author-banner
Celine Alo08
Celine Alo08
Author

Novels by Celine Alo08

Menjemput Senja di Langit Palu

Menjemput Senja di Langit Palu

Naomi Saraswati, seorang arsitek yang telah menyerah pada cinta, tak pernah menyangka perkenalannya dengan seorang pria Turki bernama Attila melalui aplikasi kencan akan mengubah hidupnya. Ketika pria itu menghilang tanpa kabar, Naomi mengira dirinya hanya menjadi korban ghosting, tanpa mengetahui bahwa sebuah rahasia besar tentang identitas dan kematian tengah tersembunyi di balik layar ponselnya. Di saat masa lalu yang penuh luka kembali menghantuinya dan perasaan sahabatnya sendiri ikut mengusik hidupnya, Naomi dipaksa memilih antara terus terjebak dalam kenangan atau membuka hati untuk sebuah kesempatan baru. Namun, mampukah ia menerima kenyataan ketika akhirnya mengetahui siapa pria yang selama ini ia cintai?
Read
Chapter: 95 - GOPHER
Aku berjalan melewati barisan kolom yang baru mengering, mengamati para pekerja yang mulai menurunkan palet-palet material dari truk. Ines berjalan beberapa langkah di belakang Naomi, mengetuk-ngetukkan pena pada papan jalan sambil mencatat beberapa poin penting.“Fondasi sudah stabil setelah injeksi semen kemarin,” kata Naomi. Suaranya sedikit bergema di ruang utama masjid yang masih terbuka tanpa dinding. “Instalasi pipa air wudu juga sudah rapi.”Ia mendongak ke arah seorang tukang yang mengenakan full body harness. Pria itu berdiri di atas perancah, mulai menyusun blok-blok AAC pada ketinggian empat meter.Namun, cuaca North Sydney memang sulit ditebak. Tak lama kemudian, angin kencang khas pesisir berembus menerobos bagian bangunan yang masih terbuka.Susunan dinding Hebel yang belum kering sempurna itu bergoyang.Aku melihatnya sesaat sebelum semuanya terjadi.Blok-blok beton ringan itu roboh dari atas perancah, meluncur ke arah Naomi yang berdiri tepat di bawahnya.Tanpa sempat
Last Updated: 2026-09-20
Chapter: 93 - HARI PERTAMA
Pukul 08.45 pagi di North Sydney selalu menjadi waktu paling gila. Gelombang manusia berdasi dan berblazer hitam mengalir cepat dari Stasiun North Sydney, bergegas memasuki gedung-gedung kaca pencakar langit. Di lantai dasar, tak jauh dari lobi megah gedung 100 Mount Street, aroma biji kopi yang dipanggang dari sebuah kedai menyeruak, menjadi bahan bakar wajib bagi para pekerja korporat sebelum memulai hari.Aku setengah berlari keluar dari kedai kopi itu. Tangan kiriku menjepit bundelan kertas yang harus kuserahkan kepada Managing Director dalam rapat pukul 09.00. Sementara itu, tangan kananku menggenggam segelas besar espresso. Pikiranku masih dipenuhi hasil survei lapangan sehari sebelumnya.Aku tak sempat memperhatikan jalan di depanku. Mataku terpaku pada jam tangan digital.Sial, tinggal lima belas menit sebelum lift akses cepat ke lantai atas mulai penuh sesak.Di saat yang sama, seorang pria baru saja mundur dari konter pengambilan pesanan yang berada di dekat pintu keluar.Br
Last Updated: 2026-09-20
Chapter: 93 - SURAT PENGUNDURAN DIRI
“Sara, lama tak berjumpa. Aku dengar kau baru pulang dari Turki. Bagaimana kabarmu?” Nada suaranya tenang seperti biasa.“Mengapa kau ingin bertemu? Kau punya nyali juga setelah kusiram air panas.”“Sara, aku tidak pernah membencimu. Kau tentu tahu itu. Oh, ya, aku ingin menunjukkan sesuatu.”Pria dengan luka di punggung tangan kanannya itu mulai membuka galeri foto di ponselnya, lalu menyodorkannya kepadaku.Aku terkejut hingga spontan menutup mulut.Aku mengenal tulisan tangan itu. Tulisan tangan Clara.Jadi, isu mengenai dirinya yang lesbian itu benar? Dia sudah memiliki perasaan kepadaku sejak kami duduk di bangku SMA.“Di mana diary-nya?” tanyaku dengan suara gemetar.“Aku tidak tahu. Wendy menemuiku di rumah. Aku hanya mengambil foto ini sebagai bukti. Aku juga ingin menanyakan soal CCTV di ruang rahasia milik Wendy. Apakah kau pernah masuk ke sana?”“Tidak. Aku belum pernah masuk ke ruangan itu. Hanya Erul yang pernah masuk ke sana karena dialah yang menemukan jasad Wendy.”“Ja
Last Updated: 2026-09-19
Chapter: 92 - GHOST CEO
Setelah taksi yang membawa kami melesat meninggalkan Avanos, ketegangan di dadaku perlahan mencair. Aku menikmati berendam air hangat sambil mendengarkan lagu Turki dari gramofon.Tunggu, mengapa aku merasa tidak asing dengan pria bermata hijau di toko karpet itu? Rasanya aku pernah melihatnya, tetapi di mana?Rambutnya hitam dan lebih bergelombang. Namun, wajahnya sangat mirip dengan seseorang. Seseorang yang sudah bertahun-tahun menghilang dari kehidupanku.Mengapa aku merindukannya sekarang?Bukankah aku sudah memutuskan untuk melupakannya? Aku bahkan telah menghapus seluruh percakapan kami, menghapus pertemanan kami di media sosial, dan menyingkirkan semua foto tentangnya.Itu sudah bertahun-tahun yang lalu. Aku hampir lupa seperti apa rupanya. Satu-satunya hal yang masih kuingat dengan jelas adalah sepasang mata birunya dan kacamata yang selalu dikenakannya.Tak lama kemudian, gramofon mulai memutar piringan hitam, berganti ke lagu berikutnya. Aku mengenal lagu ini. Lagu yang per
Last Updated: 2026-09-19
Chapter: 91 - MINIVAN YANG SALAH
Saat van menghantam lubang jalan, tubuhku terhuyung ke depan. Pria itu mendongak. Sepasang mata hijau yang tajam dan pekat langsung bertemu dengan tatapanku.Astaga.Pria ini adalah orang yang sempat bertengkar denganku di luxury yacht.Aku menoleh ke sampingnya. Seorang perempuan duduk di dekat jendela dengan kulit yang luar biasa pucat—hampir transparan di bawah remang lampu kabin. Kepalanya bersandar lemas pada sandaran kursi. Matanya terpejam, sementara napasnya terdengar tidak teratur“Kau si pemarah itu...” katanya.“Apa yang terjadi dengannya?” tanyaku.“Dia tidak sengaja memakan lokum yang dikiranya berisi Nutella.”“Jadi, dia alergi lokum?”Pria itu tersenyum samar.“Dia sama seperti kakakku. Alergi pistachio.”Aku mengangguk pelan, akhirnya memahami maksudnya.“Aku meminta sopir untuk mampir ke apotek untuk membeli obat antihistamin sebelum van ini tiba di Avanos.”“Jadi, van ini tidak menuju ke Göreme?” Mataku membelalak.“Kau sepertinya menaiki minivan yang salah, Nona.”M
Last Updated: 2026-09-18
Chapter: 90 - CAPPADOCIA
Hari itu, pukul 04.30, minivan menjemput kami di depan hotel tempat kami menginap. Lima belas menit kemudian, kami tiba di lokasi lepas landas sambil menikmati sarapan ringan. Setelah itu, kami diarahkan menuju titik tempat balon kami berada.Kru darat mulai menyalakan kipas besar, disusul semburan api raksasa dari tungku pembakar untuk mengisi balon yang semula kempis di atas tanah hingga mengembang penuh. Perlahan, tubuh balon itu terangkat dan berdiri tegak sempurna.Pilot kemudian memanggil namaku, nama Ines, dan empat penumpang lainnya. Kami masuk ke dalam keranjang secara bergantian dan berdiri menunggu balon membawa kami melayang selama sekitar satu jam.Keranjang anyaman rotan itu terasa kokoh, tetapi sensasi ketika balon mulai terangkat membuatku spontan mencengkeram tepinya erat-erat.Di dalam kompartemen kami, suasananya terasa begitu intim. Selain aku dan Ines, ada empat penumpang lain—sepasang kekasih paruh baya yang saling berpelukan dan dua petualang solo yang sibuk meng
Last Updated: 2026-09-18
You May Also Like
Manusia 30 Triliun
Manusia 30 Triliun
Romansa · Lembayung
225.6K views
Bingkisan Daster Bekas Mertua
Bingkisan Daster Bekas Mertua
Romansa · Silla Defaline
223.6K views
I Love You My Secret Daddy
I Love You My Secret Daddy
Romansa · Dianning
223.4K views
Jeratan Mantan Suami
Jeratan Mantan Suami
Romansa · Jus Pir
223.3K views
ISTRI BISU SANG CEO
ISTRI BISU SANG CEO
Romansa · aisakurachan
220.7K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status