Chapter: Chapter 30 : Pengkhianatan Sang IbuSambil bersenandung pelan, Adrian kembali menyetir mobil pulang ke apartemen. Sikap Cantika yang tampak lebih santai saat bersamanya membuat hati pria itu sedikit berbunga-bunga. Artinya, walau masih presentase kecil, tapi sang istri mulai menerimanya.Tiba-tiba lagu yang berputar di radio tengah berganti dengan dering telepon. Ada nama Budi yang memaksa Adrian mengangkat panggilan itu.“Kenapa, Pak Budi?” jawab Adrian begitu memasang airpods-nya.“Pak, gawat! Anda masuk berita utama pagi ini.”Seketika Adrian menekan pedal rem keras-keras. Dia sampai terdorong maju. Untungnya, kanan-kiri dan belakang serta depannya kosong. Meski begitu terdengar bunyi kla
Last Updated: 2026-07-21
Chapter: Chapter 29 : Patah Hati PagiSetelah libur panjang karena keseleo, Cantika akhirnya kembali bekerja juga. Dan untuk kali pertama, dia merasa lebih suka di rumah daripada di tempat kerja.Kalimat barusan terdengar aneh di kepala Cantika. Terlebih selama setahun ke belakang, dia menganggap rumah utamanya justru rumah sakit. Semakin sibuk, semakin dia melupakan sakit hati karena Adrian.Namun, tiga hari ini Cantika benar-benar merasakan hangatnya rumah bersama Adrian. Pernyataan cinta pria itu, caranya menjaga Cantika yang sedang sakit, semuanya bergabung menjadi kehangatan sendiri di hatinya.“Kok ngelamun?”Sebuah pertanyaan membuyarkan lamunan Cantika. Ditambah dia merasakan kepalanya diacak-acak lembut, membuat wanita itu mau tak mau menata sejenak rambutnya.
Last Updated: 2026-07-20
Chapter: Chapter 28 : Jebakan Makan MalamJam dinding menunjukkan pukul lima sore saat Adrian sibuk di dapur. Dengan celemek merah bergambar kucing ini, dia mondar-mandir dari kulkas, pantry, dan area memasak. Semua demi satu hal, persiapan makan malam untuknya dan Cantika.Saat ini, istrinya itu sedang mandi sore. Setelah tiga hari hanya di rumah dan mengistirahatkan kaki, sekarang Cantika sudah bisa berjalan lebih normal. Artinya juga, hari ini adalah hari terakhir Cantika izin sakit dan besok tetap harus kembali bekerja.Bunyi ponsel berdering menarik perhatian Adrian. Buru-buru dia mematikan kompor, lalu mendekati pantry.Seketika senyum Adrian memudar saat menemukan nama Aruna muncul di layar. Pria itu mendengkus keras. Ingatan tentang sang mama mengusir Cantika deng
Last Updated: 2026-07-20
Chapter: Chapter 27 : Skenario LicikPagi-pagi Cantika sudah membuat drama, matanya bengkak seperti panda. Mau tak mau demi menyembunyikan matanya yang konyol ini, dia sengaja mengenakan kacamata. Tentu semua ini salahkan dirinya yang diam-diam menangis semalaman.Sebenarnya cara paling gampang untuk Cantika kabur adalah tetap berada di kamar hari ini. Sayangnya, punggungnya malah sakit karena terlalu banyak rebahan. Jadi, dia lebih memilih menghadapi Adrian dan pertanyaan pria itu daripada punggungnya semakin kaku.Pelan-pelan Cantika menuruni tangga. Jam dinding masih menunjukkan pukul delapan pagi.Dalam kehidupan normal Cantika dan Adrian, wanita itu hanya akan bangun sendirian. Sedangkan sang suami sudah menghilang entah ke mana karena pekerjaan.Namun pagi ini, Cantika lagi-lagi menemukan hal berbeda
Last Updated: 2026-07-19
Chapter: Chapter 26 : Air Mata di Kamar MandiUntuk kesekian kalinya Cantika membalikkan badannya di ranjang. Sebelum akhirnya, dia memilih menghadap ke arah jendela. Langit siang kini sudah berubah menjadi petang.Cantika mengerjap. Ditatapnya langit itu lekat-lekat. Isi pikirannya pun mulai berkelana sekarang, tepatnya memutar ulang kejadian siang tadi dan pernyataan cinta tak terduga Adrian.“Cantika, istriku, aku mencintaimu.”Lambat-lambat Cantika menyentuh dadanya. Dia tak akan menampik bahwa saat ini jantungnya terus berdegup kencang, tepatnya jika itu berhubungan dengan Adrian, maka jantungnya akan berpacu secepat ini.Bagaimana ini?Sayangnya, pertanyaan Cantika itu harus diabaikan sejenak. Bunyi pintu yang dibuka membuat wani
Last Updated: 2026-07-19
Chapter: Chapter 25 : Ciuman Sebagai JawabanSudah biasa tidur kurang dari lima jam, lari ke sana-kemari di rumah sakit, dan bekerja tanpa henti mengerjakan laporan, Cantika tidak sanggup tidur dan rebahan lebih lama lagi. Sekitar pukul sebelas siang, wanita itu sudah segar bugar, walau agak nyeri kaki sedikit.Lambat-lambat Cantika bangun dari tempat tidurnya. Agak tertatih dia keluar kamar, lalu berjalan menuju lantai bawah. Aroma jahe yang khas seperti menuntun wanita itu untuk menuju dapur di lantai satu.Seketika langkah Cantika terhenti tepat di lantai dasar. Tatapan wanita itu langsung tertuju pada dapur, mengingat area ruang tamu, tangga menuju lantai dua, ruang makan, dan dapur tidak bersekat.Di dapur, Cantika melihat sendiri bagaimana Adrian bergerak dengan santainya. Pria itu mengenakan celemek merah bergambar kucingnya. Tangannya dengan lihai memo
Last Updated: 2026-07-18