author-banner
QM
QM
Author

Novels by QM

Terjerat Hati Teman Kecil

Terjerat Hati Teman Kecil

"Aku tidak akan pernah bisa menyukaimu. Kamu itu bagian dari masa lalu buruk!"  Cilla Adilla "Hanya aku dan hatiku yang tau tentang perasaanku." Bastian Hananta Tentang pemuda bermata bulan sabit dan gadis eksotis yang dijuluki kopi hitam, Cilla Adilla. Pemuda itu bernama Bastian Hananta, si biang kerok. Mereka selalu saja bersinggungan meskipun tidak saling menginginkan. Ah, tidak terpikirkan sedikitpun oleh Cilla, gadis ceria dan manis itu harus menjadi istri musuh bebuyutannya. Dia menikah dengan Bastian, tetangga lima langkah yang sangat menyebalkan. Namun, itu  benar-benar terjadi. Bagaimana bisa?  Apakah kapal Cilla dan Bastian akan berlayar? Bagaimana pernikahan yang tidak didasari dengan cinta di antara kedua belah pihak itu berlangsung? Benarkah tanpa cinta?
Read
Chapter: Petang akan Datang Kembali (Ending)
Di bahu jalan, mobil Bastian yang kosong menjadi tempat Danilo dan Vika berbicara. Mereka datang bersamaan. Vika mencari bapaknya untuk melakukan upaya penyelamatan. Sang ibu, Arum sudah lebih dulu pergi. Namun, Vika justru datang sendiri sebab Ali dari kota segera ke Polsek untuk melapor dan akan membawa polisi datang.“Jadi ibu udah ke dalam Dek?” tanya Danilo.“Iya, Mas. Tadi aku coba telpon mas Bastian. Tapi gak diangkat. Gak taunya udah ke sini.” kata Vika dengan tangan terus bergerak gelisah.Tentu Vika merasakan kekhawatiran yang begitu hebat. Sang ibu sedang menolong Cilla dan ibunya di sana. Sedang dirinya hanya bisa menunggu atas perintah ibunya. “Kamu gak usah khawatir, bentar lagi bapak datang.”Tak lama berselang, mobil polisi beserta Ali datang. Mereka segera menghampiri Vika. Kemudian bersama-sama menuju tempat yang sudah diinformasikan Arum sebelumnya.Sebelumnya, Arum sampai di lokasi Cilla disekap. Dia menghubungi Elka sebelumnya. Mengapa Arum bisa mendapatkan titik
Last Updated: 2024-12-31
Chapter: Murka
Pov Bastian“Aku menyukaimu saat pertama kali kita berciuman gak sengaja. Itu first kiss yang sangat membekas, Tian. Sampai membuatku ragu untuk melanjutkan hubunganku saat itu. Dari situlah, pada akhirnya aku bisa menerima lamaran kamu.”“Jadi, kalau tidak ada acara ciuman waktu itu. Kamu gak akan terima lamaranku?”Wanita yang sejak kecil menempati ruang di hatiku itu menggelengkan kepala. Wanita itu merubah posisinya untuk menatap diriku yang tak lepas memperhatikan ekspresinya. Kami sedang berbicara sebelum tidur. Biasanya orang menyebutnya pillow talk.“Bisa iya, bisa tidak.” jawabnya sambil tersenyum.“Terus, misal eyang saat itu gak dateng di warung bakso, jawaban kamu menolak aku gitu?” balasku bertanya lagi.“Hemm, tidak juga. Sebenarnya aku mengajak kamu untuk berpacaran terlebih dahulu. Tapi….” Jawaban menggantung wanita bermata bulat itu membuatku penasaran.“Justru, Eyang menyuruh kita menikah.” sambungnya.“Terus nyesel yah?” sahutku.“Justru bikin aku seneng karena kit
Last Updated: 2024-12-25
Chapter: Siapa yang Bermain?
“Apa yang Mbak bilang tadi?”Wanita cantik dengan wajah yang tampak muram terlonjak saat mendengar pengakuan sang kakak. Hasti, adik Elka datang setelah acara tiga hari sang ibu, Ratri. Wanita itu menatap sang kakak dengan tatapan tajam.“Iya, ibu marah karena aku masih memiliki perasaan sama Bastian.” kata Elka mengaku pada sang adik. Wanita itu duduk menatap ke arah jendela. “Astaga, Mbak. Kamu itu udah punya suami yang tampan, punya segalanya. Pikiranmu kemana Mbak, ha?” “Semuanya karena Cilla,” imbuh Elka.Tanpa mereka sadari, pertengkaran ini didengarkan dengan seksama oleh seseorang. “Jadi ibumu meninggal karena bertengkar sama kamu, Elka?” tanya seorang pria yang tiba-tiba datang dari pintu utama. Suami Elka dengan wajah muram berjalan mendekat pada posisi mereka. Aura kesedihan yang sudah ada sedari tadi kini seakan bertambah tebal. “Selesaikan masalah kalian, aku tunggu di luar.” kata Hasti hendak melangkahkan kakinya keluar dari rumah. Namun, kakinya berhenti mendenga
Last Updated: 2024-12-06
Chapter: Lunglai
“Bude, gimana kabarnya?” tanya Vika sesaat datang. Gadis itu segera datang sesaat mendapatkan kabar. Maura mempersilahkan anak kandung mantan suaminya itu untuk duduk.“Alhamdulillah, sehat Vika. Kamu gimana, Nak?” Maura memang sudah terbiasa dengan Vika. Sejak permasalahan yang datang terus membuka tabir keburukan sang mantan suami, wanita itu tidak sekalipun marah pada Vika. Mereka mengobrol alakadarnya sambil menunggu Danilo mengeluarkan mobil dari garasi. Setelahnya mereka bersama menuju rumah Elka untuk melayat.*Cilla menumpu motor dengan posisi berdiri. Dia melempar helmnya secara reflek. Teriakan dan bunyi helm yang jatuh membuat Bastian segera berbalik badan dan membantu sang istri.“Maaf, Sayang.” ucap Bastian sambil menarik standar motor menggunakan kakinya.“Iya aku gak apa-apa kok, motor kamu gak apa-apa juga. Gak jatuh!” ujar Cilla kesal dengan memungut helmnya di bawah .Bastian lupa menarik standar motor. Sehingga, motor nyaris jatuh. Pria itu tampak diam dengan waj
Last Updated: 2024-11-09
Chapter: Oleng
Pagi itu, Bastian baru pulang dari sawah. Pria itu menggunakan kaos rumahan dipadu bawahan celana selutut berbahan kaos. Cilla melihat sang suaminya menaruh kunci motor di meja makan.“Masak apa Bunda?” tanya Bastian.Cilla mengangkat sebelah alisnya, sedang Bastian tersenyum tipis berakhir bibirnya tersenyum lebar gagal menahannya.“Bunda apa sih? Aneh banget!” ketus Cilla.Wanita itu sudah cantik dengan baju dress selutut khas dirinya. Corak warna kecoklatan dengan bahu telanjang. Dia akan menggunakan kardigan saat keluar rumah.“Katanya gak mau dipanggil…”“Oh jadi ganti panggilan gitu?”Cilla memasukkan masakannya di piring setelahnya menatap malas sang suami yang berdiri di dekat meja dapur.“Yah, kan nanti anak kita lahir panggil kamu Bunda gitu kan?” kata pria itu menarik tisu dan membersihkan tangannya yang basah.“Dih!” dengus Cilla, wanita itu menatap tajam saat Bastian mencomot tempe tepung yang ada di piring. “Kenapa? Gak mau? Makanya, sih gak usah protes. Panggilan Kopi
Last Updated: 2024-10-24
Chapter: Sadar Diri
“Mas, es penangkal badai kemarahan istri ada ya?” tanya Bastian menyindir Cilla yang sedari tadi tidak menjawab pertanyaan darinya.Wanita itu selalu berkata terserah saat ditanya hendak pesan apa. Di sebuah kafe yang terletak di jantung kota, Bastian membawa sang istri.“Hehehe, untuk minuman best seller di tempat kami ini Pak, blue ocean karnival. Ada selasih dan rasanya segar asam manis, apakah mau mencobanya?” saran sang pelayan berwajah Jawa khas itu.Bastian tampak memperhatikan gambar menu yang ditunjuk oleh pelayan. Dari ekor matanya melirik sang istri yang mengambil ponsel di tasnya.“Boleh, sama ramen level dua saja ya. Kalau panas gini biar sekalian terbakar,” ucap Bastian.Sang pelayan menulis pesanannya dengan tersenyum. “Ohya masing-masing dua ya, sama tambah ini coba wafel coklat. Biar manis sedikit gak pahit seperti suasana saat ini,” lanjut Bastian.“Baik, Pak. Apakah ada pesanan yang lain?” kata sang pelayan.“Sudah cukup, terimakasih.” tukas pria itu. Mata sipit Ba
Last Updated: 2024-09-16
Diculik Lalu Dinikahi Pria Berbahaya

Diculik Lalu Dinikahi Pria Berbahaya

Ancaman pembunuhan dari sahabatnya membuat Amaya terpaksa memilih jatuh pada pelukan si pria pemaksa yang dingin. Dialah Brian Aksara, pria berwajah tampan dengan senyum mahal. Pria dewasa yang nir empati. Dia tidak segan menyakiti dengan kebenaran versinya. Pria itu penyebab dirinya dalam masalah sekaligus menariknya dari sang sahabat yang berubah menjadi malaikat pencabut nyawa. Apa yang sebenarnya terjadi? Bagaimana awal kisah rumit itu dimulai?
Read
Chapter: 103. Paulina Alinika
Brian membeku mendengar kalimat terakhir Sesilia. Baru kali ini ia merasa bersalah. Mungkin efek dirinya juga dalam keadaan khawatir. Tidak menanyakan keadaan Amaya justru, ia memarahi Sesilia yang juga sedang dalam kemelut hubungannya dengan Bobi. Mata Brian menatap langkah cepat Bobi mengikuti kekasihnya yang menghilang di belokan lorong. “SIAL!” Sekarang yang baru datang sampai berhenti mendekat saat mendengarnya. Fandi, datang akhirnya mendekat Padang sang Bos. Brian yang mengacak rambutnya yang rapi kini begitu terlihat berantakan. “Bos, maaf saya mengganggu.” “Katakan!” kata Brian singkat.“Nyonya Paulina datang,” lapor Fandi. Paulina Alinika, ibunya benar-benar tidak menggertaknya saja saat berkata akan pulang. Brian semakin merasakan kekacauan di dalam kepalanya. Tidak lama berselang, dokter keluar.“Bagaimana keadaannya?”Dokter mengajak Brian untuk melihat hasil pemeriksaan sang istri di ruangan. Di ruang observasi, bau antiseptik yang tajam menusuk indra penciuman. Sa
Last Updated: 2026-05-30
Chapter: 102. Bayi
Kejadian itu berlangsung begitu cepat, seolah waktu melambat dalam satu fragmen yang mengerikan. Amaya yang tidak siap dan masih merasakan nyeri di perutnya kehilangan keseimbangan. Tubuhnya terhuyung ke belakang, dan dalam satu momen yang mematikan, bagian perut bawahnya membentur ujung meja marmer yang keras sebelum akhirnya ia merosot jatuh ke lantai yang dingin. Suara benturan itu terdengar begitu nyata dan menyakitkan. “MAY!” teriak Sesilia histeris. Segala perdebatan dan kemarahannya pada Bobi menguap seketika. Naluri medisnya mengambil alih. Ia segera menjatuhkan tasnya dan berlari menghampiri Amaya yang kini meringkuk kesakitan dengan wajah pucat pasi. Bobi, yang menyaksikan kejadian itu, tidak tinggal diam. Matanya berkilat marah. Ia segera menyambar tubuh Greta, mencengkeram lengannya dengan sangat kuat hingga wanita itu memekik. “Lepaskan aku, Bobi! Beraninya kamu!” teriak Greta, meronta-ronta dalam kuncian tangan Bobi. Di lantai, Amaya tampak bergumul dengan rasa sa
Last Updated: 2026-05-27
Chapter: 101. Kekacauan
“Betul, Bos,” jawab Fandi tenang. “Setelah apa yang terjadi di dermaga semalam, dia tidak punya posisi tawar lagi. Dengan pembagian ini, operasional dan kendali penuh pelabuhan resmi berada di bawah bendera Aksara Group.” Brian menyunggingkan senyum tipis yang dingin. Senyum seorang pemenang yang baru saja menelan mangsanya bulat-bulat. “Dia juga tidak akan berani melanggar satu poin pun dalam perjanjian ini, Bos. Saya sudah menyisipkan klausul khusus; sekali saja dia bermain di belakang atau mencoba melakukan kontak dengan pihak luar tanpa izin, seluruh aset dan harta pribadi keluarga Sidarta akan langsung diakuisisi oleh Aksara Group tanpa proses pengadilan yang berbelit-belit. Kita sudah mengunci lubang napas mereka,” jelas Fandi mendetail. Brian mengangguk puas, jemarinya mengetuk meja kayu mahoni itu dengan ritme yang teratur. “Bagus. Aku ingin Sidarta tahu bahwa setiap napas yang dia ambil sekarang adalah atas izin dariku. Jangan biarkan dia merasa tenang sedikit pun.” P
Last Updated: 2026-05-14
Chapter: 100. Tidak Sampai Kapan pun
Sesilia seperti tersambar petir dengan kata-kata Bobi itu. Pria yang membuatnya luluh dengan kelembutan dan cinta tulus yang ia rasakan seakan terganti dengan pria jahat, kasar dan satu lagi Sesilia tahu, yaitu bodoh. Ruangan itu mendadak sunyi senyap. Hanya ada detak jam dinding yang terdengar seperti lonceng kematian. Keheningan itu bagi Bobi adalah sebuah pengakuan yang paling menyakitkan. "Jawab aku! Kamu seorang dokter, Ses! Sumpahmu adalah menyelamatkan nyawa, tapi kamu justru membuang darah dagingmu sendiri demi status?!" suara Bobi meledak, menggetarkan kaca-kaca jendela apartemen. Sesilia menatap Bobi dengan tatapan yang sulit diartikan. Ada luka, kekecewaan, dan kehampaan di sana. Ia menghapus air matanya dengan gerakan perlahan, seolah semua teriakan Bobi barusan hanyalah angin lalu. "Lusa kita akan menikah, tapi ternyata kamu belum memahami aku keseluruhan ya, Bob?" ucap Sesilia dengan suara yang sangat tenang. Ketenangan yang justru membuat Bobi merasa semakin kec
Last Updated: 2026-05-08
Chapter: 99. Tekanan
Malam semakin larut, Bobbi pulang dengan langkah gontai. Bukan karena mabuk, namun kelelahannya sangat begitu diambang batas kemampuannya. Sebenarnya, dia dalam masa cuti. Namun, karena situasi sang bos dalam ancaman besar maka ia mengerahkan timnya yang tergabung sebagian masih aktif menjadi aparat, sebagian lagi orang-orang yang bekerja di bawah permukaan. Biasa melakukan pekerjaan yang berat.“Siap!” umpatnya saat kakinya tersandung lantai yang lebih tinggi di lobby.“Malam, Pak,” sapa petugas keamanan yang sudah mengenalnya dengan baik. Bobi memaksa senyum beratnya untuk membalas sapaan itu. Jika bebannya terlihat, mungkin ia akan menendangnya segera agar terbebas segera.Ting Saat ia akan memasuki lift, seorang wanita berpakaian minim tersenyum menggodanya. Namun, di belakangnya seorang pria justru mengumpatnya.“Dia istri saya, jangan coba-coba!” maki pria itu. “Jika kamu masih ingin melihat matahari besok, pergi sekarang! Atau aku
Last Updated: 2026-05-08
Chapter: 98. Melepas Kerinduan
“Bobi, segera kluar. Bawa ponsel Amaya. Pengganti bawa ke sana. Sudah aman. Ada beberapa petugas polisi yang berjaga malam ini di rumah, jadi kamu juga bawa tim yang sudah kamu siapkan untuk hal ini. Kali ini, pria picik itu tidak akan bisa bernafas dengan tenang!” ujar Brian merujuk pada Gevani. Brian menutup pintu usai Bobi segera turun dan melaksanakan instruksi Brian tentu bersama Fandi. Brian masuk kamar yang lebih dulu Amaya masuk sebelumnya. Brian dengan rahang yang masih mengeras. Aura predator yang tadi menyelimuti tempat di sekitarnya perlahan memudar saat ia berbalik menatap Amaya yang masih mematung di ambang pintu. Brian melangkah mendekat, sepasang matanya yang tajam seolah sedang menelanjangi kegelisahan istrinya. Tanpa sepatah kata pun, Brian menarik Amaya ke dalam dekapan yang sangat posesif. Ia menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Amaya, menghirup aroma vanila dan dalam keadaan yang selalu menjadi candu baginya. "Jangan pernah berpikir untuk pergi lagi apapun
Last Updated: 2026-05-07
You may also like
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status