author-banner
Crescent Hoshizora
Crescent Hoshizora
Author

Novels by Crescent Hoshizora

Penghangat Ranjang Tuan Sean

Penghangat Ranjang Tuan Sean

“Tidurlah denganku, sebulan sekali.” *** Masih perawan setelah 72 tahun, Catherine van Lammington memilih opsi reinkarnasi. Dia, yang kini bernama Catherine Ethenburough, tiba-tiba menarik perhatian seorang lelaki tampan dan kaya raya bernama Sean Lamiore. Namun saat Sean menawarkan kehangatan yang dia dambakan, Catherine justru ragu karena di pertemuan pertama mereka … “Masih perawan?” Sean bertanya tanpa filter. Tanpa menunggu respon Catherine, dia bertanya lagi sambil mulai memajukan wajah, “Keberatan kalau aku cium?” Karena itu, Catherine merasa Sean cuma cowok mesum yang haus akan belaian wanita! Padahal, Sean tidak bermaksud begitu. Ada rahasia yang dia sembunyikan, berkaitan dengan alasannya meminta Catherine menjadi penghangat ranjangnya *** Cover free for commercial use by Andres Hernandez (Unsplash) & Wyxina Tresse (Pexels)
Read
Chapter: Ayamnya Terlalu Menggoda
“Kau tahu semua itu dan masih berani menggodaku, Cathie?” Sean balas berbisik.Usai mengucapkan itu, Sean bergegas menuju kasir. Sama sekali tidak memperdulikan Catherine yang dibuatnya terkejut di tempat.“Sial!” geram Catherine begitu Sean menjauh. “Untung saja reaksinya cuma begitu. Kalau tiba-tiba mencium, mukaku ini mau ditaruh di mana?”***Setelah menyelesaikan pembayaran di kasir, Catherine mengira mereka akan langsung pulang. Namun saat melintas di lantai dua, Sean tiba-tiba berkata,"Mampir dulu ke depan sana."Mendengar ucapan Sean, segera Catherine menelusuri kemana sorot mata Sean mengarah. Tepatnya, pada sebuah gerai makanan. Saat mulai mendekat, terasa sekali kalau bau harumnya menyebar kemana-mana."Dia mau mengajakku makan? Dermawan sekali," batin Catherine kemudian.Begitu memasuki gerai makanan cepat saji itu, Sean berkata, "Kau tunggu saja di sini.""Ya," patuh Catherine seraya duduk di kursi yang menurutnya nyaman. Sementara itu, Sean langsung pergi ke kasir untuk
Last Updated: 2026-07-26
Chapter: Apakah Cantik Saat Kupakai?
“Ada yang bisa saya bantu Tuan, Nona?” tanya Ami begitu mendekat.Sebelum Sean sempat menggerakkan bibirnya, Catherine mencuri start terlebih dahulu. Dia berkata, “Apa boleh saya menanyakan tentang gaun ini?”Alih-alih menunjuk pada gaun yang tengah ditenteng Sean, tangan Catherine terarah pada sebuah gaun putih bermotif floral yang masih terpajang di display.“Oh, tentu saja Nona,” sahut Ami, lengkap dengan senyum ramahnya.Catherine pun bertanya, “Apa ada gaun yang seperti ini, tapi motif bunganya berwarna gelap. Seperti ungu atau biru?”“Ada, Nona. Tapi kain tile-nya berwarna lilac. Untuk kain yang putih, kami hanya menyediakan motif berwarna pink dan kuning. Bagaimana? Apa Anda berkenan melihatnya?” balas Ami.“Boleh,” setuju Catherine.Ami lalu mengambil dress putih floral yang ditunjuk oleh Catherine. Dia juga bertanya, “Ukurannya disamakan dengan ini, Nona?”“Iya,” angguk Catherine.Setelah mendapatkan konfirmasi itu, Ami melangkah pergi menuju gudang. Meninggalkan Sean dan Cat
Last Updated: 2026-07-24
Chapter: Pilih Sesukamu, Cathie
“Ada aku di sini, tidak perlu memikirkan soal harga,” ujar Sean. Tangannya juga sengaja menepuk-nepuk kantong, memberi kode kalau dia akan mengurus semuanya.Catherine menggelengkan kepala. “Tidak boleh begitu.”Menghembuskan napas kencang, Sean lantas berujar, “Dengan gaji bulananmu yang cuma seupil itu, paling-paling kau cuma bisa beli satu atau dua potong baju saja.”“Apa?” kaget Catherine. Sepasang matanya membola tak percaya.Menggapai tangan Catherine untuk dia gandeng, Sean lantas mulai menaiknya menuju eskalator. Dalam perjalanan, dia berkata, “Anggap saja ini fasilitas yang harus aku penuhi.”“Kalau begitu, aku tidak akan segan lagi,” balas Catherine.Kepalanya menunduk, menyembunyikan rona merah yang mulai tampil di pipi. Malu karena Sean tiba-tiba menggandeng dirinya. Membuat Catherine merasa kalau mereka adalah pasangan yang sedang menghabiskan waktu bersama.“Baguslah kalau kau mengerti,” lega Sean di dalam hati.“Perhatikan langkahmu,” ujarnya lagi ketika mereka sudah sa
Last Updated: 2026-07-22
Chapter: Apa Kau Tahu Seatbelt, Cathie?
Catherine menelan ludahnya dengan susah payah.Amarah yang tadi sempat menguasai dirinya, kini mulai goyah. Firasatnya juga buruk soal ini.“God dammit!” umpat Sean sambil memukul setir sebagai pelampiasan amarah.Dia lalu menjelaskan, “Aku begini karena kau malah terlihat kebingungan saat aku suruh memakai sabuk pengaman.”“Tunggu dulu,” henti lelaki itu seraya menoleh. Sorot matanya dipenuhi oleh keputusasaan ketika bertanya, “Jangan bilang kalau kau tidak tahu soal seatbelt, Cathie.”“Mampus!” jerit batin Catherine.Segera dia memalingkan pandangan ke arah lain. Bibirnya berucap gugup, “Sabuk … anu, aku tahu kok.”Dihadapkan pada kebohongan Catherine yang begitu jelas, Sean semakin murka. Urat di lehernya pun terlihat tegang.“Kalau begitu, coba tunjukkan padaku. Mana benda yang aku maksud,” pintanya geram.Catherine kembali menelan ludah. Tangannya gemetaran menyentuh beberapa benda secara asal. Dia sungguh tidak punya kesan sedikit pun tentang sabuk pengaman yang disebutkan oleh
Last Updated: 2026-07-22
Chapter: Jangan Pikirkan Lelaki Lain
“Ada aku di sini, tapi dia malah menanyakan Ren?” kesal Sean di dalam hatinya.Sepercik rasa cemburu pun muncul, membuat mood-nya jadi jelek. Wajahnya yang semula berseri, kini seperti digelayuti oleh awan mendung.“Huh! Apa aku kurang menarik dibandingkan lelaki itu?" geramnya kemudian.Dengan wajah sebal level maksimalnya itu, Sean bertanya ketus, “Siapa bilang Ren akan ikut dengan kita?”Sebelah alis Catherine langsung terangkat. “Maksudnya, kau yang menyetir?” tanyanya memastikan.“Jangan menguji kesabaranku, Cathie!” sungut Sean. Menepuk-nepuk kursi yang tengah dia duduki, Sean lantas menyindir, “Matamu itu masih normal, ‘kan? Maksudku, bisa melihat kalau aku duduk di sini.”Lelaki itu menjeda kalimatnya sebentar untuk menarik napas. Lalu dia hembuskan dengan kencang, sekalian melampiaskan rasa dongkol di dalam hati.“Itu artinya aku yang menyetir, Cathie. Masa iya kau perlu menanyakan hal seperti ini.”Catherine mencebikkan bibirnya. “Aku belum pernah melihatmu menyetir sendiri.
Last Updated: 2026-07-21
Chapter: Perlihatkan Sedikit Lebih Lama, Ya?
Jakun Sean langsung bergerak turun begitu melihat pemandangan menggoda yang ditampilkan oleh Catherine. Meski jarak mereka cukup jauh, mata Sean langsung cosplay menjadi mata elang kalau sudah dihadapkan dengan situasi ini.Matanya naik turun berulangkali karena bingung mau melihat yang mana. Antara melihat bagian atas handuk yang terlihat sangat sesak sampai seperti tak muat menampung sepasang aset pribadi milik Catherine, atau memandangi paha Catherine yang begitu mulus.“Perawatan macam apa yang dia lakukan? Nyaris tidak ada bulu yang terlihat di kakinya,” pikir Sean kemudian.Menyadari Sean yang terpaku di tempatnya tanpa melakukan apa pun, pipi Catherine langsung merona. Buru-buru dia menutupkan kedua tangan. Yang satu menghalangi belahan dadanya, sementara yang lainnya menutupi bagian bawah.“Pelit sekali,” komentar Sean.Bibirnya sedikit maju. Pipinya juga terlihat agak menggembung. Persis seperti seorang anak kecil yang merajuk karena tidak diperbolehkan makan permen.Langsung
Last Updated: 2026-07-21
My Beloved Assistant

My Beloved Assistant

Pieter syok melihat kekasihnya berselingkuh dengan pria lain. Dia kemudian menyentuh minuman beralkohol dan salah mengira kalau Cyenna adalah kekasihnya. Memiringkan wajah sembari berkata, "Kau milikku malam ini." Cover by: pexels.com
Read
Chapter: Seperti Pertemuan Pertama
Cyenna tak menampik kalau perkataan Pieter benar adanya. Kebanyakan lelaki tak suka bila pasangan hidupnya ternyata bekas orang lain. Maunya yang masih bersegel. Tapi yang aneh, mereka suka memberi bekas kepada pria lain."Ada satu," jawabnya pelan, tapi pasti.Bagai tersambar petir di siang bolong, Pieter terkejut. Mungkinkah Cyenna jatuh cinta dengan seorang berandalan?"Siapa?" tuntut Pieter sembari menahan ribuan jarum yang menghujam dada.Entah kenapa, ada sesuatu yang membuat rongga dadanya sesak. Rasanya sama persis ketika menyaksikan perselingkuhan Xela di depan mata.Cyenna enggan menjawab. Emosi Pieter semakin tersulut. Penasaran dengan sosok yang dibicarakan Cyenna."Kutanya sekali lagi. Siapa orangnya?" amuk lelaki tersebut.Entah mendapat keberanian dari mana, dia menyahut singkat, "Mantanku."Jawaban dari Cyenna sungguh mengiris hati Pieter. Lelaki itu langsung menerjang asistennya hingga jatuh telentang di
Last Updated: 2021-10-18
Chapter: Dua Jalan
"Bukan gitu. Cuma nggak tega aja," balas kekasihnya. Mencoba meminimalkan kesalahpahaman di antara mereka.Hans menyeringai. "Kalau mau hubungan kalian berakhir baik-baik, harusnya kamu putusin dia, baru pacaran sama aku!"Xela terdiam sempurna. Ucapan Hans ada benarnya. Jadi selama ini, dia menyakiti Pieter?"Tatap mataku, La," ujar kekasihnya sembari menangkup wajah wanitanya.Memandang Hans, tapi tak sanggup. Hanya mengingatkan akan pertemuan pertama mereka yang membuatnya haus akan kasih sayang. Hingga akhirnya, dia memilih berpaling dari Pieter. Tanpa tahu kalau lelaki itu menunggu waktu yang tepat untuk menaikkan status hubungan mereka.Xela menyesal. Tapi, semua itu tak ada gunanya. Toh, dia memiliki Hans. Mereka akan menikah bulan depan. Secepat mungkin, Xela harus menghapus perasaannya untuk Pieter.***Pieter melemparkan ponsel ke atas kasur. Dia sungguh kecewa dengan jawaban Xela."Setidaknya, aku tahu kau mencintaik
Last Updated: 2021-10-18
Chapter: Unperfect Morning
Matahari menyingsing dari ufuk timur. Membawa kehangatan bersama kilau sinar keemasannya yang mempesona.Sayup-sayup, terdengar tangisan seorang perempuan. Membuat Pieter terjaga dari tidurnya.Menggeliat ke kiri sembari mengusap mata. Mencoba mencari sumber suara. Perlahan, atensinya tertuju pada seorang perempuan yang duduk memeluk lutut di sudut kamar.Mendekatinya tanpa rasa bersalah sedikit pun. Berjongkok di depan perempuan berkaus jingga seraya bertanya, "Cyenna, kamu kenapa?"Telinga perempuan itu memanas. Luka di hatinya yang menganga pun terasa ditaburi garam. Perih sekali rasanya. Apa Pieter tak ingat dengan kejadian tadi malam?Melihat asistennya bungkam, Pieter menggaruk kepala yang tidak gatal. Tak biasanya Cyenna bertingkah seperti ini."Jawab, dong. Jangan diam aja. Barangkali, aku bisa bantu kamu," ucapnya lagi. Kali ini, sambil mengangkat dagu Cyenna. Memaksa perempuan itu untuk bertatap muka dengannya.Tentu s
Last Updated: 2021-10-18
Chapter: Heavy Night
Lelaki berjas hitam membelalakkan mata ketika melihat kekasihnya asyik bergelut dengan seorang pria. Bahkan, tak ada sehelai pakaian pun yang menempel di tubuh mereka."Lagi dong, Sayang," pinta Xela, beberapa saat setelah mereka mencapai puncak.Hans tersenyum miring, "Calon istriku rakus banget.""Biarin. Yang penting, kita nikah bulan depan," balas perempuan itu sembari mengecup pipi Hans.Pieter merasa sangat marah telah dikhianati oleh perempuan yang teramat ia percayai. Dia pun bergegas turun dari lantai dua. Melemparkan buket bunga di dalam mobil sembari berteriak kencang, "Sialan!"Hatinya hancur berkeping-keping. Dia memukul-mukul pintu mobil bagian dalam. Menyesali keputusan untuk memberikan sepenuh hatinya pada Xela."Keterlaluan kamu, La! Aku cinta mati sama kamu. Kenapa kamu gitu sama aku, hah?!" gelisah Pieter dengan tangan mengepal kuat.Frustasi, dia pun mengacak rambut. Dengan segera, Pieter menyambar telepon. Jemarin
Last Updated: 2021-10-18
Chapter: Lamaran
Perlahan, Pieter membaringkan tubuh Cyenna di atas ranjang. Beruntung, dia memiliki cukup bantal."Pantas kau nggak mau kusuruh duduk di sini. Takut tertidur, rupanya," ucap Pieter seorang diri sembari beranjak.Mengambilkan sebuah baju tak terpakai untuk alas rambut Cyenna yang masih basah. Entah kapan keringnya."Selamat malam," bisik Pieter sebelum memunggungi gadis itu.***Bi Rosa sengaja datang pagi. Kebetulan hari ini, beliau mendapat giliran menyapu rumah. Dengan segera, wanita 40 tahunan tersebut membawa sapu."Tuan Muda sudah bangun atau belum, ya?" bingungnya di depan pintu.Setelah berpikir cukup lama, dia memutar kenop secara perlahan. Tak ingin membangunkan Pieter, bila memang belum terjaga.Bi Rosa kaget dengan apa yang dilihatnya. Lelaki itu sedang melingkarkan tangan di pinggang seorang gadis. Ditilik dari penampilan, kemungkinan besar adalah Cyenna. Tapi, kenapa?Wanita berbaju merah muda pun menutup pi
Last Updated: 2021-10-18
Chapter: Bertukar Cerita
Pieter menutup matanya sebentar. Silau karena lampu menyala secara tiba-tiba. Dia tak punya persiapan."Bilang dulu kalau mau nyalain lampu," omel Pieter dengan mata yang masih terpejam.Cyenna meringis, "Maaf, Tuan. Lain kali, Na bilang dulu."Pieter mendengus. Dia lantas memerintah, "Ke sini, cepat!"Mau tak mau, gadis itu mendekat. Sesaat kemudian, Pieter mengernyitkan dahi. Dia jadi bertanya-tanya mengapa rambut Cyenna sebasah itu. Keramas atau bagaimana?"Kok basah gitu, Na?" tanyanya kemudian."Bukan, Tuan. Barusan nyebur ke kolam," jawabnya jujur.Pieter menepuk jidat. Tidak habis pikir dengan tingkah Cyenna. "Kalau mau renang, kenapa malam-malam?"Cyenna meringis, "Lagi galau, Tuan. Makanya langsung nyemplung. Tapi enggak lama-lama. Biar besok tetap bisa kerja."Lelaki itu menggeleng-gelengkan kepala. Ada ya, perempuan se-absurd Cyenna."Minta nomor ponselmu," ujar Pieter sembari menyodorkan ponsel.
Last Updated: 2021-10-16
You may also like
Partner di Atas Ranjang
Partner di Atas Ranjang
Romansa · Nona Ekha
574.9K views
Jerat Tuan Pebinor
Jerat Tuan Pebinor
Romansa · Butiran_Debu
574.8K views
Dia yang Terluka
Dia yang Terluka
Romansa · Henny Djayadi
559.9K views
Mengejar Cinta Istri
Mengejar Cinta Istri
Romansa · Rahayu avilia
533.5K views
Pemuas Nafsu Tuan Muda
Pemuas Nafsu Tuan Muda
Romansa · Callista_ Ivan
518.0K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status