author-banner
Audreynatasha20
Audreynatasha20
Author

Novels by Audreynatasha20

Bertemu di Perancis

Bertemu di Perancis

Jarak bukanlah suatu penghalang untuk menjalin persahabatan, dan persahabatan yang dipisahkan oleh jarak bukanlah tidak mungkin untuk saling bertemu. Maskapai penerbangan Air France akan membawanya melintasi jarak menuju awan menuju Bandara Charles de Gaulle di Paris, pintu gerbang negeri impiannya Perancis dengan keanggunan Menara Eiffel nya untuk bertemu dengan seseorang di Pont d'Avignon.
Read
Chapter: 21. Bye Paris, a la Prochaine
"Ya ampuun, Chrystal!"Seketika Chrystal kaget, itu kan suara Fio, mengapa tiba-tiba Fiola ada di sini? Sejak kapan dia ada di sini ya dan ngapain juga dia nyusul aku ke sini?Chrystal memandang ke sekelilingnya, semuanya terlihat gelap. Masih sama gelap seperti tadi, bahkan sekarang benar-benar sangat gelap. Tidak ada lagi lampu-lampu yang indah tadi. Lampu-lampu indah bentuk hati yang mengelilingi dirinya dan Ares, semuanya tiba-tiba hilang entah ke mana, yang ada hanya gelap. Chrystal melihat ke atas, di sana di atas atap juga gelap. Tidak ada lagi lampu-lampu yang tergantung indah berbentuk hati yang mengelilingi dirinya dan Ares, semuanya tiba-tiba menghilang begitu saja. Semuanya berubah menjadi gelap, benar-benar gelap. Tak ada setitik cahaya pun yang tampak.Chrystal kembali mencoba melihat ke langit di atas atap transparan itu, tapi Chrystal tidak melihat bintang-bintang yang tadi gemerlap bertaburan di langit malam di atas Kota Paris itu. Chrystal melihat ke luar jendela kac
Last Updated: 2022-12-23
Chapter: 20. Midnight in Paris
Cinta itu aneh .... Datangnya tak tau arah, dan tak kenal waktu,tak tau tempat berlabuh .... Tapi cinta itu berjuta rasanya .... ***Setelah menunggu cukup lama dalam antrean di depan lift, akhirnya Chrystal dan Ares pun berada di dalam lift yang akan membawa mereka menuju lantai dua La Tour Eiffel. Angin bertiup dingin saat Chrystal melangkahkan kaki keluar dari lift, tapi angin dingin itu terlupakan seketika. Kota Paris yang indah memukau tampak membentang di hadapannya. Kota Paris di malam hari yang bertabur cahaya lampu yang berwarna-warni, benar-benar telah menghipnotisnya dengan keindahan yang luar biasa, yang belum pernah dilihatnya. Chrystal sesaat terdiam, terpana dengan hati berbunga-bunga. Chrystal sangat bahagia. Ya, saat ini Chrystal sedang berada di atas kota cahaya ini. Dari balkon lantai dua monumen ini terlihat seluruh Kota Paris yang gemerlapan. Tampak di kejauhan Sungai Seine di bawah sana, airnya mengalir berkilauan dalam pantulan cahaya aneka warna lampu-la
Last Updated: 2022-07-16
Chapter: 19. La Tour Eiffel
Chrystal menutup pintu kamar apartemen auntynya. Hari ini adalah hari terakhir Chrystal di Kota Paris ini, dan hari ini ia merasa sangat bahagia. Pagi hari ini ia disambut dengan sunrise yang indah di ufuk Timur Kota Paris ini. Lalu berjalan menyusuri Kota Paris di pagi hari bersama aunty yang sangat disayanginya. Petit dejeuner yang istimewa bersama aunty Vee yang sudah sekian lama dirindukan nya. Ya, aunty Vee memang selalu memanjakan nya sejak ia masih kecil dulu, aunty Vee sangat menyayangi nya. Menghabiskan waktu seharian bersama aunty Vee membuatnya benar-benar merasa sangat bahagia. Hari ini adalah hari pertama nya menyusuri jalan-jalan setapak di Kota Paris, tapi hari ini juga adalah hari terakhir nya berada di kota ini, bahkan hari terakhir nya di Prancis, karena besok pagi ia harus kembali pulang ke Jakarta. Besok pagi saat hari berganti, saat mentari pagi belum muncul, berarti aku sudah berada di dalam pesawat yang akan membawaku kembali pulang ke rumah. Besok aku akan k
Last Updated: 2022-07-09
Chapter: 18. Petit dejeuner
Chrystal dan auntynya berjalan perlahan menyusuri jalan Rue des archives menuju kafe Le Ju.’ Aunty Vee sering menikmati sarapan paginya di tempat ini, selain Les Marronnies, yang letaknya tidak jauh dari kafe Le ju’ ini. Kafe Le ju’ adalah salah satu kafe favorit di Kota Paris untuk menikmati sarapan kesukaan aunty Vee. Menurut aunty Vee, makanannya super duper lezat, tempatnya nyaman dan harganya bersahabat dengan kantong alias tidak terlalu mahal dibandingkan tempat lainnya. Kafe Le ju’ terletak di 16 Rue des archives di Kota Paris. Tidak sulit untuk menemukan tempat ini, selain berada di pusat kota tempat ini juga cukup terkenal. Cocok buat turis atau orang yang ingin makan enak dengan budget yang lebih ringan. Cuaca pagi cukup cerah karena mentari menampakkan sinarnya di ufuk cakrawala, menebarkan sedikit kehangatan di musim dingin yang terasa sangat dingin. Chrystal dan aunty Vee memakai mantel panjang yang tebal berlapiskan bulu angsa di dalamnya dengan selendang wol menutupi
Last Updated: 2022-06-05
Chapter: 17. Harus Segera Pulang
“Lama amat sih lu ngangkat telepon gue, Chrys.” Suara Fiola terdengar dari seberang sana begitu Chrystal menerima panggilan video call darinya.“Lagian siapa suruh lu telepon gue pas gue lagi mandi.”“Gue jadi ga bersih nih mandinya," balas Chrystal.“Gila lu Chrys, beneran lu udah nyampe Paris?“ tanya Fiola tak percaya.“Iya dong, gimana keren ga? Keren kan, Fi?"“Widiiih keren, keren Chrys! Keren abis.”“Keren banget sih lu, Chrys!” Fiola terus nyerocos seperti mercon yang sumbunya baru saja disulut korek api.“Btw gue juga pengen dong Chrys, pengen liat sunrise di Paris nya.”“Masih ada ga Chrys sunrisenya?“ Fiola bertanya dengan tidak sabar.“Duuh gila, keren bet sih lu Chrys.” “Hehe, satu-satu napa Fi nanyanya.""Beneran nih lu pengen liat?“ tanya Chrystal yang membuat Fiola jadi semakin penasaran.“Ya iyalah Chrys, masa lu doang yang liat, ajak-ajak gue napa, Chrys!““Kasih liat ga ya?“ Chrystal sengaja menggoda Fiola, membuat Fiola tambah semakin penasaran.“Jangan canda lu
Last Updated: 2022-05-02
Chapter: 16. Bonjour Paris
Chrystal melihat jam yang terletak di atas meja di samping tempat tidurnya. Jarum jam itu menunjukkan pukul enam lewat sepuluh menit. Ia segera menyibakkan selimut tebal yang menutupi tubuhnya lalu bangun dari tempat tidurnya yang besar kemudian berjalan menuju jendela besar yang ada di kamarnya. Ia membuka kedua tirai putih yang menutupi kedua jendela kamarnya itu dan menariknya ke sisi pinggir jendela.Di hadapannya tampak sebagian Kota Paris yang terbentang jauh di bawah sana, dan terlihat mulai semakin ramai. Matahari pagi mulai muncul dari kejauhan di ufuk timur Kota Paris. Bangunan pencakar langit di sekitar apartemen auntynya ini tampak masih diterangi lampu-lampu, demikian juga lampu-lampu jalanan dan taman-taman kota masih terlihat menyala. Chrystal melayangkan pandangannya jauh ke bawah, di sana tampak Menara Eiffel dari kejauhan. Menara itu terlihat begitu anggun berdiri tegak menjulang paling tinggi di antara bangunan-bangunan pencakar langit lainnya. Bangun
Last Updated: 2022-04-09
Laurene

Laurene

Laurene adalah cewek kutu buku, kemanapun selalu membawa buku. Cewek ini mempunyai teman cowok yang bernama Tony. Tony cowok yang anti mainstream, malah terkesan seenak jidatnya sendiri. Hubungan mereka sangat dekat sampai ada seorang siswa baru datang ke dalam kehidupan Laurene, yang membuat hubungan pertemanan mereka merenggang. Yang lebih mengangetkan adalah siswa baru ini menyukai Laurene, membuat Tony merasa kesal. Terjebak cinta segitiga membuat Laurene bingung mau memilih yang mana? Dapatkah Laurene dan Tony bersatu kembali? Siapakah yang akan Laurene pilih sebagai cinta sejatinya?
Read
Chapter: 19. Langit Orange Merah
Cinta kadang tak butuh kata-kata ...Cinta adalah sebuah rasa ...Rasa yang indah tak terlukiskan oleh kata-kata ...Rasa yang kadang tak butuh rangkaian kata-kata indah Laurene melayangkan pandangannya ke penjuru kantin, tapi Sella belum terlihat. Ia ingat chat yang dikirim oleh Sella tadi katanya dia sudah sampai di kantin. Laurene terus melayangkan pandangannya ke seluruh penjuru kantin, berharap Sella akan muncul tetapi hasilnya nihil. Sella kenapa belum kelihatan juga ya? Bukannya tadi dia sendiri yang bilang udah sampai di kantin. ApaSellabelum sampai ke kantin tapi dia bilang udah sampai kantin ya?Dasar nih anak, paling suka ngerjain deh! Kalau tahu Sella belum datang,
Last Updated: 2021-12-25
Chapter: 18. Catatan Kecil untuk Shawn
Keindahan yang terlihat di depan mata kadang kala hanyalah keindahan semu semata, yang mungkin saja akan sirna saat mentari tenggelam di balik kegelapan malam, dan menghilang saat gelap tersapu dan diterpa berkas cahaya mentari pagi hari yang merona... Sekarang sudah pukul tiga sore, tetapi Laurene belum bisa segera pulang ke rumahnya karena sore ini masih ada kegiatan ekskul paduan suara. Laurene membuka kunci pintu ruang musik, melangkah masuk, lalu meletakkan tas sekolahnya di atas meja di dalam ruang musik itu. Ruangan musik itu masih sepi, bahkan sangat sepi sehingga detik-detik jarum jam di dinding ruangan itu terdengar sangat jelas olehnya. Detik-detik jarum jam tersebut terus berdentang tiada hentinya, sesaat telah menyadarkan Laurene bahwa waktu terus berputar meninggalkan detik demi detik di belakangnya, dan
Last Updated: 2021-08-25
Chapter: 17. Tak Percaya
Laurene masuk ke dalam kamarnya. Hari ini adalah hari yang sangat melelahkan bagi Laurene. Hari pertama ia masuk sekolah kembali setelah dua hari harus istirahat di rumah. Banyak catatan pelajaran yang tertinggal yang harus ia catat, ada juga beberapa tugas susulan yang harus segera ia selesaikan. Untunglah tubuhnya sudah lumayan pulih kembali, dan pusing di kepalanya pun sudah menghilang. Ia membawa segelas susu hangat dan roti rasa kopi yang tadi dibuatkan mama untuknya, lalu meletakkannya di atas meja belajarnya. Susu vanilla yang hangat terasa nyaman mengalir di tenggorokannya, namun roti rasa kopi di hadapannya tidak terlalu membuatnya berselera seperti biasanya. Terbayang kembali kejadian di sekolah tadi siang, terbayang kembali semua kata demi kata dari cerita Sella padanya tadi di ruang padus. Mereka berdua sengaja ngumpet di
Last Updated: 2021-08-08
Chapter: 16. Telpon dari Sella
Laurene baru keluar dari kamar mandi, baru selesai mandi sore. Tubuhnya terasa jauh lebih segar sore ini. Air hangat yang tadi mengguyur tubuhnya, membuat sekujur tubuhnya sekarang terasa lebih segar. Ditambah dengan tidur yang cukup semalam, asupan makanan yang bergizi dan vitamin dari dokter Adrian. Sore ini, Laurene benar-benar merasa jauh lebih sehat. Kepalanya sudah tidak terasa pusing lagi, dan tubuhnya juga tidak terasa lemas tak bertenaga lagi. Ia merasa semuanya terasa jauh lebih baik. Laurene mulai merapikan buku-buku pelajarannya, lalu ia melihat jadwal pelajaran untuk besok, dan memasukkan buku-buku yang harus dibawanya ke sekolah besok. Ia memeriksa kembali semua pekerjaan rumahnya untuk besok, untunglah pekerjaan rumah buat besok sudah selesai ia kerjakan semuanya. Besok aku akan masuk sekolah kembali. Tidak
Last Updated: 2021-08-02
Chapter: 15. Jarak yang Tak Berjarak
Kadang jarak itu sulit didefinisikan ....Dekat tak berjarak kadang justru membuat jarak ....Jauh berjarak kadang membuat tak ada jarak. Laurene sudah mencoba untuk tidur kembali, tapi matanya tidak mau diajak kompromi. Ia tidak bisa tidur kembali. Ia pun bangun dari tempat tidurnya, dan minum susu panas yang dibuatkan mama untuknya, lalu menyalakan laptopnya dan memutar lagu dari penyanyi kesayangannya, Taylor Swift. Laurene mencoba merapikan meja belajarnya, satu demi satu buku-buku yang berserakan di atas meja belajarnya itu dirapikannya. Laurene memandang boneka teddy bear warna pink di lantai di samping lemari bukunya itu, di sana masih tergeletak beberapa balon yang berwarna warni di samping boneka teddy bear yang besar itu. Ia melihat kembali kartu ucap
Last Updated: 2021-07-28
Chapter: 14. Hari Libur Sekolah
Kring ... kring ... kring. Suara jam beker di atas meja kecil di samping tempat tidur Laurene berbunyi kencang, membuat Laurene terbangun dari tidurnya. Tadi malam Laurene tidur sangat nyenyak. Entah berapa jam ia sudah tertidur, terasa lama sekali. Pagi ini tubuhnya terasa lebih segar, walaupun masih sedikit pusing. Laurene ingin segera bangun dan mandi lalu bergegas berangkat ke sekolah seperti biasanya, tapi semua itu tidak jadi ia lakukan. Hari ini ia tidak bisa pergi ke sekolah, mama tidak mengizinkannya pergi ke sekolah. Kemarin dokter Adrian sudah membuatkan surat izin untuk tidak pergi ke sekolah agar Laurene hari ini dapat beristirahat di rumah. Mama juga sudah menitipkan surat dokter itu pada Sella untuk disampaikan ke Bu Lela, guru wali kelas mereka. Apa yang akan aku lakukan hari ini ya? Berdiam diri d
Last Updated: 2021-07-22
Bayangan di Balik The Obsidian Crown

Bayangan di Balik The Obsidian Crown

Azalea Steffani Leandra adalah seniman muda berbakat yang menjalani hidup sederhana dan teratur hingga suatu malam kejadian yang tak terduga pun terjadi, tanpa sengaja dan tanoa diminta ia menjadi saksi pembunuhan di galeri tempatnya bekerja. Pelaku pembunuhan itu adalah Lucas Zander Maxime, bos mafia dingin dan berkuasa dari keluarga paling ditakuti, The Obsidian Crown. Dalam dunia Lucas, satu aturan tak pernah dilanggar: saksi harus dihilangkan. Namun, aturan itu runtuh ketika Lucas teringat permintaan terakhir ayahnya yang sekarat—melindungi seorang wanita bernama Azalea, tanpa alasan dan tanpa penjelasan, hanya peringatan bahwa jika Azalea mati, semuanya akan hancur. Maka alih-alih membunuhnya, Lucas memilih menyandera Azalea, mengawasinya dari dekat, dan diam-diam melindunginya. Keputusan ini sekaligus ia manfaatkan untuk menolak perjodohan yang telah diatur keluarganya dengan Seraphina Caldwell, pewaris keluarga mafia ternama The Crimson Veil. Kepada dunia mafia, Lucas menyatakan ia memilih wanita biasa daripada wanita berdarah mafia. Namun kebenaran tidaklah seperti itu, perlahan semuanya terungkap dan jauh lebih berbahaya daripada yang dibayangkan. Jejak masa lalu, dokumen tersembunyi, dan nama yang dihapus dari sejarah keluarga Caldwell mengarah pada satu kenyataan mengejutkan: Azalea adalah pewaris sejati keluarga Seraphina Caldwell—putri yang selama ini dinyatakan hilang dan sengaja disembunyikan demi melindunginya dari dunia mafia. Lucas baru menyadari kebenaran itu setelah ayahnya meninggal, memahami bahwa perintah melindungi Azalea adalah amanat terakhir yang krusial. Seiring waktu, tugas perlindungan berubah menjadi ikatan terlarang yang dipenuhi hasrat, ketakutan, dan pengkhianatan. Azalea jatuh hati pada pria yang seharusnya ia takuti—penyelamat sekaligus ancaman. Sementara itu, The Crimson Veil tak akan menerima penolakan perjodohan dan siap menumpahkan darah untuk merebut kembali pewaris mereka. Di tengah kekerasan dan rahasia kelam, Azalea harus memilih: melarikan diri dari takdir, atau menerima kebenaran tentang dirinya dan pria berbahaya yang berdiri di sisinya.
Read
Chapter: Bab 30 : Permainan yang Dirancang
"Apakah kita harus melancarkan aksi kita sekarang nyonya? " Wanita itu berbalik menghadap bodyguard-bodyguard itu, masih dengan gelas berisi anggur di tangannya. "Jangan sekarang! Tunggu aba-aba dariku." "Ingat kita tidak boleh gegabah lagi, anak buah anakku di mana-mana bahkan di tempat kerja wanita itu." Tidak lama setelah itu, senyum terukir di bibirnya, "aku rasa aku tahu apa yang harus kulakukan. Panggil Seraphina sekarang! " ucapnya dengan tegas, bodyguard-bodyguard itu langsung melangkah menuju kamar nona Seraphina. “Dia akan pergi sendiri jika dia tidak diinginkan bukan…” lirihnya pelan, “Lucas tidak pernah memberikan harapan pasti jadi itu akan lebih mudah untuk menyingkirkan dengan cara halus.” *** "Ada apa ma? " ucap Seraphina sambil berjalan menuju sofa tempat mama Elara duduk. "Sayang, mama sangat pengen sekali anak kandung mama Lucas punya istri sepertimu. " “Kau ingin Lucas, bukan?” ucap nya melanjutkan sambil menatap Seraphina dengan serius. Pert
Last Updated: 2026-03-31
Chapter: Bab 29 : Janji di Ruang Putih
Ia melihat keluar sesekali, sambil menghela napas. Entah kenapa ia mulai merasa tidak senang dan nyaman dengan perlakuan Lucas seperti ini, menjaganya setiap kali ia sedang bekerja, seperti bodyguard bukan pacar. "Selamat siang, ada yang bisa saya bantu?" ucapnya saat melihat ada guest yang seperti kebingungan melihat ke kiri dan ke kanan."Adaa, kau enyahlah dari kehidupan Lucas!" perintah nya sambil menggenggam tangan Azalea kencang.Azalea agak sedikit merintih kesakitan, ia mencoba melihat orang yang sedang ada di depannya, terhalang dengan penutup mulut dan topi hitam."Sera...," "Iya benar sekali, karena sebentar lagi aku akan bertunangan dengan Lucas. Sampai kapanpun kau tidak akan mendapat restu dari ibu Lucas! " ucapnya lagi makin menggengam keras tangan nya.Tiba-tiba, sebuah suara tegas menggelegar dari belakang Sera. "Lepaskan dia!"Sera tersentak, menoleh cepat. Di sana, berdiri Axel, kakak nya. Ia bisa melihat kilatan menyala di matanya dengan wajah yang mengeras. Di
Last Updated: 2026-03-29
Chapter: Bab 28 : Terungkapnya Sang Kunci
"Lapor nyonya," ucap salah satu bodyguard keluar dari barisan membuat seorang wanita yang tadinya sedang memperhatikan jalan jadi berbalik. "Apa kabar baik yang akan aku dapatkan? " tanya nya dengan penasaran. "Apakah mungkin, ini soal mantan suamiku. Sudah seminggu setelah kejadian itu. Seharusnya sudah ada hasil nya," ucap nya dalam hati. “Keadaannya memburuk, nyonya. Bahkan hari ini dia tidak bisa turun dari tempat tidur. Dokter pribadi juga sudah dipanggil dua kali.”Ia tidak langsung menjawab, membayangkan mantan suaminya melemah dan tidak berdaya di atas tempat tidur membuat lekukan senyum di ujung bibirnya. Berarti visi dirinya dan Seraphina yang sudah dianggap seperti pahlawan bahkan anak nya sendiri tercapai. "Seberapa parah, " tanyanya akhirnya. "Reaksinya lebih cepat daripada yang diperkirakan nyonya, sepertinya tidak akan bertahan lama, " ujar bodyguard itu meyakinkan. “Terus pantau, jangan sampe terlewat satu update . Laporkan setiap perubahan.”“Siap, nyonya” sahut
Last Updated: 2026-03-27
Chapter: Bab 27 : Rahasia di Balik Masa Lalu
"Apa yang baru saja aku lihat?"suara Ronan rendah namun penuh dengan tekanan. "Kau salah paham, biarkan aku menjelaskan terlebih dahulu,"ucap Elara dengan nada gemetar,tangan nya masih memegang tangan suaminya, mencoba menghentikan langkah kaki suami nya yang cepat.Ronan berhenti dan berbalik menghadap Elara dengan senyum yang meledek,"“Salah paham?” Ia mempersempit jarak, sepatu kulitnya bergema di lantai. “Aku melihat istriku bersama pengawal ku, di lorong belakang, pada jam seperti ini. Aku tidak buta! Aku jelas melihat semua yang kau lakukan!""Itu tidak seperti yang kau pikirkan,"ucap Elara tidak berani menatap suaminya itu."Lalu seperti apa Elara? Jelaskan semua padaku! Berapa lama kita telah bersama? Setahun? Dua tahun? Bisa-bisanya aku lengah sedikit dan kau bermain di belakang ku!"Ronan menghempas tangan istrinya dengan kasar, dia sudah tidak kuat menganggap seperti semua nya tidak terjadi.“Aku hanya berbicara dengannya,” ucapnya akhirnya.“Di lorong gelap? Tengah malam?”
Last Updated: 2026-03-26
Chapter: Bab 26 : Saat Bahaya Mulai Mendekat
“Kenapa kamu selalu menunggu sampai aku selesai kerja?” ucap Azalea sambil membalik tulisan "open" jadi "close" sambil mendekat ke arah Lucas. Lucas tahu sekarang jam Azalea pulang, yang tadinya ia bersandar di mobil hitam barunya, sekarang ia menyambut Azalea yang mendekat kepadanya. “Aku suka malam,” jawabnya santai.Azalea menyipitkan mata, tidak percaya dengan omongan Lucas. “Bohong.”Lucas tersenyum tipis.“Bener.”Hening sebentar.“Karena lebih aman,” lanjutnya.Azalea terdiam, karena yang dibilang Lucas ada benarnya. Tatapannya berubah. Sedikit lebih serius.“Kamu pikir aku dalam bahaya?”Lucas tidak menjawab, ia melihat ke kiri dan kanan memastikan keadaan aman, dan membukakan pintu untuk Azalea. “Masuk.”Azalea masih berdiri, kesal dengan diamnya Lucas. “Kamu belum jawab. Jawab dulu.”Lucas menatapnya lama, masih belum bersuara, setelah beberapa lama, akhirnya dia mulai membuka mulutnya lagi. “Ya.”Satu kata. Namun cukup membuat suasana hening. Azalea menghela napas pe
Last Updated: 2026-03-22
Chapter: Bab 25: Di Balik Inisial "Az"
Malam terasa terlalu sunyi untuk sebuah kebenaran. Axel berdiri di depan jendela, tapi yang ia lihat bukan kota. Melainkan masa lalu.“Aku tidak bisa terus menyembunyikan ini, yah.”Suaranya rendah. Di belakangnya, pria tua itu duduk tenang.“Kau sudah melakukannya selama bertahun-tahun,nak”Axel menggeleng pelan.“Dulu dia tidak tahu apa-apa.”Ia berhenti.“Tapi sekarang dia sudah besar, dia harus tau kebenarannya.”Hening. Pria tua itu menatapnya.“Ayah tahu itu bukan kebetulan.”Pria tua itu menghela napas.“Aku tahu.”Hening lagi. Lebih lama.“Ayah…”Axel menoleh.“Seharusnya mereka tidak mengincarnya.”Tatapan pria tua itu berubah.“Memang tidak.”Axel membeku.“Apa?”Kalimat itu terlalu cepat. Terlalu pasti. Membuat Axel tersadar suatu hal. “Mereka tidak pernah mengincar Azalea, nak.”Sunyi. Dunia seperti berhenti sesaat. Axel menatapnya tajam.“Jangan bercanda.”“Aku tidak pernah bercanda tentang hal seperti ini.”Suaranya datar. Tapi berat.“Target mereka seharusnya bukan adi
Last Updated: 2026-03-21
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status