
Pasien Cantik itu ternyata Istriku
Dr. Ardi Sebrian, seorang dokter umum yang dikenal dingin, disiplin, dan selalu mengutamakan pekerjaannya, tak pernah menyangka bahwa takdir akan mempertemukannya kembali dengan wanita yang selama ini ia cari.
Suatu malam, seorang pasien berhijab dengan wajah pucat dilarikan ke IGD setelah mengalami kecelakaan. Saat Ardi memeriksa identitasnya, jantungnya seakan berhenti berdetak. Wanita itu adalah istrinya sendiri—istri yang menghilang tanpa kabar setelah kesalahpahaman besar memisahkan mereka bertahun-tahun lalu.
Namun pertemuan itu tidak berjalan seperti yang ia bayangkan. Sang istri tak lagi mengingat kisah cinta mereka. Baginya, Ardi hanyalah dokter yang bertugas merawatnya.
Di balik ruang perawatan, luka lama perlahan terbuka kembali. Penyesalan, air mata, dan rahasia masa lalu mulai terungkap satu per satu. Ardi bertekad memanfaatkan kesempatan kedua yang diberikan takdir untuk mengobati bukan hanya luka di tubuh istrinya, tetapi juga luka di hati mereka berdua.
Mampukah Ardi membuat wanita yang pernah ia cintai jatuh cinta untuk kedua kalinya? Ataukah takdir kembali memisahkan mereka saat semua kebenaran akhirnya terungkap?
Ketika seorang dokter menjadi penyembuh bagi pasiennya, mampukah ia juga menyembuhkan hati istrinya sendiri?
Read
Chapter: Bab- 18: Orang yang Selama Ini DipercayaSuasana di dalam Klinik Melati mendadak berubah tegang.Ayuma berdiri di samping Ardi, sementara Raka masih memegang erat sisa dokumen yang belum sempat diberikan kepada mereka.Dari luar terdengar suara mesin mobil.Satu.Kemudian dua.Raka berjalan menuju jendela dan mengintip melalui celah tirai.Wajahnya langsung berubah."Mereka datang."Ardi menatapnya."Siapa?""Orang-orang Bima."Ayuma menggenggam lengan Ardi."Mas, kita harus bagaimana?"Ardi melihat sekeliling ruangan."Kita keluar dari pintu belakang."Raka menggeleng."Jangan.""Kenapa?""Kalau mereka sudah tahu kita di sini, pintu belakang pasti diawasi."Ardi terdiam.Raka kemudian menunjuk sebuah pintu kecil di sudut ruangan."Masih ada jalan menuju ruang penyimpanan lama.""Setelah itu ada pintu keluar menuju gang belakang."Ardi mengangguk."Ayo."Mereka bertiga bergerak cepat.Namun baru beberapa langkah, terdengar suara pintu depan dibuka.Brak!Ayuma terkejut.Raka segera memberi isyarat agar mereka diam.Beberapa
Last Updated: 2026-08-15
Chapter: Bab- 17: Tempat Pertama Kita BertemuMalam semakin larut ketika Ardi dan Ayuma meninggalkan rumah.Hujan yang turun sejak sore mulai mereda. Jalanan masih basah, memantulkan cahaya lampu kendaraan yang melewati mereka.Ayuma duduk di kursi penumpang sambil menggenggam ponselnya.Pesan misterius itu masih terbuka di layar.> Jangan percaya Raka. Dia tahu alasan sebenarnya mengapa kamu kehilangan ingatan.Ayuma menarik napas panjang."Mas...""Hm?""Kalau nanti aku mengingat sesuatu yang menyakitkan, jangan tinggalkan aku."Ardi meliriknya sekilas."Aku tidak akan pergi.""Bagaimana kalau ternyata aku pernah melakukan sesuatu yang membuatmu membenciku?"Ardi tersenyum tipis."Empat tahun lalu kamu mungkin kehilangan ingatanmu."Ia kembali fokus pada jalan."Tapi aku tidak pernah kehilangan ingatanku tentang kamu."Ayuma terdiam.Entah mengapa, kalimat sederhana itu membuat matanya terasa panas.---Hampir empat puluh menit kemudian, mereka tiba di Jalan Melati.Kawasan itu sudah jauh berbeda dibandingkan empat tahun lalu.
Last Updated: 2026-08-15
Chapter: Bab- 16: Isi Map BiruHujan turun deras ketika Ardi dan Ayuma tiba di rumah. Kotak logam yang mereka bawa dari bank diletakkan di atas meja ruang kerja. Tidak ada satu pun dari mereka yang langsung membukanya. Mereka sama-sama tahu bahwa isi kotak itu mungkin akan mengubah semuanya. Ayuma berdiri di samping meja dengan kedua tangan saling menggenggam. "Mas..." Ardi menoleh. Panggilan itu membuat hatinya kembali bergetar. Sejak Ayuma mulai mengingat potongan-potongan kecil tentang dirinya, panggilan tersebut sesekali keluar tanpa sengaja. "Apa?" "Kalau ternyata isi kotak ini membuat semuanya lebih buruk?" Ardi mendekat. "Kita hadapi bersama." Ayuma menatapnya. "Kamu tidak takut?" "Takut." Ardi tersenyum tipis. "Tapi aku lebih takut kalau kita terus hidup dengan pertanyaan yang sama." Ayuma mengangguk. Ardi membuka kotak tersebut. Di bagian paling atas terdapat map biru yang sudah terlihat tua. Ia mengambilnya. Tulisan di sampulnya membuat wajah Ardi berubah. ARSIP
Last Updated: 2026-08-14
Chapter: Bab- 15: Map Biru yang HilangPagi itu, suasana Rumah Sakit Arayum Medika masih sibuk seperti biasa. Namun, di balik kesibukan para tenaga medis, pikiran Dr. Ardi Sebrian terus tertuju pada satu hal—map biru yang disebut Fajar.Ia berdiri di depan jendela ruang kerjanya sambil memandangi halaman rumah sakit."Kalau map itu ditemukan, mungkin semua misteri ini akan berakhir," gumamnya.Ketukan di pintu membuyarkan lamunannya."Masuk."Komisaris Arya Pradana melangkah masuk sambil membawa sebuah map tipis."Kabar dari Fajar."Ardi segera menghampiri."Bagaimana keadaannya?""Sudah sadar. Tapi masih trauma."Arya membuka map tersebut."Sebelum kehilangan kesadaran tadi malam, Fajar sempat mengingat satu hal.""Apa itu?""Map biru tidak dibawa pelaku."Ardi mengernyit."Lalu?""Map itu disembunyikan oleh Ayuma sendiri."---Di rumah, Ayuma masih membersihkan kotak-kotak lama peninggalan masa lalunya.Saat membuka saku kecil di dalam tas lama yang dulu ia pakai sebelum kecelakaan, jemarinya menyentuh sebuah benda keras
Last Updated: 2026-07-24
Chapter: Bab- 14: Kesaksian yang Dibungkam"Fajar! Minggir!"Teriakan Komisaris Arya memecah kesunyian bengkel.Sebuah mobil SUV hitam melaju dengan kecepatan tinggi menuju mereka. Fajar yang masih terpaku hanya sempat menoleh sebelum Ardi berlari dan menarik tubuhnya.Brak!Mobil itu menghantam rak besi di depan bengkel hingga roboh. Suara benturan keras membuat warga sekitar berhamburan keluar."Pak Arya!" seru Ardi.Arya segera mengeluarkan identitas kepolisiannya."Tutup semua jalan keluar! Jangan biarkan mobil itu kabur!"Namun pengemudi sudah lebih dulu memundurkan mobilnya, berputar cepat, lalu melaju meninggalkan lokasi.Ardi tidak mengejar.Perhatiannya tertuju pada Fajar yang terjatuh dan mengalami luka di bahu akibat tertimpa besi."Fajar, dengarkan saya."Ardi memeriksa denyut nadi dan memastikan jalan napasnya tetap terbuka."Pak Arya, kita harus membawanya ke Rumah Sakit Arayum Medika sekarang."---Beberapa saat kemudian...Fajar berada di ruang perawatan intensif. Luka di bahunya berhasil ditangani, tetapi ia m
Last Updated: 2026-07-24
Chapter: Bab- 13: Saksi yang Selama Ini MenghilangHujan semalam menyisakan embun di dedaunan. Pagi itu, Rumah Sakit Arayum Medika mulai dipenuhi pasien yang datang untuk berobat.Dr. Ardi Sebrian sedang memeriksa rekam medis ketika Dr. Dion Pratama masuk dengan wajah serius."Ardi, ada seseorang yang ingin bertemu denganmu.""Siapa?""Dia bilang namanya Arya Pradana."Ardi mengernyit. Nama itu terdengar tidak asing."Komisaris Arya?"Dion mengangguk."Katanya, ini tentang Ayuma."---Di ruang tamu rumah sakit, seorang pria berusia sekitar empat puluh lima tahun berdiri sambil memandang halaman. Seragam kepolisian tidak lagi melekat di tubuhnya. Kini ia mengenakan kemeja sederhana berwarna biru tua."Selamat pagi, Pak Arya."Arya menoleh lalu mengulurkan tangan."Sudah lama kita tidak bertemu, Dokter."Ardi mempersilakan pria itu duduk."Apa yang sebenarnya terjadi empat tahun lalu?" tanya Ardi tanpa bertele-tele.Arya menarik napas panjang."Kasus kecelakaan Ayuma... tidak pernah selesai."Ardi langsung menatapnya."Dulu saya yakin i
Last Updated: 2026-07-24