Chapter: BAB 9Suara everest Elang memasuki halaman.Iva terburu membawa pakaian itu ke belakang lalu menyambut sang suami. "Ada yang ketinggalan mas?" Sesuai dugaannya, Elang hanya melewatinya begitu saja tanpa kata. Entah apa yang diambil lelaki itu dari dalam kamar utama tapi sebentar saja Elang sudah pergi lagi. "Iya kamu punya kekasih mas." Iva berujar lirih sambil berdiri di pintu utama menatap kepergian sang suami untuk yang kedua kali.Tergesa Iva menuju ke kamarnya sendiri begitu everest itu hilang dari pandangan. Ia meraih handphone yang sejak semalam ia biarkan tergeletak disana. Jemarinya menekan nomor kontak mamanya. Sebentar saja ia sudah tersambung. Iva menarik napas panjang, memastikan suaranya terdengar ceria."Apa kabar Mama dan semua orang rumah?""Mama dan adik-adikmu baik Va tapi Papa enggak. Tadi malam papamu kena serangan lagi."Iva menggigit bibir bawahnya mendengar itu. Mata kirinya langsung menjatuhkan setetes air mata."Untung saja mertuamu langsung membantu, Papa langsu
Last Updated: 2026-06-06
Chapter: BAB 8Iva menunggu sang suami sampai jam 11 malam tapi tak ada tanda-tanda Elang akan pulang. Ia nekat menunggu diluar tapi tak sampai 5 menit sudah masuk kembali gara-gara sayup didengarnya suara burung hantu.Gadis itu meringkuk di sofa ruang tamu. Ia tergeragap bangun saat pintu dibuka. "Mas...!" Pekiknya, serta merta bangkit dari sofa.Tekadnya untuk menyingkirkan cinta terpendamnya kepada Elang buyar saat mereka berdekatan begini. Penuh kerinduan Ivanka menghambur memeluk lelaki itu. "Darimana aja mas? Kok jam segini baru pulang? Aku nggak berani di kamar jadi aku nungguin disini sampai ketiduran." Berondongnya tanpa titik koma. Kedua lengannya melingkar erat di pinggang Elang."Lepaskan, aku mau buka sepatu." Ucap lelaki itu dingin."Enggak, aku kangen." Iva nekat menempelkan pipinya di dada Elang. Hidungnya kembang kempis mencoba mencari aroma manis khas perempuan yang tertinggal disana tapi tak ada apa-apa.Kedua tangan Elang mencengkeram pinggang gadis itu, siap mendorongnya mundur
Last Updated: 2026-05-30
Chapter: BAB 7Beberapa kepala terangkat, menatap takjub pada sosok Ivanka yang tengah tersenyum manis."Saya mau melamar menjadi guru.""Wah kebetulan bu, sekolah memang kekurangan guru. Ada beberapa posisi yang kosong." Seorang lelaki berkemeja batik mengajak Ivanka mengikutinya hingga ke depan meja yang berada di ujung ruangan. Meja di ujung itu paling besar dan paling bersih. "Ini meja bagian kepegawaian bu. Sebentar ya, duduk dulu."Ivanka mengangguk ia memangku tote bag-nya sambil mengedarkan pandang. Suasana begitu asri dan dingin di dalam situ walaupun hanya ada satu unit kipas angin yang ada di tengah-tengah ruangan. Bukan hanya soal asri saja tapi sambutan guru-guru yang ada di ruangan itu juga begitu hangat dan ramah. Belum apa-apa ia sudah merasa betah. Semoga saja ia diterima dan setelah diterima nanti perlakuan orang-orang ini tetap baik kepadanya. Begitu pemikirannya.Tekadnya untuk memadamkan perasaannya kepada Elang sudah bulat. Kalau hanya karena belum cinta, ia akan sabar menungg
Last Updated: 2026-05-24
Chapter: BAB 6Kelopak mata Ivanka mengerjap kaget saat pintu dibanting tepat dimukanya. Ia mengurut dada. Beberapa saat lamanya ia mematung di depan pintu. "Aku panggil lagi kalau airnya udah siap ya mas!" serunya belum menyerah namun suaranya sudah berubah sendu.Tak ada jawaban dari dalam kamar utama.Gadis itu tak menunggu lama. Ia beranjak ke dapur untuk menjerang air. Sambil menunggu air mendidih, Ivanka menatap kaca jendela dapur. Diluar sudah gelap gulita. Satu-satunya pendar cahaya berasal dari rumah keluarga mang Sarif. Ia mematikan kompor lalu bergegas menuju ke depan karena mendengar suara pintu membuka.Elang telah berganti pakaian. Kemejanya berganti polo shirt warna putih sementara celana bahannya berganti jins hitam."Mau kemana mas?" Gadis itu tergesa mendekat."Not your business." Lelaki itu berhenti. "Aku dengar kamu guru SD sewaktu belum menikah denganku?"Ivanka mengangguk bingung dengan pertanyaan yang tiba-tiba itu. "Iya aku...""Berarti kamu bisa mengerti apa yang aku katakan
Last Updated: 2026-05-22
Chapter: Bab 5. Ramalan Nenek Tua"Siapa mas?"Elang menerima panggilan itu. "Halo Ma, gimana kondisi mama?" Ia tau mamanya yang tengah sakit sudah memaksakan diri demi acara pernikahannya. Salah satu alasan lain Elang terburu keluar dari rumah adalah itu. Ia ingin rumah segera sepi sehingga Mamanya bisa beristirahat. "Aku baik Ma, iya, ini lagi bersama Ivanka. Mama mau bicara?"Binar dimata Ivanka berkilauan saat menerima benda pipih itu dari suaminya. "Halo Ma." sapanya dengan hati diliputi kehangatan. Ia melirik Elang yang memilih duduk di sofa ruang tamu, mengeluarkan handphone lain lalu sibuk menggulir layar, membiarkannya bicara panjang lebar.Sambil bicara, Ivanka menatap lelaki itu. Senyumnya merekah. Rasanya masih tak percaya kalau sekarang ia berhak atas lelaki itu. Elang Rajendra adalah miliknya!"Iya Ma, tempatnya sejuk, asri, enak kok." Ivanka menenangkan kekhawatiran Mama mertua yang tertangkap oleh telinganya. "Sekarang lagi hujan deras. Mas Elang pulang untuk menemani." katanya bahagia. "Jakarta hujan
Last Updated: 2026-05-21
Chapter: Bab 4. Sebuah Nama LainHujan turun dengan deras disertai kilat dan guntur.Ivanka menjauh dari jendela. "Mas… kamu dimana?” desisnya dilanda takut.Kaca jendela mendadak terang benderang. Begitu pula halaman samping yang gelap oleh kelabunya langit. Pohon besar diluar sana terlihat meliuk kencang. Anehnya, semakin menakutkan Ivanka justru makin tak dapat mengalihkan pandang padahal tubuhnya sudah mundur beberapa langkah.Sosok terbalut pakaian serba putih berada ditengah hujan dan angin kencang.Napas Ivanka tercekat.Sosok itu mendekat dengan amat cepat, berlari menghampiri jendela kamarnya.Gadis itu tak dapat lagi menahan ketakutannya. "Aaaaarrgghhh!!!" Ivanka menjerit keras, serta merta berjongkok disamping ranjang, memeluk lututnya kencang-kencang.Jendelanya diketuk keras. "Neng! Neng buka pintunya neng, rumah ini ada bocornya nggak?"Suara itu tidak jelas tapi samar-sama ia mendengar orang bicara. Pelan sekali mengangkat muka. "Arghh!!" Ivanka ngos-ngosan menahan debur jantung dan ketakutannya saat m
Last Updated: 2026-05-21