author-banner
Gali Pratama
Gali Pratama
Author

Novels by Gali Pratama

Pelayan untuk Nyonya Kesepian

Pelayan untuk Nyonya Kesepian

Entah nasib sial atau rezeki nomplok, Raka tak sengaja melihat sang bos besar, Clara sedang memanjakkan tubuhnya dengan alat yang membuat mulut Raka menganga lebar. Raka pikir akan dipecat karena sudah ceroboh memasuki ruang kerja yang dia kira sudah sepi itu. Rupanya sang bos besar justru memintanya menggantikan alat tersebut!
Read
Chapter: Bab 127
Sedan hitam mewah yang dikemudikan Raka berhenti presisi di pelataran parkir khusus eksekutif.Pagi itu, aura di antara Raka dan Clara terasa sangat berbeda.Kehangatan yang terjalin sejak di apartemen masih tersisa, menciptakan keharmonisan yang jarang terlihat di antara seorang Direktur Utama dan asisten pribadinya.Raka turun lebih dulu, membukakan pintu belakang untuk Clara dengan gerakan yang sigap.Clara melangkah keluar dengan gaun kerja berwarna biru dongker yang elegan.Rambutnya terurai rapi, dan raut wajahnya tampak segar tanpa menyisakan sisa-sisa pusing dari pesta semalam."Jadwal saya pagi ini apa aja, Raka?" tanya Clara halus sambil merapikan blazer-nya.Raka berjalan beriringan di samping Clara menuju lift VIP, menjaga jarak yang pas namun tetap memberikan kesan protektif."Jam sembilan ada rapat evaluasi mingguan dengan tim divisi keuangan, Bu. Setelah itu, penandatanganan berkas kerja sama proyek baru."Clara mengangguk puas. "Bagus. Pastikan dokumennya sudah siap di
Last Updated: 2026-10-08
Chapter: Bab 126
Sinar matahari pagi menembus celah gorden tebal kamar utama penthouse, membiaskan pendar hangat di atas tempat tidur.Clara menggerakkan tubuhnya perlahan, menyenggol sprei sutra yang kusut.Kepalanya masih terasa agak berat dan pening akibat sisa alkohol semalam, namun rasa hangat yang menjalar di sekujur tubuhnya membuat gejolak pusing itu terasa jauh lebih samar.Clara meraba sisi ranjang di sampingnya.Kosong.Ia membuka mata pelan-pelan, menyesuaikan diri dengan cahaya pagi.Bau harum aroma kopi hitam segar bercampur gurihnya mentega yang dilelehkan merayap masuk dari arah dapur bersih.Clara menarik selimut, merapikan piyama satinnya, lalu melangkah keluar kamar dengan kaki bertelanjang.Di dapur bersih bertatanan marmer serba hitam, Raka berdiri tegap membelakanginya.Pria itu hanya mengenakan celana kain hitam dan kemeja putih yang lengan bagian bawahnya digulung hingga siku, memperlihatkan lengan bawahnya yang berotot.Dengan telaten, Raka membalikkan pancake di atas teflon,
Last Updated: 2026-10-08
Chapter: Bab 125
Langkah kaki Raka bergaung halus di sepanjang koridor pualam menuju penthouse pribadi milik Clara.Di dalam dekapannya, tubuh Clara terasa pasrah.Kepala sang direktur tersebut bersandar di dada bidang Raka, sementara kedua lengannya masih melingkar di leher pria itu, seolah takut dilepaskan karena pengaruh alkohol yang masih kuat.Raka menempelkan kartu akses pada panel sensor pintu utama.Beep.Pintu berbobot berat itu terbuka tanpa suara, menyambut mereka dengan keheningan eksklusif apartemen mewah tersebut.Dengan gerakan tangkas, Raka membawa Clara masuk melintasi ruang tengah yang temaram, langsung menuju kamar tidur utama. Pria itu menurunkan tubuh Clara secara perlahan ke atas kasur berukuran king-size.Raka hendak menarik tangannya dan menegakkan tubuh untuk melepas jas serta merapikan selimut, tetapi cengkeraman tangan Clara di kerah kemejanya mendadak mengencang."Raka, mau ke mana?" gumam Clara melantur. Matanya yang redup dan setengah terpejam menatap wajah Raka di atasny
Last Updated: 2026-10-08
Chapter: Bab 124
Deru napas Sheila terdengar patah-patah di tengah keheningan ruang kerja yang temaram.Tubuh mulusnya masih terkulai lemas di atas meja kayu mahoni, bergetar pelan menetralkan sisa-sisa pelepasan dahsyat yang baru saja menghantam seluruh sarafnya.Keringat tipis membendung di dahi dan lehernya, memantulkan pendar redup lampu kota dari luar jendela.Raka merapikan pakaian pribadinya dengan gerakan yang amat tenang dan presisi. Tidak ada sedikit pun raut panik atau terburu-buru di wajahnya.Dengan santai, ia membenahi kancing kemeja putihnya satu per satu, mengencangkan ikatan sabuk kulitnya, lalu mengenakan kembali jas hitam eksekutifnya hingga penampilannya kembali tampak rapi dan berwibawa, seolah pergumulan liar dan brutal tadi tak pernah terjadi.Raka melangkah mendekati Sheila yang masih memejamkan mata dengan dada naik turun tak beraturan.Jemari tebalnya meraup gaun malam Sheila yang tersingkap di pinggang, lalu menariknya naik menutup keindahan tubuh wanita itu."Bisa berdiri,
Last Updated: 2026-10-07
Chapter: Bab 123
Raka menyunggingkan senyum miring yang dingin melihat tubuh molek Sheila yang sudah sepenuhnya tak berdaya di atas meja kayu mahoni.Hasrat liar dan aura dominan yang mengalir di pembuluh darahnya terlepas mutlak.Tanpa banyak bicara, Raka melonggarkan sabuk kulitnya dengan satu gerakan tangkas, membiarkan pertahanan terakhirnya runtuh di hadapan wanita sosialita itu."Ini yang kamu minta, Sheila," bisik Raka rendah, vokalnya yang serak dan dalam menggema tepat di telinga Sheila.Raka meraup kedua paha mulus Sheila, membukanya lebar-lebar hingga posisi wanita itu terekspos tanpa celah.Tanpa memberi jeda atau pemanasan tambahan, Raka mengarahkan posisinya dan menghujam masuk secara langsung, menancapkan penetrasi sedalam-dalamnya dalam satu dorongan mantap."Nghhh! Rakaa...!"Sheila menjerit tertahan, kepalanya mendongak dramatis dengan mata terpejam erat. Dinding rahimnya menyambut hentakan itu dengan jepitan yang teramat ketat dan basah.Tubuhnya melengkung, jemarinya mencengkeram k
Last Updated: 2026-10-07
Chapter: Bab 122
Pesta bisnis yang tadinya kaku kini telah berubah total menjadi ajang pelepasan keliaran kaum elit.Di sudut ruangan utama, Clara berdiri setengah menyandar pada sofa kulit. Wajahnya merona merah, matanya sedikit sayu oleh pengaruh alkohol yang terakumulasi sejak awal malam.Ia tampak tertawa lepas bersama lingkaran sosialitanya, memegang gelas kristal yang hampir tumpah tanpa sadar bahwa kesadarannya sudah merosot jauh.Di sudut lain, Sheila mengamati kondisi Clara dengan senyum penuh kemenangan. Kesempatan emas yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Clara sudah teler berat, tak akan punya kapabilitas lagi untuk mengawasi area sekitar.Sheila melangkah pelan mendekati Raka yang berdiri tegap di dekat pintu geser kaca, memegang gelas poker-face berisi sparkling water.Sheila sengaja menggesekkan pin
Last Updated: 2026-10-06
Janda Muda Dikejar Berondong Tampan

Janda Muda Dikejar Berondong Tampan

Malam panas bersama Daren Rajendra, Devya tak bisa lari dari pria yang kini terus mengejarnya meski Devya sudah memberitahu bahwa dia hanyalah seorang janda. Namun, siapa sangka Daren tak peduli dengan status Devya hingga akhirnya meyakinkan Devya terus menerus bahwa dia serius dengannya. Lantas, apa yang akan Devya lakukan
Read
Chapter: 64. Akhir Cerita Kita
"Daren, lepas... Aku harus bangun dan menyiapkan sarapan," bisik Devya seraya mencoba merenggangkan pelukan tebal di pinggangnya.Daren justru makin mengencangkan pelukannya, membenamkan wajahnya di leher hangat Devya. "Tidak boleh. Tetap di sini lima belas menit lagi, Baby."Menjelang hari pernikahan yang makin dekat, sisi kepribadian Daren yang sangat kontras dengan citra CEO dingin di kantor makin terlihat jelas di dalam rumah.Di hadapan publik dan dunia bisnis, Daren Rejandra adalah sosok pengusaha tegas, berwibawa, dan tak tersentuh oleh siapa pun.Namun, ketika berada di samping Devya, pria bertubuh kekar itu berubah menjadi sosok suami idaman yang sangat manja dan posesif secara manis.Pagi hari di kamar utama, Daren enggan beranjak dari tempat tidur yang empuk dan terus memeluk pinggang Devya erat-erat dari belakang.Pria itu dengan sengaja menahan wanitanya agar tidak bangun lebih awal untuk sekadar merapikan pakaian atau memasak di dapur."Daren, kamu ada jadwal rapat penti
Last Updated: 2026-08-25
Chapter: 63. Ibu Zion Memohon pada Devya
“Devya. Aku ingin bicara sama kamu!”Devya yang baru saja hendak melangkah keluar dari butik menuju mobilnya mendadak menghentikan langkah kaki.Langkahnya terhenti saat seorang wanita tua berpenampilan kusam, kurus, dan pakaiannya lusuh menghentikan jalannya secara tiba-tiba.Wanita itu adalah Luna, yang kini hidup melarat di rumah kontrakan sempit tanpa harta dan tanpa anak laki-lakinya yang mendekam di sel tahanan.Luna berlutut di atas trotoar keras di hadapan Devya, bersujud sembari menangis histeris di bawah terik matahari.Dua pengawal pribadi Daren yang siaga di dekat mobil langsung bergerak maju untuk menghadang pergerakan wanita tua tersebut."Jangan mendekat pada Nona Devya! Mundur!" bentak salah satu pengawal pribadi dengan nada suara yang sangat tegas.Devya mengangkat tangannya pelan, memberi isyarat agar pengawalnya menahan diri sejenak. "Biarkan dia bicara, Pak."Dengan suara gemetar dan berderai air mata, wanita yang dulunya begitu sombong dan kerap menindas Devya itu
Last Updated: 2026-08-20
Chapter: 62. Fitting Baju Pengantin
"Daren, jangan masuk dulu! Gaunnya masih belum selesai!" seru Devya sewaktu mendengar pintu ruang fitting terdorong terbuka.Daren melangkah masuk tanpa memedulikan larangan wanitanya, menyunggingkan senyum tipis yang sarat akan rasa memiliki. "Aku tidak sabar untuk melihat calon istriku, Baby."Suasana di dalam butik pribadi Devya bernuansa elegan, penuh dengan kehangatan dan keceriaan yang menenangkan hati.Setelah badai hukum yang memenjarakan Zion berlalu sepenuhnya, Devya akhirnya bisa memfokuskan seluruh energi dan bakatnya.Ia mencurahkan segenap kerja kerasnya untuk merancang sendiri gaun pengantin impian yang akan dikenakannya di hari pernikahan mereka kelak.Ruang fitting utama dihiasi oleh kain-kain sutra putih eksklusif dan brokat berkualitas tinggi yang menjuntai indah di setiap sudut.Devya berdiri di depan cermin besar berbingkai emas, mengenakan gaun pengantin setengah jadi yang memeluk lekuk tubuh anggunnya dengan sangat sempurna."Bagaimana menurutmu? Jahitan di bagi
Last Updated: 2026-08-20
Chapter: 61. Zion Resmi Mendekam di Penjara
"Bangun kamu! Ada pemeriksaan dari tim penyidik dan pengacara!" bentak seorang petugas kepolisian seraya mengetuk keras jeruji besi sel tahanan.Zion membuka matanya dengan lambat, merasakan pusing yang luar biasa hebat di kepalanya akibat sisa pengaruh alkohol semalam.Keesokan harinya, fajar menyingsing menandai akhir total dari ancaman Zion bagi kehidupan Daren dan Devya.Proses hukum berjalan tanpa cela di bawah pengawasan ketat tim hukum Rejandra Group yang bekerja sangat cepat.Zion terbangun di dalam sel tahanan kepolisian dalam kondisi kepala berat dan tubuh memar usai pengaruh alkoholnya menghilang sepenuhnya."Tolong lepaskan saya, Pak! Saya tidak bersalah!" panggil Zion seraya memegang jeruji besi dengan tangan gemetar.Petugas polisi itu menatap Zion dengan pandangan sinis tanpa rasa iba. "Kamu bicara saja sendiri di dalam ruang pemeriksaan!"Di hadapannya berdiri tim pengacara top yang diutus Daren bersama jajaran penyidik kepolisian yang sudah bersiap dengan tumpukan ber
Last Updated: 2026-08-19
Chapter: 60. Pertolongan Cepat
"Lepaskan aku! Panggilkan Daren Rejandra! Aku mau membunuhnya!" teriak Zion histeris seraya memukul-mukul kap mobil secara brutal.Brak!Ketegangan di jalanan sepi itu berakhir dalam hitungan detik sewaktu sebuah mobil pengawal taktis hitam yang mengikuti Daren dari belakang mendadak berhenti.Empat orang pengawal pribadi bersetelan serba hitam dan berbadan tegap langsung menyerbu keluar dari kendaraan tersebut.Dengan gerakan profesional yang sangat cepat dan presisi, para pengawal melumpuhkan lengan Zion dan merebut pisau tajamnya secara paksa."Aaghh! Tanganku!" jerit Zion kesakitan saat lengannya diputar ke belakang tubuhnya.Para pengawal menghantam tubuh Zion ke atas kap mobil hingga pria mabuk itu terkunci tak berdaya."Amankan senjata tajam ini dan tahan dia!" perintah kepala pengawal dengan suara tegas dan dingin.Tanpa memberi ampun, Daren hanya memberikan isyarat dingin lewat kaca mobil agar para pengawal membawa Zion langsung ke markas kepolisian pusat atas tuduhan percoba
Last Updated: 2026-08-18
Chapter: 59. Ancaman Terakhir Zion
"Daren, awas! Ada orang melompat ke tengah jalan!" jerit Devya panik seraya menunjuk ke arah kaca depan mobil.Ciiittt!Suara rem mencicit keras memecah keheningan malam berangin dingin yang menyelimuti sudut jalanan sepi di kawasan jalur cepat kota.Zion, yang sudah kehilangan seluruh akal sehatnya akibat pengaruh minuman keras dan tumpukan rasa dendam yang membakar, menyusuri jalanan dengan mata liar.Berbekal informasi kasar mengenai rute perjalanan pulang Daren dan Devya dari sebuah acara makan malam bisnis, Zion bersembunyi di balik bayang-bayang pepohonan di tepi tikungan sepi."Malam ini kamu harus mati, Daren Rejandra!" gumam Zion seraya menggesekkan giginya sendiri di balik kegelapan.Di balik jaket kusamnya, jemari Zion mencengkeram erat sebilah belati tajam yang berkilat tertimpa cahaya lampu jalan.Ia tidak lagi peduli pada hukum, masa depan, atau nyawanya sendiri demi melampiaskan dendam kesumatnya.Pikirannya yang gelap hanya dipenuhi hasrat untuk mencelakai Daren dan me
Last Updated: 2026-08-18
You May Also Like
Bermain Api Dengan Nyonya
Bermain Api Dengan Nyonya
Male Adult · R-One Channelz
2.2K views
Mas Duda, Beri Aku Lebih!
Mas Duda, Beri Aku Lebih!
Male Adult · MJoy Ganteng
2.0K views
Marlon Menantu Terhebat
Marlon Menantu Terhebat
Male Adult · Langit Berawan
1.7K views
Calon Ibu Tiri Spesialku
Calon Ibu Tiri Spesialku
Male Adult · Dang Aldo
1.5K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status