author-banner
Maufy Izha
Maufy Izha
Author

Novels by Maufy Izha

Tuan Ford, Kita Sudah Bercerai

Tuan Ford, Kita Sudah Bercerai

Di usia kehamilan 28 minggu saat Liliana kehilangan bayi dalam kandungannya, suaminya justru sibuk mengurusi cinta pertamanya yang jarinya terluka kecil karena goresan. Saat itulah Liliana mati rasa. Ia menandatangani surat cerai, pergi untuk menekuni karirnya sebagai dokter spesialis, dan kembali lima tahun kemudian dengan identitas dan nama baru. Tapi, saat bertemu kembali untuk pertama kalinya, Gerald malah menggila! "Kamu pergi seenaknya, kamu pikir aku akan melepaskanmu?" Liliana menatapnya dengan dingin dan berkata, "Tuan Ford, kita sudah bercerai, jangan sok akrab denganku."
Read
Chapter: Malam Pertunangan
Dengan santai, Ana memungut pisau lipat yang terjatuh di aspal, memainkannya sebentar di jemarinya dengan lihai, lalu menancapkannya dengan kuat di kap mesin mobil Lucy—tepat beberapa sentimeter di samping wajah Lucy yang sudah pucat pasi seperti mayat. Jleb! Lucy menjerit tertahan, menutup matanya rapat-rapat karena ketakutan. "Ini peringatan terakhir dariku, Lucy," bisik Ana tepat di depan wajah adiknya, suaranya terdengar sangat tenang namun begitu dingin menembus tulang. "Pesta pertunanganku besok akan tetap berjalan dengan atau tanpa persetujuanmu. Dan kamu... jika aku melihat wajahmu berada di sekitar hotel atau berani mengacau lagi, aku tidak akan segan untuk mengirimmu langsung menyusul ayah ke alam kubur. Apa kamu mengerti, adikku?!" Lucy mengangguk dengan cepat dengan tubuh gemetar, air matanya mengalir deras karena perasaan takut yang luar biasa. Ana berbalik, wajah dinginnya seketika mencair dan berubah menjadi senyuman manis saat menatap Adam yang berdiri terpaku den
Last Updated: 2026-06-29
Chapter: Seorang Petarung Handal
Setelah acara lamaran yang dramatis itu, Adam segera membuat pengumuman tentang pertunangannya dengan Ana di akun media sosialnya. Tentu saja setelah memberi tahu Liliana dan teman-teman dekatnya terlebih dahulu.Berita tentang pertunangan Adam Smith dengan gadis misterius seketika menjadi perbincangan hangat di dunia maya.Sementara Adam dan Ana tengah mempersiapkan pesta pertunangan mereka, Lucy malah merencanakan sesuatu yang tujuannya tentu saja untuk menggagalkan rencana pertunangan kakaknya sendiri.Sehari sebelum acara berlangsung, Adam dan Ana mengecek kembali ballroom hotel yang akan digunakan untuk menggelar acara pertunangan mereka. Setelah semuanya sudah dipastikan aman dan sesuai dengan keinginan, mereka pun meninggalkan hotel itu.Namun di perjalanan, tiba-tiba mobil mereka dihadang oleh mobil lain.Ciiiit!Adam menginjak pedal rem secara mendadak hingga ban mobil itu berdecit keras di atas aspal. Adam menoleh cepat ke arah Ana untuk memastikan keadaannya. "Ana, kamu bai
Last Updated: 2026-06-29
Chapter: Melamar
Mendengar permintaan Lucy, ekspresi Adam langsung berubah jelek. suasana hatinya yang sejak bangun sangat baik dan cerah, seketika berubah mendung. Adam jelas ingin berkata tidak, namun Ana justru tersenyum padanya dan menjawab sebaliknya, "Baiklah, silahkan. Aku yakin kalau Adam tidak akan keberatan, benar kan?" "Tentu saja aku keberatan, aku kan-" "Ya ampun, sayang kamu jangan pelit begitu dong sama calon adik iparmu? Lucy itu kan adik aku satu-satunya, masa kamu tega tidak mau memberinya tumpangan?" Ana berkata sambil berjalan menghampiri Adam, dengan nada yang manja dia membujuk pria itu sembari menggoyang-goyangkan lengan kekasihnya itu. Adam dan Lucy sama-sama membeku di tempat. Terkejut dengan sikap Ana yang tiba-tiba berubah. Bedanya, Adam terkejut karena bahagia, sementara Lucy terkejut karena tidak terima dengan ucapan kakaknya. Adam berdehem sekali dengan keras sebelum akhirnya menjawab, "baiklah, karena pacarku yang minta, aku akan mengizinkan. Silahkan, calon adik i
Last Updated: 2026-06-27
Chapter: Pinky Promise
Setelah mendarat dengan selamat, Adam tidak langsung mengantar Ana pulang ke rumahnya, melainkan membawa gadis itu keliling kota Malaka dalam rangka merayakan hari pertama mereka resmi berpacaran. Mereka baru pulang setelah matahari hampir tenggelam.Adam mengemudikan mobilnya sendiri dan Ana duduk di sampingnya dengan canggung. Ini adalah pertama kalinya dia diantar pulang oleh seorang pacar."Terima kasih," ucap Ana tiba-tiba.Adam menoleh ke arah gadis itu sembari mengerutkan keningnya. "Terima kasih untuk apa?" tanyanya."Karena kamu membuatku merasakan sesuatu yang bahkan tidak berani aku impikan."Pernyataan sederhana yang tulus itu membuat dada Adam terasa sesak. Meski tidak menyaksikannya secara langsung, tapi dari cerita Gerald, dia telah mengetahui tentang masa lalu Ana yang diperlakukan dengan tidak manusiawi oleh lingkungannya, bahkan oleh ayahnya sendiri. Jadi, sangat wajar jika Ana merasa bersyukur atas sesuatu yang seharusnya menjadi hal lumrah bagi orang lain—seperti b
Last Updated: 2026-06-27
Chapter: Dia Tulus Mencintaimu
Liliana menghela napas panjang, wajahnya berubah sendu saat mengingat kenangan pahit itu."Gadis bernama Alana itu divonis mengidap tumor ganas di otak. Namun, saat itu dia tahu bahwa Kak Adam sedang mengikuti banyak ujian kompetensi dan seleksi beasiswa masuk perguruan tinggi jurusan kedokteran paling populer di Meikarta. Jadi, dia merahasiakannya dari Kak Adam."Liliana menjeda kalimatnya sejenak, membiarkan keheningan malam yang dilengkapi semilir angin sejuk menemani mereka."Malam itu, kondisi Alana memburuk. Dia terus mencoba menghubungi Kak Adam, mungkin karena merasa hidupnya tidak lama lagi. Jadi, dia tidak berhenti menghubungi Kak Adam dan mengirimkan banyak pesan, tidak seperti biasanya. Namun, Kak Adam tengah menjalani ujian operasi pertamanya, jadi ponselnya memang tidak boleh dibawa masuk ke dalam ruang operasi. Hingga sampai Alana mengembuskan napas terakhirnya, dia tidak bisa bertemu dengan Kak Adam."Alana adalah luka terdalam kakaknya, juga nama yang masih tetap memb
Last Updated: 2026-06-26
Chapter: Ikuti Kata Hatimu, Jangan Dengarkan Orang Lain
Kale memperhatikan pasangan di hadapannya sambil menahan senyum. Pria dengan kepala plontos berperawakan tinggi besar itu kemudian mengangkat kedua tangannya sebagai tanda menyerah.Sebelum pergi, Kale menepuk bahu Adam dan berkata, "Baiklah, Dokter Adam, kalau begitu saya permisi dulu. Tolong jaga calon istri Anda dengan baik. By the way, tidak perlu cemburu pada saya, bukankah saya lebih cocok jadi ayahnya Ana daripada pacar?"Kale tersenyum, kemudian melempar kedipan menggoda ke arah Ana yang sukses membuat rona merah di wajah Ana kian memerah. Gadis itu melotot ke arah Kale, namun binar wajahnya jelas tampak bahagia.Setelah Kale pergi, Ana meronta dan melepas pelukan Adam."Kale sudah pergi, Dokter Adam, lepaskan saya. Anda... tidak perlu berakting lagi."Ana mencoba menghindar. Entah kenapa dia merasa tidak mampu untuk menatap mata Adam."Siapa yang sedang berakting, Anastasia? Aku bersungguh-sungguh, termasuk perasaan kesalku karena kamu malah menyuruh
Last Updated: 2026-06-26
Melepasmu di Pengkhianatan Kedua

Melepasmu di Pengkhianatan Kedua

Sehari sebelum pernikahan, Nora Bennett membatalkan pernikahannya setelah memergoki tunangannya bercinta dengan sahabatnya sendiri. Tidak bisa menerima kenyataan, Nora mengalami depresi hingga berkali-kali ingin mengakhiri hidupnya sendiri. Namun, selama setahun masa sakit hati yang membuatnya terpuruk, William Marchetti, sahabatnya selama masa kuliah justru datang memberikan pertolongan. Saat Nora menggores tangannya sendiri, William juga menggores tangannya sebanyak dua kali. Ketika Nora tidak mau makan, William juga ikut mogok makan. William dengan sabar dan setia mendampingi Nora selama setahun penuh hingga Nora akhirnya bisa bangkit dari keterpurukan dan menerima cinta William. Namun, di pagi hari setelah malam pertama mereka, ia mendengar suara dingin William yang sedang menelepon seseorang. "Lihat? Aku berhasil menikahinya. Sekarang, mana uang taruhanmu itu.”
Read
Chapter: Bab 32
Nora tahu bahwa William tidak bisa dibohongi.William sudah mencurigainya, dia tahu itu.Namun, selama pria itu tidak mengonfrontasi dirinya secara langsung, Nora akan tetap berpura-pura tidak mengenal William maupun orang-orang di sekitar pria itu yang mengenalnya di masa lalu.Malam ini, Nora benar-benar akan uji nyali.Ia tidak tahu apa yang akan terjadi, jadi ia sudah mempersiapkan beberapa alat pelindung diri seperti semprotan merica serta stun gun untuk berjaga-jaga kalau William tiba-tiba kesurupan dan berbuat macam-macam.Setelah rapat selesai, William tidak banyak bicara dan langsung keluar ruang rapat.Sementara Nora kini duduk termenung sambil menatap ke luar jendela kaca ruangannya, melihat lalu lintas kota Seattle yang padat di bawah sana.Meskipun interaksi Nora dan William selama rapat tampak mencurigakan, namun Diana tidak menanyakan apa pun. Asisten pribadinya itu segera menyelesaikan urusan administrasi pascarapat bersama Nora, lalu kemb
Last Updated: 2026-11-06
Chapter: Bab 31
"Dunia ini sangat luas, Tuan Marchetti. Wajar jika ada kesamaan kecil antara saya dengan orang yang Anda kenal," sanggah Nora tanpa gentar, menatap manik abu-abu William tepat di tengah matanya. "Tapi saya yakin bahwa saya dan orang yang Anda maksud bukanlah orang yang sama." Mendengar itu, William justru tersenyum licik. "Saya tidak bilang bahwa kalian adalah orang yang sama, Nona Vitale." Senyum di wajah Nora langsung lenyap. 'Bajingan ini memang selalu menjengkelkan,' Nora memaki dalam hati. "Kenapa? Apa kata-kata saya terasa menjebak?" Nora terkekeh. "Tidak sama sekali. Saya malah merasa bingung, sebenarnya apa yang sedang Anda bicarakan? Bisakah kita kembali ke topik utama rapat ini, Tuan Marchetti?" William terdiam, tatapannya kembali tajam. "Silakan dilanjutkan." Nora mengangguk mantap, kemudian kembali menjelaskan beberapa detail tentang proyek itu yang dianggap menjadi kendala oleh pihak Soulwar
Last Updated: 2026-11-06
Chapter: Bab 30
Setelah berpikir sejenak akhirnya Nora setuju dengan ide Stella. Tepat pukul 10 pagi, Diana masuk ke ruangan Nora dan memberitahukan bahwa William dan timnya dari Soulware sudah tiba. Meski sudah mempersiapkan diri, namun jantung Nora tetap saja berdetak sangat kencang sampai Nora takut kalau Diana bisa mendengar suara detak jantungnya. "Bu, Rosa?" "Ya, Diana. Aku mendengarmu. Kita pergi ke ruang rapat sekarang." "Baik. Tim programmer Nexora Tech juga sudah ada di sana." Nora mengangguk, kemudian berjalan terlebih dahulu menuju ke ruang rapat. Diana mengekor dibelakangnya sembari memeriksa dokumen di tangannya. Setibanya di depan pintu masuk ruang rapat itu, Nora merasa sangat gugup, batinnya terus berteriak agar dia kabur saja, namun akal sehatnya langsung menariknya kembali ke kenyataan. Ia tidak bisa lari. Jika ia kabur sekarang, William akan semakin curiga, dan persembunyiannya selama enam tahun ini akan runtuh dalam hitungan detik. ​Nora menarik napas dalam-dalam
Last Updated: 2026-11-05
Chapter: Bab 29 : Kenangan
Di layar televisi datar yang menempel di dinding ruang keluarga, wajah William Marchetti tampak begitu jelas. Pria itu berdiri di lobi gedung pencakar langit baru di pusat kota Seattle, dikelilingi oleh jajaran direksi dan awak media. Enam tahun berlalu tidak sedikit pun meruntuhkan ketampanan maskulinnya; ia justru menjelma menjadi sosok predator dalam bisnis yang semakin matang, dingin, dan memancarkan kekuasaan absolut.Nora terdiam untuk waktu yang lama sambil menatap layar televisi di depannya.Enam tahun telah berlalu, namun setiap kali menyebut nama William dalam hatinya, ia masih merasakan sakit.Nora mematung. Napasnya tercekat di tenggorokan, sementara darah di tubuhnya terasa membeku.Ingatannya kembali terlempar saat enam tahun lalu orang tuanya nekat memalsukan kematiannya dan membawanya kabur ke Seattle dengan identitas baru, nama baru.Saat baru saja siuman setelah tidak sadarkan diri pascaoperasi lebih dari dua minggu, Sergio dan Elena menceritakan semuanya.Tentang ko
Last Updated: 2026-11-05
Chapter: Bab 28 : Wilson dan Wilona
Enam tahun berlalu begitu cepat.Di kota Seattle yang sangat padat dan sibuk, Nora harus bisa membagi waktu di antara pekerjaannya yang menguras waktu dan perannya sebagai ibu tunggal dari anak kembarnya, Wilson dan Wilona.Ya, dua anak imut dan menggemaskan yang kehadirannya di luar dugaan Nora.Saat menjalani perawatan intensif selama tiga bulan penuh di rumah sakit pasca-diselundupkan oleh orang tuanya ke Seattle, dokter baru mengetahui bahwa Nora tengah mengandung. Yang lebih mengejutkan, ternyata bayi dalam kandungannya bukan hanya satu, melainkan dua!Meskipun awalnya kehamilan itu datang di tengah trauma fisik dan psikis yang luar biasa—di saat raganya masih berjuang melawan sisa-sisa luka akibat terjatuh dari balkon—kehadiran Wilson dan Wilona menjelma menjadi alasan terkuat Nora untuk terus bertahan hidup.Kedua anak kembar yang kini berusia lima tahun itu mewarisi mata abu-abu tajam milik William, namun sifat ceria dan ketangguhan mereka sepenuhnya adalah cerminan dari jiwa
Last Updated: 2026-11-05
Chapter: Bab 27
William menatap orang tua Nora dengan tatapan kosong, layaknya sebuah boneka tanpa nyawa. Belum sempat William mengatakan sepatah katapun, Sergio telah lebih dulu melayangkan bogem mentah ke wajah menantunya itu. Bukk!! "Dasar bajingan! apa yang kamu lakukan pada putriku!" Sergio kembali melayangkan tinjunya, namun William tetap bergeming. Hingga pukulan ketiga dan keempat mengenai wajahnya, William tetap tidak bereaksi seolah jiwanya benar-benar telah meninggalkan raganya. Di waktu yang bersamaan, suara jeritan Clara terdengar dari belakang. "Sergio hentikan!! beraninya kamu memukuli anakku seperti itu!" Clara menarik tubuh Sergio hingga menjauh sepenuhnya dari William, lalu menatap kedua besannya itu dengan wajah merah padam. Elena dan Sergio juga tidak merasa takut, keduanya menatap Clara dengan kebencian yang sama, apalagi saat melihat Zoya tiba-tiba muncul di samping Clara. Elena langsung tersenyum sinis. Dia bisa menebak bahwa Zoya memang sudah menebarkan racunnya di
Last Updated: 2026-11-05
Ditinggal Pergi, Mantan Suami Justru Mengemis Cinta

Ditinggal Pergi, Mantan Suami Justru Mengemis Cinta

Di usia kehamilannya yang memasuki 24 minggu, Sinta menyaksikan Abimanyu melepaskan hasrat sendirian sambil mendesahkan nama wanita lain. Selama tiga tahun pernikahan, ia terus berusaha meluluhkan hati suaminya yang dingin. Namun, sebuah kecelakaan yang disebabkan wanita yang dicintai Abimanyu membuat janin dalam kandungannya meninggal. Saat itulah cinta Sinta lenyap seutuhnya. Sinta memutuskan pergi meninggalkan keluarga Djaja yang menyengsarakannya. Ketika ia kembali sebagai wanita yang anggun bersama dengan pria berkuasa di sisinya, Abimanyu baru menyadari bahwa ia telah kehilangan satu-satunya wanita yang benar-benar mencintainya. Namun, penyesalan itu datang terlambat. "Tuan Djaja, jangan menghalangi jalanku. Seperti katamu dulu, sekarang kita hanyalah orang asing."
Read
Chapter: Bab 198 : Akhir Kisah
suara Sinta melengking di balik telepon, antara terkejut, bingung, dan tak percaya.Lula di ujung telepon langsung meremas gaunnya dengan canggung. Ia melirik Tuan Prabu yang justru terkekeh santai seraya menyesap anggur merahnya di meja makan Ritz-Carlton."Iya, Sinta. Papa sedang ada urusan bisnis di London dan kebetulan bertemu Lula di bandara kemarin," sahut Prabu mengambil alih ponsel Lula, suaranya terdengar begitu tenang dan penuh wibawa. "Kamu tidak perlu cemas. Sahabatmu aman bersama Papa."Di Jakarta, Sinta menoleh pada Arjuna yang baru saja melangkah mendekatinya. Arjuna yang mendengar percakapan itu mengernyitkan kening, merebut ponsel dari tangan istrinya."Well, sepertinya aku melewatkan sesuatu.""Tutup mulutmu."Arjuna terkekeh pelan, kemudian menyerahkan kembali ponsel itu pada istrinya.Sinta yang tidak mengerti apapun tetap bersikap seperti biasa. Mengobrol dengan Lula dan ayah mertuanya bergantian.Setelah panggilan itu berakhir, Sinta menatap wajah suaminya yang t
Last Updated: 2026-10-21
Chapter: Bab 197 : Kemewahan Tidak Terduga
Dua hari kemudian, Sinta dan Arjuna kembali bekerja di perusahaan masing-masing. Sinta kembali ke kantor Saraswati Corp, sementara Arjuna menggantikan sang ayah yang tengah dinas ke luar negeri untuk memimpin Pandawa Group. Selama dua hari, Sinta melihat Jay terus mencoba menghubungi Lula. Namun, Sinta dengan berat hati tidak memberitahunya. Pagi ini, Sinta akhirnya mencoba untuk memberi pengertian pada Jay bahwa Lula sudah mengambil keputusan untuk pergi, dan jika Lula sudah memutuskan sesuatu, gadis itu tidak akan mudah mengubah pikirannya. "Mas Jay, aku tahu Mas Jay tulus menyayangi Lula. Tapi, tanpa restu dari orang tua, akan sulit bagi kalian berdua untuk melangkah ke jenjang selanjutnya. Apalagi, orang tua Mas Jay hanya tinggal Ibu saja. Kalau kalian memang berjodoh, pasti akan ada jalannya nanti, tapi untuk sekarang, aku rasa Mas Jay harus menerima keputusan Lula. Kalau keadaan sudah lebih tenang, Mas Jay bisa mencoba untuk menghubunginya lagi nanti." Saat mendengar ucapan
Last Updated: 2026-10-21
Chapter: Bab 196 : Sugar Daddy
Namun, Lula tidak beranjak dari tempatnya meskipun ia telah mendengar sendiri ucapan Arjuna bahwa keadaan Jay saat ini tidak memungkinkan untuk terus berhubungan dengan Lula. Lula mengusap sisa air mata di pipinya. Meskipun sakit, ia tidak ingin memaksakan sesuatu yang memang bukan untuknya. Jay pria yang baik, dia juga memanjakannya dengan tulus. Namun, pria juga bisa berubah jika sudah berurusan dengan restu orang tua. Dan Lula bukanlah wanita yang masih percaya bahwa ia mampu meluluhkan hati seseorang dengan pembuktian akan ketulusannya. Karena ada contoh nyata bahwa ketulusan seperti itu malah dijadikan alat untuk menindas. Contohnya, Sinta. Namun, tidak semua orang bisa sekuat dan seberuntung Sinta yang berhasil lepas dari keluarga mertuanya yang toxic lalu bertemu dengan pangerannya, Arjuna. Lula belum tentu seberuntung itu. Jadi, memang sebaiknya ia dan Jay putus saja. Toh, hubungan mereka belum lama, perasaan mereka juga belum sedalam itu. Lula yakin bahwa ia bisa
Last Updated: 2026-10-21
Chapter: Bab 195 : Putus
Setelah acara makan siang keluarga besar selesai dengan hangat dan penuh kesan, Arjuna memenuhi janjinya. Ia mengantar Sinta dan Lula menuju ruangan bersantai privat di lantai atas hotel yang lebih tenang, sementara ia pamit sejenak untuk menghubungi Jay.Sinta duduk di sofa berbusa empuk tepat di samping Lula. Ia menggenggam kedua tangan sahabatnya yang terasa dingin dan gemetar."Lula... sekarang cuma ada kita berdua," bisik Sinta lembut, menatap lurus ke dalam mata Lula yang berkaca-kaca. "Cerita sama aku, ada apa? Kenapa mata kamu sembab dan wajah kamu pucat begini dari tadi pagi? Apa kamu ada masalah sama Mas Jay?"Mendengar nama Jay diucapkan, pertahanan Lula runtuh seketika. Air mata yang sejak tadi ia tahan akhirnya menetes membasahi pipinya. Gadis itu menunduk dalam-dalam, terisak pelan."Sin... maafin aku ya," bisik Lula dengan suara parau yang amat rapuh. "Harusnya di hari bahagia kamu ini, aku tidak merusaknya dan membuatmu cemas.""Ssst, jangan bicar
Last Updated: 2026-10-20
Chapter: Bab 194 : Tidak Ada Penghinaan
Pagi harinya, sinar matahari hangat menerobos masuk melalui celah-celah tirai penthouse, membiaskan cahaya keemasan di atas sprei sutra tempat Sinta dan Arjuna tertidur lelap. Sinta menjadi yang pertama terbangun. Rasa hangat dari dekapan kokoh Arjuna masih mengurung tubuhnya dengan begitu protektif. Kepala Sinta bersandar di dada bidang Arjuna yang bertelanjang dada, mendengarkan detak jantung suaminya yang berpacu tenang dan teratur. Sinta tersenyum tipis, mendongak perlahan untuk memperhatikan wajah Arjuna yang sedang tertidur. Tanpa garis tegas yang biasanya tampak dominan di depan umum, wajah suaminya kini terlihat sangat tampan, tenang, dan rileks. Sinta mengulurkan jemarinya, mengusap lembut rahang tegas Arjuna dengan perasaan membuncah penuh rasa syukur. Namun, gerakan kecil itu rupanya cukup untuk menyadarkan sang suami. Mata tajam Arjuna perlahan terbuka. Begitu pandangannya menangkap sosok Sinta yang berada tepat di pelukannya, seny
Last Updated: 2026-10-20
Chapter: Bab 193 : Malam Pertama
Arjuna melingkarkan kedua lengannya di pinggang ramping Sinta dari belakang. Sentuhan hangat jemari kokoh itu langsung menyengat kulit Sinta, membuat napasnya tertahan sesaat. Arjuna menyandarkan dagunya di bahu Sinta, menatap lekat pantulan mata istrinya di cermin rias berbingkai ukiran emas di hadapan mereka. "Kamu kelihatan gugup, Queen?" bisik Arjuna dengan suara berat dan dalam. Deru napas hangatnya berembus di leher jenjang Sinta, meninggalkan sensasi meremang yang menjalar hingga ke ujung jari. Sinta memegang jemari Arjuna yang bertengger di perutnya. Ia menggeleng pelan, meski irama dadanya berdebar kencang. "Ak-aku... hanya terasa begitu tidak nyata. Semua kebahagiaan ini..." Arjuna memutar tubuh Sinta perlahan hingga mereka berhadapan. Dengan kelembutan yang kontras dibanding penampilannya yang dominan, Arjuna menangkup kedua pipi Sinta dengan telapak tangannya yang hangat. Ibu jarinya mengusap lembut tulang pipi Sinta yang merona tipis.
Last Updated: 2026-10-20
You May Also Like
Istri Pengganti Tuan Muda
Istri Pengganti Tuan Muda
Romansa · Vanilla_Nilla
95.3K views
SEDUCING HOT DUDA
SEDUCING HOT DUDA
Romansa · Rose Marberry
95.2K views
Dinikahi Calon Ipar
Dinikahi Calon Ipar
Romansa · Cahaya Asa
95.1K views
Bertukar Pasangan
Bertukar Pasangan
Romansa · MAMAZAN
94.8K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status