author-banner
Rira Syaqila
Rira Syaqila
Author

Novels by Rira Syaqila

Kupaksa suamiku menikah lagi

Kupaksa suamiku menikah lagi

Malam panas yang terjadi antara Fajar dan Amelia, membuat Nisa merasa jika pernikahannya telah pupus. Amelia yang terobsesi dengan Fajar pun, memberikan tawaran bersyarat yang sangat menggiurkan. Dimana Nisa harus bisa meyakinkan Fajar untuk menikahinya. Akankan Nisa akan berhasil memaksa Fajar untuk menikah dengan Amelia?
อ่าน
Chapter: Bab. 32 - Tanda merah
Buk Inem melihat rambut Nisa yang masih basah dan tergerai. Sudut bibirnya pun tertarik untuk membentuk sebuah senyuman. "Kenapa Ibuk senyum-senyum?" Tanya Fajar saat menuju ke dapur."Oh, enggak kok, gak papa," jawab Buk Inem masih dengan senyuman yang mengulum di bibir. Fajar mengernyitkan kening, melirik ke arah sang istri yang tengah sibuk menyiapkan sarapan pagi."Ibu ke depan dulu, ya!" Pamit Buk Inem masih dengan senyum yang terkulum di bibir."Iya, Buk." Fajar mengangguk pelan, membalas senyuman buk Inem dengan bingung.Namun, beberapa detik selanjutnya, Fajar paham kenapa buk Inem tersenyum penuh arti kepadanya saat melihat Nisa. Ya, rambut Nisa yang basah terurai, sudah menandakan jika telah terjadi sesuatu di antara mereka berdua. Di tambah lagi, tanda cinta yang Fajar ciptakan mengintip malu dari sela-sela rambut yang hitam terurai. Fajar pun ikut tersenyum saat menyadari hal itu semua."Kenapa, Mas?" Tanya Nisa yang memang tidak menyadari apa yang telah terjadi beberap
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-04-29
Chapter: Bab. 31 - Segelas Susu
Amelia mengepalkan tangannya erat, saat mendapatkan informasi tentang Fajar, di mana pria itu sudah bertemu dengan Nisa."Brengsek!" Amelia menggebrak meja dengan kepalan tangannya. Dia benar-benar geram mendengar jika Nisa telah membawa Fajar pulang.Cling ...Amelia melirik ke arah ponselnya yang berbunyi. Dia bergegas mengambil benda datar yang seukuran telapak tangan, saat melihat notifikasi atas nama Fajar. Dengan dada yang bergemuruh, Amelia membuka isi pesan tersebut."Maaf, malam ini aku tidak bisa pulang. Aku akan menginap bersama Nisa dan anakku."Ya, satu kalimat pemberitahuan yang dikirimkan oleh Fajar, berhasil membuat Amelia memendam amarahnya."Akkhhh ...." Pekik Amelia, sambil melempar ponsel yang ada ditangannya.Desi yang melihat kondisi ponsel Amelia saat ini hanya bisa menghela napasnya secara perlahan dan panjang. Melihat bagaimana wanita itu marah, Desi bisa menduga, jika Amelia terobsesi kepada Fajar. "Bagaimana mereka bisa bertemu?" Geram Amelia sambil memuku
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-04-17
Chapter: Bab. 30 - Menemukanmu
Sudah seminggu berlalu, Fajar terus mencari keberadaan Nisa. Akan tetapi, wanita yang sudah bertahun-tahun menemaninya di saat suka dan duka masih belum juga dia temukan keberadaannya. "Kemana lagi aku harus mencari kamu, Nisa?" Gumam Fajar sambil mengusap wajahnya yang terasa lengket dan berminyak.Seharian berkeliling mengendarai motor, demi mencari keberadaan sang istri. Bahkan, untuk mengisi perutnya dengan sepotong kue saja, Fajar tak mampu. Uang yang saat ini ada ditangannya, hanya cukup untuk mengisi bensin saja. Ya, Fajar harus berhemat, karena saat ini dia tidak memiliki pekerjaan tetap untuk menghasilkan uang.Fajar menghela napasnya secara perlahan. Perutnya semakin terasa perih dan terus berbunyi, bahkan tenggorokannya juga mulai terasa kering. Seharian mencari keberadaan Nisa, tanpa meneguk setetes air dan sesuap nasi, membuat tubuh pria itu melemas. "Apakah aku harus meminta tolong kepada Amelia? Untuk mencari keberadaan mereka?" Gumam Fajar. Tapi, mengingat jika Ame
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-04-17
Chapter: Bab. 29 - Mencarimu
Fajar menghela napasnya secara pelan. Dia hentikan motor dipinggir jalan. Matanya menatap kosong ke arah kendaraan yang berlalu lalang. "Di mana kamu, Dek?" Lirih Fajar, mencoba mencari sosok Nisa. Fajar mencoba mengingat siapa saja kerabat dekat mereka. Akan tetapi, semua hubungan telah putus, saat Nisa mencoba meminjam sejumlah uang dengan nominal yang besar karena dirinya. Ya, semenjak kejadian itu, Nisa dan ibunya seolah hidup tanpa saudara. "Gak! Gak mungkin Nisa pergi ke rumah mereka," gumam Fajar dan kembali mengusap wajahnya dengan kasar. "Ke mana kamu, Dek? Kenapa tidak ada kabar?" Fajar memutuskan untuk berkeliling, mencari keberadaan Nisa. Pria itu berpikir, jika Nisa pergi dari rumah, karena tidak sanggup membayar uang sewa. Tapi, di mana mereka saat ini? Ke mana Nisa membawa putra dan ibunya untuk berteduh? Angin mulai berhembus, langit pun perlahan mulai menghitam. Udara sejuk pun mulai menyentuh kulit Fajar dan membuat tubuhnya terasa dingin. Semua tanda
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-02-18
Chapter: Bab. 28 - Nomor Ponsel
Nisa menatap toko bunga yang ada dihadapannya saat ini. Dia benar-benar tidak menyangka, jika Amelia juga memberikan sebuah toko untuk dirinya membuka usaha. Apa ini artinya jika dirinya tidak boleh mengharap nafkah dari Fajar lagi? "Bagaimana? Anda suka?" Tanya Desi sambil tersenyum kecil. Nisa menoleh ke arah sumber suara. "I-ini beneran untuk saya?" Nisa rasanya gak percaya dengan apa yang dia lihat. Desi tersenyum kecil sambil menganggukkan kepalanya. "Iya, toko bunga ini untuk Anda!" Nisa menutup mulutnya yang terbuka. Dia benar-benar tidak menyangka, jika mimpinya untuk memiliki sebuah toko bunga bisa terwujud. "Tap-tapi---" "Syaratnya masih sama," potong Desi membuat Nisa mengernyitkan kening. "Jangan membuat masalah dengan Buk Amelia," sambung Desi. "Jangan ulangi kesalahan seperti tadi!" Desi memperingatkan. "Kesalahan yang mana?" Nisa merasa tidak memiliki kesalahan. Kalau soal mengabaikan Fajar, sudah sewajarnya 'kan dia mengabaikan sang suami? Karen
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-02-03
Chapter: Bab. 27 - Gerai Ponsel
Nisa mengernyitkan kening saat Desi membawanya ke sebuah toko handphone. Bukankah tadi Desi mengatakan jika mereka ingin pergi ke suatu tempat? Tapi kenapa malah pergi ke toko ponsel?"Berikan handphone keluaran yang terbaru," ucap Desi kepada si penjaga ponsel. Nisa diam berdiri memperhatikan di samping Desi. Wanita itu sedikit pun tidak pernah berpikir jika ponsel yang dibeli oleh Desi adalah untuknya. Jangankan berpikir, berharap pun Nisa tidak!"Apa Anda suka dengan model ini, Nona?" Tanya Desi membuat Nisa mengernyitkan kening sambil menatap handphone yang ada di atas meja. "Saya tidak punya uang untuk---""Ponsel ini juga pemberian Buk Direktur Amelia," ucap Desi memotong kalimat Nisa. Nisa diam, dia hanya menatap datar ponsel yang ada di tangan Desi saat ini. "Apa ada merk atau model ponsel lain yang Nona inginkan?" Tanya Desi mengambil perhatian Nisa lagi. "Hmm? Tidak ada," jawab Nisa sambil menggeleng pelan. Ya, dia tidak terlalu paham tentang handphone keluaran terbaru
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-02-02
บางทีคุณอาจจะชอบ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status