author-banner
Wu Ya Na
Author

Novels by Wu Ya Na

Mencari Identitas Pria di Kamarku

Mencari Identitas Pria di Kamarku

Tiga tahun setelah kecelakaan yang hampir merenggut nyawanya, hidup Sera berubah selamanya. Sejak saat itu, telinganya tak hanya mampu mendengar suara manusia, tetapi juga suara para arwah yang belum menemukan kedamaian. Salah satunya adalah Lio, sosok misterius yang selama setahun terakhir terus mengikutinya. Hanya Sera yang mampu mendengar suaranya. Sebelum menghilang selamanya, Lio memiliki satu permintaan: membantu mengungkap identitas dan alasan mengapa ia masih terjebak di dunia ini. Segalanya berubah ketika Sera bertemu Felio, mahasiswa baru yang wajahnya begitu mirip dengan Lio. Pertemuan itu menyeret mereka ke dalam misteri yang menghubungkan masa lalu, kematian, dan rahasia yang telah lama tersembunyi. Di balik sikap dinginnya, Felio menyimpan kemampuan yang sama mustahilnya—ia mampu mendengar suara hati manusia. Di tengah pencarian itu, Dean cinta pertama Sera kembali hadir dan mengusik perasaan yang selama ini ia pendam. Akankah Yukata berhasil mengungkap kebenaran di balik semua suara yang ia dengar, atau justru kehilangan seseorang yang paling berarti?
Read
Chapter: Perjanjian tinggal bersama
“Sepertinya, sebelum mati kau bukan orang yang cukup terkenal. Banyak nama Felio di sini, tapi tidak ada satu pun di antara mereka yang mirip denganmu. Bagaimana ya? Aku harus mencari informasimu dari mana lagi?”Setelah menyetujui permintaan Lio beberapa hari yang lalu, Sera pun menyempatkan diri untuk meluangkan waktu istirahatnya yang berharga demi mencari informasi tentang pria itu. Jemarinya yang pegal bergerak pelan di atas keyboard laptopnya, sementara tatapannya terus bergulir menatap barisan layar yang menyilaukan. Memang tidak ada bukti yang cukup kuat untuk melacak jejaknya. Hanya sepenggal nama tanpa marga, yang tentu saja menyulitkannya setengah mati untuk menyelidiki siapa sebenarnya sosok di hadapannya ini.“Apa ada sesuatu lagi di tubuhmu yang bisa dijadikan informasi?” tanya Sera tanpa mengalihkan pandangannya dari layar.“Tidak ada. Aku hanya mengenakan seragam serba putih dan juga gelang kulit yang sudah terlihat lusuh,” balas Lio pelan. Sosok hantu itu mulai meme
Last Updated: 2026-08-03
Chapter: Bab 5 Pewaris Tunggal
“Ayah,” lirih Sera. Krematorium yang berisikan abu ayahnya itu sudah terletak di dalam lemari kaca sejak tiga tahun yang lalu. Satu buket bunga mawar yang ia bawa tadi sudah terletak di dalamnya. Figura yang berada di dalam lemari kaca itu memperlihatkan dirinya, ibunya dan ayahnya yang masih tersenyum bersama. Sera menyentuh figura itu dan kembali meneteskan air mata. Sera masih mengingat dengan jelas, ia memaksa ayahnya untuk menonton festival kembang bunga di tahun baru yang diadakan di Seoul. Mereka yang tinggal di Busan pun harus menempuh sekitar empat jam perjalanan untuk sampai ke Seoul dengan menggunakan bus. Sera menuangkan segelas soju[2] di gelas plastik dan menaruhnya di antara keramik krematorium dan figura. Ia kemudian memberikan salam seraya membungkukkan badannya. Matanya menoleh ke arah samping lebih tepatnya melihat seorang wanita paruh baya yang terlihat sendu dan terdiam menatap figura di dalam lemari kaca itu. Hampir setiap tahun ia melihat bibi itu. Mungk
Last Updated: 2026-07-03
Chapter: Bab 4 Bertemu Cinta Pertama
“Bibi!” teriak Sera. Ia seperti kehilangan malunya. Bagaimana bisa hutang yang ia simpan selama ini bisa beber pada orang asing yang ia akui sebagai sepupunya itu. Felio mengambil secarik kertas dan pena pada bibi Jin. Bibi itu semakin kebingungan ia butuh uang sekarang bukan kertas dan pena. “Tulis nomor rekeningnya, nanti aku transfer.” Bibi Jin hampir menganga ketika Felio mengatakan akan menstransfer uang itu padanya melalui rekening. Rupannya pria yang mengaku sebagai sepupu Sera itu tidak hanya tampan tetapi juga kaya raya. Karna sebagian besar penyewa apartemennya selalu membayar cash tanpa melalui rekening. “Apa? Fel, bisa membayarnya. Bibi jangan tulis apapun di sana!” “Ini.” Bibi jin dengan cepat memberikan kertas dan pena itu kembali kepada Felio dengan beberapa digit nomor rekeningnya yang tertera di atas kertas itu. “Kuharap kau dengan cepat mengirimkannya. Jika besok aku tidak menerima uang itu, maka Sera kau harus membereskan apartemenmu.” Bibi Jin kemudian pergi
Last Updated: 2026-07-03
Chapter: Bab 3 : Apartemant
Pagi sekali Sera bangun dari tidurnya dan menyiapkan masakan dengan bahan yang ia beli semalam. Hari ini kuliahnya dimulai setelah makan siang, maka ia masih memiliki banyak waktu untuk masak sedangkan laporannya telah selesai semalam.Sera mengambil mangkuk yang berada dalam lemari kecilnya kemudian menuangkan sup taoge yang baru saja masak dari panci. Aroma dari sup buatannya membuat siapa saja akan menarik hidungnya ke udara.Felio terbangun dan duduk di atas sofa coklat itu. Ia menyadari bahwa luka yang kemarin malam telah terobati dan juga rumah yang kini ia lihat tanpa asing baginya.Sebuah meja kecil terletak di depannya dengan berbagai macam lauk dan juga mangkuk yang berisikan nasi hangat. Terlihat dua mangkuk nasi dan juga dua gelas air putih. Tak lama kemudian Sera berjalan ke arah ruang tamunya seraya kedua tangannya membawa satu panci sup taoge yang baru saja ia bawa dengan kain anti panas.“Kau sudah bangun? Ayo kita makan.” Sapanya dan kemudian menaruh panci itu tepat d
Last Updated: 2026-07-03
Chapter: Bab 2 : Mereka mirip
Sera sudah menghela napasnya berkali kali sejak satu jam yang lalu berdiri di depan toko buku tempat ia bekerja. Hujan yang sejak tadi sore turun tampaknya terlihat tidak juga reda. Ia sudah menunggunya sejak tadi, karna hari ini ia lupa membawa payung.“Oh? Bukannya dia pelanggan tadi?” batin Sera ketika ia menoleh dan pria itu juga ikutan berdiri di sampingnya.Sera menggosokkan tangannya demi menghasilkan hawa panas yang nyatanya tubuhnya tetap saja kedinginan. “Kenapa hujannya tidak reda? Aku belum menyelesaikan laporan bahasaku,” Sera membatin.Pria itu mengeluarkan payung yang ada di dalam tasnya, Sera menoleh. Ia terlihat heran dengan pria itu. “Jika memang dia ada payung, kenapa tidak pulang dari tadi? Sayang sekali payungnya tidak digunakan,” batin Sera lagi. Namun tiba-tiba pria itu mengulurkan payung miliknya kepada Sera. “Ini,” ujarnya dingin tanpa ekspresi sedikit pun.“Ya? tidak perlu, aku akan menunggu hujannya reda. Lagi pula payungnya hanya satu. Kau bisa pulang dulu
Last Updated: 2026-07-03
Chapter: Bab 1 Pertemuan pertama
Bab 1 “Berisik banget, nggak bisa diam?!” ucap Sera tegas sembari menoleh ke sebuah kursi kosong di sampingnya.Semua ini bermula dari tragedi tiga tahun lalu—kecelakaan bus maut yang hampir merenggut nyawanya dan memaksa Sera berada dalam kondisi mati suri selama berhari-hari. Saat terbangun dari ambang kematian, dunia Sera tak lagi sama. Ia dapat mendengar suara-suara yang seharusnya tidak ia dengar, yaitu suara hantu. Beberapa mahasiswa lainnya melirik aneh ke arahnya. Sadar akan sorotan mata itu Sera meminta maaf dengan malu segera. Ia tersadar kini tengah berada di ruang kelas guru Lee. Pria itu mengatakan bahwa namanya adalah Lio. Hampir setahun berlalu ia mengikuti Sera untuk meminta bantuan. Nyatanya hantu akan kehilangan ingatannya di dunia sebelum ia mati. Namun anehnya kenapa hantu itu tau namanya Lio? “Aku sudah bilangkan, namaku Lio. Percayalah! Di sini, di tanganku ada gelang dengan tulisan nama itu. Ayolah bantu aku sekali saja.” Benar, di tangan kirinya melekat se
Last Updated: 2026-07-03
You may also like
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status