Garis Tangan Sang Putra Mahkota
HaremKesatriaBangsawanDark Romance
Keraton memutuskan: Argapati, Sang Pangeran Adipati Harya, pewaris tahta, harus menikahi Kirana.
Tapi hatinya sudah memilih Puspita Wandari, gadis desa pemetik teh yang tak punya gelar.
Dalam satu keputusan nekat, ia menolak perjodohan di ruang sidang, walk out, lalu minggat untuk menjemput calon istrinya sendiri. Tanpa pengawal. Tanpa bekal. Hanya keberanian dan cinta yang belum pasti menang.
Di perjalanan, takdir menjatuhkannya. Cedera, ia diselamatkan Adipati—gubernur yang diangkat langsung oleh keraton.
Kini Sang Adipati terjepit. Setia pada keraton, atau melindungi rakyatnya yang dipacari Argapati?
Pilihannya semakin sempit: menikahi Wandari berarti perang terbuka dengan keraton. Tetap pada Kirana berarti mengubur cintanya sendiri.
Di bawah bayangan Gunung Wanasura, dua matahari tak bisa bersinar bersamaan.
読む
Chapter: Bab 26 Lawu?Argapati keluar dari pintu penjara. Disana ada Rangga Wesi yang masih setia menunggu, serta Adipati Surenggana. Mereka menunggu diluar karena Argapati meminta privasi bersama tawanan."Lepaskan mereka Adipati" ucap Argapati.Adipati Surenggana mengerutkan keningnya."Tapi mereka belum menjalani sidang Raden" jawab Adipati.Argapati tersenyum palsu."Tidak perlu. Aku sudah memberinya peringatan. Tadi aku sedang ke desa untuk sidak sekalian mengirim surat. Tapi di desa sedang heboh ada laki-laki yang memaksa seorang gadis menikah dengannya lalu membawa kabur. Aku berusaha mengejar laki-laki itu, dia sudah ku beri peringatan. Perempuan itu sudah terlanjur menikah dengannya jadi dia sudah terikat dengan laki-laki itu. Lepaskan mereka, obati sampai sembuh dulu. Aku akan kembali ke keraton sekarang" ucap Argapati.Adipati Surenggana pun memerintah prajuritnya untuk mengambil tandu dan melepaskan tawanan.Argapati beralih pada pengawalnya."Rangga Wesi! siap
最終更新日: 2026-06-24
Chapter: Bab 25 Sel KosongArgapati berjalan di lorong kadipaten bersama Adipati Surenggana yang menunjukan dimana mereka mengamankan buronan. Sementara Wandari juga ikut di belakang mereka dengan dikawal dua prajurit. Mereka berlima berjalan bersama menuju sel tempat Arya yang katanya 'buronan' itu di amankan.Mereka mulai menuruni anak tangga yang mengarah ke sel bawah tanah. Perlahan udara semakin menipis tapi cukup untuk kebutuhan oksigen manusia normal. Lembab, panas, gelap, karena penerangan hanya dari satu dimar ublik untuk ruangan seluas itu, banyak suara tikus berlarian kesana kemari.Dari balik jeruji besi, Arya yang masih diikat badan dan tangannya serta mulut yang masih disumpal, bisa mendengar ada langkah kaki yang kian mendekat. Ia mencoba berdiri dengan salah satu kakinya yang diikat menggunakan rantai besi. Dalam gelapnya sel, ia bisa melihat siluet beberapa orang mendekat.Lamat-lamat ia mulai bisa mendengar jelas obrolan mereka. "Kenapa sel ini kosong""Semua tawanan sudah di eksekusi Raden,
最終更新日: 2026-06-23
Chapter: Bab 24 Selesai atau awal?Beberapa waktu berlalu, rombongan Argapati sudah tiba di kediaman Adipati Surenggana.Suara klok klok dari kaki kuda berhenti. Argapati langsung melompat turun dari punggung kuda dan masuk ke ndalem kadipaten.Adipati Surenggana langsung melangkah menyambut kedatangan sang Pangeran Adipati Harya. "Sugeng rawuh Raden Mas. Buronan sudah berhasil kami bekukan." ucap Adipati Surenggana.Argapati tersenyum mendapat angin segar ditengah rasa lelahnya. "Kerja bagus Adipati, dimana buronan itu beserta perempuan yang dia bawa kabur?" tanya Argapati.Mereka berjalan masuk ke dalam kadipaten bersama dengan langkah kaki Adipati sedikit di belakangnya."Mari kulo tunjukkan, Raden mau ke sel dulu atau ke kamar tamu dulu. Mereka kami amankan ditempat terpisah Raden" jawab Adipati yang setia berjalan di belakang Argapati.Sang putra mahkota itu berhenti berjalan lalu berbalik badan. Terlihat Adipati juga berhenti melangkah lalu menundukkan wajahnya. "Antar aku
最終更新日: 2026-06-22
Chapter: Bab 23 BuronanSeluruh warga desa gempar sebab anak buah Ki Lurah menggeledah semua rumah untuk mencari Wandari. Semua berhamburan menyelamatkan diri di pelataran rumah. Ibu-ibu mendekap anak-anak mereka yang hanya menatap orang-orang masuk ke dalam rumah mereka.Orangtua Wandari dan Arya pun harap harap cemas tak tau putra putri mereka ada dimana. Mereka hanya bisa mondar-mandir di depan rumah anaknya sebab tak tahu harus apa.Salah satu anak buah Ki Lurah datang menghadap Ki Lurah yang sedang duduk gemetar di rumahnya bersama Argapati. Anak buah tersebut datang bersama mandor erek rombongan buruh panen yang Arya ikuti.Mandor tersebut memberikan kesaksian kepada Argapati bahwa Arya tadi bolos kerja setelah rombongannya melintas.Rahang Argapati mengeras. Tangannya mengepal kuat hingga buku jaringa nampak memutih."Jadi! laki-laki yang berlari dipematang sawah tadi! suami Wandari yang akan membawa kabur calon istriku!" Argapati mulai menyadari keberadaan Arya beberapa waktu la
最終更新日: 2026-06-21
Chapter: Bab 22 Syarat BapakDelman sudah bergerak, suara langkah kuda beradu dengan derit roda dan dedaunan kering yang tak sengaja terlindas. Kini saatnya Arya mengatur nafasnya yang tersengal. Namun pertanyaan dari istrinya membuatnya tak mampu menyembunyikan masalah lebih lama lagi. Wandari tahu gelagat suaminya seperti orang yang sedang ketakutan. Dari awal datang ke rumah sampai mengajak pergi secara mendadak melewati pekarangan rumah orang, semua Wandari sadari bahwa ada yang tidak beres dengan suaminya.Wandari menatap Arya yang sama-sama tersengal."Sebenarnya ada apa, Kang?"Arya menunduk sebentar lalu menggenggam tangan Wandari."Maaf, sebenarnya panennya memang belum selesai. Kakang bolos" jawab Arya sepotong.Wandari mengerutkan keningnya. "Tadi kakang melihat ada dia datang, bersama rombongan pengawal. Kakang tidak mau dia bertemu denganmu, tidak mungkin juga Kakang melawan dia. Makanya Kakang bawa kamu pergi menjauh dulu dari desa" jawab Arya.Wandari juga terlihat ge
最終更新日: 2026-06-20
Chapter: Bab 21 Mencegah PertemuanMatahari terasa sangat terik sebab sudah berada di atas kepala. Arya berjalan pulang dari sawah Paman Darman, ia bekerja menjadi kuli tukang erek atau buruh panen yang di bayar borongan. Tenaganya beserta rombongan sudah dijadwalkan oleh pemilik mesin erek dari sawah satu ke sawah lainnya. Awalnya, saat ia masih bujang, ia hanya membantu bapaknya mengurusi kambing sambil sesekali ikut ngerek, tapi sekarang Arya mengandalkan pekerjaan jadi buruh panen itu untuk melanjutkan hidupnya. Dan hari ini adalah hari pertamanya ngerek setelah menikah.Sesampainya di rumah ia disambut oleh masakan Wandari yang sudah berjejer dimeja makan dengan ditutup tudung saji. Ia membuka tudung saji dan semerbak wangi makanan masuk ke dalam hidungnya.Wandari berjalan dari sumur habis mencuci piring, "Kakang sudah pulang? ayo makan dulu" perempuan itu mengambil nasi ke piring untuk suaminya.Sedangkan Arya sudah duduk dan habis banyak teguk air dari kendi. "Ayo temani kakang maka
最終更新日: 2026-06-19