author-banner
Ratu Ngarang
Ratu Ngarang
Author

Novels by Ratu Ngarang

Hamil Setelah Bercerai

Hamil Setelah Bercerai

Saat tiga kali ketukan palu terjadi, sidang resmi ditutup. Dua insan yang dulu pernah mengucapkan kata sakral saat menikah akhirnya resmi bercerai. Namun, di bangku persidangan seorang wanita yang menjadi tergugat, tiba-tiba pingsan hingga menggentarkan seluruh saksi. Melur dibawa ke rumah sakit dalam keadaan tak sadarkan diri. Beberapa orang mengira dia syok dan belum bisa menerima statusnya sebagai janda. Nyatanya dia pingsan karena sedang mengandung anak dari laki-laki yang baru saja menjadi mantan suaminya. Lalu seseorang yang menjadi biang keluarga berkeputusan. "Tidak, dia tidak boleh keluar dari rumah, dia sedang mengandung pewaris Wiratama!" Bagaimana bisa seseorang yang sudah bercerai disatukan di atap yang sama lagi?
Read
Chapter: Bab 26
"Suara notifikasi aku Mah, maaf memang agak aneh...." "Ohh." Melur bersyukur karena Mulan tidak menindaklanjuti perkara suara itu. "Aku masih nggak ngerti maksud Mama ke sini tengah malam untuk apa?" "Ah ini obat dari dokter gizi kamu, Mama lupa kasih tadi siang!" "Kok bisa dititipnya ke Mama bukan ke Bik Mina?" "Dia buru-buru mau ke rumah sakit karena pasiennya sekarat, dan cuma Mama yang sempat dia temui. Sebenarnya dia ada niat periksa kamu dulu, tapi katanya besok aja sekalian kamu cek kandungan." Melur membatin, "Masuk akal berarti bukan aneh-aneh." "Kenapa bengong?" "Ah enggak Mah, kalau begitu terima kasih!" "Seharusnya dari tadi siang sih disuruh minumnya. Karena lupa makanya Mama ke sini tengah malam soalnya harus buru-buru diminum!" "Ya, pasti aku minum." "Baiklah...." Perempuan itu pergi, Melur juga tergesa-gesa menutup pintu. Ia meletakkan obat yang diberikan oleh mantan ibu mertuanya itu ke sembarang tempat seakan benda tersebut tidak pentin
Last Updated: 2026-09-26
Chapter: Bab 25
Usia kandungan sudah memasuki ke-empat bulan, Melur mulai siaga, Rajash pun mulai bawel plus overprotektif. Setiap kesempatan dia selalu berkunjung ke kamar mantan istrinya, dan tentunya dengan cara seperti biasa, sembunyi-sembunyi. Begitu rapi sampai saat ini scandal terlarang mereka belum mampu diendus siapapun. Pasalnya setiap berkunjung mereka bukan hanya sekedar menanyakan keadaan, mencium atau saling memberi perhatian. Di setiap ada kesempatan yang lebar, mereka selalu melakukan hal terlarang yang sangat menentang dengan status keduanya. Gairah setelah bercerai membuat mereka lupa segalanya. "Bibik perut aku makin besar, aku gendutan ya?" "Enggak kok, tetap mungil dan justru semakin terlihat segar. Aura ibu hamil itu memang amazing," jawab Mina tersenyum. "Ini pasti cuma kata-kata penenang...." "Sudah jangan merutuki kondisi badan, sekarang tidur dan bangun pagi-pagi karena besok ada jadwal kontrol ke dokter!" "Oke!" Melur menaikkan kakinya ke atas ka
Last Updated: 2026-09-24
Chapter: Bab 24
Karena tidak mau dicek langsung oleh Rajash, akhirnya Melur terpaksa mau diajak ke rumah sakit dengan cara sembunyi-sembunyi. Alasan mereka cukup sederhana, Melur izin keluar main ke rumah Hani, sementara Rajash seperti biasa berangkat bekerja yang sebenarnya ia sedang membututi taksi yang ditumpangi Melur. Dua mobil itu berjalan beriringan sampai tiba di rumah sakit. "Mas aku malu periksanya, kita ke kantor kamu aja ya?" "Baiklah, tapi di kantor aku yang memeriksamu!" Melur menghela napas. Dia mengerti apa memeriksa yang dia maksud. Ingin sekali menentang lebih kuat. Namun, Melur ingat jika mantan suaminya itu seorang anak Prajasa yang sifatnya tak jauh berbeda. "Mau diperiksa bagaimana? Darahnya sudah nggak ada!" "Kalau begitu harus diperiksa dokter, biar tahu kondisi di dalamnya!" Rajash semakin cepat berjalan, menarik tangan Melur ke ruangan. "Mas ....""Diamlah, kau sedang mengandung pewarisku!" Melur terdiam. Saat masuk ke dalam ruangan mereka disambut senyum dokter pe
Last Updated: 2026-09-22
Chapter: Bab 23
Ketika menuruni tangga, rasa nyeri pada tubuhnya muncul lagi, langkahnya melambat.Melur berhenti sebentar, satu tangannya memegang pegangan tangga."Sakit!" keluhnya. Ia menarik napas dan menunggu rasa sakit itu sedikit mereda.Pagi ini Melur akan bergabung ke meja makan untuk sarapan. Mungkin jika bukan Karena permintaan mantan suaminya, dia tidak akan mau bergabung. Beruntung hari ini tidak ada Mulan. Sarah pun terlihat langsung pergi membawa wajah judes begitu melihat Melur datang.Kini, hanya ada tiga laki-laki di sana, dan satu anak kecil yang sangat cantik, duduk di sebelah ayahnya. "Nak, kamu baik-baik saja?" tanya Prajasa. "Baik Pah," jawab Melur. "Kenapa jalannya begitu?" Deg!Jantung Rajash dan Melur seakan terhubung, sama-sama berdegup. Mereka pun saling memandang, tetapi buru-buru Melur membuang pandangannya. Prajasa bertanya begitu karena hanya dia yang memerhatikan cara jalan Melur yang tampak lambat, bahkan saat menghampiri meja dia merambat pada kursi. "Apa ad
Last Updated: 2026-09-18
Chapter: Bab 22
"Sussst, jangan keluarkan suaramu!" Di atas ranjang dan di bawah mantan suami, Melur memandangi Rajash yang sedang menatapnya juga. Ada ketakutan besar di hati, tetapi tidak mau dikatakan munafik jika Melur merindukan hal itu. Ia tidak bisa mengelak tentang perasaan, gairah, dan pikirannya. Melur menginginkan Rajash. "Mas tap—""Susssstt diam dan ikuti aku!" Kepala Melur direbahkan di atas bantal dengan gerakan perlahan. Cukup lama Rajash memandangi mantan istrinya dari atas. Di bawahnya perempuan itu tampak cantik, tak pernah pudar dari dulu. Mungkin itu juga yang menjadi alasan mengapa ia bisa menerobos aturan ayahnya sampai membuat mantan istrinya mengandung."Mas jangan natap aku kayak gitu!" Melur berusaha menghindari, dia salah tingkah. "Cantik!" pujinya. Karena tak sanggup mendapat tatapan itu, Melur mengangkat kepalanya menggapai bibir Rajash. Benar-benar perlakuan yang seimbang, mereka saling merespon. Bahkan Melur yang selalu mengingatkan status, dan menolak perlaku
Last Updated: 2026-09-17
Chapter: Bab 21
"Tunggu aku pulang aku akan menciummu sepuasnya!"Melur mengingat ucapan itu kemarin, sebelum mantan suaminya memutuskan pulang dari rumah sakit. Kini, ia sedang menunggu ucapan itu dengan debaran jantung yang tak karuan. Namun, saat ini Melur masih ditemani pembantunya yang tadi pagi disusul oleh petugas Prajasa untuk kembali mengurus nona-nya. Ya, Mina sampai bersimpuh berterima kasih kepada pria itu karena diberi kesempatan lagi untuk bekerja. "Melur sayang sama Bibik, nggak bisa bayangin nanti kalau sudah melahirkan dan Bibik aku tinggal!" Mina mengusap-usap kepala majikannya itu layaknya seorang ibu. "Kalau Nona sudah melahirkan, dan meninggalkan rumah ini, maka Bibik juga ikut pergi. Bibik akan resign untuk selamanya. Alasan Bibik memohon-mohon bertahan di sini memang untuk Nona, bukan mengeluarkan tenaga untuk semua orang di rumah ini. Setidaknya Bibik bisa memastikan Nona selamat sampai melahirkan!" Melur semakin erat memeluknya. Ia tidak pernah menemukan seorang maid yan
Last Updated: 2026-09-15
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status