author-banner
Abyan
Author

Novels by Abyan

Siasat Nyonya yang Kesepian

Siasat Nyonya yang Kesepian

Mantap, Iruna tersenyum lebar saat mengetahui tetangga sebelah rumahnya, Arlan, sudah bercerai! Ia melihatnya dengan mata kepala sendiri ketika sedang menyiram tanaman di depan rumah bagaimana istri pria itu pergi membawa koper dan masuk ke dalam mobil setelah menorehkan luka yang teramat dalam kepada Arlan dan anaknya, Kirara. Mungkin inilah pintu yang tengah dibukakan Tuhan untuknya, Iruna bersorak dalam hati. Ini adalah kesempatannya untuk mendekati pria yang telah lama ia perhatikan itu, dan ia punya 1001 cara untuk mencapai tujuannya.
Read
Chapter: 51. Hari H Pentas Seni
Suasana halaman sekolah pagi itu menjelma menjadi panggung perayaan yang megah. Umbul-umbul berwarna pastel berkibar tertiup angin pagi, berpadu dengan karpet merah yang terbentang melintasi selasar utama untuk menyambut para tamu undangan. Gelak tawa anak-anak bersahutan dengan lantunan musik instrumen yang menggema dari pengeras suara, menambah semarak perayaan ulang tahun sekolah.Di area serbaguna, para guru sibuk berseliweran memastikan setiap detail acara berjalan tanpa cela. Pak Daffin terlihat berlari-lari kecil membawa clipboard, merapikan barisan kursi VIP dengan kemeja yang sudah tampak sedikit kusut di bagian lengan—tetap dengan dedikasi tinggi dan raut wajah paniknya yang khas.Di tengah keriuhan itu, sosok Iruna melangkah keluar dari area ruang guru.Penampilannya seketika mencuri perhatian. Iruna mengenakan dress midi berwarna emerald green dengan potongan A-line yang anggun, dibalut blazer krem berpotongan tegas yang memberi kesan profesional sekaligus elegan. Pilihan
Last Updated: 2026-10-03
Chapter: 50. Telepon di Malam Hari
Arlan berdiri membeku di balik temaram kaca jendela, membiarkan puntung rokok yang masih menyala menggantung di antara jemarinya. Asap tipis mengalun perlahan, membiaskan pendar lampu jalan yang menyinari langkah Iruna.Wanita itu berjalan menyusuri trotoar dengan langkah yang teratur dan tenang. Ia mengenakan mantel panjang berwarna krem yang melambai halus setiap kali kakinya melangkah, memeluk tas bahu kulit dengan sebelah tangan. Tidak ada gurat tergesa-gesa di tubuhnya, seolah dingin malam yang merayap sama sekali tidak mengusiknya.Arlan menyipitkan mata. Dari sudut ini, dari balik perlindungan bayang-bayang rumahnya sendiri, ia bisa mengamati Iruna tanpa ketahuan.Ada keanggunan yang ganjil dari cara wanita itu bergerak—begitu rapi, terukur, dan terisolasi dari keriuhan dunia di sekitarnya. Saat melewati tiang lampu jalan, pendar kuning menyinari sisi wajah Iruna sejenak. Kacamata berbingkai tipisnya memantulkan cahaya, menyembunyikan ekspresi di balik matanya yang selalu tampa
Last Updated: 2026-10-02
Chapter: 49. Belasan Malam & Satu Nama
Keesokan harinya, suasana kelas satu berubah riuh dan penuh warna sejak jam pertama dimulai. Di atas meja masing-masing, tersaji berbagai bahan dekorasi—mulai dari tumpukan karton warna-warni, gulungan pita emas, hingga serangkaian ranting kering yang dibawa anak-anak laki-laki dengan bangga.Iruna berdiri di depan kelas, menggulung rapi lengan bajunya hingga siku agar memudahkan gerakan. Rona kepemimpinannya yang hangat dan terstruktur seketika menyedot perhatian seluruh murid."Nah, anak-anak, hari ini kita sulap kelas ini jadi Taman Kupu-Kupu yang paling indah," ujar Iruna lembut seraya membagikan kelompok kerja.Ia membagi kelas menjadi dua tim utama. Anak-anak laki-laki bertugas mengecat ranting-ranting pohon dengan warna perak dan hijau daun di sudut belakang, sementara anak-anak perempuan merangkai bunga dan melipat kertas karton di bagian depan.Kirara dengan sigap mengeluarkan hasil potongan karton pink dan pita emas yang ia kerjakan bersama Arlan semalam. Saat Iruna menghamp
Last Updated: 2026-10-01
Chapter: 48. Dekorasi Kelas
Pagi harinya, suasana kelas satu sudah bergemuruh dengan kehangatan khas anak-anak sekolah dasar. Cahaya matahari pagi menembus jendela kaca, menyinari Iruna yang berdiri anggun di depan papan tulis. Di tangannya, sebatang kapur atau spidol sudah bersiap."Anak-anak," puji Iruna membuka percakapan dengan suara merdunya yang langsung membuat seisi ruangan hening dan menatap ke depan. "Selain latihan menari buat panggung Pentas Seni nanti, sekolah kita juga bakal mengadakan Lomba Dekorasi Kelas."Seketika mata anak-anak berbinar. Kata 'lomba' selalu punya sihir tersendiri untuk membakar semangat mereka."Nanti, tamu-tamu penting dan Kepala Yayasan bakal keliling masuk ke kelas-kelas buat menilai," lanjut Iruna lembut. Ia memiringkan kepalanya sedikit, menyunggingkan senyum hangat yang memikat. "Ibu mau kelas kita kelihatan paling cantik dan seru. Ada yang punya ide, kira-kira kelas kita mau dihias pakai tema apa?"Sorakan riang bertubi-tubi menyahut. Jemari mungil terangkat tinggi-tingg
Last Updated: 2026-09-30
Chapter: 47. Kisi-kisi Ulang Tahun Sekolah
Pria itu sedang berdiri berbincang santai dengan Pak Maman, satpam sekolah yang sudah bersiap-siap untuk piket malam. Di lengan kirinya, Daffin mengapit setumpuk berkas tebal yang terikat rapi dalam map manila. Iruna mengenali bentuk format kertas itu—kertas soal simulasi ulangan matematika untuk anak-anak kelas 6 yang sebentar lagi menghadapi ujian akhir.Iruna mendengus halus, menyesap kopi hitamnya pelan.Ia teringat desas-desus di antara para guru senior sewaktu jam istirahat tadi siang. Konon, Daffin bukan hanya mengajar penuh waktu dan menempuh S2 di malam hari, tetapi pria itu juga membuka bimbingan belajar matematika khusus di luar jam sekolah untuk anak-anak yang kesulitan berhitung. Tanpa memungut biaya besar, tanpa banyak mengeluh.Seorang pekerja keras, batin Iruna datar.Ada ketulusan dan dedikasi yang begitu murni dari cara Daffin menjalani hidupnya. Pria itu adalah tipe manusia yang lurus, lugu, dan mengabdi penuh pada pekerjaannya. Sangat kontras dengan dirinya yang me
Last Updated: 2026-09-29
Chapter: 46. Tante Runa
Bel pulang sekolah telah lama berbunyi, meninggalkan koridor yang perlahan sepi dan hening. Di depan gerbang, Kirara berdiri sambil menengok ke jalanan, menunggu jemputan yang belum kunjung kelihatan.Langkah kaki yang teratur dan berdentang halus mendekatinya dari belakang."Kirara? Belum dijemput, Sayang?" suara lembut Iruna menyapa dari atas.Kirara menengadah, mendapati gurunya sudah mengenakan tas bahu yang anggun dengan payung terlipat rapi di tangannya. Anak kecil itu menggeleng pelan. "Mbak Maya belum sampai, Tante."Iruna melirik jam tangannya, lalu menatap Kirara dengan binar mata yang amat hangat dan teduh. Ia berlutut kecil di hadapan Kirara, merapikan poni anak itu yang sedikit berantakan."Daripada bosan menunggu di sini, bagaimana kalau ikut Tante Iruna sebentar?" tawar Iruna manis. "Di seberang sana ada kedai kecil yang menjual pai apel hangat dan es krim vanila yang enak sekali. Tante janji bakal belikan buat Kirara... tapi ada syaratnya."Mata Kirara seketika berbina
Last Updated: 2026-09-28
You May Also Like
A Perfect Liar
A Perfect Liar
Romansa · Luciver
2.0K views
Bencana Termanis
Bencana Termanis
Romansa · Miss Sena
2.0K views
ROMAN CINTA YUSUF DAN HASSA
ROMAN CINTA YUSUF DAN HASSA
Romansa · Ria Abdullah
2.0K views
ZahFad
ZahFad
Romansa · Ananda Amalia Eka Putri
2.0K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status