author-banner
Maufy Izha
Maufy Izha
Author

Novels by Maufy Izha

Tuan Ford, Kita Sudah Bercerai

Tuan Ford, Kita Sudah Bercerai

Di usia kehamilan 28 minggu saat Liliana kehilangan bayi dalam kandungannya, suaminya justru sibuk mengurusi cinta pertamanya yang jarinya terluka kecil karena goresan. Saat itulah Liliana mati rasa. Ia menandatangani surat cerai, pergi untuk menekuni karirnya sebagai dokter spesialis, dan kembali lima tahun kemudian dengan identitas dan nama baru. Tapi, saat bertemu kembali untuk pertama kalinya, Gerald malah menggila! "Kamu pergi seenaknya, kamu pikir aku akan melepaskanmu?" Liliana menatapnya dengan dingin dan berkata, "Tuan Ford, kita sudah bercerai, jangan sok akrab denganku."
Read
Chapter: Aku NggN Mau Kamu Dipenjara!
Rosalina baru saja mengunci pintu utama saat ia mendengar suara ketukan yang keras.Tok, tok, tok!Alisnya bertaut, sambil bertanya-tanya dalam hati, apakah Dexter kembali karena ada sesuatu yang tertinggal?Rosalina berjalan mendekati pintu, tapi tidak langsung membukanya. Dia mengintip dari balik tirai jendela, siapa gerangan yang ada di balik pintu. Rosalina membelalakkan matanya saat melihat sosok tak terduga yang datang saat ini.Dia adalah Danish Dzulfikar!Rosalina mundur dua langkah dengan wajah panik. Ia mencari-cari ponselnya di dalam kantong gaunnya untuk menghubungi Dexter, namun ponselnya tidak ada di sana.Brak! Brak! Brak!"Rosalina! Keluar kamu! Aku tahu kamu di dalam sendirian!" Danish menggedor-gedor pintu itu dengan keras, bahkan sampai daun pintunya bergoyang.Rosalina segera melarikan diri ke kamarnya di lantai atas; ponselnya sepertinya ada di sana. Setelah naik ke kamar, Rosalina menemukan ponselnya sedang dicas di atas meja rias. Dengan secepat kilat, Rosalina
Last Updated: 2026-06-21
Chapter: Tamu Tak Terduga
"Dia istriku, Ibu. Kalau-kalau Ibu lupa. Dia dan calon anak kami adalah ahli warisku, tentu saja dia harus terlibat dalam 'diskusi' yang Ibu rencanakan ini, bukan?"Mendengar kata 'calon anak kami', wajah Eliyah dan tetua yang lain seketika menjadi kaku. Kemudian, Eliyah tanpa sadar menatap Rosalina dengan penuh kebencian.Rosalina tahu kenapa Eliyah tampak marah. Karena jika Dexter memiliki anak, maka otoritasnya sebagai kepala keluarga Dzulfikar tidak bisa lagi digoyahkan. Terlebih lagi, Danish Dzulfikar sama sekali tidak bisa diandalkan sebagai penerus keluarga. Sebenarnya para tetua keluarga sudah tahu tentang kenyataan itu. Namun, karena asal-usul Dexter yang merupakan anak di luar nikah, hal itu membuat mereka merasa bahwa Dexter tidak seharusnya menjadi pewaris, karena dia dianggap sebagai aib dari keluarga Dzulfikar."Benar, Ibu Mertua. Anda akan segera memiliki cucu," sahut Rosalina dengan senyuman lebar. Rosalina tampak puas melihat ekspresi jelek ibu mertuanya
Last Updated: 2026-06-21
Chapter: Morning Sickness
Setelah makan malam, Dexter mengantar istrinya ke kamar utama. Rumah ini masih baru dan belum banyak diisi perabotan. Namun, saat Dexter mendengar sendiri bahwa Rosalina bersedia tinggal bersamanya karena mengandung anak mereka, Dexter segera meminta asistennya untuk mempercantik tampilan rumahnya dalam waktu sehari. Termasuk dengan kamar yang akan ditempati oleh Rosalina saat ini. Ini sebenarnya adalah kamar mereka, namun karena Rosalina masih mengambek, jadi Dexter akan tidur di ruang kerja yang letaknya ada di samping kamar utama. Rosalina tampak terpana begitu melihat nuansa kamar yang akan ditempatinya. Seluruh desain interiornya berwarna cream dipadukan dengan warna cokelat tua yang memberikan kesan klasik dan vintage sesuai dengan seleranya. "Suka?" bisik Dexter tepat di telinga Rosalina, membuat wanita itu seketika merinding. "Ehem! Suka, sesuai dengan seleraku. Terima kasih." Kali ini Rosalina tidak berpura-pura ge
Last Updated: 2026-06-20
Chapter: Rumah Kita
"Sayangku, benarkah kamu hamil?"Rosalina mengangguk dengan bahagia."Lalu, bagaimana dengan hubunganmu dan Dexter? Apa kalian...""Mama dan Papa tenang saja. Aku sedang menjalankan rencanaku, kami akan baik-baik saja, oke?""Baiklah, asal kamu berjanji akan menjaga diri baik-baik, Papa dan Mama akan selalu mendukungmu.""Terima kasih, Ma, Pa! Aku beruntung bisa memiliki kalian dalam hidupku! Tapi, aku masih membutuhkan bantuan kalian..."Blake dan Cynthia saling menatap, sementara Rosalina tersenyum misterius.Pada Jumat sore, sesuai permintaan Rosalina, Dexter datang ke kediaman Rathore untuk menjemput istrinya selepas jam kantor usai. Pria itu merasa gugup, apalagi setelah kedatangannya beberapa kali mengalami penolakan.Kali ini, ia benar-benar harus bisa meyakinkan ayah dan ibu mertuanya bahwa dia akan menjaga Rosalina dengan baik. Apalagi Rosalina tengah mengandung saat ini, kedua mertuanya pasti akan sangat protektif."Halo, Pa, Ma," s
Last Updated: 2026-06-20
Chapter: Pisah Ranjang
Leah tersenyum, kemudian mengangguk paham. Gadis itu segera keluar dari ruangan untuk melaksanakan perintah bosnya.Sesaat kemudian, Leah kembali."Nona Rose, Tuan Dexter akan menjemput Anda setengah jam lagi.""Cepat sekali..." gumam Rosalina sambil berusaha menahan senyum."Baiklah, terima kasih, Leah, kamu boleh kembali ke mejamu.""Baik, Nona."Selepas kepergian Leah, Rosalina menekan dadanya, mencoba meredam degup jantungnya yang menggila."Aku harus bertahan. Seperti kata Lily, aku tidak boleh menunjukkan bahwa aku mudah ditaklukkan. Rosalina, tunjukkan kekuatanmu!" ucapnya menyemangati diri sendiri.Setengah jam kemudian, Leah memberitahu bahwa Dexter sudah datang. Rosalina menegakkan punggungnya, kemudian melangkah keluar dari ruangannya untuk bertemu pria yang masih berstatus sebagai suaminya itu.Meski sudah berusaha, Rosalina tetap sedikit goyah saat melihat Dexter kembali. Penampilannya jauh lebih paripurna dari biasanya, sangat berbed
Last Updated: 2026-06-20
Chapter: Hamil
Dexter melangkahkan kakinya menuju ke ruang rapat dengan jantung berdebar, sembari menyusun kata dalam hatinya, menerka-nerka kira-kira apa yang harus dikatakannya pada Rosalina nanti.Saat pintu ruang rapat itu terbuka, raut wajah Dexter yang semula sedikit berbinar seketika berubah murung saat melihat sosok yang diharapkannya tidak ada di sana."Selamat siang, Pak Dexter. Mohon maaf, karena pertemuan kali ini akan diwakili oleh saya."Dexter terdiam beberapa saat sebelum akhirnya mengangguk singkat.Rapat berjalan dengan lancar. Sepanjang pertemuan itu, Dexter hanya diam memperhatikan, hanya sesekali memberikan tanggapan singkat jika ada yang bertanya.Selesai rapat, Dexter menghentikan langkah Leah."Bu Leah, maaf, bisa bicara sebentar?"Leah tertegun sejenak sebelum akhirnya mengangguk setuju."Apa ada masalah, Pak Dexter?"Dexter menjilat bibirnya singkat, tampak ragu."Apa Rosalina tidak pergi ke kantor?""Tidak, Pak Dexter.""Baiklah, terima kasih.""Ada lagi yang ingin Pak Dex
Last Updated: 2026-06-19
You may also like
Dan Akhirnya Istriku Diam
Dan Akhirnya Istriku Diam
Romansa · Dewi Mega
238.5K views
Cinta Yang Salah
Cinta Yang Salah
Romansa · Winda
234.4K views
Sentuhan Berbahaya (Dangerous Touch)
Sentuhan Berbahaya (Dangerous Touch)
Romansa · Abigail Kusuma
231.0K views
SALAH MASUK KAMAR CEO TAMPAN
SALAH MASUK KAMAR CEO TAMPAN
Romansa · Wafa Farha
230.0K views
My Sexy Sugar Mommy
My Sexy Sugar Mommy
Romansa · Aililea (din din)
229.7K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status