LOGINTeguh suaminya yang telah mengkhianati dirinya dan mengatakan jika sudah bosan dengan dirinya karena penampilannya yang kumal, membuat Andin berjanji pada dirinya sendiri untuk mau berubah dan membuat suaminya itu menyesal telah menghina dan menyia-nyiakan dirinya. catatan : Cerita ini awalnya berjudul 'Uang yang disembunyikan suami dari Istrinya' diubah menjadi 'Menyesal setelah menyia-nyiakan anak dan istri'
View MoreCHAPTER ONE: THE APPOINTMENT
ANNA'S POV I sat in the hospital's waiting room, my heart beating loudly in my chest, palms sweating as my vision felt hazy. Why was I nervous? I didn't even know the answer to that question. My husband Tom, was seated close to me, on his phone as usual, tapping away. Not even paying attention to me. I didn't want to be here, he dragged me here, insisting we needed a solution to our childlessness. “The fault is with you, Anna.” He said last night. “ I've gone for checkups and tests and the doctor said there's nothing wrong with me." We've been married for four years now, and I haven't gotten pregnant even once, not even a miscarriage. A nurse walked up to us, a smile in place as she addressed us. “Mr and Mrs Goldberg. Dr Marcus Hale is ready to see you both.” We stood up as Tom led me by my hand towards the doctor's office. I tried to shake off the nerves racking my body. Gosh, Anna. It's just a consultation not a torture show. Tom knocked once, and a deep baritone voice said, “Come in.” He pushed the door and in we went. Immediately, my eyes came into contact with the doctor, I froze. Oh my God. No. This can't be happening. I knew that face, even after all this time. I still dreamt of him when I closed my eyes at night. Dr Marcus Hale was seated behind his desk, looking even more handsome than I remembered. Broad-shouldered with his smouldering blue eyes fixed on me as if he could see into my soul. Last year, was the worst year in my marriage. Tom was always absent from home, giving flimsy excuses about work taking up his time. I was so lonely and frustrated. I decided to go to a bar that night to drink my sorrows away. One drink turned to two, then more. And then came a charming stranger, Marcus. We talked for hours, with him telling bad jokes that were funny nonetheless. His attention was on me that whole night; he listened to me and paid attention to details. It happened in a flash, and I knew what I was doing. I tried talking myself out of it. I was a married woman for God's sake. But I didn't care at that moment. A kiss turned into more, and then we found ourselves in the bar's bathroom. My panties were on my knees while he shoved his thick, veiny cock in and out of my neglected pussy. Our chemistry was insane, he turned my body inside out, something that Tom couldn't do for years. I cheated on my husband, and I swore it wouldn't happen again. But now, the universe was playing a sick mind game with me. Here he was, my soon-to-be gynaecologist and my husband's close friend. Dr Marcus cleared his throat as he stood up, eyes still fixed on me, extending a hand to Tom. “Good to see you, Tom.” He greeted, finally taking his eyes off me. “Good to see you too, man. I told my wife that you're the best.” Tom said, looking at me, as I tried to school my features. “It's nice to finally meet you, Dr Hale.” I shook the hand he offered. Sparks zipping down my spine, his grip firm. I pulled my hand quickly, as I took my seat, avoiding those beautiful eyes of his. Dr Marcus flipped open a notebook to take some notes. I'm really trying to rein in my thoughts but just looking at him made my thighs clench hard. “So, you both have been trying to conceive for six months now?” He began, tapping on his pen. “Eight months.” Tom quickly corrected. “We've tried everything and nothing seems to be working.” Marcus's eyes drifted back to me. Eyes roaming my cleavage, my nipples hardening under his stare. “So, Anna, have your monthly cycles been constant?” “Yes, they have. I have a 32-day cycle with the occasional cramps." I replied, my mind drifting to how he made my pussy full with his cock that night. With that weapon between his legs, he could probably fuck my period into coming earlier. Snap out of it. “That's good. It shows that you're fine in that aspect. The most important question is about your sex lives.” He paused, eye moving to Tom and then back to me. I shifted uncomfortably in my seat as my core spasmed. What would Marcus think if he knew that I had been faking orgasms for Tom? My face scorched red at the thought. The only pleasure I felt was when I did it myself, and the last orgasm I had from a man was from the doctor sitting right across from us. “Our sex lives are fire. I'm a stallion in bed. Isn't that right, Anna?” Tom asked as he turned to me. If only he knew. Tom was selfish in bed always chasing his own pleasure. Once he came, he didn't care anymore, just rolled over and slept like a log of wood. I was about to answer with a lie when Tom's phone buzzed loudly in his pocket. He pulled it out, glancing at it with a frown on his face. “It's work, I have to take this. I'll be right back.” He quickly stepped out of the office, the door shutting behind him with a loud click. I turned back to Marcus, my heart beating like it wants to fall out of my chest. He got more comfortable in his chair, squaring his shoulders, those intense eyes on me. A smirk took over his face as he spoke. “You remember me, don't you?”UANG YANG DISEMBUNYIKAN SUAMI DARI ISTRINYA - END"Sebenarnya... Sebelum omah pergi, beberapa hari sebelumnya omah selalu menginginkan kamu kembali ke rumah dan kembali bersama aku. Omah menyesal dan menyadari jika kamu adalah wanita yang baik yang selalu merawat dan memperlakukan omah dengan baik, meskipun omah sudah bersikap buruk sama kamu.""Aku ingin menjelaskan semua ini. Beberapa kali aku juga pernah kesini lagi meskipun kamu sudah melarangnya, tapi kamu selalu tidak pernah mau memberikan kesempatan agar aku bisa bicara.""Kadang, kamu selalu tidak ada entah kemana. Hingga akhirnya, aku sampai dititik menyerah dan menganggap bahwa aku memang tidak ditakdirkan untuk bersama kamu lagi. Sejak itu, aku benar-benar tidak pernah kesini lagi.""Meskipun... Hati aku masih selalu menginginkan kamu kembali, Rahma..." Bu Rahma terdiam tertegun, ia mengingat dahulu dirinya selalu sengaja bersembunyi agar Pak Handoko tidak dapat menemuinya. Ia takut berdosa karena sudah melawan Almarhumah
UANG YANG DISEMBUNYIKAN SUAMI DARI ISTRINYA - Kehancuran Sindy (47)Beberapa hari kemudian, Dengan penuh dendam, Sindy mendatangi Galang ke rumahnya. Ia tidak terima Galang begitu mudah memutuskan dirinya dan lebih memilih istrinya. Dan sekarang Sindy sangat ingin memberi tahu pada istrinya Galang jika Galang sudah menyelingkuhi istrinya, dengan sudah pacaran dengannya. Dengan penuh amarah, Pada istrinya Galang, Sindy datang dan tak lama kemudian langsung mengatakan jika ia ada hubungan dengan Galang begitu istrinya Galang yang bernama Ranti keluar membuka pintu rumahnya. "Aku Sindy. Aku mau kasih tau kamu, Kalo selama ini Galang udah selingkuhi kamu.""Hah ? Apah ?!" Ranti sangat terkejut."Iya. Selama beberapa bulan ini Galang ada hubungan sama aku. Bahkan aku dan Galang sudah sampai melakukan hubungan suami istri.""Jadi tinggalkan Galang! dan biarkan Galang menikah sama aku. Karena Galang juga gak benar-benar cinta sama kamu. Galang cuma mau harta kamu aja. Galang cintanya cuma
UANG YANG DISEMBUNYIKAN SUAMI DARI ISTRINYA - PUTUS (46)Beberapa bulan kemudian, Teguh dan Sindy resmi berpisah secara hukum dan juga secara agama. Kini Teguh tinggal di kontrakan, sedangkan Sindy tetap dirumahnya sendiri bersama anaknya---Adit.Sekarang, Teguh berusaha menjadi orang yang baik. Semua itu karena ia takut hidupnya akan terus dipenuhi dengan karma. Ia percaya, jika semua hal buruk yang terjadi padanya, adalah sebuah karma atas semua kejaha-tan-nya.Sedangkan Sindy, Hingga saat ini ia masih mengharapkan Galang agar secepatnya menikahinya.Hari ini, Seperti biasa, mereka ada di sebuah kos-kosan. Setelah melakukan hal terlarang tersebut, Sindy kembali bertanya untuk yang kesekian kalinya pada Galang tentang kapan Galang akan menikahinya."Sayanggg, Jadi kapan kamu akan nikahi aku ? Sekarang Aku 'kan udah resmi pisah dari Mas Teguh ?!" Galang yang tengah memakai kembali kemeja sekilas menoleh pada Sindy yang tengah duduk di kasur, dengan tatapan malas karena Sindy selalu me
UANG YANG DISEMBUNYIKAN SUAMI DARI ISTRINYA - Bersimpuh (45)Hingga tak lama kemudian, Talia dan Bu Ayu datang dan ikut heran melihat apa yang tengah terjadi***Tak lama kemudian, Pak Burhan juga datang karena pulang sebentar dari toko sembakonya hendak melaksanakan shalat Jum'at dulu. Awalnya ia hendak marah melihat Teguh, namun akhirnya memilih diam melihat apa yang terjadi juga. Begitupun dengan Hendra yang akhirnya juga keluar dan melihat saja Teguh yang tengah memohon-mohon agar bisa kembali bersama Andin.Teguh langsung melihat kepada Talia, yang sekarang sudah terlihat sangat jauh berbeda. Ia pangling melihat Talia yang sekarang menjadi ge-moy, kulit putih dan bersih, dan juga sudah memakai baju seragam sekolah. Ia seketika terharu, menangis melihat putrinya sudah semakin bertumbuh besar."Talia, Sayang ini Ayah. Ayah kangen sama Talia, apa Talia enggak kangen sama ayah ?" Talia seketika langsung menangis juga. Bukan karena rindu, tetapi karena sangat memben-ci ayahnya. "Ay
UANG YANG DISEMBUNYIKAN SUAMI DARI ISTRINYA - Cerai (41)Meskipun masih babak belur dan badannya masih lemah, Teguh tetap memilih untuk cepat keluar dari rumah sakit karena tidak sabar ingin segera mema-rahi Sindy. Ia pulang dari puskesmas dan langsung tancap gas membawa sepeda motornya.Hingga kemudi
UANG YANG DISEMBUNYIKAN SUAMI DARI ISTRINYA - Pergi (7)Andin pun pergi ke rumah Bu Rahma untuk melihat Talia. Ia memilih untuk segera pergi ke ke rumah kedua orangtuanya. Tidak mungkin baginya untuk satu rumah lagi dengan Teguh. Hatinya benar-benar terasa remuk berkeping-keping dengan semua ini.***D
UANG YANG DISEMBUNYIKAN SUAMI DARI ISTRINYA - Terbongkar (6)Kamu te-ga mengkhianati pernikahan kita, Mas. Apa salah aku, Mas ?! Apa salah aku ?!!!" Teguh masih terdiam. Andin pun memukul-mukul dada suaminya itu beberapa kali dengan keras. PUK! PUK! PUK! PUK!"Jawab aku, Mas!" ***"Mas, Jawab aku,
UANG YANG DISEMBUNYIKAN SUAMI DARI ISTRINYA - Menyelidiki (5)Andin sampai di warungnya Sindy, Tepat ketika Teguh dan Sindy baru saja naik motor untuk pergi berdua. Ia terkejut melihat suaminya itu membonceng Sindy di malam hari ini. "Mas, Teguh! Ka-mu be-nar be-nar breng-sek!" Batin Andin geram de












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.