan kamu... jika aku melihat wajahmu berada di sekitar hotel atau berani mengacau lagi, aku tidak akan segan untuk mengirimmu langsung menyusul ayah ke alam kubur. Apa kamu mengerti, adikku?!" Lucy mengangguk dengan cepat dengan tubuh gemetar, air matanya mengalir deras karena perasaan takut yang luar biasa. Ana berbalik, wajah dinginnya seketika mencair dan berubah menjadi senyuman manis saat menatap Adam yang berdiri terpaku den
Last Updated: 2026-06-29
Chapter: Seorang Petarung Handal
Setelah acara lamaran yang dramatis itu, Adam segera membuat pengumuman tentang pertunangannya dengan Ana di akun media sosialnya. Tentu saja setelah memberi tahu Liliana dan teman-teman dekatnya terlebih dahulu.Berita tentang pertunangan Adam Smith dengan gadis misterius seketika menjadi perbincangan hangat di dunia maya.Sementara Adam dan Ana tengah mempersiapkan pesta pertunangan mereka, Lucy malah merencanakan sesuatu yang tujuannya tentu saja untuk menggagalkan rencana pertunangan kakaknya sendiri.Sehari sebelum acara berlangsung, Adam dan Ana mengecek kembali ballroom hotel yang akan digunakan untuk menggelar acara pertunangan mereka. Setelah semuanya sudah dipastikan aman dan sesuai dengan keinginan, mereka pun meninggalkan hotel itu.Namun di perjalanan, tiba-tiba mobil mereka dihadang oleh mobil lain.Ciiiit!Adam menginjak pedal rem secara mendadak hingga ban mobil itu berdecit keras di atas aspal. Adam menoleh cepat ke arah Ana untuk memastikan keadaannya. "Ana, kamu bai
Last Updated: 2026-06-29
Chapter: Melamar
Mendengar permintaan Lucy, ekspresi Adam langsung berubah jelek. suasana hatinya yang sejak bangun sangat baik dan cerah, seketika berubah mendung. Adam jelas ingin berkata tidak, namun Ana justru tersenyum padanya dan menjawab sebaliknya, "Baiklah, silahkan. Aku yakin kalau Adam tidak akan keberatan, benar kan?" "Tentu saja aku keberatan, aku kan-" "Ya ampun, sayang kamu jangan pelit begitu dong sama calon adik iparmu? Lucy itu kan adik aku satu-satunya, masa kamu tega tidak mau memberinya tumpangan?" Ana berkata sambil berjalan menghampiri Adam, dengan nada yang manja dia membujuk pria itu sembari menggoyang-goyangkan lengan kekasihnya itu. Adam dan Lucy sama-sama membeku di tempat. Terkejut dengan sikap Ana yang tiba-tiba berubah. Bedanya, Adam terkejut karena bahagia, sementara Lucy terkejut karena tidak terima dengan ucapan kakaknya. Adam berdehem sekali dengan keras sebelum akhirnya menjawab, "baiklah, karena pacarku yang minta, aku akan mengizinkan. Silahkan, calon adik i
Last Updated: 2026-06-27
Chapter: Pinky Promise
Setelah mendarat dengan selamat, Adam tidak langsung mengantar Ana pulang ke rumahnya, melainkan membawa gadis itu keliling kota Malaka dalam rangka merayakan hari pertama mereka resmi berpacaran. Mereka baru pulang setelah matahari hampir tenggelam.Adam mengemudikan mobilnya sendiri dan Ana duduk di sampingnya dengan canggung. Ini adalah pertama kalinya dia diantar pulang oleh seorang pacar."Terima kasih," ucap Ana tiba-tiba.Adam menoleh ke arah gadis itu sembari mengerutkan keningnya. "Terima kasih untuk apa?" tanyanya."Karena kamu membuatku merasakan sesuatu yang bahkan tidak berani aku impikan."Pernyataan sederhana yang tulus itu membuat dada Adam terasa sesak. Meski tidak menyaksikannya secara langsung, tapi dari cerita Gerald, dia telah mengetahui tentang masa lalu Ana yang diperlakukan dengan tidak manusiawi oleh lingkungannya, bahkan oleh ayahnya sendiri. Jadi, sangat wajar jika Ana merasa bersyukur atas sesuatu yang seharusnya menjadi hal lumrah bagi orang lain—seperti b
Last Updated: 2026-06-27
Chapter: Dia Tulus Mencintaimu
Liliana menghela napas panjang, wajahnya berubah sendu saat mengingat kenangan pahit itu."Gadis bernama Alana itu divonis mengidap tumor ganas di otak. Namun, saat itu dia tahu bahwa Kak Adam sedang mengikuti banyak ujian kompetensi dan seleksi beasiswa masuk perguruan tinggi jurusan kedokteran paling populer di Meikarta. Jadi, dia merahasiakannya dari Kak Adam."Liliana menjeda kalimatnya sejenak, membiarkan keheningan malam yang dilengkapi semilir angin sejuk menemani mereka."Malam itu, kondisi Alana memburuk. Dia terus mencoba menghubungi Kak Adam, mungkin karena merasa hidupnya tidak lama lagi. Jadi, dia tidak berhenti menghubungi Kak Adam dan mengirimkan banyak pesan, tidak seperti biasanya. Namun, Kak Adam tengah menjalani ujian operasi pertamanya, jadi ponselnya memang tidak boleh dibawa masuk ke dalam ruang operasi. Hingga sampai Alana mengembuskan napas terakhirnya, dia tidak bisa bertemu dengan Kak Adam."Alana adalah luka terdalam kakaknya, juga nama yang masih tetap memb
Last Updated: 2026-06-26
Chapter: Ikuti Kata Hatimu, Jangan Dengarkan Orang Lain
Kale memperhatikan pasangan di hadapannya sambil menahan senyum. Pria dengan kepala plontos berperawakan tinggi besar itu kemudian mengangkat kedua tangannya sebagai tanda menyerah.Sebelum pergi, Kale menepuk bahu Adam dan berkata, "Baiklah, Dokter Adam, kalau begitu saya permisi dulu. Tolong jaga calon istri Anda dengan baik. By the way, tidak perlu cemburu pada saya, bukankah saya lebih cocok jadi ayahnya Ana daripada pacar?"Kale tersenyum, kemudian melempar kedipan menggoda ke arah Ana yang sukses membuat rona merah di wajah Ana kian memerah. Gadis itu melotot ke arah Kale, namun binar wajahnya jelas tampak bahagia.Setelah Kale pergi, Ana meronta dan melepas pelukan Adam."Kale sudah pergi, Dokter Adam, lepaskan saya. Anda... tidak perlu berakting lagi."Ana mencoba menghindar. Entah kenapa dia merasa tidak mampu untuk menatap mata Adam."Siapa yang sedang berakting, Anastasia? Aku bersungguh-sungguh, termasuk perasaan kesalku karena kamu malah menyuruh
Last Updated: 2026-06-26
You May Also Like
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status