Pasangan Kencan Butaku Ternyata Bos di Tempat Kerja

Pasangan Kencan Butaku Ternyata Bos di Tempat Kerja

last updateHuling Na-update : 2025-02-16
By:  NainamiraKumpleto
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
9.9
38 Mga Ratings. 38 Rebyu
372Mga Kabanata
270.3Kviews
Basahin
Idagdag sa library

Share:  

Iulat
Buod
katalogo
I-scan ang code para mabasa sa App

Berawal dari salah meja pada saat kencan buta, Satria Bramantyo akhirnya bertemu dengan Dhea Annisa Putri, yang juga tengah melakukan kencan buta karena paksaan sepupunya agar dia segera move on dari mantan kekasihnya yang menikah dengan teman masa SMA-nya. Bram yang sudah berusia matang, yaitu tiga puluh delapan tahun sudah didesak agar segera menikah oleh keluarganya, sehingga dia tidak basa-basi langsung mengajak Dhea menikah. Dhea sebenarnya tidak ingin buru-buru menikah, karena usianya yang baru dua puluh tiga, dia juga perlu penjajakan yang mendalam agar tidak mengalami kejadian yang sama dengan Aryan Wicaksono. Namun apa yang ditawarkan Bram membuat Dhea menerima lelaki itu dan mereka menikah dengan instan, Bram sendiri entah mengapa begitu mudah menerima Dhea, tanpa perlu memeriksa latar belakang Dhea yang ternyata berhubungan erat dengan masa lalu lelaki itu.

view more

Kabanata 1

1. Melepaskan Masa Lalu

“Kalau tidak berniat kerja, lebih baik mengundurkan diri saja!”

Teriakan dari ruangan itu membuat Nadine tersentak kaget. Ia yang sedang mempersiapkan mentalnya di depan ruangan pun semakin memucat.

Bagaimana tidak, baru seminggu Nadine Cendana dipindahtugaskan ia sudah melakukan kesalahan fatal. Nadine telat masuk selama dua jam berkat alat pemompa ASI miliknya yang tertinggal di halte bus.

Jika saja bukan karena kondisi hormon langka yang membuatnya bisa memproduksi ASI, Nadine yakin kejadian seperti ini tidak akan pernah terjadi. Ia juga tidak perlu ketakutan untuk menghadapi atasannya yang galak.

“Saya akan menggantikan kalian jika kesalahan ini sampai terjadi lagi.”

Suara datar dari balik pintu kembali terdengar jelas. Suaranya tidak keras, tapi sukses membuat bulu kuduk Nadine meremang. Ia bisa membayangkan betapa menakutkan ekspresi sang atasan saat ini.

Dan benar saja ketika Nadine mengintip dari kaca di pintu, ia melihat dua rekan kerjanya menundukkan kepala. Lalu ada pria dengan setelan jas rapi sedang duduk sambil bersedekap, aura kelam seolah menguar di sekelilingnya.

Nadine menelan ludah. Setelah ini, bosnya itu pasti akan “menghabisinya”.

Setelah melepaskan asal ikat rambutnya hingga surai kelam itu menutup dada, Nadine membuka pintu ruangan bertuliskan 'D201'. Begitu pintu terbuka, tiga pasang mata di dalam sana menoleh serentak.

Tidak terkecuali sepasang netra sayu penuh intimidasi dari meja paling ujung. Pria itu kini bangkit berdiri sesaat menyadari kehadiran Nadine.

Lintang Gaharu. Jaksa senior yang kerap dipanggil Pak Lingga. Pria yang rasanya bisa melubangi kepala orang hanya dengan tatapannya.

"Pak, mohon maaf—" Belum sempat memberikan alasan, sang atasan sudah memotong singkat.

"Ikut saya." 

Nadine meringis kecil, yakin dua rekan kerjanya pun pasti bisa melihat bagaimana wajahnya memucat. Namun, tidak ingin membuat pria jangkung itu bertambah marah, ia berlari kecil mengekori Lingga ke ruang kerja pribadinya.

Sejenak, Nadine meringis pelan begitu nyeri menyambangi dada. Netra cantik itu mendelik panik begitu menyadari bercak basah di permukaan kemejanya. 

Asinya merembes lagi!

Nadine buru-buru membawa sebagian besar rambutnya yang tergerai ke bagian depan. Melihat Lingga yang sudah membuka pintu dan masuk ke ruangan, Nadine pun mempercepat langkahnya. 

BRAK!

Pintu kayu itu tertutup keras tepat di depan mata si penyidik baru yang berjengit kecil karena terkejut. Entah karena tidak melihat Nadine yang berdiri di ambang pintu, tetapi ia jelas merasa sedih.

Dengan tangan sedikit gemetar dan tubuh membungkuk sopan, Nadine masuk ke ruangan penuh tumpukan berkas itu.

"Permisi ...." 

"Kamu tahu kenapa saya panggil ke sini?" Pertanyaan itu langsung terlontar sesaat Nadine berdiri di hadapan Lingga.

"Iya, Pak." Nadine menjawab sambil menunduk dalam, hingga perempuan itu hanya bisa melihat ujung sepatu hitam mengkilap sang jaksa.

Sesekali perempuan itu juga melirik permukaan kemejanya yang terasa makin basah. Nyeri di dadanya bahkan bertambah parah hingga Nadine harus menggigit bibir menahan rintihannya.

Kenapa hal ini harus terjadi sekarang? Di hadapan orang yang kini paling ia takuti. Dan yang lebih parahnya lagi… di hadapan pria yang dulu sekali pernah ia sukai.

"Dua jam. Tidak ada pegawai baru yang punya nyali terlambat selama itu." Pria yang kini menyandarkan tubuh di meja kerjanya sambil bersedekap dada kembali bersuara. 

"Atau kamu memang sengaja karena berpikir saya akan mengecualikanmu? Karena kita pernah saling mengenal sejak kecil?" tanya pria itu sambil menyelipkan kekehan kecil di akhir kalimatnya.

Namun Nadine terlalu sibuk menahan nyeri untuk tersinggung. Perempuan itu bahkan tidak bisa mendengar jelas ucapan Lingga. Keringat dingin mulai membasahi pelipis imbas linu yang kian menjadi.

“Maafkan saya, Pak Lingga,” cicit Nadine masih sambil menunduk dalam.

"Tatap mata saya saat kita sedang bicara, Nona Nadine!” Titah tegas itu membuat Nadine mendongak cepat.

Tanpa ia sadari, rambut panjangnya tergelincir ke sisi bahu. Dan detik itu juga makian Lingga terhenti seketika. Alisnya yang sedari tadi menukik tajam kini bertaut saat pandangannya bergerak turun ke arah dada Nadine.

"Nadine, kenapa dadamu basah seperti itu?”

Palawakin
Susunod na Kabanata
I-download

Pinakabagong kabanata

Higit pang Kabanata

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Mga Ratings

10
95%(36)
9
3%(1)
8
3%(1)
7
0%(0)
6
0%(0)
5
0%(0)
4
0%(0)
3
0%(0)
2
0%(0)
1
0%(0)
9.9 / 10.0
38 Mga Ratings · 38 Rebyu
Sulatin ang Repaso

RebyuMore

gertaksambel145
gertaksambel145
ceritanya bagus tapi dari 1 tahun yang lalu belum tamat2 juga ceritanya
2025-02-04 20:25:51
2
0
Verawati
Verawati
Kapan updatenya? Terlalu lama update tiap bab
2024-10-19 19:05:35
3
0
qiania chanel
qiania chanel
Update yg banyak. Udah penasaran gmn ending ceritanya
2024-10-15 22:06:30
2
0
Bundanya Ichaekaaksay
Bundanya Ichaekaaksay
bukunya bagus,,dri pertama baca udah suka kayak ada magnet gitu,,hehe,, stiap x baca gak pernah bosan dgn cerita2nya,,sukses sllu Thor,,semangat berkarya .........
2024-10-02 10:27:27
1
0
Niefifa Niefifa
Niefifa Niefifa
liat judulnya agak kurang meyakinkan,, pas dibaca ternyata seru juga,,
2024-09-26 22:46:42
1
0
372 Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status