author-banner
Mystique
Mystique
Author

Novels by Mystique

GODAAN DI SEPERTIGA MALAM

GODAAN DI SEPERTIGA MALAM

Tiga tahun menikah, Kirana tak pernah benar-benar merasa menjadi seorang istri. Bagi Reyhan, ia hanya perempuan yang pantas berdiri di sampingnya, bukan seseorang yang boleh berharap mendapatkan pelukan, kecupan, atau sentuhan dari suaminya sendiri. Setiap kali Kirana mencoba mendekat, selalu ada alasan untuk menjauhinya. Hingga di malam ulang tahunnya, Kirana memutuskan untuk mempertaruhkan sisa harga dirinya. Namun yang ia dapatkan justru penghinaan. Reyhan meninggalkannya sendirian dalam gelap, sementara Kirana hanya mampu menangis di lantai, mempertanyakan satu hal. Apa sebenarnya yang membuat suaminya begitu jijik menyentuhnya? Saat lampu tiba-tiba menyala, Kirana mengira Reyhan kembali. Ternyata bukan. Zayn. Adik iparnya yang selama ini dikenal sebagai pria cerdas, berbahaya, dan gemar bermain-main dengan perempuan. Tatapan Zayn berhenti pada wajah Kirana yang masih basah oleh air mata. Lalu ia berkata pelan, “Kakakku benar-benar tidak tahu apa yang dia miliki.” Sejak malam itu, batas antara seorang istri dan adik ipar mulai menjadi semakin tipis. Kirana tahu Zayn adalah godaan yang seharusnya tidak pernah ia sentuh. Namun ketika suaminya sendiri terus membuatnya merasa tidak diinginkan, mampukah Kirana menolak satu-satunya pria yang justru membuatnya merasa berharga? Dan ketika Reyhan akhirnya mengetahui kedekatan mereka... Siapa yang sebenarnya akan kehilangan segalanya?
Read
Chapter: 105. BADAI BARU
Sisa-sisa air mata di pipi Kirana telah mengering, meninggalkan bekas yang kaku dan panas. Kirana terbangun dari posisi tertunduknya di balik meja kerja, diselimuti oleh keheningan toko bunga yang begitu dingin dan asing. Cahaya matahari pagi menembus celah-celah tirai, menyinari cangkir kopi dingin yang masih mendekap di tangannya sepanjang malam. Kirana memposisikan dirinya duduk tegak dengan jemari yang kaku. Seluruh sendi tubuhnya ngilu, tetapi rasa sakit fisik itu tak ada apa-apanya dibandingkan dengan kehampaan yang menganga di dalam dadanya. Pagi yang biasanya dipenuhi aroma segar mawar dan suara sapaan hangat kini terasa seperti kuburan yang membisu. Ponselnya yang tergeletak di atas meja tak berhenti bergetar. Kirana menatap layarnya dengan mata sembap dan tatapan yang benar-benar hampa. Ratusan notifikasi membanjiri layar ponsel itu. Berita keberhasilan, pujian dari para insan mode, hingga foto-foto dirinya yang tampil anggun di atas
Last Updated: 2026-09-24
Chapter: 104. HATI YANG HANCUR
Sorak-sorai tepuk tangan membahana di dalam ballroom megah itu, tetapi bagi Kirana, seluruh suara itu teredam bagai tenggelam di dalam air. Lampu-lampu kilat media terus menyambar wajahnya, namun matanya yang membelalak lebar hanya tertuju pada satu titik di sudut temaram ruangan.Tempat di mana Zayn tadinya berdiri... kini telah kosong hampa.Genggaman tangan Bara di jemarinya terasa membakar kulitnya. Tanpa peduli pada protokol acara, tanpa memikirkan puluhan kamera yang masih menyorotnya, Kirana secara refleks menarik tangannya dari cengkeraman Bara."Mbak Kirana?" tanya Bara halus dengan kening berkerut penuh kebingungan yang dibuat-buat.Kirana tidak menjawab. Ia mengangkat pinggiran gaun malam berwarna biru lembutnya, lalu berlari membelah kerumunan tamu VIP. Suara tumit sepatu hak tingginya beradu cepat dengan lantai marmer, berpacu dengan detak jantungnya yang bergemuruh diliputi rasa panik yang membakar dada.Kirana mengabaikan panggi
Last Updated: 2026-09-24
Chapter: 103. PANGGUNG KEKECEWAAN
Pagi berikutnya, hening yang memekakkan telinga menyelimuti toko Kirana Flower. Hujan lebat semalam telah usai, menyisakan hawa dingin yang merayap di sela-sela daun jendela. Kirana berdiri kaku di balik meja kerjanya, menatap pintu masuk dengan dada yang bergemuruh cemas. Bayangan pertengkarannya dengan Zayn kemarin pagi dan presensi hangat Bara di lokasi resort semalam terus berputar seperti gulungan film yang menyiksa pikirannya.Denting bel pintu berdenting halus. Zayn melangkah masuk.Tidak ada aura amarah, tidak ada kilat cemburu, dan tidak ada tuduhan tajam yang biasanya membakar mata pria itu. Zayn berjalan pelan dengan setelan kemeja formal yang sangat rapi. Wajahnya berseri tenang, tetapi matanya redup, begitu redup dan berjarak, seolah ada dinding kaca tak kasat mata yang sangat tebal baru saja terbangun di antara mereka."Zayn..." panggil Kirana lirih, suaranya bergetar.Zayn tidak menjawab dengan nada tinggi. Ia melangkah mendekat, meletak
Last Updated: 2026-09-24
Chapter: 102. HUJAN MELEBARKAN JARAK
Pagi berikutnya, ketegangan sisa percekcokan kemarin masih membekas kaku di udara. Zayn melangkah masuk ke dalam toko Kirana Flower dengan wajah letih. Dua lingkaran hitam menggantung di bawah matanya setelah semalaman bertarung dengan tim hukum demi menyelamatkan proyek perumahan Nugraha Group. Di tangannya, Zayn membawa sebuah kantong kertas berisi sarapan favorit Kirana, upaya kecil untuk meruntuhkan dinding es yang mendadak terbangun di antara mereka."Na," panggil Zayn pelan, melemparkan senyum tipis yang dipaksakan. Ia meletakkan kantong kertas itu di atas meja kerja Kirana."Aku belikan bubur langgananmu. Kita sarapan dulu, ya? Sekalian aku mau jelaskan soal masalah audit kemarin."Kirana menatap Zayn sejenak. Ada rasa iba melihat kekasihnya terlihat kacau, tetapi rasa kecewa atas sikap keras dan penolakan Zayn kemarin masih menyisakan nyeri yang enggan padam."Terima kasih, Zayn. Tapi aku sedang tidak berselera," jawab Kirana datar, tanpa mengalihkan pandangannya dari layar la
Last Updated: 2026-09-23
Chapter: 101. BENIH CELAH KERENGGANGAN
Keheningan yang mencekam menyelimuti ruang kerja Kirana Flower. Ketegangan di antara Zayn dan Kirana begitu pekat, seolah pendar biru dari mawar di dalam tabung kaca itu memancarkan rasa dingin yang membekukan atmosfer di sekitar mereka.Zayn melemparkan kartu ucapan bertinta emas itu ke atas meja. Tatapannya yang tajam bergeser merengkuh wajah Kirana yang masih memucat. "Kembalikan bunga ini, Kirana."Kirana tersentak. Kerutan halus tercipta di dahinya. "Apa? Kenapa harus dikembalikan, Zayn? Ini hanya ucapan selamat dari Pak Bara atas kontrak kita.""Ini bukan sekadar ucapan selamat!" nada suara Zayn meninggi, sarat akan proteksi yang menekan. "Mawar biru... kata-kata bersirat di kartu itu... Seorang pengusaha yang baru mengenalmu semalam tidak akan pernah mengirimkan hadiah se-personal ini jika tidak memiliki niat terselubung. Dia sedang mengujimu, Na!"Kirana mendesah berat, memijat pelipisnya yang mendadak berdenyut. Perasaan lelah atas drama yang tak kunjung usai kembali merayapi
Last Updated: 2026-09-22
Chapter: 100. MAWAR BIRU
Deru mesin mobil yang halus membelah heningnya jalanan ibu kota di larut malam. Kirana masih belum bisa menghentikan senyum bahagia yang mengembang di bibirnya. Di sampingnya, Zayn mengemudikan kendaraan dengan tenang, sesekali melirik wanita di sebelahnya dengan tatapan penuh kehangatan, meski jauh di dalam benaknya, bayangan tatapan dingin Bara Mahendra masih menancap kuat.Zayn memutar kemudi, membawa mobil mereka berbelok ke arah sebuah bukit kecil di pinggiran kota, area rooftop view terbuka yang sepi dan menyajikan pemandangan gemerlap lampu kota dari ketinggian."Zayn? Kita tidak langsung pulang?" tanya Kirana lembut, menoleh penasaran.Zayn mematikan mesin mobil, lalu berbalik menatap Kirana sepenuhnya. "Aku ingin merayakan malam kebahagiaanmu tanpa ada gangguan siapa pun, Na."Zayn keluar, membukakan pintu untuk Kirana, lalu menuntunnya berdiri di tepi pagar pembatas. Angin malam meraba lembut kulit mereka, membawa kedamaian yang sudah lama tidak mereka rasakan. Zayn merogoh
Last Updated: 2026-09-20
BUNGA ABADI

BUNGA ABADI

Bagi banyak wanita, Lingga adalah mimpi—tampan, kaya, dan berkuasa. Namun bagi Bunga Azalea, ia adalah jerat. Hanya karena sebuah mimpi mencuri ciuman, Lingga mengklaim Azalea sebagai miliknya. Baginya, mimpi itu bukan kebetulan, melainkan bukti. Lingga menolak melepaskan. Mengatur, menekan, dan mengikat Azalea atas nama tanggung jawab yang tak pernah ia minta. Hingga Azalea sadar, mimpi itu hadir bukan untuk menyatukan mereka… melainkan untuk membuka alasan kelam mengapa Lingga tak pernah berniat membebaskannya.
Read
Chapter: RUMAH YANG SEDERHANA, ISTRI YANG CANTIK DAN CINTA YANG PENUH ( EPILOG )
Saat pagi bersinar dengan begitu cerahnya. Lingga masih tertidur pulas setelah semalaman berjuang dengan pergulatan cinta yang tidak pernah membuatnya bosan.Srengg.. srengg.. srengg.. Suara Azalea sedang memasak makanan untuk sarapan. Aroma harum menyebar di seluruh ruangan hingga membangunkan Lingga dari tidur pulasnya.Lingga membuka matanya, meraba tempat di sebelah dengan tangannya. Tidak ada Azalea disana. Dari luar terdengar begitu berisik suara orang sedang beraktifitas. Lingga keluar untuk melihat apa yang sedang di lakukan Istrinya tersebut.Lingga berdiri bersandar di tembok melihat Istrinya sedang memasak sesuatu untuk mereka. Begitu berisik dan rumit. Namun ternyata itu hanyalah nasi goreng, tapi karena koki yang membuat itu adalah Azalea, maka bagi Lingga nasi goreng itu adalah nasi goreng paling special di dunia."Rajin banget sihh Istriku," ucap Lingga mengagetkan Azalea yang tengah fokus memasak."Ehhh.. sayang,&n
Last Updated: 2021-10-04
Chapter: HARI PALING INDAH 2 ( END )
"Sabar Pak Bos!" kata Azalea."Sudah bukan Pak Bos lagi, aku kan sudah jadi orang biasa, mulai sekarang panggil aku SAYANG, harus!" sahut Lingga."Waahhh.. bukan Pak Bos tapi tetap memerintah.""Gak peduli, gak dengar," balas Lingga memalingkan wajah berpura - pura tidak mengerti. Azalea tertawa melihat tingkah Lingga yang lucu itu. Tidak lama setelah itu pelayan membawa makanan yang telah mereka pesan."Yeaahhh.. akhirnya datang. Mas lama banget sih, aku ini mau buru - buru menyelesaikan tugas penting," ucap Lingga kepada pelayan. Azalea mencubit tangan Lingga."Maaf Pak, pesanannya masih antri dimasak," jawab Pelayan itu sopan."Gak apa - apa Mas, jangan di dengerin!" sahut Azalea dengan tersenyum.Setelah itu, pelayan itu pun pergi. Lingga memakan makanannya dengan sangat lahap dan terus senyum - senyum sendiri sambil melihat Azalea."Apaaa sih?" Azalea menatap heran."Hmm.. cepat makan makananmu terus kita pulang!" j
Last Updated: 2021-10-04
Chapter: HARI PALING INDAH 1 ( END )
Di dalam rumah Azalea yang sederhana. Azalea sedang membersihkan sisa - sisa make up di wajahnya. Ia menaruh bunga melati hiasan dari sanggulnya itu di salah satu sudut meja riasnya sehingga aroma bunga itu menyebar mengharumkan seisi ruangan menjadikan kamar itu layaknya khas kamar pengantin baru. Lingga sudah beberapa kali melirik Azalea dengan senyum mesumnya yang khas. Ia melepas dasi kemudian jaz dan mengganti pakaiannya dengan kaos polos berwarna putih dan celana kain yang nyaman saat dipakai untuk bersantai. Lingga sedang duduk di belakang Azalea saat Azalea selesai menghapus riasan wajahnya dan akan mengganti bajunya. Azalea mengambil baju di lemarinya kemudian berjalan menuju kamar mandi."Azalea, kamu mau kemana?" tanya Lingga."Ganti baju lah, gak nyaman terus memakai baju ini Lingga," jawab Azalea dengan sederhana."Ganti baju dimana?" tanya Lingga lagi."Di kamar mandi lahh... kan ada kamu," jawab Azalea terus masuk ke dalam kamar mandi.
Last Updated: 2021-10-04
Chapter: HARI BAHAGIA
"Apa kamu bersedia hidup dengan sederhana bersamaku?" tanya Lingga."Aku tidak apa - apa hidup sederhana, aku terbiasa dengan itu tapi kamu kan tidak" jawab Azelea."Maaf karena aku tidak bisa memberimu hidup yang mewah tapi aku berjanji akan memberimu hidup yang baik dan aku sangat mencintaimu, karena itu hanya dengan bersamamu saja hidupku sudah indah, aku tidak membutuhkan apapun lagi," Lingga berkata dengan senyum bahagia.Semua yang ada disana mendengarkan pembicaraan Lingga dan Azalea. Bisma dan Arum terkejut dengan keputusan yang dipilih oleh Lingga. Bisma akhirnya mengerti kenapa Raden Arya dan Utari memilih jatuh ke jurang bersama - sama. Karena mereka tidak bisa hidup jika mereka terpisah. Cinta dalam hati mereka begitu kuat dan penuh. Hingga tidak ada yang lebih penting selain bersama dengan orang yang dicintainya.Wajah Raden Wisnu begitu datar mendengar percakapan Lingga dan Azalea, ia sudah membaca kisah antara Raden Arya dan Utari. Te
Last Updated: 2021-09-30
Chapter: AWAL YANG BARU
"Lakukan apapun yang membuat hatimu lega namun jangan pernah meninggalkan keluargamu, kamu tahu kan bahwa tidak baik meninggalkan keluarga sendiri, seburuk apapun mereka, mereka tetaplah keluarga," ingat Azalea."Aku tidak meninggalkan mereka, aku hanya tidak ingin bersama dengan mereka," jawab Lingga.Tringgg.. tringg.. tringg..Suara handphone Lingga berbunyi. Sebuah panggilan dari Raden Wisnu."Halo, Romo," Lingga berkata dengan nada yang begitu datar."Halo Lingga anakku, aku tahu engkau tengah bersedih tapi bisakah kamu datang untuk makan bersama nanti malam," ucap Raden Wisnu dalam telponnya."Aku tidak ingin Romo," jawab Lingga."Ini sebuah perintah, bukan permintaan, jadi nanti malam datanglah kerumah untuk makan malam bersama" balas Raden Wisnu memerintah."Jika begitu maka aku akan mengajak Azalea bersamaku," Lingga berkata dengan tegas."Terserah padamu, yang penting datanglah nanti malam!" Raden Wisnu lalu menu
Last Updated: 2021-09-30
Chapter: HARI TERGELAP
Setelah kepergian Paman Pram, keluarga Kartanagara menjadi dingin. Tidak ada mulut yang bersuara, Lingga tidak kembali ke rumahnya setelah acara pemakaman Paman Pram selesai. Selama beberapa hari ia berada di rumah Azalea. Lingga berpesan pada Romonya bahwa ia ingin menenangkan diri, ia begitu sedih dengan kepergian Paman Pram. Begitu juga dengan Raden Wisnu, adik satu - satunya yang selalu ia perintah dengan seenaknya, adik yang tidak pernah diperhatikan keadaannya. Yang Raden Wisnu tahu hanyalah bisnis keluarga berjalan lancar. Nama keluarga Kartanagara begitu tersohor. Ia tidak pernah berpikir bagaimana adiknya menjalani hidup, bagaimana anaknya menjalani hidup? Raden Wisnu yang mentitipkan Lingga kepada Raden Pramoedya dengan alasan agar Raden Praoedya tidak merasa kesepian karena tidak memiliki istri dan tidak memiliki anak.Kini semua kasih sayang Lingga tertuju pada Raden Pramoedya. Untuk Raden Wisnu hanyalah bentuk rasa hormat antara anak kepada Ayahandanya.Ra
Last Updated: 2021-09-29
CANDU SENTUHAN PENGUASA KAMPUS

CANDU SENTUHAN PENGUASA KAMPUS

Paris Arabella memutuskan untuk tidak lagi percaya pada cinta setelah mengalami pengalaman pahit dan diselingkuhi oleh cinta pertamanya. Namun, prinsipnya goyah saat ia bertemu dengan River Olivier, seorang mahasiswa fotografi yang ramah kepada semua orang tetapi sebenarnya menutup diri dari hubungan romantis yang serius.
Read
Chapter: 45. KEPASTIAN YANG MENENANGKAN ( TAMAT )
Tangan Adrian terulur lembut, menyapu helaian rambut Paris yang berantakan diterpa angin siang di taman kampus. Sentuhan jari-jarinya terasa begitu tenang, tanpa ada desakan atau maksud tersembunyi yang membuat dada Paris cemas. Di hadapan pria itu, Paris tidak perlu bersikap menjadi orang lain. Ia tidak perlu berpura-pura menjadi cewek yang 'santai' hanya agar tidak ditinggalkan. Paris menatap wajah Adrian yang tersenyum hangat. "Kamu nggak takut orang-orang di kampus ngeliatin kita, Yan?" Adrian terkekeh pelan, menarik tangannya kembali lalu menopang dagunya di atas meja kayu. Pandangan matanya terkunci rapat pada Paris, memancarkan kejujuran yang jelas. "Kenapa harus takut, Paris? Saya jalan sama wanita yang saya suka, bukan lagi nyembunyiin kejahatan." Kata-kata itu meluncur begitu saja, tetapi dampaknya seperti menyiramkan air sejuk ke atas luka lama di hati Paris. Kalimat sederhana yang selama ini ingin ia dengar dari mulut River, kini diucapkan oleh Adrian tanpa ragu sedik
Last Updated: 2026-09-23
Chapter: 44. SOROT MATA YANG PATAH
Pintu kayu rumah Paris terkunci rapat dengan bunyi klik yang tegas, menyisakan keheningan malam yang menusuk. Di balik gembok pagar besi yang baru saja dibantingnya, Paris bersandar sejenak, menghela napas panjang untuk menetralkan detak jantungnya yang maraton. Rasa hangat dari perhatian Adrian tadi malam sengaja ia simpan rapat-rapt di dadanya, dijadikan perisai kokoh agar bayangan kemarahan dan cengkeraman kasar River tak lagi sanggup melukainya.Malam itu, Paris tidur dengan tenang. Setelah sekian lama, ia tak lagi menunggu denting notifikasi ponsel yang hanya berisi pesan singkat penuh ketidakpastian.Pagi harinya di area kampus, atmosfer mendadak berubah seratus delapan puluh derajat.River, pria paling populer di kampus, sosok kharismatik yang selalu mengumbar senyum menawan, hari itu tampil berbeda. Aura dominan yang biasanya terpancar penuh percaya diri kini meredup, tergantikan oleh sikap yang jauh lebih pendiam dan dingin.Pria itu berjalan
Last Updated: 2026-09-16
Chapter: 43. MILIKKU SUDAH PERGI
Malam di kompleks perumahan itu mendadak terasa jauh lebih dingin. Rasa hangat dari sentuhan lembut Adrian di puncak kepalanya, serta kebahagiaan sederhana saat menerima kotak macaron rasa vanila tadi, seketika menguap tanpa sisa.Digantikan oleh gelombang tegang yang menusuk hingga ke tulang.Paris membeku. Langkah kakinya terkunci rapat di atas aspal dingin tepat di depan gerbang rumahnya yang sepi.Dari balik pohon mangga, sosok yang terduduk di samping motor sport hitam itu perlahan bangkit. River melangkah maju. Jaket kulit hitam yang dikenakannya tampak kusam, rambutnya berantakan diterpa angin malam, dan matanya, mata yang dulu selalu memancarkan keegoisan kini merah membara, dipenuhi gabungan antara cemburu, amarah, dan rasa tidak berdaya yang bergejolak."Bagus ya," suara River terdengar parau, penuh akan sarkasme yang tajam. Pria itu terus melangkah mendekat, mengikis jarak di antara mereka. "Baru sebentar gue nggak ada, lo udah bisa senyum serenyah itu sama cowok lain?"Par
Last Updated: 2026-09-15
Chapter: 42. MALAM HANGAT
Paris terburu-buru meraih gelas kaca berisi minuman berwarna ungu gradasi di depannya, berusaha mengalihkan perhatian dari hangatnya rona merah yang kini menjalar hingga ke lehernya.Sentuhan singkat jemari Adrian saat menyeka busa minuman di sudut bibirnya tadi masih meninggalkan sensasi aneh yang membuat jantungnya berdegup tak karuan.Adrian, yang menyadari salah tingkahnya gadis di hadapannya, hanya tersenyum tipis. Dengan gestur yang sangat dewasa, ia tidak menggoda Paris lebih jauh. Pria itu justru menyandarkan punggungnya santai ke sandaran kursi katun cream, memberi Paris ruang untuk bernapas."Jadi, bagaimana menurut kritikus terbaik saya?" tanya Adrian, mengalihkan obrolan dengan nada suara rendah yang tenang. "Rasa lavender dan lemonnya terlalu kuat, atau justru pas?"Paris berdeham pelan, mencoba menetralkan degup dadanya sebelum kembali menatap gelas cantik itu. "Rasa asam lemonnya langsung kerasa di awal, tapi setelah ditelan, ada aroma lavender yang manis dan menenangka
Last Updated: 2026-09-13
Chapter: 41. PENYESALAN YANG TERLAMBAT
"Aduh, Par, lo bisa santai dikit nggak sih? Eh salah, maksud gue, kok lo bisa santai banget sih?!" Febby bolak-balik merapikan kerah sweter Paris yang sebenarnya sudah sangat rapi.Gadis itu berkali-kali melirik jam tangan digitalnya, lalu menatap jalanan di depan gerbang kampus dengan binar mata yang lebih heboh daripada orang yang mau kencan.Paris hanya terkekeh pelan, bersandar santai pada tiang halte sembari memegang ponselnya. "Feb, dia cuma mau jemput buat minta pendapat menu minuman baru. Bukan mau ngajak gue ke pelaminan, tolong ya kondisikan mukanya.""Halah, kedok itu mah! Mana ada pengusaha muda bela-belain jemput anak kuliahan sore-sore cuma buat nanya rasa sirup," timpal Manda yang berdiri di sebelah mereka, melipat tangan dengan senyum penuh arti. "Tapi gue dukung penuh sih. Minimal, kalau lo sama Adrian, gizi lo perbaikan, Par.""Bener! Dan yang paling penting, bebas dari polusi udara bernama River," sahut Febby berapi-api, yang langsung dihadiahi cubitan gemas di leng
Last Updated: 2026-09-12
Chapter: 40. MENIKMATI MAKAN SIANG
Aroma gurih nan mewah dari Creamy Mushroom Pasta berlumur saus truffle langsung menguasai seluruh penjuru ruang kelas begitu Febby membuka penutup wadah premiumnya. Tidak ketinggalan, kotak berisi Warm Apple Pie dengan wadah es krim vanila terpisah yang dikemas khusus agar tidak cepat mencair, ditata rapi di tengah meja yang kini disulap menjadi area piknik dadakan."Sumpah ya, ini wangi jamur sama keju premiumnya benar-benar merusak iman diet gue," cerocos Febby sembari menelan ludah, matanya berbinar menatap porsi makanan yang ternyata cukup banyak itu. "Tuan Adrian ini tahu aja kalau anak kuliahan jam segini lambungnya udah demo.""Bentar, bentar! Jangan disentuh dulu!" seru Manda cepat, menepis pelan tangan Kenzie yang sudah bersiap mencomot sendok. Manda menoleh ke arah Paris dengan cengiran usil. "Artis kita harus mendokumentasikan ini dulu sebagai bentuk laporan pertanggungjawaban kepada pihak sponsor."Paris tertawa kecil, pipinya merona mendengar ledekan Manda. Namun, ia teta
Last Updated: 2026-09-11
GODAAN SUGAR BABY CENTIL

GODAAN SUGAR BABY CENTIL

"Om, mau jadi pacarku??" "Pacar? Saya ini lebih cocok jadi Ayah kamu, Ra. Ketimbang jadi pacar." "Nggak apa-apa, Om. Kan pacaran sama sugar daddy lagi musim." "Memangnya kamu nggak tau sugar daddy itu apa? Sugar daddy itu om om nakal yang suka sama gadis genit kayak kamu." "Nggak apa-apa. Aku mau jadi gadis genitnya. Om, mau nggak jadi om-om nakalnya?" Darius pria dewasa menjalin hubungan dengan Aurora anak kuliahan centil dan manja. Bagaimana cinta beda usia ini berjalan?
Read
Chapter: (S2) 36. CAHAYA DIBALIK TOPENG (TAMAT )
Pagi ini udara Jakarta terasa berbeda di paru-paru Chika. Tak ada lagi debar ketakutan, tak ada lagi beban rahasia yang menghimpit dada. Di atas meja kerjanya yang kini terletak persis di samping ruang kerja Dewa, sebuah buku bersampul keras dengan ilustrasi siluet seorang wanita yang melepas topeng kaca bertengger dengan anggun . “Cahaya di Balik Topeng”—oleh C.P. Adiwangsa. Novel itu baru dirilis satu minggu lalu secara serentak di seluruh toko buku nasional, lengkap dengan versi digitalnya yang langsung menduduki peringkat pertama di berbagai platform baca daring. Chika tidak menyembunyikan identitasnya lagi. Ia tidak menulis sebagai asisten culun. Melainkan sebagai dirinya yang utuh. Seorang wanita yang telah melewati badai intrik korporat dan keluar sebagai pemenang atas takdirnya sendiri. Novel itu bukan sekadar fiksi romantis. Itu adalah memoar terselubung yang membuka mata publik tentang bagaimana keserakahan bisa menghancurkan sebuah keluarga, dan bagaimana kejujuran
Last Updated: 2026-06-28
Chapter: (S2) 35. ALIANSI YANG TAK TERDUGA
Ancaman melalui email anonim itu ternyata bukan gertakan kosong. Hanya dalam waktu dua belas jam setelah Chika menerima pesan tersebut, mimpi buruk itu menjadi nyata. Saat Chika baru saja turun dari mobil di basemen apartemennya. Tempat yang seharusnya paling aman. Tiga pria bertopeng menyergapnya. Bahkan Rahmat, yang mencoba melawan, tersungkur setelah dihantam gagang senjata api. Chika diseret masuk ke dalam mobil van hitam yang melesat keluar, meninggalkan keheningan mencekam di basemen yang dingin. Dewa, yang saat itu baru saja menyelesaikan panggilan telepon dengan otoritas keuangan, mendapati Rahmat merangkak di lantai basemen dengan pelipis berdarah. Dunia Dewa seolah runtuh saat ia melihat tas tangan Chika tergeletak tragis di samping mobil yang pintunya masih terbuka. "Mereka membawanya, Pak..." rintih Rahmat. "Mereka tidak bicara, tapi mereka sangat profesional." Dewa tidak membuang waktu. Ia segera menghubungi nomor yang paling tidak ingin ia hubungi dalam hidupnya
Last Updated: 2026-05-06
Chapter: (S2) 34. ANCAMAN TERAKHIR
Jakarta menyambut kepulangan Dewa dan Chika dengan wajah yang berbeda. Tak ada lagi baliho raksasa yang memajang wajah Sherly atau berita utama tentang pengambilalihan paksa oleh Adiwangsa Group.Yang tersisa adalah gedung Dewangga Corp yang berdiri kokoh, menanti pemimpinnya untuk melakukan pembersihan besar-besaran.Dengan dokumen wasiat asli Larasati di tangan, Dewa secara resmi menduduki kursi CEO tanpa ada lagi bayang-bayang Martha. Namun, restrukturisasi total bukanlah perkara mudah. Di hari pertama kembali berkantor, Dewa mengumpulkan seluruh manajer senior di ruang rapat utama.Di sampingnya, Chika duduk bukan lagi sebagai asisten yang membungkuk, melainkan sebagai penasihat strategis dengan hak suara penuh."Mulai hari ini, setiap kontrak yang ditandatangani di bawah tekanan Martha atau Sherly akan ditinjau ulang," suara Dewa bergema, dingin namun penuh wibawa. "Dewangga Corp akan kembali ke nilai intinya: inovasi dan integritas. Siapa pun yang merasa keberatan dengan transpa
Last Updated: 2026-05-05
Chapter: (S2) 33. MASA LALU DUA IBU
Lantai bursa mungkin sudah tenang, namun badai di dalam hati Chika justru baru saja dimulai. Pernyataan Sherly dari balik jeruji ruang interogasi polisi seperti sebuah granat yang dilemparkan ke masa lalu. Ia menyebutkan sebuah nama desa di pesisir Jawa Tengah. Desa Karang Sewu, tempat di mana rahasia antara Larasati, ibu kandung Dewa, dan almarhumah ibu kandung Chika, Saraswati, terkubur bersama dendam Dion Adiwangsa. "Kita harus ke sana, Dewa," ucap Chika saat mereka berdiri di lobi apartemen yang gelap. "Polisi tidak akan bergerak tanpa bukti fisik, dan Sherly bilang bukti itu ada di rumah tua milik keluarga Larasati." Perjalanan delapan jam itu terasa sunyi. Hanya suara deru mesin dan rintik hujan yang menemani mereka menembus kegelapan pantura. Deru ombak di pesisir Karang Sewu terdengar seperti bisikan masa lalu yang menuntut penjelasan. Desa ini adalah tempat di mana Larasati, ibu kandung Dewa, menghabiskan masa kecilnya bersama Saraswati, ibu kandung Chika. Di sinilah
Last Updated: 2026-05-02
Chapter: (S2) 32. SENJATA MAKAN TUAN
Suara sirene ambulans dan pemadam kebakaran di luar Hotel Gran Melia terdengar seperti latar belakang yang jauh bagi Chika. Ia duduk di dalam ambulans, bahunya dibungkus selimut darurat, namun matanya terpaku pada ponsel Sherly yang masih menyala di genggamannya.Kalimat itu terus berulang di kepalanya seperti kaset rusak. “...karena dia bukan anak kandungmu.”Dewa berdiri di sampingnya, mengabaikan luka bakar ringan di lengannya. Ia menatap Chika dengan cemas. "Chika, kamu harus ke rumah sakit. Paru-parumu perlu diperiksa."Chika mendongak, wajahnya yang terkena jelaga tampak pucat pasi. "Dewa... dengarkan ini."Ia memutar kembali pesan suara itu. Dewa membeku. Keheningan yang janggal tercipta di antara mereka, kontras dengan hiruk-pikuk petugas medis di sekitar mereka."Itu suara Nyonya Martha," bisik Dewa. "Dia bicara pada Papamu."Belum sempat Dewa mencerna informasi itu, sosok Dion Adiwangsa muncul di depan pintu ambulans. Wajah sang raksasa bisnis itu tidak lagi menunjukkan amar
Last Updated: 2026-05-01
Chapter: (S2) 31. JEBAKAN SKANDAL
Setelah malam pengakuan di bawah bintang, Chika terbangun dengan perasaan bahwa dunia sedikit lebih ringan. Namun, di dunia korporat yang kejam, ketenangan hanyalah jeda sebelum badai kategori lima menghantam.Pagi itu, kantor Dewangga Corp tidak lagi dipenuhi oleh bisik-bisik soal asisten culun, melainkan oleh kepanikan massal.Layar monitor di lobi menampilkan grafik merah yang menukik tajam. Adiwangsa Group baru saja mengumumkan Hostile Takeover—pengambilalihan paksa—terhadap Dewangga Corp.Dion Adiwangsa tidak lagi bermain di balik bayangan. Ia menyerang jantung pertahanan Dewa dengan membeli saham-saham kecil di pasar terbuka dalam jumlah masif."Papa benar-benar melakukannya," bisik Chika saat ia memasuki ruangan Dewa.Dewa berdiri di depan jendela kaca besarnya, ponsel di telinganya tak henti-henti bergetar. "Dia menyerang saat kita sedang lemah pasca skandal Martha. Dia ingin melumpuhkan operasional kita sebelum kita sempat memulihkan dana taktis yang dicuri kemarin."Namun, s
Last Updated: 2026-04-30
You May Also Like
OTW Menjanda
OTW Menjanda
Romansa · Melo_di_Kata
13.9K views
AKU TUNGGU DUDAMU
AKU TUNGGU DUDAMU
Romansa · Senchaaa
13.9K views
AIR MATA RINDU
AIR MATA RINDU
Romansa · Deshika Widya
13.9K views
Terjerat Cinta Dosen
Terjerat Cinta Dosen
Romansa · Arizumi
13.8K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status