تسجيل الدخولSetelah sepuluh tahun terpisah, Hanson bertemu dengan Kiara, adiknya. Sosok manja itu sama sekali tak berubah, kecuali wajahnya yang semakin cantik dan tubuhnya yang sexy. “Kakak, temani aku tidur seperti dulu. Aku takut petir,” rengekan manja itu terngiang di telinganya. Apalagi saat melihat tubuh indah itu dalam balutan piyamanya, membuat hasratnya sebagai lelaki tergugah. “Kakak, jangan tunangan. Aku nggak suka kakak perhatian sama gadis lain. Aku mau perhatian kakak cuma buat aku.” Apakah Hanson bisa bertahan, atau justru keduanya akan jatuh ke dalam dosa.
عرض المزيد“... aku bisa lakukan apapun buat kamu. Termasuk menyingkirkan Kayuna Group dari bumi Nusantara.” Kiara menelan salivanya. Napasnya semakin kacau saat hembusan napas lelaki itu membelai kulit di dadanya dan rasa gelitik yang kuat menyentuh di puncaknya yang menegang. “Kakak—” Sentuhan basah itu terasa panas saat hembusan napas hangat Hanson menyentuhnya. Tubuhnya menegang, gelisah dalam gairah yang semakin memuncak. Kiara menggigit bibirnya saat merasakan sentuhan di bawah sana. Terasa lembut, menggoda, membuat sensasi aneh di dalam perutnya. Tangannya meremas kuat sprei di bawahnya saat sesuatu di bawah sana mulai menekan di celah di antara kedua pahanya. Panas, lembut dan terasa menyesak di dalam rongganya. Kedut-kedut itu terasa kuat, menciptakan sensasi aneh di dalam perutnya. Apalagi saat Hanson mulai menggerakkan tubuhnya dengan ritme yang bervariasi. Napasnya semakin kacau. Jantungnya berdetak semakin kencang dan bibirnya tak sanggup menahan desah menanggung setiap henta
Kiara dapat merasakan kejujuran dari tatapan matanya. Mendadak ia merasakan kengerian dalam dadanya. Apa jadinya seandainya Jonathan bertemu dengan Hanson? Apa jadinya jika Jonathan tahu lelaki yang dicintainya adalah kerabat pria yang sudah membuatnya menderita. Kiara mendesah pelan, saat merasakan remasan di pantatnya. Hanson menarik tubuhnya mendekat, membuat tubuh mereka saling bersentuhan. Napas mereka saling bersilang, membelai wajah keduanya. “Tapi aku bukan matahari,” sahut Kiara, “dan kakak bukan bulan.” “Kamu benar. Kita bukan bulan ataupun matahari. Dan aku nggak mau jadi mereka yang terus saling mengejar. Aku mau terus ada di dekat kamu.”Hanson mendekatkan bibirnya, melumat bibir mungil gadis di depannya dengan penuh hasrat. Tangannya memeluk tubuh gadis di depannya seolah takut ia kembali tenggelam.Kiara meletakkan satu tangannya di dada Hanson. Tangan itu menekan kuat, jelas menolak sentuhan lelaki di depannya. “Kak, kamu belum jawab pertanyaanku,” ucap Kiara deng
“Jo, kalau itu tujuanmu. Sebaiknya aku nggak terima kontrak kerja sama ini.” Kiara meraih tas di sisinya dan berdiri. “Aku nggak mau orang lain salah paham.” Jonathan melepas sarung tangan kotornya dan meletakkannya di atas meja. Lelaki itu langsung berdiri dan meraih tangan Kiara, menahannya untuk tidak melangkah pergi.“Aku nggak ada tunangan, calon istri atau apapun sejenisnya. Kalau itu yang kamu cemaskan,” balasnya, “aku benar-benar merindukanmu. Aku—” “Jo. Dengar … aku nggak perlu penjelasan apapun dari kamu. Kita sudah sama dewasa. Aku ataupun kamu, bebas menentukan dengan siapa kita mau bersama. Kita tidak bisa hidup dalam bayangan masa lalu,” potong Kiara.“Maksud kamu—” “Aku juga sudah punya seseorang di hatiku. Seseorang yang aku ingin hidup bersama.” Jonathan melepaskan cekalannya. Ia menundukkan kepalanya. “Aku … terlambat ya.” Kiara menghela napas, seolah semua kekhawatiran lepas dari pundaknya. “Aku … cuma bisa menganggapmu teman.” Jonathan mengangkat kepalanya. “
“Lama tak bertemu,” ucap lelaki itu. Tangannya terulur, menunggu balasan dari Kiara. “Kamu … masih ingat aku, kan?” Kiara mengulurkan tangannya, membalas uluran tangan Jonathan yang masih menggantung di udara. Ia menarik sudut bibirnya, memberikan seulas senyumannya yang indah.“Tentu saja. Aku nggak mungkin ngelupain enam tahun kenangan kita,” sahut Kiara tulus. Jonathan, lelaki bertubuh tegap itu masih menatap Kiara tanpa berkedip. Beckie bahkan bisa melihat obsesi di mata lelaki itu. Obsesi yang justru terasa mencekam dalam tatapannya yang dalam. “Dua tahun terakhir, aku sempat mencarimu. Di panti itu, tapi mereka mengatakan kalah kamu sudah pergi,” tutur Jonathan lagi, “apa … om kamu akhirnya membawamu pulang?” Kiara menggelengkan kepalanya. “Dia nggak pernah muncul. Aku pergi dari panti karena … aku mendapatkan beasiswa sekolah seni.” “Aku memutuskan tinggal di asrama, dan mengambil beberapa part time job untuk menutupi kebutuhanku sehari-hari.” “Pantas saja,” gumam Jonath
“Aku rasa kita tidak bisa terus mengandalkan pendapatan dari film yang kita rilis. Modal yang besar dibanding dengan realita bahwa selera penonton yang berubah.” Carlos menyimpulkan hasil rapat tentang kegagalan film terakhir. “Lalu … kita harus susun strategi baru. Bagaimana menurut Pak Hanson?”H
Carlos menatap perempuan tua yang berdiri di depan pintu direksi. Ia mengerutkan keningnya saat melihat perempuan anggun dalam balutan warna ungu itu menutup kembali pintu ruangan yang baru akan dibukanya. “Kenapa nggak masuk, Bu Melati?” tanya lelaki muda itu dengan tatapan heran. “Aku nggak
Hanson tertawa terkekeh. Ia menggelengkan kepalanya seolah kalimat yang keluar dari mulut Carlos adalah candaan terlucu yang pernah ia dengar. “Mana mungkin,” elaknya sembari menggelengkan kepala, “kamu pikir aku sudah gila?” Carlos menunjuk bibir Hanson, lalu menunjuk bibirnya sendiri. “Tapi … t
Hanson tak menjawab, hanya seulas senyuman canggung menggantikan jawabannya.Perempuan tua itu mendengus kesal. “Kamu sadar kan, kalau nenek kamu ini sudah tua. Berapa lama lagi usia nenekmu ini? Kenapa permintaan sederhana saja, kamu nggak mau kasih. Nenek cuma mau gendong cicit nenek. Itu saja, k


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
المراجعات