Chapter: Bab 6"Ternyata kau tidak punya orang yang dicintai,” ucap Wu Qinglan dengan raut penuh kemenangan. Akhirnya, setelah berkali-kali dibuat kesal, ia mendapat kesempatan membalas pria itu. Suasana lapak mendadak sunyi, sementara Lin Xiaotao menutup mulutnya rapat-rapat.Hanya Jenderal Lu Mingyu yang tetap tenang di bangku kayunya. “Sudah kesimpulanmu?” tanya Lu Mingyu datar.“Sudah!” jawab Qinglan mantap.“Kesimpulanmu keliru,” cetus Lu Mingyu singkat. Senyum kemenangan Qinglan seketika memudar saat sang jenderal memukulkan jarinya ke meja. “Kau mengaku bisa melukis orang di dalam hati seseorang, tapi sekarang kau gagal.”“Itu karena tidak ada siapa-siapa di hatimu yang seperti batu!” sergap Qinglan tak mau kalah.“Itu hanya dugaan,” balas Lu Mingyu santai, membuat Qinglan mendidih teringat perdebatan mereka kemarin. “Kegagalanmu barusan tidak membuktikan aku tak memiliki seseorang. Bisa jadi kemampuan mistis yang kau pamerkan ini memang tidak pernah ada. Kau bisa saja mengenal pelangg
Terakhir Diperbarui: 2026-09-17
Chapter: Bab 5"Nona Wu! Nona Wu!" Suara teriakan diiringi gedoran keras pada pintu kayu memecahkan keheningan pagi, memaksa Wu Qinglan terbangun dari tidurnya. Ia membuka mata dengan susah payah, merasakan kepalanya masih berdenyut lelah. "Nona Wu, cepat keluar!" teriak suara di luar. Qinglan menarik selimut kusamnya menutupi kepala. Semalam ia baru bisa memejamkan mata setelah memikirkan keanehan tangan kanannya sampai larut malam. Bahkan dalam mimpi buruknya, kuas-kuas berkaki mengejarnya seraya membawa gulungan lukisan Jenderal Lu Mingyu. Sungguh mengerikan, terutama bagian wajah sang jenderal yang sedingin es. "Yuehua!" Lin Xiaotao berlari masuk ke kamar dengan wajah pucat pasi. Qinglan membuka sebelah matanya lemas. "Rumah terbakar?" "Tidak!" sahut Xiaotao tersengal-sengal. Qinglan menarik selimutnya kembali. "Kalau begitu biarkan aku tidur." "Tapi ada banyak sekali orang berkumpul di luar!" seru Xiaotao panik seraya menarik lengan Qinglan. Qinglan akhirnya bangkit berdecak
Terakhir Diperbarui: 2026-09-15
Chapter: Bab 4"Bukan aku yang melukisnya ...," bisik Wu Qinglan pelan seraya menatap tangan kanannya sendiri. Kelima jarinya masih gemetar hebat. Kalimat itu terasa konyol di telinganya. Jika diucapkan pada orang lain, Qinglan pasti menjadi orang pertama yang akan tertawa mencemooh. Kuas itu jelas berada di dalam genggamannya, tinta hitam digoreskan oleh tangannya, dan teknik yang terukir nyata-nyata milik raga ini. Namun, ia bersumpah sama sekali tidak pernah melihat sosok pria dalam lukisan tersebut. "Berapa bayaran yang kau inginkan?" Suara halus gadia itu memutus kebingungan Qinglan. "Apa?" sahut Qinglan tersentak. Gadis berbusana bangsawan itu telah memeluk erat kertas lukisan tersebut ke dadanya. Matanya masih berkaca-kaca, namun raut terkejut di wajahnya kini berganti menjadi kebahagiaan yang membuncah. Qinglan menggeleng cepat seraya menahan tangan Meilin. "Tunggu dulu. Aku ingin memastikan sesuatu." "Apa lagi?" tanya gadis itu heran. "Kau benar-benar tidak pernah bertemu de
Terakhir Diperbarui: 2026-09-15
Chapter: Bab 3 "Berikan lukisan palsu itu kepadaku," tegas Wu Qinglan menatap lurus ke iris mata hitam Jenderal Lu Mingyu tanpa rasa gentar. Keheningan seketika menyelimuti aula pengadilan yang megah. Lu Mingyu tak langsung menjawab; ia hanya menatap Qinglan dengan iris mata setenang permukaan danau di musim dingin. Entah mengapa, ketenangan yang angkuh itu justru membuat Qinglan makin gusar. "Apa kau tuli?" cetus Qinglan tanpa sadar. Alis Lu Mingyu terangkat sedikit. Qinglan mendadak merinding dan segera mengatupkan bibirnya rapat-rapat. Astaga, mulutku! "Aku mendengarnya," jawab Lu Mingyu dingin seraya bangkit berdiri. Barulah Qinglan menyadari betapa tinggi dan tegapnya pria itu. Saat duduk saja auranya sudah menekan, kini setelah berdiri penuh, Qinglan refleks mundur setengah langkah. Lu Mingyu melangkah santai menuju lemari kayu cendana, mengambil sebuah gulungan kain sutra tebal, lalu meletakkannya di atas meja. Buk! "Lihat," perintah Lu Mingyu singkat. Qinglan
Terakhir Diperbarui: 2026-09-15
Chapter: Bab 2Wu Qinglan menatap bangunan kayu kecil di hadapannya dengan ekspresi yang sulit dijelaskan. Ia sudah mempersiapkan diri melihat rumah sederhana setelah melewati gang sempit yang semakin lama semakin kumuh.Namun, ia tetap tidak menyangka tempat tinggalnya sekarang hanya terdiri dari tiga ruangan kecil dengan halaman yang bahkan tidak lebih luas dari kamar apartemennya dahulu di dunia modern."Kenapa diam saja?" tanya gadis muda yang sejak tadi memapahnya seraya mendorong pintu kayu. "Masuklah, Yuehua."Nama itu lagi. Qinglan melangkah masuk mengikuti sahabat raga ini. Matanya bergerak cepat mengamati isi rumah: sebuah meja kayu tua, dua kursi rapuh, lemari kecil, tungku tanah liat, dan rak berisi beberapa mangkuk retak. Tak ada satu pun benda berharga.Namun, pandangannya mendadak mengunci sebuah ruangan di sebelah kanan. Kuas berbagai ukuran, batu tinta, gulungan kertas, dan pigmen warna berserakan rapi di atas meja.Beberapa lukisan bersandar pada dinding tanah. Langkah Qinglan
Terakhir Diperbarui: 2026-09-15
Chapter: Bab 1"Yuehua! Yuehua, bertahanlah!"Di tengah paru-parunya yang terasa terbakar, sayup-sayup Wu Qinglan bisa mendengar suara teriakan seorang wanita. Pandangannya buram, dan tubuhnya terasa melayang di dalam air.Ia langsung terbelalak, namun sebelum sempat menyelamatkan dirinya sendiri, sebuah tangan kokoh sudah menariknya ke tepian daratan.Sesampainya di pinggiran berbatu yang licin, Qinglan dibaringkan lemas. Ia terengah-engah dengan dada naik turun tak beraturan. Dari balik pandangannya yang samar, ia melihat seorang perempuan muda seusianya merambat keluar dari air dengan susah payah."Kau gila?!" bentakan keras mendadak memecahkan keheningan pikiran Qinglan.Perempuan berwajah pucat itu berdiri bertolak pinggang di depannya dengan napas tersengal-sengal. "Apa kau memang sengaja mau bunuh diri?! Jangan hanya gara-gara si 'Batang Kayu' itu menolak membuka kembali kasus ayahmu, kau jadi kacau dan melompat seperti ini!"Bunuh diri? Si Batang Kayu? Kasus ayahku?Qinglan membelal
Terakhir Diperbarui: 2026-09-15