author-banner
Lembarcerita
Lembarcerita
Author

Novels by Lembarcerita

Aku Menjadi Istri yang Tidak Pernah Dipilih Hatinya

Aku Menjadi Istri yang Tidak Pernah Dipilih Hatinya

Zora Evangeline Virel menikah dengan Alby Laurent dalam sebuah perjodohan dan menghabiskan tiga tahun menjadi istri sempurna yang tak pernah dicintai. Saat Alby justru semakin dekat dengan Selena, adik kandung Zora yang dianggap lebih pantas mendampinginya, hati Zora perlahan memilih untuk berhenti berharap. Namun ketika Zora benar-benar mulai meninggalkan hidupnya, Alby baru menyadari bahwa wanita yang selama ini ia abaikan adalah rumah yang tak tergantikan. Sayangnya, penyesalan sering kali datang setelah semuanya terlambat.
Read
Chapter: Bab 63 : Hal-Hal yang Tak Pernah Kau Ketahui
"Istirahatlah jika kau merasa mual atau pening, Zora."Suara bariton Alby mengalun sangat pelan, memecah deru halus mesin sedan hitam yang sedang membelah jalanan bebas hambatan dari Avignon menuju wilayah barat daya Prancis. Pria tegap itu menggenggam kemudi dengan sebelah tangan, sementara jemari tangan kanannya terulur kaku, mengatur suhu penghangat udara di dalam kabin mobil agar berada di tingkat yang paling nyaman untuk istrinya.Zora yang duduk di kursi penumpang di sampingnya tidak segera menjawab. Sepasang mata cokelat terangnya menatap lurus ke luar jendela kaca, mengamati hamparan bukit batu kapur dan barisan pohon zaitun yang perlahan berganti menjadi lanskap kebun anggur Bordeaux yang membentang luas di bawah langit siang yang redup."Aku tidak mual, Alby," sahut Zora pelan, suaranya terdengar sangat datar, dingin, dan benar-benar berjarak. Wanita itu bahkan tidak memutar kepalanya sedikit pun untuk menatap suaminya.Alby melirik Zora sekilas
Last Updated: 2026-08-06
Chapter: Bab 62 : Perjalanan Menuju Bordeaux
"Dia butuh beberapa menit untuk bersiap," ujar Alby seraya melangkah mendekati meja dapur. Sang CEO menatap teko dan stoples kopi di atas konter batu. "Mau minum kopi?"Julian memutar tubuhnya, mengulas senyum tipis yang kaku. "Kopi instan pedesaan tentu bukan standar minuman seorang eksekutif La Défense, tapi aku tidak akan menolaknya pagi ini."Alby berdehem pelan. Dengan gerakan jemari kaku yang belum terbiasa dengan peralatan dapur sederhana, pria tegap itu menyalakan kompor gas tua, merebus air di teko tembaga kecil, lalu meracik dua cangkir kopi hitam panas.Ia menyerahkan satu cangkir porselen kepada Julian. Kedua pria jangkung itu berdiri berdampingan di dekat meja makan kayu, menyesap cairan hitam mengepul itu dalam keheningan yang sarat akan ketegangan tak kasatmata.Suara gesekan pintu kayu kamar tidur bergema halus.Kedua pria itu sontak memutar kepala mereka.Zora melangkah keluar dari koridor kamar. Wanita itu telah memb
Last Updated: 2026-08-06
Chapter: Bab 61 : Hanya Lelah
"Kau menangis lagi," gumam Alby parau, ada pendar cemas yang halus di matanya. "Apakah permainanku tadi terlalu kasar? Apakah perut atau dadamu terasa sakit?"Zora menggelengkan kepalanya pelan di atas bantal. Senyum tipis yang amat sangat hambar dan berembun terukir di bibirnya yang pucat. "Tidak... tidak ada yang sakit, Alby. Aku hanya... aku hanya lelah."Jawaban itu memicu helaan napas lega yang berat dari tenggorokan Alby. Pria itu menunduk, menarik selimut tebal hingga membungkus bahu polos Zora, lalu mendaratkan ciuman yang sangat lama di kening istrinya."Istirahatlah," bisik Alby lembut, suaranya mengalun seperti lagu pengantar tidur yang teramat sangat langka. "Aku akan berada di sini. Aku tidak akan pergi ke mana-mana."Zora memejamkan matanya. Di dalam kungkungan lengan kokoh Alby, ia membiarkan kesadarannya meredup perlahan, terserap oleh rasa lelah yang luar biasa dahsyat. Namun, jauh di dasar jiwanya, denyut nyeri yang kaku di katup jantung
Last Updated: 2026-08-05
Chapter: Bab 60 : Hasrat yang Menyiksa
"Ah... Alby..." Zora mendesah, kuku-kukunya mencengkeram bahu bidang pria itu. Sensasinya berbeda. Ini bukan lagi sekadar gesekan fisik, ini terasa seperti penyatuan dua jiwa yang saling meremas."Ya, sayang... rasakan," puji Alby, napasnya yang panas menerpa bibir Zora. Ia terus bergerak dengan tempo yang lambat, membiarkan Zora merasakan setiap detail dari kehadiran dirinya di dalam tubuh wanita itu. Tangan Alby tidak lagi meremas dengan kasar, melainkan membelai. Jemarinya menelusuri lekuk leher Zora, turun ke dada wanita itu, memijat dan memuji dengan reverence yang membuat Zora meremang.Tubuh Zora yang baru saja mencapai klimaks kini kembali terbangun, merespons sentuhan lambat yang justru jauh lebih membakar daripada hantaman cepat tadi. Cairan di antara paha mereka kembali mengalir, melumasi setiap gesekan, membuat suara plap basah yang terdengar di udara pagi itu terdengar begitu cabul namun memabukkan."Kau... kau menyiksaku..." isak Zor
Last Updated: 2026-08-05
Chapter: Bab 59 : Sisa Kehangatan dan Kenyataan
"Jangan berharap?" Alby mengulang kalimat itu dengan senyum miring yang berbahaya. Ia menindih tubuh Zora, melumat leher jenjang istrinya dengan deretan ciuman panas, meninggalkan jejak-jejak kemerahan yang menjadi tanda kepemilikan mutlak. Tangannya yang besar mulai bergerak, menelusuri lekuk tubuh Zora dengan ritme yang sengaja dibuat lambat namun mematikan. "Kita lihat sejauh mana pertahananmu itu bertahan.""Alby, hentikan," rintih Zora, suaranya bergetar hebat saat jemari lentik Alby mulai bermain di area sensitifnya, memicu reaksi spontan yang tak mampu ia lawan. Tubuhnya menggeliat tanpa sadar, dadanya membusung ke udara seiring dengan sentuhan-sentuhan yang mulai membakar sistem sarafnya. "A-aku... aku tidak akan memaafkanmu untuk ini...""Maka jangan," balas Alby dengan suara serak yang memburu. Ia memangkas jarak di antara wajah mereka hingga hidungnya bersentuhan dengan hidung Zora. "Jangan memaafkanku. Benci aku sepuasmu. Tapi jangan pernah katakan kau tida
Last Updated: 2026-08-04
Chapter: Bab 58 : Permainan di Ujung Fajar
"Jangan berhenti," bisik Zora lirih, suaranya mengalun bagai desir angin malam Provence yang membakar.Kata-kata itu meruntuhkan seluruh sisa pertahanan dan kalkulasi rasional Alby.Di bawah pendar lampu temaram dan kesunyian rumah batu Avignon, penyatuan raga mereka mengalun bagaikan simfoni melankolis yang indah namun dahsyat. Setiap dorongan dan gesekan kulit terasa begitu panas, menguapkan hawa beku yang selama bertahun-tahun mengendap di antara mereka. Alby bergerak dengan irama yang dalam, lembut, dan penuh kehati-hatian yang terdesak, menangkup rahang Zora, menyusuri leher jenjangnya, dan menyatu sepenuhnya dengan wanita yang menyandang nama belakangnya."Aku mencintaimu, Zora..." bisik Alby di antara ketukan napas mereka yang makin heboh, suaranya berat, bergetar, dan dipenuhi oleh kepasrahan mutlak yang akhirnya terucap secara jujur. "Aku mencintaimu... dan aku tidak akan pernah melepaskanmu lagi."Namun, alih-alih meluruh manis mendengar pengaku
Last Updated: 2026-08-04
You may also like
Biarkan Aku Pergi!
Biarkan Aku Pergi!
Romansa · Selatan Dangkal
6.2M views
Saat Matanya Terbuka
Saat Matanya Terbuka
Romansa · Kesunyian Sederhana
4.8M views
Istri Gelap Tuan Arrogant
Istri Gelap Tuan Arrogant
Romansa · Ipak Munthe
4.1M views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status