
Mantan Bos
"Mari kita buat komitmen. Kau tidak akan pernah pergi dan aku tidak akan pernah berubah. Bahkan jika kau masih ragu, kita bisa membuatnya di atas kertas." -Eros Kalandra Karisma
"Apapun akan aku maafkan, tetapi tidak dengan perselingkuhan." -Izora Kanaya Lavina
***
Putra bungsu keluarga kaya raya pemilik perusahaan KA Group merupakan salah satu perusahaan pemroduksi makanan siap saji terbesar di Asia. Anak yang sangat diharapkan kehadirannya dan dicintai oleh kedua kakaknya. Pintar, tampan, tinggi, sehat, disegani, dan mendapat gelar sebagai si mata elang pengusaha muda. Mata elang di sini karena pria itu mampu menemukan kesalahan sehelai rambut sekalipun yang terjadi di perusahaannya.
Dia adalah Eros Kalandra Karisma.
Jika seorang manusia tidak ada yang sempurna, maka Eros adalah orang yang mendekati kata sempurna.
Ya, itulah yang dipikirkan oleh semua orang tentang betapa beruntungnya menjadi seorang Eros.
Namun, itu dari kacamata mereka bukan dari kacamata pria itu. Bagaimana kehidupannya hanya Eroslah yang mengetahui dan merasakannya.
Jika kalian berharap kehidupan seperti Eros lebih baik buang jauh-jauh mimpi itu. Sungguh! Jika kalian tahu bagaimana kehidupannya yang sebenarnya, bertukarpun kalian tidak akan sudi.
Karena dibalik kesempurnaan yang dimilikinya ada alasan yang begitu menyedihkan untuk diungkapkan.
Cukup ikuti saja perjalanan hidup seorang Eros untuk menggapai kebahagiaannya.
Read
Chapter: Bab 164 |Akhir Kisah Ini (Bagian 3) TAMAT!Hari ini langit Tokyo bergitu cerah, hangatnya matahari pagi menyambut dengan riang orang-orang yang sedang berjuang meraih mimpi atau tujuan hidupnya. Namun, berbeda untuk Eros, suasana hati pria itu begitu mendung dikarenakan sudah hampir dua minggu pria itu berada di Jepang akan tetapi sampai saat ini dia belum mendapatkan satu informasipun dimana keberadaan mantan istrinya tersebut, padahal Eros sudah mengerahkan semua detektif suruhannya untuk mencari Zora di setiap kota di negeri sakura ini, akan tetapi sampai saat ini dia belum mendapatkan kabar baik. Karena mustahil dia bisa mencari wanita itu dengan cepat jika hanya mengandalkan keberuntungan. Walaupun Eros mengerahkan banyak orang untuk mencari, tetapi pria itu juga tetap bergerak tidak hanya berdiam diri dan menunggu kabar. Seperti hari ini Eros sedang berjalan-jalan di salah satu taman di kota tersebut, berharap jika Zora ada di sana mengingat wanita itu sangat menyukai taman. Saat sampai di sana, pikiran
Last Updated: 2022-02-12
Chapter: Bab 163 |Akhir Kisah Ini (bagian 2)Pria itu – Eros langsung disambut oleh langit Jepang yang masih cukup terang padahal arlojinya sudah menunjukkan jam lima sore yang artinya sekarang sudah jam 7 malam di jepang mengingat Indonesia tempatnya tinggal dengan Tokyo memiliki selisih dua jam.Setelah delapan belas jam perjalanan memakai pesawat dan tanpa memejamkan mata sedetikpun akhirnya pria itu sampai juga di bandara internasional Tokyo – Jepang.Eros menarik napasnya untuk mendapatkan oksigen yang cukup untuk paru-parunya. Setelah merasa penuh pria itu membuangnya secara perlahan dan ia melakukannya berulang kali. Dengan hanya bermodalkan tekad dan sedikit keberuntungan pria itu berharap bisa menemukan wanitanya di Negara yang terkenal dengan bunga sakuranya tersebut. Karena hanya itulah petunjuk yang ia miliki.Namun, bagaimanapun Eros sudah sangat bersyukur, setidaknya dia tahu bahwa Zora ada di negara ini, itu masih jauh lebih baik dari pada ia harus berkeliling ke seluruh dunia un
Last Updated: 2022-02-08
Chapter: Bab 162 |Akhir Kisah Ini (bagian 1)Hari ini, detik ini, masih di langit dan bangunan yang sama Eros akan memperjuangkan kebahagiaannya. Dengan masih memakai setelan kerjanya pria itu berdiri di depan pintu kediaman mantan mertuanya, menunggu seseorang di dalam berbaik hati membukakan pintu untuknya. Selama mereka tidak memberitahu di mana keberadaan Zora, Eros tidak akan pernah lelah memaksa dan meyakinkan kepada kedua orang tua wanita itu bahwa ia bersungguh-sungguh mencintai putri mereka, bahwa ia tidak pernah sekalipun ada niatan untuk menyakiti hatinya. Sementara di dalam rumah itu sepasang suami istri tersebut sedang duduk – berpura-pura – santai di ruangan tamu, berpura-pura membutakan mata mereka jika di luar sana ada seseorang yang sedang berdiri menunggu mendapatkan kesempatan kedua. Namun, yang namanya hati seorang wanita terlebih seorang ibu tetap saja sekecewa-kecewanya, semarah-marahnya dia, hatinya tetaplah lembut. “Jangan sekalipun kau membukakan pintu untuknya!”
Last Updated: 2022-02-05
Chapter: Bab 161 |Kutitipkan Dia PadamuSetelah menahan rasa sakit diperutnya berjam-jam kemudian syukurlah sakit itu berangsur-angsur menghilang. Dengan gerakan pelan Kirana mengelap keringatnya dan berulang kali menarik napasnya. Kirana bertanya-tanya pada dirinya sendiri, “Ada apa dengan perutku? Kenapa rasanya sesakit ini?” Setelah itu ia beranjak untuk mengambil tas dan kunci mobilnya yang tergantung tidak jauh dari tempatnya sekarang untuk bergegas ke rumah sakit. Selain untuk memeriksakan kandungannya, Kirana juga kesana untuk menjenguk ibu mertuanya. Walaupun hubungan mereka tidak baik setelah masalah perselingkuhan palsu yang diciptakannya, tetapi tetap saja ia masihlah seorang menantu dan bagian dari keluarga itu. Dengan masih memegang perut besarnya Kirana mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Dia tidak ingin mengambil risiko datang ke rumah sakit dengan dibawa mobil ambulance karena mengalami kecelakaan. *** Muak dengan semua pembicaraannya akhirnya Eros memi
Last Updated: 2022-02-04
Chapter: Bab 160 |Minta PertolonganDua pria yang sama-sama memiliki wajah tampan dan berkharisma jika sedang bekerja itu kini sedang duduk di sebuah taman rumah sakit. Saling berdiam diri, tetapi tidak dengan pikirannya. Entah apa yang sedang dipikirkan kedua pria yang hanya memiliki selisih usia satu tahun itu, tentu saja yang mengetahuinya hanya dirinya sendiri dan Tuhannya yang tahu. Sampai satu orang pria yang tidak terlalu nyaman dengan keterdiaman ini akhirnya membuka suaranya setelah satu jam lebih mereka berdiam di sana. “Kak Naura sudah melahirkan,” ucap pria tersebut yang tidak lain adalah – Endru - dengan tatapan datarnya dan tanpa menoleh ke arah orang yang sedang diajaknya bicara. Pria satunya yang tentu saja sudah dapat kita tebak siapa menolehkan kepalanya, pria itu tidak lantas menjawab karena ia yakin sang kakak belum menyelesaikan perkataannya, karena tidak mungkin dia hanya akan memberitahukan bahwa kakak pertamanya telah melahirkan, dia sudah mengetahuinya. Maka yang dilaku
Last Updated: 2022-02-03
Chapter: Bab 159 |Si Kembar“Dia begitu mirip denganmu, Sayang,” ucap Arya ketika bayi kembar mereka sudah diperbolehkan tidur di ruangan yang sama dengan ibunya. “Matanya, hidungnya, bahkan bentuk bibirnya juga benar-benar fotocopy dari ibunya. Hmm, sedikitpun tidak ada yang meniru dariku.” Naura hanya tersenyum mendengar suaminya terus memuji wajah tampan bayi laki-lakinya yang memang lebih mirip dengannya. Namun, pria itu tidak boleh cemburu karena wajah bayi perempuannya lebih mirip dengannya. “Dan bayi perempuan kita mirip denganmu, Sayang,” balas Naura ikut memperhatikan wajah-wajah si kembar. Pria itu menoleh di mana istrinya berada, lalu pria itu tersenyum seraya mengusap puncak kepala istrinya dan kembali mengucapkan terima kasih karena sudah melahirkan si kembar yang kini sedang tertidur pulas di dalam box bayinya, tidak terganggu sama sekali dengan obrolan orangtuanya yang sedang membicarakan mereka. “Terima kasih atas perjuangmu yang luar biasa ini dalam melahirkan s
Last Updated: 2022-01-31
Chapter: BAB 61-Nature Squad (Chat)Berikut kehebohan di grup Nature Squad tentang rencana liburan sekolah mereka. Sebenarnya bukan libur panjang hanya liburan sebelum ujian tiba. Ya cuma 3 hari dan tempat liburannya pun masih di Indonesia tepatnya di daerah Banten. Rain | pukul 12:00 Guys bang Di bawa pacarnya, boleh gak? Bintang | pukul 12:02 @dirgantara Wiiih punya pacar lu? Rain | pukul 12:03 Lah belum cerita bang? Waaah parah @dirgantara Rain | pukul 12:03 Ini aja kita lagi jalan bertiga Bintang | pukul 12:04 Lah ngapain lo ikut? Cosplay jadi nyamuk lo?" Samudra | pukul 12:10 Hahahahaaaaaa cosplay jadi tonggeret dia mah Samudra | pukul 12:12 Dah lah giliran gue muncul lo pada ilang. Rain | pukul 14:05 Dih datang-datang langsung ngebully. Gak like. Dirgantara | pukul 19:01 Berisik! Samudra | pukul 19:08 Cie abang abis ngapel cie.. Dirgantara | pukul 19:09 Dih kapan gue jadi abang lo? Bintang | pukul 19:11 Jleb banget. Rain | pukul 19:11 Hahahaa rasain! Samudra | pukul 19:15 yang kamu laku
Last Updated: 2026-01-13
Chapter: Bab 60-Dirgantara dan Dua GadisnyaSetelah dirasa kondisi Samudra sudah lebih baik ia pulang ke rumah dengan diantar oleh Sarah agar orangtuanya tidak curiga telah dibohongi. Sepanjang perjalanan Sarah tidak berhenti mengomelinya karena mengajaknya untuk berbohong padahal gadis itu paling tidak mau membohongi paman dan bibinya, tapi sepupunya dan kakaknya sudah terlanjur menyeret namanya dalam kebohongan tersebut. "Pokoknya ini terakhir kali kamu nyuruh aku bohong ya. Kalau bohong, bohong aja sendiri gak usah nyeret nama orang lain," oceh Sarah. Tanpa menoleh dan tetap memperhatikan jalan di depannya, Samudra menimpalinya setengah tak acuh. "Iya Sarah, iyaaa. Lo udah bilang ini puluhan kali." Oh tidak. Menjawab di saat seorang wanita sedang kesal bukan hal yang baik. Terbukti sekarang sarah mendelik sinis kearahnya serta berdecak keras. "Iya, iya, terus abis itu dilakuin lagi. Dah lah udah ketebak. Aku tau kamu, Sam. Bocah nakal." Samudra tidak membalasnya. Biarkanlah sepupunya itu terus mengoceh sepanjang jala
Last Updated: 2026-01-07
Chapter: Bab 59-Bertemu Camer di Depan Gereja TuaSejak matahari masih malu-malu untuk menampakkan sinarnya Binar beserta kedua orang tuanya sudah berada di sebuah gereja untuk melaksanakan ibadah pagi. Di bangku kayu berwarna coklat hangat Binar duduk dengan khidmat sebelum kemudian semua jamaat berdiri seraya mengangkat tangan kanannya untuk melakukan pujian dan penyembahan. Lagu-lagu pujian menggema di dalam gereja. Kemudian setelah selesai para jamaat kembali duduk untuk sesi do'a. Diantaranya do'a untuk pengampunan dosa, do'a syafaat, dan doa syukur dan dilanjutkan dengan pembacaan alkitab. Kedua tangan Binar memegang alkitab, obsidian kembarnya membaca dengan penuh khidmat dan keimanan. Lalu kedua telinganya mendengarkan khotbah yang disampaikan pendeta. Tidak ada pikiran duniawi, semua pikiran dan hatinya ia fokuskan hanya untuk memuji Tuhan. Setelah semua rangkaian ibadah selesai Binar baru membuka handphone nya dan ternyata sudah ada 2 pesan masuk yang dua-duanya dari kekasihnya. Pesan itu berisi ucapan selamat pagi se
Last Updated: 2026-01-04
Chapter: Bab 58- Jalan Pagi dan Mengakui KesalahanSuara kicau burung milik tetangga menyapa orang-orang yang sedang olahraga pagi di komplek perumahan. Sepasang saudara itu salah satunya. Walaupun si adik terus merengek kelelahan, tetapi si kakak mengabaikan daan justru menarik lengan si adik agar ikut berlari dengannya meski harus sedikit memelankan kecepatannya. Dirga memberikan semangat, "Dikit lagi Rain. Lo bisa!" Sedangkan gadis itu justru semakin merajuk bahkan hampir menangis karena kakinya sudah sangat pegal. Ia rasa sebentar lagi kakinya akan lepas dari tempatnya. "Capeeeek." Dirga menghela napas dan akhirnya mengajak Rain makan ke tukang bubur ayam langganan mereka di luar komplek perumahan. Kedua kakak beradik itu berjalan berdampingan dan sesekali yang lebih besar menggoda dengan kembali berlari meninggalkannya. Rain berteriak, "Bang Di tungguin!" Setelah sampai di tempat tukung bubur ayam langganan, Rain pun langsung duduk dengan wajah yang masih cemberut karena ditinggalkan. Sedangkan si pelaku justru anteng-a
Last Updated: 2026-01-02
Chapter: Bab 57-Ditemenin BoboDokter Leon meminta satu kamar inap untuk sepupunya dan setelah mendapatkan kamar kosong ia langsung membawanya ke sana. Samudra dipasang masker oksigen untuk membantu pernapasannya yang hilang timbul. Setelah itu Dokter Leon menghubungi seseorang dan jika dilihat dari gaya bicaranya tidak salah lagi ia menghubungi orang tuanya Samudra. “Kak.” Panggil Samudra melepas masker oksigennya. Tahu apa yang sedang dipikirkan oleh sepupu keras kepalanya tersebut Dokter Leon langsung menempelkan jari telunjuk dan ibu jarinya berbentuk bulatan sedangkan tiga jari lainnya ia acungkan. Seakan mengatakan, oke tenang saja mereka tidak tahu kamu ada di sini. “Iya, Tante gak usah cemas Sam aman bersamaku,” pungkasnya sebelum mengakhiri teleponnya. “Bundamu gak tau kamu di sini. Aku bilang malam ini kamu menginap di rumahku karena besok ada ulangan dan meminta Sarah mengajarimu belajar.” Jelas Dokter Leon seraya memeriksa keadaan jantuk milik sepupunya tersebut. Samudra menimpali dengan su
Last Updated: 2025-12-24
Chapter: Bab 56-Bolehkah?Hari sudah sore saat mereka menyelesaikan berkeliling sekolah tersebut. Samudra memasangkan helmnya membuat gadis itu harus menahan napas karena gugup. Viola tersenyum malu serta pura-pura membenarkan letak helm nya untuk menutupi kegugupannya. "Makasih." “Untuk?” tanya Samudra sengaja menggoda gadis itu. “Untuk ini.” Tunjuknya pada helm putih yang sudah terpasang di kepalanya, “dan untuk hari ini. Makasih udah mewujudkan mimpi yang kupikir cuma akan menjadi sebuah angan.” “Sama-sama,” balas Samudra juga mengulas senyum, “lo bisa ngandelin gue.” Lanjutnya dengan berbangga diri. Tidak terasa waktu cepat berlalu. Rasanya baru saja gadis itu mengeluh kepanasan, kini sang raja sinar sudah hampir bersembunyi. Ia sangat bersyukur kepada Tuhan karena telah mempertemukannya dengan Samudra, laki-laki yang mengubah warna hidupnya yang kelabu menjadi lebih berwarna. Kini Viola semakin takut dengan kematian. Ia tidak ingin meninggalkan kebahagiaan yang baru saja dirasakannya, ia tidak ingin
Last Updated: 2022-01-11