Chapter: Bab 9: Tidak Bisa MenolakLia pulang ke rumah orangtuanya saat matahari berada di puncak kepala. Sebelumnya, Lia sudah memberitahu Mama lewat pesan kalau pergi ke luar karena ada urusan. Namun, pesan itu tetap tidak membuat Lia luput dari kemarahan Papa.“Dari mana kamu? Baru pulang jam segini!”Omelan Papa menjadi kalimat pertama yang Lia dengan saat masuk rumah. Papa sama sekali tidak membalas salam yang Lia ucapkan, malah terus memarahi dan menginterogasi Lia.“Kamu pergi ke mana? Dengan siapa? Harusnya bilang dulu sebelum pergi. Kamu tak tahu ‘kan Mama mencarimu sepagian karena kamu menghilang.”Lia mengabaikan Papa dan pergi ke dapur. Setelah mengambil sebotol air dingin di kulkas, Lia langsung naik tangga dan masuk ke kamarnya.“Lihat itu, anak yang kamu besarkan. Sudah berani melawan dia. Dipikirnya kita-“Lia mengambil earphone dan menyetel musik agar tak lagi mendengar suara Papa. Sebelum ini, hubungan Lia dengan Papa memang kurang baik. Salah satu alasannya, karena Lia memilih kerja di luar kota.Adan
Last Updated: 2026-08-19
Chapter: Bab 8: Dijodohkan? Males BangetLia membiarkan panggilan dari Elvan hingga berhenti sendiri. Namun, Elvan masih mencoba menghubungi sehingga Lia akhirnya mengangkat telepon.“Sorry, ganggu tidurmu, tapi ada hal penting yang perlu kuomongin.”“Mau ngomong apa?”“Nggak enak ngomong di telepon, kita ketemuan.”Sebenarnya, Lia malas bertemu Elvan. Namun, nada mendesak dalam suara Elvan tidak bisa Lia abaikan. Pasti ada hubungannya dengan kejadian tadi malam. “Kapan?”“Pagi ini. Mau kujemput di rumah?”“Aku lagi di luar. Nanti ku shareloc, kamu samperin.”“Oke.”Panggilan ditutup, lalu Lia membagikan lokasinya.Tidak sampai sepuluh menit Elvan sudah terlihat dan langsung duduk di samping Lia setelah memesan seporsi nasi kuning.“Mau ngomong apa?” tanya Lia tanpa basa-basi.“Makan dulu baru ngobrol,” jawab Elvan.Lia hanya mengangkat bahu. Ternyata bagi Elvan makan selalu jadi hal nomor satu. Setelah nasi disajikan, Elvan langsung makan dengan cepat.“Lapar apa doyan?” Lia takjub dengan kecepatan Elvan makan.“Takut kamu
Last Updated: 2026-08-19
Chapter: Bab 7: Bertengkar dengan PapaSepanjang makan malam bersama itu Lia memberengut, tidak banyak bicara, dan hampir tidak menyentuh makanannya. Berbanding terbalik dengan Elvan yang makan dengan lahap seperti tidak ada masalah apa pun.“Kok kamu masih bisa makan?” bisik Lia.Elvan malah balik bertanya, “Kamu kenapa nggak makan?”“Mana bisa makan,” sahut Lia sebal, tapi tetap berusaha berbicara dengan pelan. “Ortu kita mau jodohin kita. Kok kamu bisa sesantai ini?”Elvan memandang Lia, lalu beralih ke para orangtua yang sedang makan sambil mengobrol. “Paling cuma bercanda,” ujar Elvan. “Lihat aja, sekarang mereka asyik membicarakan politik dan gossip artis. Mana ingat mereka soal jodoh-jodohan tadi.”Berbeda dengan Elvan yang santai, Lia justru khawatir. “Gimana kalau serius?”Elvan menelengkan kepala. “Ya, tinggal tolak. Kecuali kamu memang mau, bisa deh aku pertimbangkan.”“Nggak sudi!” Lia menyahut dengan cepat, tapi Elvan tidak terlihat tersinggung.“Nanti kalau ortumu nanya tinggal bilang nggak mau. Nggak mungkin
Last Updated: 2026-08-19
Chapter: Bab 6: Pertemuan yang DiaturSetelah sarapan, Lia mandi dan bersiap. Kemudian pergi bersama orangtuanya. Pertama, mereka mengunjungi salah satu toko oleh-oleh milik orangtua Lia.“Pilih beberapa jajanan untuk dibawa ke rumah Fahmi,” kata Mama saat Lia melihat-lihat rak jajanan.Lia mengambil beberapa bungkus jajanan untuk Fahmi, lalu mengambil satu keranjang lagi dan mengisinya sampai penuh. Lia berniat membawa jajanan untuk oleh-oleh rekan kerjanya.“Kok bayar, Kak Lia? Kan anak yang punya toko,” ujar Rani, kasir di toko.“Tetap harus bayar dong, ntar tokonya rugi kalo anak yang punya ngambil mulu tanpa bayar,” sahut Lia dengan nada bercanda. “Yang di keranjang ini, nanti dipacking terus dikirim ke alamat ini.” Lia menulis alamat di kertas dan menyerahkannya pada Rani.“Siap, Kak Lia.”Mama menghampiri Lia dan berkata, “Kita beli hadiah buat Fahmi berdua aja, soalnya Papa mau ngecek pembukuan dulu.”Lia penasaran dan bertanya pada Papa.“Ada masalah ya?” “Nggak, cuma pengecekan rutin,” jawab Papa tanpa penjelasa
Last Updated: 2026-08-04
Chapter: Bab 5: Pulang ke RumahAkhir pekan datang dengan cepat. Setelah menempuh perjalanan empat jam naik bus, Lia sampai di kota kelahirannya, Kota Marta. Selanjutnya, butuh 15 menit perjalanan untuk sampai ke rumah dengan naik ojek.Jumat malam Lia sampai di rumah dan mengejutkan orangtuanya. Mamanya, Esti menyambut dengan gembira kedatangan Lia sementara ayahnya, Pandu, bersikap tenang seperti biasa.“Kamu nggak bilang-bilang mau pulang. Mama jadi nggak nyiapin apa-apa.”Meski Mama berkata begitu, tapi meja makan penuh dengan makanan kesukaan Lia. Ayam balado, sayur pare, sampai kentang mustofa dengan toples yang masih bersegel ada di atas meja. Terlihat seperti orangtua Lia memang sudah siap menyambut kedatangannya malam ini.“Besok aku mau ke tempat Fahmi, Ma,” kata Lia di sela makan malam.“Ada urusan apa?” tanya Papa.Lia lalu menceritakan mengenai Fahmi yang ingin memesan suku cadang motor padanya.“Oh, jadi kamu pulang karena kerjaan.” Perkataan Papa membuat ulu hati Lia seperti ditinju.“Nggak juga, aku
Last Updated: 2026-08-04
Chapter: Bab 4: Elvan yang Menyebalkan“Hai, Saingan!”Lia yang sudah dongkol makin kesal mendengar sapaan Elvan. Ia membuang muka sambil berharap Elvan pergi meninggalkannya.“Ngapain di sini? Promosi produk, eh?”Lia memelototi Elvan, tapi tidak membuat pria itu tutup mulut.“Iya sih di sini banyak motor lalu lalang, tapi rasanya kurang efektif dah promosi di sini. Lagi pula, sasaran kita itu perusahaan bukan perorangan.”Lia masih mengunci rapat mulutnya. Benar-benar malas meladeni Elvan. Padahal Elvan dikenal sebagai pria pendiam dan cuek, tapi di depan Lia sikap Elvan jadi berubah. Jadi banyak bicara dan sering meledek juga.“Daripada bagi brosur di sini, mending sekalian di lampu merah. Atau pakai media sosial aja. Lebih efektif menjangkau konsumen.”Lia mengabaikan Elvan dan berjalan menjauh, tapi pria itu mengikuti.“Kamu nggak lagi bagi brosur, ya?”Lia terus berjalan.“Berantem sama pacar terus ditinggal di pinggir jalan?”Langkah Lia terhenti. Ia menoleh pada Elvan. “Bisa diam nggak?”“Saingan lagi bad mood rupa
Last Updated: 2026-08-04