Chapter: Bab 199Arsen terdiam kaku di sisi tempat tidur. Pria itu menelan ludah dengan susah payah, merasa terjebak dalam posisi yang amat serba salah. Tenggorokannya terasa kering seketika untuk menjawab pertanyaan Bibi Melody yang sarat akan beban emosional."Aku, begini bi..." Arsen tergagap, melirik pintu kamar yang terbuka sedikit dengan rasa bersalah yang teramat besar.Namun, belum sempat Arsen merangkai alasan, deru langkah kaki berhak tinggi yang ringan bergemerincing mendekat. Pintu kamar tamu terbuka lebar tanpa perlu diketuk.Keira berdiri di ambang pintu dengan balutan gaun santai musim panas berwarna putih gading yang sangat elegan. Rambut panjangnya tergerai indah, dan di gendongannya, Kieran tampak rapi mengenakan pakaian bayi bermerek."Arsen," panggil Keira dengan suara merdu yang langsung memecah ketegangan di dalam kamar. "Kami sudah siap dari tadi di atas. Ayo berangkat, kenapa kau lama sekali di sini?"Arsen memejamkan matanya rapat-rapat, menghela napas panjang untuk meredakan
Huling Na-update: 2026-10-25
Chapter: Bab 198Sinar matahari pagi menyelinap hangat menembus tirai tipis kamar utama. Arsen melangkah mendekati boks bayi, membungkukkan tubuhnya sedikit sambil mengusap lembut pipi mulus Kieran. Pria itu sengaja mengeraskan suaranya, melirik ke arah Keira yang sedang mengancingkan gaun mewahnya di depan cermin rias. "Kieran, lihatlah Mamamu," ujar Arsen dengan nada suara dibuat penuh keibaan, berbisik pada anak kecil itu. "Mamamu tega sekali mengabaikan Papamu sejak semalam. Padahal Papa sudah minta maaf sampai pegal." Kieran hanya mengoceh polos, mengayunkan tangannya di udara. Arsen mendesah pelan, menatap Kieran lagi dengan raut wajah memelas. "Papamu ini serasa jadi patung di rumah sendiri, Nak. Diabaikan, didinginkan, tidak dianggap sama sekali. Kasihan sekali Papa, kan?" Di depan cermin, sudut bibir Keira sedikit terangkat. Ia menahan tawa yang hampir saja lolos dari mulutnya. Namun, dengan cepat ia menguasai ekspresi wajahnya, kembali memasang raut muka dingin dan sangat tidak te
Huling Na-update: 2026-10-24
Chapter: Bab 197Pertanyaan polos yang terlontar dari bibir Keira mendadak membekukan seluruh isi ruangan. Keheningan mencengkam seketika merayap di meja makan mewah tersebut. Denting sendok dan cangkir yang tadi bersahutan mendadak lenyap tanpa sisa.Arsen yang tadinya bersikap santai kini meluruskan punggungnya. Sepasang mata tajam milik pria itu memicing dingin, menatap Nadine lurus tanpa ada kehangatan sedikit pun di sana. Pria itu menyadari penuh bahwa berkas audit internal rahasia yang ia susun khusus untuk melacak pengkhianat perusahaan, yang tersimpan aman di ruang pribadinya, kini berpindah tangan secara tidak sah."Nadine," panggil Arsen dengan suara bariton yang teramat berat dan menusuk. "Jawab pertanyaan Keira."Wajah Nadine seketika berubah pucat pasi. Napasnya tertahan di tenggorokan, dan tangannya yang memegang tepi meja tampak bergetar hebat.'Sialan! Apa-apaan ini? Mengapa situasinya jadi seperti ini?' jerit Nadine panik di dalam hatinya. Otaknya berputar keras berusaha mencari ke
Huling Na-update: 2026-10-23
Chapter: Bab 196Cahaya matahari pagi menyusup masuk melalui celah jendela kaca besar di ruang makan kediaman Alastair. Meja makan kayu berukuran panjang itu sudah tertata rapi dengan berbagai hidangan sarapan hangat. Arsen duduk di kursi utama dengan kemeja putih yang digulung hingga siku, mengusap pelipisnya pelan sembari melirik jam tangan mewahnya. Di sampingnya, Keira duduk dengan anggun, menyesap teh hangatnya penuh ketenangan. Langkah kaki yang sedikit kaku dan terseret mendekat ke arah area meja makan. Nadine muncul dengan pakaian terbaiknya, mencoba berjalan semenarik mungkin walau setiap tumpuan kakinya menyengat rasa nyeri yang luar biasa di bagian pinggang dan lutut. "Selamat pagi, Kak Arsen," sapa Nadine dengan suara yang dibuat secerah mungkin, mengulas senyum lebar yang sangat percaya diri. Arsen menoleh singkat, lalu mengangguk pelan. "Selamat pagi, Nadine." Nadine melirik ke arah Keira, membusungkan dadanya sedikit untuk memamerkan kebanggaan yang meluap-luap. "Selamat pagi juga,
Huling Na-update: 2026-10-21
Chapter: Bab 195Derap napas memburu dan lenguhan hangat yang sempat memenuhi udara kamar utama perlahan-lahan surut total. Hanya tersisa deru napas teratur dan halus dari Arsen serta Keira yang kini terlelap dalam dekapan amat erat. Keheningan malam merayap naik, membalut seluruh ruangan dalam ketenangan yang begitu pekat dan mencekam.Dari balik kegelapan juntai sprei yang kotor oleh debu lantai, gerakan perlahan mulai terlihat. Nadine merayap keluar dengan sangat kaku, merangkak bagaikan serangga yang baru saja lolos dari sangkar besi. Seluruh persendian tubuhnya terasa gemetar hebat, menyebarkan rasa nyeri yang menjalar hebat dari pinggang, punggung, hingga ke ujung jemari kakinya."Aduh, pinggangku sakit sekali," ringis Nadine berbisik pelan, memegangi lututnya yang kaku dan terasa seolah mau copot dari engselnya. "Sialan, badanku pegal semua. Lantai dingin ini benar-benar membuatku masuk angin."Nadine meremas perutnya yang mual dan merinding akibat terlalu lama menempel di atas lantai marmer
Huling Na-update: 2026-10-20
Chapter: Bab 194 (21+)Arsen tidak memberikan jeda. Ia memacu kecepatannya, keluar masuk dengan tenaga penuh. Suara becek yang dihasilkan dari penyatuan mereka terdengar semakin intens. Cairan pelumas alami Keira membuat setiap gesekan terasa licin dan panas. "Kau... sangat... sempit... Keira!" Arsen mengerang, keringat mengucur deras dari keningnya, jatuh menetes di atas aset kembar Keira yang memantul-mantul hebat mengikuti irama guncangan. "Sshhh... ahh... lebih dalam... Arsen, lebih dalam lagi! Ya! Di situ! Ohhh, kau menghantam rahimku!" Keira mendesah manja, suaranya melengking tinggi, sengaja mempertegas setiap rasa nikmat yang ia rasakan. Arsen membalikkan tubuh Keira. Ia memintanya untuk merangkak, menunggingkan bokongnya yang sintal di hadapannya. Arsen mencengkeram pinggul Keira dengan kuat, meninggalkan bekas kemerahan di kulit putih wanita itu, lalu kembali menghujam dari belakang dengan posisi yang lebih dalam. Udara terdorong keluar dari lubang yang sempit setiap kali Arsen menarik se
Huling Na-update: 2026-10-18