
Pasien Cantik itu ternyata Istriku
Dr. Ardi Sebrian, seorang dokter umum yang dikenal dingin, disiplin, dan selalu mengutamakan pekerjaannya, tak pernah menyangka bahwa takdir akan mempertemukannya kembali dengan wanita yang selama ini ia cari.
Suatu malam, seorang pasien berhijab dengan wajah pucat dilarikan ke IGD setelah mengalami kecelakaan. Saat Ardi memeriksa identitasnya, jantungnya seakan berhenti berdetak. Wanita itu adalah istrinya sendiri—istri yang menghilang tanpa kabar setelah kesalahpahaman besar memisahkan mereka bertahun-tahun lalu.
Namun pertemuan itu tidak berjalan seperti yang ia bayangkan. Sang istri tak lagi mengingat kisah cinta mereka. Baginya, Ardi hanyalah dokter yang bertugas merawatnya.
Di balik ruang perawatan, luka lama perlahan terbuka kembali. Penyesalan, air mata, dan rahasia masa lalu mulai terungkap satu per satu. Ardi bertekad memanfaatkan kesempatan kedua yang diberikan takdir untuk mengobati bukan hanya luka di tubuh istrinya, tetapi juga luka di hati mereka berdua.
Mampukah Ardi membuat wanita yang pernah ia cintai jatuh cinta untuk kedua kalinya? Ataukah takdir kembali memisahkan mereka saat semua kebenaran akhirnya terungkap?
Ketika seorang dokter menjadi penyembuh bagi pasiennya, mampukah ia juga menyembuhkan hati istrinya sendiri?
Basahin
Chapter: Bab-40: Kebenaran TerakhirJam menunjukkan pukul sebelas malam.Ardi berdiri di depan Rumah Sakit Arayum Medika dengan tatapan penuh pertimbangan. Di sampingnya ada Ayuma, Alena, Dion, dan Surya.Pesan yang mereka terima masih tersimpan di ponsel Ardi.Datang ke tempat kecelakaan Mahesa dan Nadia sebelum tengah malam.“Kalau ini jebakan?” tanya Dion.Ardi menatap jalan yang gelap di hadapan mereka.“Berarti kita harus berhati-hati.”Ayuma menggenggam erat ujung kerudungnya.“Kita tidak boleh terpisah.”Ardi mengangguk.Mereka kemudian berangkat menuju lokasi kecelakaan lama.Tempat itu sudah lama ditinggalkan.Hanya ada jalan sepi, pepohonan, dan sebuah pagar tua yang hampir roboh.Alena berhenti beberapa langkah dari lokasi.“Di sini...”Ardi menatap adiknya.“Kamu pernah datang ke sini?”Alena menggeleng.“Aku hanya mengingat suara Ayah malam itu.”Surya menatap sekeliling.“Cari simbol sakura.”Mereka berpencar beberapa meter.Tidak lama kemudian Dion menemukan sesuatu di balik batu.“Sini!”Ardi segera mend
Huling Na-update: 2026-10-05
Chapter: Bab- 39: Kebenaran yang TersembunyiRuangan itu mendadak terasa begitu sunyi.Ardi masih memegang foto yang diberikan Surya.Foto lama itu memperlihatkan Mahesa, Nadia, Surya, dan seorang perempuan yang berdiri di samping mereka.Wajah perempuan itu terlihat jelas.Ardi mengenalinya.Terlalu mengenalnya.Namun pikirannya menolak mempercayai apa yang dilihatnya.“Tidak mungkin...” bisik Ayuma.Alena menatap foto tersebut dengan wajah pucat.“Siapa dia, Kak?”Ardi tidak menjawab.Matanya tetap tertuju pada perempuan dalam foto.Perempuan itu adalah Hendra.Bukan.Ardi menggeleng cepat.Bukan Hendra.Foto itu memperlihatkan seorang perempuan yang selama ini sering datang ke rumah sakit.Seseorang yang selama ini dianggap hanya sebagai bagian kecil dari kehidupan mereka.Rina.Perempuan yang pernah merawat Alena.Ardi menatap Surya.“Kenapa Rina ada di foto ini?”Surya menghela napas panjang.“Karena Rina bukan sekadar orang yang merawat Alena.”Alena langsung berdiri.“Jangan bilang...”“Rina adalah orang yang dipercaya Na
Huling Na-update: 2026-10-05
Chapter: Bab- 38: Pengkhianatan TerakhirPintu ruangan tua itu tertutup perlahan di belakang mereka.Ardi berdiri di tengah ruangan, masih memegang foto dirinya dan Ayuma.Foto itu jelas diambil secara diam-diam.Yang lebih mengganggu adalah tanggal yang tertulis kecil di bagian bawah foto.Tiga hari yang lalu.“Berarti seseorang masih mengawasi kita,” kata Dion.Ayuma menatap sekeliling.“Dari dalam rumah sakit?”Ardi mengangguk.“Kemungkinan besar.”Surya menunjuk meja di sudut ruangan.“Lihat itu.”Sebuah alat perekam tua berada di atas meja.Di sampingnya terdapat catatan.Untuk Ardi.Ardi menekan tombolnya.Suara Mahesa terdengar.“Jika suatu hari rekaman ini didengar oleh Ardi, berarti rencana kami gagal.”Ardi terdiam.Suara Mahesa berlanjut.“Ardi, ada sesuatu yang harus kamu ketahui. Orang yang menghancurkan keluarga kita bukan hanya menginginkan harta. Dia ingin menguasai Rumah Sakit Arayum Medika.”Rekaman berhenti sesaat.Kemudian suara Nadia terdengar.“Karena rumah sakit ini menyimpan dokumen kepemilikan tanah
Huling Na-update: 2026-09-28
Chapter: Bab- 37: Rahasia di Rumah Sakit Arayum MedikaPukul sembilan pagi.Rumah Sakit Arayum Medika terlihat seperti biasanya. Para dokter dan perawat sibuk menjalankan tugas. Pasien datang dan pergi. Suara langkah kaki memenuhi lorong.Namun bagi Ardi, pagi itu terasa berbeda.Ia tahu seseorang sedang menunggu mereka.Di dalam mobil, Ardi duduk di samping Ayuma. Alena berada di kursi belakang bersama Dion dan Surya.Rendra memilih datang melalui jalur berbeda.Sebelum turun dari mobil, Ardi menatap semua orang.“Tidak ada yang berjalan sendirian.”Dion mengangguk.“Kalau terjadi sesuatu?”“Kita tetap bersama.”Ayuma menggenggam dokumen warisan yang sudah dimasukkan ke dalam map.“Ini yang mereka inginkan.”Ardi mengangguk.“Tapi jangan serahkan sebelum kita tahu siapa yang berada di balik semua ini.”Mereka memasuki rumah sakit.Baru beberapa langkah, seorang perawat menghampiri Ardi.“Dokter Ardi.”“Ya?”“Ada seseorang menitipkan ini untuk Anda.”Ia menyerahkan sebuah kartu kecil.Ardi membukanya.Lantai 7. Ruang 712.Tidak ada nama.
Huling Na-update: 2026-09-28
Chapter: Bab- 36: Pengkhianat di Depan PintuTok.Tok.Tok.Ketukan itu terdengar lagi.Ardi berdiri diam di tengah ruangan.Alena berada di belakangnya, wajahnya terlihat tegang.“Jangan buka,” bisiknya.Ardi menatap pintu.“Rendra, aku tahu kamu di sana.”Tidak ada jawaban.Dion bergerak mendekati jendela.Ia mengintip dari celah tirai.“Dia sendirian.”Surya segera berkata, “Jangan tertipu. Bisa saja orang lain berada di sekitar rumah.”Ardi mengangguk.Ia tidak membuka pintu.Beberapa detik kemudian suara Rendra terdengar.“Aku datang untuk membantu kalian.”Alena menggeleng.“Jangan percaya dia.”Rendra terdengar menghela napas.“Alena, kalau aku ingin menangkapmu, aku tidak akan datang sendirian.”Ardi akhirnya menjawab.“Kenapa kamu mencari Alena?”Hening.Kemudian Rendra berkata,“Karena aku tahu siapa yang sebenarnya mengejarnya.”Ardi saling pandang dengan Alena.“Siapa?”“Buka pintunya dan kita bicara.”Ardi tetap diam.Rendra kembali berkata,“Ardi, aku tidak punya banyak waktu.”Tiba-tiba terdengar suara kendaraan d
Huling Na-update: 2026-09-28
Chapter: Bab- 35: Pertemuan Kakak dan AdikArdi masih berdiri terpaku.Perempuan yang selama ini hanya ia kenal melalui foto dan rekaman kini berdiri tepat di hadapannya.Alena.Adik kandungnya.Ada begitu banyak pertanyaan yang ingin ia ajukan.Namun satu hal yang keluar dari mulutnya hanya—“Alena…”Perempuan itu tersenyum tipis.“Iya, Kak.”Suara itu membuat dada Ardi terasa sesak oleh haru.Selama bertahun-tahun ia hidup tanpa mengetahui bahwa dirinya memiliki seorang adik.Kini, orang yang selama ini hilang dari kehidupannya berdiri beberapa langkah di depannya.Ardi ingin mendekat, tetapi Alena justru mundur.“Kita tidak punya banyak waktu.”“Tunggu.”Ardi menatapnya.“Aku ingin tahu semuanya.”“Aku akan menceritakannya.”Alena menatap pintu gudang.“Tapi bukan di sini.”Terdengar suara kendaraan berhenti di luar.Dion segera memeriksa jendela.“Ada dua mobil.”Surya langsung berkata,“Kita keluar lewat pintu belakang.”Mereka bergerak cepat.Alena berjalan bersama Ardi.Untuk beberapa saat, keduanya tidak berkata apa-ap
Huling Na-update: 2026-09-17