author-banner
Gali Pratama
Gali Pratama
Author

Novels by Gali Pratama

Janda Muda Dikejar Berondong Tampan

Janda Muda Dikejar Berondong Tampan

Malam panas bersama Daren Rajendra, Devya tak bisa lari dari pria yang kini terus mengejarnya meski Devya sudah memberitahu bahwa dia hanyalah seorang janda. Namun, siapa sangka Daren tak peduli dengan status Devya hingga akhirnya meyakinkan Devya terus menerus bahwa dia serius dengannya. Lantas, apa yang akan Devya lakukan
Read
Chapter: 63. Ibu Zion Memohon pada Devya
“Devya. Aku ingin bicara sama kamu!”Devya yang baru saja hendak melangkah keluar dari butik menuju mobilnya mendadak menghentikan langkah kaki.Langkahnya terhenti saat seorang wanita tua berpenampilan kusam, kurus, dan pakaiannya lusuh menghentikan jalannya secara tiba-tiba.Wanita itu adalah Luna, yang kini hidup melarat di rumah kontrakan sempit tanpa harta dan tanpa anak laki-lakinya yang mendekam di sel tahanan.Luna berlutut di atas trotoar keras di hadapan Devya, bersujud sembari menangis histeris di bawah terik matahari.Dua pengawal pribadi Daren yang siaga di dekat mobil langsung bergerak maju untuk menghadang pergerakan wanita tua tersebut."Jangan mendekat pada Nona Devya! Mundur!" bentak salah satu pengawal pribadi dengan nada suara yang sangat tegas.Devya mengangkat tangannya pelan, memberi isyarat agar pengawalnya menahan diri sejenak. "Biarkan dia bicara, Pak."Dengan suara gemetar dan berderai air mata, wanita yang dulunya begitu sombong dan kerap menindas Devya itu
Last Updated: 2026-08-20
Chapter: 62. Fitting Baju Pengantin
"Daren, jangan masuk dulu! Gaunnya masih belum selesai!" seru Devya sewaktu mendengar pintu ruang fitting terdorong terbuka.Daren melangkah masuk tanpa memedulikan larangan wanitanya, menyunggingkan senyum tipis yang sarat akan rasa memiliki. "Aku tidak sabar untuk melihat calon istriku, Baby."Suasana di dalam butik pribadi Devya bernuansa elegan, penuh dengan kehangatan dan keceriaan yang menenangkan hati.Setelah badai hukum yang memenjarakan Zion berlalu sepenuhnya, Devya akhirnya bisa memfokuskan seluruh energi dan bakatnya.Ia mencurahkan segenap kerja kerasnya untuk merancang sendiri gaun pengantin impian yang akan dikenakannya di hari pernikahan mereka kelak.Ruang fitting utama dihiasi oleh kain-kain sutra putih eksklusif dan brokat berkualitas tinggi yang menjuntai indah di setiap sudut.Devya berdiri di depan cermin besar berbingkai emas, mengenakan gaun pengantin setengah jadi yang memeluk lekuk tubuh anggunnya dengan sangat sempurna."Bagaimana menurutmu? Jahitan di bagi
Last Updated: 2026-08-20
Chapter: 61. Zion Resmi Mendekam di Penjara
"Bangun kamu! Ada pemeriksaan dari tim penyidik dan pengacara!" bentak seorang petugas kepolisian seraya mengetuk keras jeruji besi sel tahanan.Zion membuka matanya dengan lambat, merasakan pusing yang luar biasa hebat di kepalanya akibat sisa pengaruh alkohol semalam.Keesokan harinya, fajar menyingsing menandai akhir total dari ancaman Zion bagi kehidupan Daren dan Devya.Proses hukum berjalan tanpa cela di bawah pengawasan ketat tim hukum Rejandra Group yang bekerja sangat cepat.Zion terbangun di dalam sel tahanan kepolisian dalam kondisi kepala berat dan tubuh memar usai pengaruh alkoholnya menghilang sepenuhnya."Tolong lepaskan saya, Pak! Saya tidak bersalah!" panggil Zion seraya memegang jeruji besi dengan tangan gemetar.Petugas polisi itu menatap Zion dengan pandangan sinis tanpa rasa iba. "Kamu bicara saja sendiri di dalam ruang pemeriksaan!"Di hadapannya berdiri tim pengacara top yang diutus Daren bersama jajaran penyidik kepolisian yang sudah bersiap dengan tumpukan ber
Last Updated: 2026-08-19
Chapter: 60. Pertolongan Cepat
"Lepaskan aku! Panggilkan Daren Rejandra! Aku mau membunuhnya!" teriak Zion histeris seraya memukul-mukul kap mobil secara brutal.Brak!Ketegangan di jalanan sepi itu berakhir dalam hitungan detik sewaktu sebuah mobil pengawal taktis hitam yang mengikuti Daren dari belakang mendadak berhenti.Empat orang pengawal pribadi bersetelan serba hitam dan berbadan tegap langsung menyerbu keluar dari kendaraan tersebut.Dengan gerakan profesional yang sangat cepat dan presisi, para pengawal melumpuhkan lengan Zion dan merebut pisau tajamnya secara paksa."Aaghh! Tanganku!" jerit Zion kesakitan saat lengannya diputar ke belakang tubuhnya.Para pengawal menghantam tubuh Zion ke atas kap mobil hingga pria mabuk itu terkunci tak berdaya."Amankan senjata tajam ini dan tahan dia!" perintah kepala pengawal dengan suara tegas dan dingin.Tanpa memberi ampun, Daren hanya memberikan isyarat dingin lewat kaca mobil agar para pengawal membawa Zion langsung ke markas kepolisian pusat atas tuduhan percoba
Last Updated: 2026-08-18
Chapter: 59. Ancaman Terakhir Zion
"Daren, awas! Ada orang melompat ke tengah jalan!" jerit Devya panik seraya menunjuk ke arah kaca depan mobil.Ciiittt!Suara rem mencicit keras memecah keheningan malam berangin dingin yang menyelimuti sudut jalanan sepi di kawasan jalur cepat kota.Zion, yang sudah kehilangan seluruh akal sehatnya akibat pengaruh minuman keras dan tumpukan rasa dendam yang membakar, menyusuri jalanan dengan mata liar.Berbekal informasi kasar mengenai rute perjalanan pulang Daren dan Devya dari sebuah acara makan malam bisnis, Zion bersembunyi di balik bayang-bayang pepohonan di tepi tikungan sepi."Malam ini kamu harus mati, Daren Rejandra!" gumam Zion seraya menggesekkan giginya sendiri di balik kegelapan.Di balik jaket kusamnya, jemari Zion mencengkeram erat sebilah belati tajam yang berkilat tertimpa cahaya lampu jalan.Ia tidak lagi peduli pada hukum, masa depan, atau nyawanya sendiri demi melampiaskan dendam kesumatnya.Pikirannya yang gelap hanya dipenuhi hasrat untuk mencelakai Daren dan me
Last Updated: 2026-08-18
Chapter: 58. Niat Gila Zion
"Mau sampai kapan kamu melamun seperti orang gila begitu, Zion?" tanya Luna dengan suara parau dan batuk yang tak kunjung berhenti.Zion tidak menjawab, ia hanya menatap botol minuman keras murahan di tangannya dengan pandangan mata yang sangat hampa.Kehidupan Zion merosot tajam ke titik paling kelam dalam sejarah hidupnya tanpa ada lagi sisa kehormatan yang tersisa."Coba kamu cari pekerjaan apa saja, Zion!" ratap Luna seraya memegangi dadanya yang masih sering terasa nyeri. "Uang simpanan kita untuk makan minggu depan sudah habis!""Mami pikir mencari kerja zaman sekarang mudah?!" bentak Zion seraya membanting botol kosong itu ke sudut ruangan. "Semua perusahaan menolakku!"Tanpa memiliki pekerjaan, tanpa sisa tabungan, dan dengan nama yang sudah terdistribusi dalam daftar hitam lembaga keuangan serta dunia kerja akibat pengaruh Daren, tidak ada satu pun perusahaan yang sudi menerima Zion bekerja.Setiap kali ia memasukkan lamaran kerja ke kantor mana pun di kota itu, jawaban yang
Last Updated: 2026-08-17
Pelayan untuk Nyonya Kesepian

Pelayan untuk Nyonya Kesepian

Entah nasib sial atau rezeki nomplok, Raka tak sengaja melihat sang bos besar, Clara sedang memanjakkan tubuhnya dengan alat yang membuat mulut Raka menganga lebar. Raka pikir akan dipecat karena sudah ceroboh memasuki ruang kerja yang dia kira sudah sepi itu. Rupanya sang bos besar justru memintanya menggantikan alat tersebut!
Read
Chapter: Bab 27
"Jangan banyak bicara lagi, Bu. Sekarang giliran saya yang mengambil kendali penuh," bisik Raka dengan vokal berat yang amat pekat seraya menarik kasar lengan mulus Clara.Raka mendudukkan wanita polos itu di atas sofa panjang kamar utama, tak memberikan jeda sedikit pun bagi sang CEO untuk sekadar menarik napas.Raka dengan cepat menarik turun celana kainnya yang baru melorot sedikit, membebaskan miliknya yang sudah menegang tegak memamerkan puncaknya."Raka... cepat masukin! Aku udah nggak tahan lagi!" pinta Clara dengan napas memburu dan mata sayu yang dipenuhi pendar keliaran mutlak.Raka mengambil posisi gagah dengan memasang satu kakinya menumpu di atas sofa dan satu kakinya lagi berdiri kokoh menapak lantai ubin.Tanpa ampun lagi, Raka langsung menghantamkan pangkal miliknya menembus liang intim Clara dalam satu dorongan kuat yang sangat mantap.Jlebb!"Ughhh! Aaaahh... Rakaaa!" jerit Clara melengking tinggi seraya menggeram rendah, merasakan kehangatan raksasa itu mengunci sel
Last Updated: 2026-08-21
Chapter: Bab 26
"Akhirnya sampai juga di apartemen aku," bisik Clara seraya mengunci pintu unitnya dari dalam, lalu berbalik menatap Raka yang berdiri mematung.Tanpa ragu sedikit pun, Clara mulai membuka satu per satu kancing kemeja utamanya di hadapan Raka yang celananya masih terbuka ritsletingnya.Tangannya merayap perlahan melucuti kain sutra itu, memperlihatkan keindahan tubuh mulusnya yang berkilau di bawah lampu temaram."Bu Clara sengaja banget ya memancing gairah saya dari tadi di mobil?" gerutu Raka pelan seraya menelan ludahnya yang amat kering.Clara hanya menyunggingkan senyum miring yang sangat memikat, lalu melemparkan kemejanya begitu saja ke atas lantai.Jemari lenturnya menangkup kedua dada besarnya sendiri, meremasnya lembut seraya menggigit bibir bawahnya dengan tatapan mata yang dipenuhi pendar keningan.Kini wanita tiga puluh tahun itu berdiri telanjang bulat sepenuhnya di hadapan Raka, memamerkan keindahan lekuk tubuhnya tanpa sehelai kain pun.Darah Raka makin berdesir hebat
Last Updated: 2026-08-20
Chapter: Bab 25
"Bu Clara... s-sabar dulu, saya lagi nyetir ini!" cegah Raka seraya berusaha menepi ke bahu jalanan yang sepi di bawah remang lampu kota.Tanpa menunggu jawaban atau persetujuan dari Raka, Clara langsung melahap batang keras milik Raka yang menyumbul tegang di balik celana kainnya."Mmmph..." Clara menyambutnya dengan jilatan lembut dan lumatan basah yang mengelus bagian paling peka milik pria itu."Ahhh... Bu Clara!" desah Raka seketika seraya meremas erat lengan mulus Clara yang sedang menikmati miliknya dengan begitu lapar.Raka memejamkan matanya erat-erat, membiarkan kemudi mobil berhenti sempurna seraya menikmati setiap detik permainan Clara yang liar di dalam kabin sedan mewah tersebut."Nhh... kenapa bisa enak banget isapan Bu Clara pagi sampai malam begini?" racau Raka dengan vokal berat yang amat pasrah.Clara tidak menghentikan permainannya; ia makin gencar melahap penuh batang raksasa itu hingga pangkalnya menyentuh tenggorokan hangatnya."Slluurrp, mmmhh!" Clara mendengus
Last Updated: 2026-08-20
Chapter: Bab 24
Brak!Raka mendorong kuat tubuh Heru hingga pria paruh baya itu tersungkur keras menghantam lantai ubin depan gedung."Pergi dari sini dan jangan pernah berani datang lagi kalau Bapak nggak mau tangan dan kaki Bapak patah seketika!" ancam Raka tegas dengan tatapan mata yang amat menusuk tajam.Heru yang merintih kesakitan justru meludah lagi ke ubin, lalu bangkit berdiri sambil menunjuk-nunjuk wajah Raka dengan penuh amarah."Awas kamu ya! Saya nggak akan pernah takut sama bocah ingusan kayak kamu!" gertak Heru dengan suara serak menahan malu.Raka hanya menatap datar wajah Heru tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, membiarkan pria tua itu terus mengoceh tak berdaya."Pergi sekarang sebelum saya panggil keamanan luar!" gertak Raka lagi dengan nada suara yang sedingin es.Heru mendengus kasar, lalu memutar badannya dan melangkah pergi meninggalkan area gedung kantor dengan sumpah serapah yang terus meluncur dari mulutnya.Raka menghela napas panjang, merapikan kembali kerah seragamnya y
Last Updated: 2026-08-19
Chapter: Bab 23
"Kringgg! Kringgg!" Ponsel di saku celana Raka terus bergetar hebat tanpa henti, menampilkan nama Maya di layarnya.Raka hanya menatap layar ponsel itu sejenak, lalu memilih untuk tidak mengangkat panggilan yang sudah masuk kesepuluh kalinya malam ini."Maaf ya, Mbak Maya... saya belum bisa ke rumah Mbak malam ini," gumam Raka pelan pada dirinya sendiri.Jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam, namun Raka masih setia berdiri di lorong sepi lantai atas kantor."Bu Clara kok belum keluar juga dari ruangannya ya?" gumam Raka seraya menatap pintu kayu tebal ruang kerja CEO-nya yang masih terkunci rapat.Raka yang merasa menunggu terlalu lama akhirnya berniat merapikan sapu dan kain pelnya ke tempat penyimpanan."Mending saya taruh alat-alat ini dulu ke gudang belakang deh daripada cuma berdiri bingung di sini," gumam Raka seraya memegang gagang troli kebersihannya.Namun, baru saja Raka melangkah beberapa pijakan, suara langkah kaki terburu-buru bergema keras dari arah lift utama."Clara!
Last Updated: 2026-08-18
Chapter: Bab 22
"Ayo pakai bajumu lagi, Raka. Jangan sampai ada yang curiga kalau kita terlalu lama di dalam gudang ini," bisik Sheila seraya meraih mini dress merahnya yang tergeletak di lantai.Raka dengan cekatan langsung menarik celana kainnya ke atas dan merapikan kancing seragamnya yang sempat terlepas."Iya, Mbak Sheila. Kita harus buru-buru keluar sebelum ada orang kantor yang lewat di lorong ini," sahut Raka seraya menyapu keringat di dahinya.Sheila menyunggingkan senyum manis seraya merapikan rambutnya yang berantakan di depan cermin kecil."Habis ini kita makan siang sama-sama di kantin ya, Raka. Kamu pasti lapar banget kan habis kerja keras tadi?" goda Sheila penuh perhatian."Boleh, Mbak. Tapi emangnya Bu Clara masih lama meeting-nya sama Pak Hendra di ruang rapat utama?" tanya Raka penasaran seraya memasukkan ponselnya ke saku celana.Bukannya menjawab pertanyaan itu secara serius, Sheila justru melangkah mendekati Raka dan menyenggol pinggul pria itu dengan genit."Kenapa nanya Bu Cla
Last Updated: 2026-08-17
You may also like
Dear Gavin (INDONESIA)
Dear Gavin (INDONESIA)
Romansa · Blezzia
39.0K views
SUGAR BABY SANG BILLIONAIRE
SUGAR BABY SANG BILLIONAIRE
Romansa · KINOSANN
39.0K views
Obsesi CEO Arogan
Obsesi CEO Arogan
Romansa · Cath
38.8K views
Perjalanan Waktu Nona Pewaris
Perjalanan Waktu Nona Pewaris
Romansa · Matahariku
38.8K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status