Chapter: Hujaman Seribu PertanyaanWajah Elora seketika berubah. Dominic menyadari perubahan ekspresinya.Ia segera berbalik menghadap Elora, mengabaikan mikrofon yang masih terarah kepadanya."Elora, tidak perlu menjawab nya. Ayo, kita-"Perempuan itu mengangkat wajah dan menatap wartawan di depannya. "Jika Anda ingin menulis berita, tulislah bahwa kami telah tiba dengan selamat. Itu fakta yang bisa Anda pastikan sendiri.""Apakah itu berarti Anda menolak memberikan klarifikasi?""Klarifikasi apa? Aku hanya tidak ingin membiarkan Anda memancing jawaban yang bisa dipelintir menjadi sesuatu yang tidak pernah saya katakan." Jelas Elora mantap."Sudah? Beri kami jalan. Aku dan suamiku baru saja kembali dari perjalanan jauh." Elora menggeser tubuhnya dan menggandeng lengan dominic."Ayo suamiku." Ujarnya, Dominic melihat keberanian Elora. Dominic segera memberi isyarat kepada beberapa orang yang sejak tadi bergerak mendekat tanpa Elora ketahui.Namun, Adrian masih sempat melontarkan satu pertanyaan terakhir sebelum mereka
Terakhir Diperbarui: 2026-10-21
Chapter: Sambutan Tak TerdugaPelabuhan utama sudah ramai ketika kapal mereka akhirnya merapat. Beberapa kendaraan telah menunggu di area khusus penumpang, sementara para awak kapal sibuk mengatur proses penurunan barang bawaan. Di antara kerumunan itu, seorang pria berkemeja biru muda berdiri sambil memegang kamera dan ponsel.Sebuah kartu pengenal melingkar di leher pria itu. Dia berada disana sejak pagi untuk bertugas meliput kedatangan sejumlah tokoh bisnis di pelabuhan tersebut. Merasa bosan, matanya bergerak kesana-kemari hingga memperhatikan kapal pribadi yang baru saja bersandar.Seketika rasa bosannya berubah. Matanya melihat informasi baru yang baru saja datang. Dia langsung mengenali nya. Sosok perempuan yang menjadi topik pembicaraan hingga sekarang dan pria yang berjalan di sampingnya— Dominic seorang bodyguard yang menjadi suaminya Wartawan itu segera menurunkan ponselnya, memeriksa sekali lagi wajah keduanya, kemudian membuka galeri gambar di perangkatnya dengan sebuah pesan yang mengatakan keterla
Terakhir Diperbarui: 2026-10-21
Chapter: KepulanganPagi itu, pulau yang selama hampir sebulan menjadi tempat Dominic dan Elora bersembunyi dari hiruk-pikuk dunia perlahan diselimuti kesibukan. Angin laut bertiup lembut, membawa aroma asin yang bercampur dengan wangi pepohonan basah setelah hujan semalam. Di kejauhan, sebuah kapal berwarna putih dengan lambung gelap telah bersandar di dermaga pribadi, menunggu penumpangnya kembali ke kota.Elora berdiri di depan teras vila dengan sebuah cangkir teh di tangan. Tatapannya tertuju pada kapal yang bersandar.Hampir sebulan. Waktu yang awalnya terasa panjang kini justru berlalu terlalu cepat.Di pulau ini, ia belajar mengenal Dominic dengan cara yang berbeda. Bukan hanya pria yang selalu tahu bagaimana memenuhi keinginannya, bukan pula sosok yang terbiasa menyelesaikan segala sesuatu sebelum orang lain sempat mengeluh. Di tempat yang jauh dari keramaian, Elora menemukan sisi Dominic yang jarang diperlihatkan kepada dunia. Dan tanpa disadarinya, ia mulai mengingat hal-hal kecil tentang pria
Terakhir Diperbarui: 2026-10-20
Chapter: Sebuah Keputusan BaruPagi hari di pulau tropis itu menyambut dengan bias cahaya keemasan yang menembus celah-celah tirai kamar vila. Suara deburan ombak terdengar lebih lembut, seolah ikut merayakan lembaran baru yang terbuka bagi dua insan di dalam ruangan tersebut.Elora terbangun dalam dekapan hangat lengan kokoh Dominic. Entah kapan, posisi tidurnya sudah begitu dekat dengan dominic. Seolah mencari jalannya sendiri setelah malam kemarin yang mengubah panggilan dan mengikis sedikit jarak diantara mereka. Dekapan hangat lengan dominic menghadirkan rasa aman yang terasa berbeda-beda setiap Elora mendapatkannya. Apakah karena jarak yang mulai berkurang itu? Atau karena status mereka yang berbeda sekarang dan dia menyadarinya. Dominic, yang ternyata sudah terjaga lebih dulu, menatap wajah Elora yang masih setengah sadar dengan sorot mata penuh pemujaan. Jemarinya dengan telaten merapikan helaian rambut hitam Elora yang berantakan di atas bantal."Kau sudah terlihat lebih baik. Wajahmu kembali bersinar, ap
Terakhir Diperbarui: 2026-10-19
Chapter: Antara BatasDua kali nama itu disebut, mengalir begitu ringan namun menghujam telak di antara keheningan vila yang ditemani deburan ombak.Dominic tidak langsung bergerak. Tatapannya yang tajam, yang biasanya mampu melumpuhkan lawan bicara dalam hitungan detik, kini mendadak kehilangan taringnya. Ada ketegangan yang kasat mata di udara bukan ketegangan seorang pengawal melainkan ketegangan dua insan yang sengaja meruntuhkan tembok benteng pertahanan mereka sendiri.Pria itu meletakkan sendok peraknya perlahan ke atas piring kecil di sisi mangkuk. Suara dentingan logam itu beradu pelan, seolah menjadi penanda berakhirnya batasan-batasan formal yang selama ini dia jaga mati-matian.Ia menegakkan tubuhnya, postur tegapnya kini condong ke depan, menatap Elora seolah tengah menilai apakah gadis di hadapannya ini benar-benar menyadari apa yang baru saja ia lakukan. "Elora, kau sadar dengan apa yang kau katakan?" Elora mengangguk. "Aku sadar.""Aku berpikir..... Setelah yang terjadi, saat kita disini.
Terakhir Diperbarui: 2026-10-18
Chapter: Kejutan SesungguhnyaSuasana ruang makan di vila itu terasa temaram, berat oleh angin laut malam yang berembus pelan dan suara deburan ombak yang menghantam karang di luar sana. Hanya diterangi cahaya lampu gantung kekuningan yang menggantung di atas meja kayu jati, pemandangan malam di pulau tropis itu tampak begitu intim.Dominic melangkah kecil melihat kejutan yang dimaksud oleh Elora. Di atas meja, dua mangkuk keramik putih mengepulkan uap tipis, menyebarkan aroma gurih mentega, bawang putih, dan jamur yang kaya.Elora berdiri di sisi meja dengan tangan bertaut di depan apron-nya, menatap cemas sekaligus antusias ke arah pria yang baru saja duduk di hadapannya.Dominic, dengan postur tegap khas melirik mangkuk di depannya sebelum mengangkat pandangan menatap Elora. Alis kirinya sedikit terangkat."Apa ini kejutan nya?" tanya Dominic, suaranya berat dan datar, namun matanya mengamati detail kecil dari senyuman Elora dan tangannya yang mempersilahkan. Tidak tau kapan Elora memasak nya, mungkin saat dia
Terakhir Diperbarui: 2026-10-17