author-banner
BoardMarker
BoardMarker
Author

Novels by BoardMarker

Kurir Pemilik Sistem

Kurir Pemilik Sistem

Wandi, adalah seorang kurir miskin yang hidup mengenaskan. Namun suatu hari, ia mengalami kecelakaan yang mengubah hidupnya. Bagaimana kisah Wandi selanjutnya? Ikuti kisahnya di buku yang bertajuk 'Kurir Pemilik Sistem' ini.
Read
Chapter: Dibalik Kegagalan (part 3)
Arini berdiri di samping pintu, tidak bergerak. Wajahnya pucat, matanya sayu, bibirnya pecah-pecah. Blazer abu-abu yang dia kenakan robek di bagian lengan kanan, terkena serpihan kaca saat mobil terbalik. Kemeja putihnya berlumuran debu dan sedikit darah, mungkin dari lukanya di dahi, meskipun lukanya sudah kering dan tidak mengeluarkan darah lagi. Rambutnya yang tadinya diikat kuncir rapi, kini terurai kusut, beberapa helai menempel di pipinya yang basah.Wandi menghampiri Arini. Tangannya yang besar dan kasar meraih tangan Arini yang dingin dan gemetar."Rin, duduk dulu. Kamu pasti capek."Arini tidak menjawab. Dia hanya mengangguk pelan, lalu berjalan ke sofa dengan langkah yang sedikit sempoyongan. Dia duduk di samping Noval, memeluk anak itu erat-erat. Noval membalas pelukan itu dengan lemah, tangannya yang kecil meraih leher Arini."Ma... Noval takut..." bisik Noval."Sudah, Nak. Mama di sini. Mama tidak akan pergi.""Pa... Pa juga di sini?"Wandi yang mendengar, segera mendekat
Last Updated: 2026-08-28
Chapter: Dibalik Kegagalan (part 2)
"Ratusan juta. Mobil SUV yang kalian tabrakkan, itu sewa. Senjata yang kalian bawa, itu beli dari pasar gelap. Informasi tentang Wandi, itu aku dapat dari detektif swasta. Semua... semua untuk satu tujuan."Andre menoleh. Matanya yang tajam menatap dua pria itu."Hancurkan Wandi."Dia kembali menatap ke luar jendela. Cerutu di tangannya diisap dalam-dalam, sampai ujungnya membara merah."Aku sudah memantau dia sejak dia menikah dengan Arini. Aku tahu kemampuannya. Aku tahu dia bisa lihat angka kematian. Aku tahu dia bisa lihat harta karun. Aku tahu dia menjadi kaya karena menjual benda-benda bersejarah. Aku tahu segalanya."Andre tertawa kecil. Tawa pahit."Dia dulu kurir, Tin. Kurir yang tidak bisa memberi makan anak dan istrinya. Kurir yang istrinya, TINA, lebih memilih aku daripada dia. Tapi sekarang... sekarang dia jadi kaya. Lebih kaya dari aku. Mobil BMW, rumah sederhana yang sebenarnya tidak sederhana, istri CEO, anak angkat yang lucu. Dia... dia merebut segalanya dari aku."An
Last Updated: 2026-08-28
Chapter: Dibalik Kegagalan (part 1)
Di sisi lain kota, di lantai 45 sebuah apartemen super premium di kawasan SCBD, lampu-lampu kota Jakarta berkelap-kelip seperti bintang yang jatuh ke bumi. Gedung-gedung pencakar langit berdiri megah dengan ribuan titik cahaya, kantor, hotel, apartemen, semua bersinar terang meskipun malam sudah larut. Di kejauhan, monas menjulang dengan cahaya keemasan di puncaknya, menjadi penanda bahwa ibu kota tidak pernah tidur. Jalanan di bawah masih ramai, mobil-mobil melaju dengan lampu depan menyala, menciptakan aliran cahaya merah dan putih yang bergerak lambat seperti sungai lava.Di dalam sebuah unit apartemen di lantai 45, suasana berbeda. Gelap. Hanya lampu meja kecil di sudut ruangan yang menyala, memancarkan cahaya kuning temaram yang nyaris tidak cukup untuk menerangi seluruh ruangan. Dinding-dindingnya dilapisi panel kayu jati berwarna coklat gelap, memberikan kesan maskulin dan eksklusif. Lantainya marmer hitam mengkilap, memantulkan bayangan lampu-lampu kota dari jendela kaca besar
Last Updated: 2026-08-28
Chapter: Minimap (part 3)
Wandi mendengar suara itu. Tiga laki-laki. Mungkin empat. Suara mereka berat, tidak ramah, dan tidak memiliki rasa takut. Mereka tidak tahu bahwa Wandi sudah di luar pintu. Mereka tidak tahu bahwa Wandi sudah berubah.Wandi mendorong pintu besi itu dengan perlahan.Kreek...Pintu terbuka.dan NovalRuangan lantai dua itu luas, kosong, tanpa perabot. Hanya ada tiang-tiang beton penyangga atap, dan jendela-jendela besar yang kacanya sudah pecah. Di tengah ruangan, dua kursi kayu dibalik saling berhadapan. Di kursi pertama, Arini terikat tangan dan kakinya dengan tali tambang. Mulutnya dibungkus lakban hitam. Wajahnya pucat, matanya merah, pipinya basah, dia menangis. Di samping Arini, kursi kedua, Noval juga terikat. Mulutnya juga dibungkus lakban, tetapi lakbannya longgar karena wajahnya terlalu kecil. Noval masih menangis, suaranya terdengar parau, mungkin kehabisan suara."Ma... Ma... Noval takut... Pa... Pa di mana..."Wandi tidak bisa menahan diri. Air matanya jatuh. Bukan karena l
Last Updated: 2026-08-27
Chapter: Minimap (part 2)
Wandi mengamati posisi titik merah. Peta menunjukkan bahwa titik merah itu berada di sebelah timur, sekitar... Wandi tidak tahu pasti jaraknya, tetapi skala peta menunjukkan bahwa jaraknya tidak terlalu jauh. Mungkin beberapa kilometer dari lokasinya saat ini."Aku harus ke sana. Cepat."Wandi mengatur napas. Dadanya yang tadinya naik turun cepat, kini mulai stabil. Dia mengepalkan tangannya, merasakan kekuatan yang mengalir di otot-ototnya. Tubuhnya yang sudah bermutasi, kini semakin siap."Aku tidak tahu kemampuan baru apa lagi yang akan muncul. Tapi yang penting saat ini... aku harus menyelamatkan Arini dan Noval."Wandi mulai berlari lagi. Bukan lagi berlari dengan kecepatan 80 kilometer per jam, tetapi lebih cepat. Lebih cepat. Kaki-kakinya bergerak seperti piston mesin, mendarat dan melompat dengan ritme yang semakin sulit diikuti oleh mata manusia biasa. Angin malam yang tadinya sepoi-sepoi, kini menjadi angin kencang yang menerpa wajahnya. Rambutnya yang panjang berkibar ke be
Last Updated: 2026-08-27
Chapter: Minimap (part 1)
Di atas pesawat alien berbentuk kristal hitam yang mengorbit Bumi, suasana masih tegang. Layar holografik di ruang kendali utama menampilkan gambar Wandi yang sedang berlari dengan kecepatan luar biasa, 80 kilometer per jam, jauh melampaui batas kemampuan manusia normal. Tubuhnya yang kekar melesat di antara lampu-lampu jalan yang temaram, melewati mobil-mobil yang melaju pelan, melompati trotoar yang rusak, dan menghindari pejalan kaki yang tidak melihatnya.Komandan Thar'Xul duduk di kursi tertinggi, tubuh plasmanya berdenyut dengan cahaya biru keemasan, warna yang dalam bahasa mereka berarti antisipasi tinggi dan strategi. Matanya yang tidak memiliki kelopak, tetap tertuju pada layar, mengamati setiap gerakan Wandi dengan saksama."Letnan Vex'Ra," panggil Komandan dengan suara bergetar, frekuensi rendah yang membuat udara di sekitarnya bergetar.Letnan Vex'Ra, makhluk plasma dengan tubuh lebih kecil, berwarna biru kehijauan, segera menggerakkan tentakel-tentakelnya ke panel kontrol
Last Updated: 2026-08-27
You may also like
PENDEKAR PEWARIS SISTEM
PENDEKAR PEWARIS SISTEM
Fantasi · Faisalicious
4.5K views
Upik Abu dan Bola Cahaya
Upik Abu dan Bola Cahaya
Fantasi · Beyouna
4.5K views
Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz
Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz
Fantasi · Syikazrafahyan93
4.5K views
Clell Justin Blake
Clell Justin Blake
Fantasi · Koala
4.5K views
I'm Cyborg
I'm Cyborg
Fantasi · Fabela Muslim
4.5K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status