author-banner
QM
QM
Author

Novels by QM

Diculik Lalu Dinikahi Pria Berbahaya

Diculik Lalu Dinikahi Pria Berbahaya

Ancaman pembunuhan dari sahabatnya membuat Amaya terpaksa memilih jatuh pada pelukan si pria pemaksa yang dingin. Dialah Brian Aksara, pria berwajah tampan dengan senyum mahal. Pria dewasa yang nir empati. Dia tidak segan menyakiti dengan kebenaran versinya. Pria itu penyebab dirinya dalam masalah sekaligus menariknya dari sang sahabat yang berubah menjadi malaikat pencabut nyawa. Apa yang sebenarnya terjadi? Bagaimana awal kisah rumit itu dimulai?
Read
Chapter: 136. Berdamai dengan Kesalahpahaman
Brian dapat merasakan dengan jelas bahwa bagian intim sang istri kini telah sepenuhnya basah dan siap menerima dirinya. Ia tahu betul bahwa inilah waktunya yang tepat untuk memasuki liang kenikmatan hangat yang selalu sukses membuatnya kecanduan setiap malam. Tangannya dengan gerakan cepat membuka kancing celananya sendiri, membebaskan miliknya yang sudah sepenuhnya mengeras tegang dan berdenyut menuntut pelepasan. Amaya menatap gerakan maskulin sang suami dengan sepasang mata yang sayu berair karena gairah yang sudah memuncak di ubun-ubun. Sesaat, dalam pandangannya yang mengabur, milik pria itu terlihat begitu perkasa dan tampan menantang di bawah temaram lampu. Brian kemudian menyingkap dress katun milik sang istri semakin tinggi ke atas sebatas dada, membiarkan tubuh polos bagian bawah Amaya terekspos sepenuhnya. “Hhhh,” desis pria itu dengan desahan berat yang sarat akan rasa lega yang luar biasa, tepat di saat ia berhasil menyatukan dan melesakkan miliknya masuk secara perlah
Last Updated: 2026-07-10
Chapter: 135. Cemburu yang Sama
“Taruh saja kopernya di dalam kamar yang pintu kamarnya berwarna coklat di sebelah sana, Pak,” kata Ibu Rahmi memberikan petunjuk arah seraya mengajak Amaya untuk duduk menenangkan diri di atas sofa ruang tamu.Setelah sang sopir meletakkan koper dan berpamitan, Ibu Rahmi kembali menatap lekat wajah sembab Amaya. “Gimana keadaan kandungan kamu saat ini, Nak?”Amaya mengusap pelan sisa air matanya, mencoba menarik napas dalam-dalam sebelum akhirnya menjawab pertanyaan dari Ibu Rahmi. “Alhamdulillah, janinnya sehat kok, Bu. Maya sengaja pulang ke sini karena Maya mau—”Seperti sudah sangat paham dengan arah maksud penuturan Amaya yang sedang dirundung masalah rumah tangga, Ibu Rahmi dengan cepat memotong kalimat Amaya dengan senyuman keibuan yang menenangkan. “Sudah, sebaiknya kamu segera istirahatlah sekarang, ini sudah teramat larut malam. Kamar tidur lamamu juga sudah siap dan rapi sejak sore tadi.”Amaya hanya bisa menurut pasrah. Ibu Rahmi kemu
Last Updated: 2026-07-09
Chapter: 134. Pergi
“Aku tidak ada hubungan apa-apa lagi dengannya, Amay. Foto itu tidak seperti apa yang kamu pikirkan,” bela Brian mencoba meluruskan kesalahpahaman yang ada.“Kamu kira aku ini anak kecil yang bisa dengan sangat mudah kamu bohongi dan kamu bodohi dengan kalimat penolakanmu itu, Brian!” seru Amaya dengan suara yang melengking tajam karena dikuasai oleh rasa cemburu dan sakit hati.“Aku tidak sedang berbohong kepadamu, Amay!” tegas Brian, melangkah mendekat untuk meraih bahu istrinya, namun Amaya dengan cepat menepis tangan kekar itu.“Oh ya? Oke, kalau memang begitu kenyataannya, artinya dengan tindakanmu ini kamu sudah jauh lebih memilih Greta daripada aku yang berstatus sebagai istrimu. Baik, kalau itu maumu, kita bercerai saja!” ucap Amaya lantang, melontarkan kalimat sakral yang seketika membuat atmosfer di dalam ruangan itu mendingin.“Jangan bicara sembarangan kamu, Amay! Jaga batasanmu!” bentak Brian dengan urat leher yang menonjol tegang, ti
Last Updated: 2026-07-08
Chapter: 133. Memang Aku
Yesa menatap kekasihnya dengan pandangan yang semakin bingung sekaligus terkejut. “Terus, kalau itu memang milikmu yang sempat hilang dulu, dari mana kamu bisa mendapatkan foto benda ini sekarang?”“Aku mendapatkan foto ini dari kamar Amaya, Yesa! Dialah orang yang selama ini menyimpan dan memiliki liontin kunci ini! Dia yang memegangnya selama bertahun-tahun, Yesa. Benda itu melekat pada bajunya saat dia pertama kali ditinggalkan di panti asuhan dulu. Dia kemungkinan besar adalah anak kandung kita yang selama ini kita kira sudah tiada, Yesa! Amaya adalah anak kandung kita yang hilang!” seru Paulina dengan suara yang pecah tak tertahan lagi, menumpahkan segala kebenaran yang baru saja ia temukan.Yesa tercengang, tubuhnya mendadak kaku di atas sofa. Pria paruh baya itu mencoba mencerna semua penuturan emosional dari sang kekasih dengan baik di dalam kepalanya, namun akal sehatnya masih menolak untuk percaya begitu saja. Pria itu setengah tidak percaya dengan k
Last Updated: 2026-07-07
Chapter: 132. Pemilik Liontin
“Mama? Sini, biar aku rapikan perhiasannya,” pintanya lembut, membuat Paulina langsung tersadar dari keterpakuannya.Paulina menyerahkan kalung itu, namun sepasang matanya masih menatap lekat benda tersebut. “Dari mana kamu dapat kalung ini, May?” tanya Paulina dengan nada suara yang tertahan, mencoba menyembunyikan getaran hebat di dalam dadanya.Amaya menerima kalung itu dengan dahi berkerut samar. “Oh, kalung ini? Ini sebenarnya pemberian dari Brian, Ma. Tapi, kalau untuk liontin kuncinya ini, ini sudah sejak lama menjadi milik Amaya sendiri.”“Iya, maksudku liontin ini. Dari mana kamu bisa memilikinya sejak lama?” cecar Paulina lagi, semakin menuntut kejelasan.“Liontin ini dulu ibu panti asuhan tempatku dibesarkan yang menemukannya tersemat di baju bayiku saat aku pertama kali ditinggalkan di sana dulu, Ma,” jawab Amaya jujur tanpa menaruh prasangka apa pun.Paulina merasakan tenggorokannya mendadak sangat kering. “Nama belakangmu be
Last Updated: 2026-07-06
Chapter: 131. Liontin
“Cerewet, jadi menurutmu aku salah kalau menanyakan apa masalah yang sedang dihadapi oleh suamiku sendiri, begitu?” balas Amaya tidak terima dengan nada suara yang bergetar menahan luapan emosi yang mendadak membuncah di dalam dadanya.“DIAM! Aku sudah bilang jangan banyak tanya, paham!” bentak pria itu dengan suara bariton yang menggelegar, memotong kalimat Amaya tanpa ampun hingga menggema di setiap sudut kamar tidur mereka yang mendadak terasa begitu mencekam.Brian tidak memberikan kesempatan bagi Amaya untuk membela diri lagi. Dengan rahang yang mengeras tegang dan sepasang mata elang yang memancarkan kilat kemarahan yang membara, ia segera menyambar ponsel pintarnya yang tergeletak pasrah di atas meja nakas. Tanpa menoleh sedikitpun ke arah sang istri, pria tegap itu melangkah lebar dan bergegas pergi keluar dari dalam kamar, meninggalkan Amaya seorang diri dilingkupi kesunyian yang menyiksa.Sepeninggal suaminya, benteng pertahanan yang sejak tadi d
Last Updated: 2026-07-05
Terjerat Hati Teman Kecil

Terjerat Hati Teman Kecil

"Aku tidak akan pernah bisa menyukaimu. Kamu itu bagian dari masa lalu buruk!"  Cilla Adilla "Hanya aku dan hatiku yang tau tentang perasaanku." Bastian Hananta Tentang pemuda bermata bulan sabit dan gadis eksotis yang dijuluki kopi hitam, Cilla Adilla. Pemuda itu bernama Bastian Hananta, si biang kerok. Mereka selalu saja bersinggungan meskipun tidak saling menginginkan. Ah, tidak terpikirkan sedikitpun oleh Cilla, gadis ceria dan manis itu harus menjadi istri musuh bebuyutannya. Dia menikah dengan Bastian, tetangga lima langkah yang sangat menyebalkan. Namun, itu  benar-benar terjadi. Bagaimana bisa?  Apakah kapal Cilla dan Bastian akan berlayar? Bagaimana pernikahan yang tidak didasari dengan cinta di antara kedua belah pihak itu berlangsung? Benarkah tanpa cinta?
Read
Chapter: Petang akan Datang Kembali (Ending)
Di bahu jalan, mobil Bastian yang kosong menjadi tempat Danilo dan Vika berbicara. Mereka datang bersamaan. Vika mencari bapaknya untuk melakukan upaya penyelamatan. Sang ibu, Arum sudah lebih dulu pergi. Namun, Vika justru datang sendiri sebab Ali dari kota segera ke Polsek untuk melapor dan akan membawa polisi datang.“Jadi ibu udah ke dalam Dek?” tanya Danilo.“Iya, Mas. Tadi aku coba telpon mas Bastian. Tapi gak diangkat. Gak taunya udah ke sini.” kata Vika dengan tangan terus bergerak gelisah.Tentu Vika merasakan kekhawatiran yang begitu hebat. Sang ibu sedang menolong Cilla dan ibunya di sana. Sedang dirinya hanya bisa menunggu atas perintah ibunya. “Kamu gak usah khawatir, bentar lagi bapak datang.”Tak lama berselang, mobil polisi beserta Ali datang. Mereka segera menghampiri Vika. Kemudian bersama-sama menuju tempat yang sudah diinformasikan Arum sebelumnya.Sebelumnya, Arum sampai di lokasi Cilla disekap. Dia menghubungi Elka sebelumnya. Mengapa Arum bisa mendapatkan titik
Last Updated: 2024-12-31
Chapter: Murka
Pov Bastian“Aku menyukaimu saat pertama kali kita berciuman gak sengaja. Itu first kiss yang sangat membekas, Tian. Sampai membuatku ragu untuk melanjutkan hubunganku saat itu. Dari situlah, pada akhirnya aku bisa menerima lamaran kamu.”“Jadi, kalau tidak ada acara ciuman waktu itu. Kamu gak akan terima lamaranku?”Wanita yang sejak kecil menempati ruang di hatiku itu menggelengkan kepala. Wanita itu merubah posisinya untuk menatap diriku yang tak lepas memperhatikan ekspresinya. Kami sedang berbicara sebelum tidur. Biasanya orang menyebutnya pillow talk.“Bisa iya, bisa tidak.” jawabnya sambil tersenyum.“Terus, misal eyang saat itu gak dateng di warung bakso, jawaban kamu menolak aku gitu?” balasku bertanya lagi.“Hemm, tidak juga. Sebenarnya aku mengajak kamu untuk berpacaran terlebih dahulu. Tapi….” Jawaban menggantung wanita bermata bulat itu membuatku penasaran.“Justru, Eyang menyuruh kita menikah.” sambungnya.“Terus nyesel yah?” sahutku.“Justru bikin aku seneng karena kit
Last Updated: 2024-12-25
Chapter: Siapa yang Bermain?
“Apa yang Mbak bilang tadi?”Wanita cantik dengan wajah yang tampak muram terlonjak saat mendengar pengakuan sang kakak. Hasti, adik Elka datang setelah acara tiga hari sang ibu, Ratri. Wanita itu menatap sang kakak dengan tatapan tajam.“Iya, ibu marah karena aku masih memiliki perasaan sama Bastian.” kata Elka mengaku pada sang adik. Wanita itu duduk menatap ke arah jendela. “Astaga, Mbak. Kamu itu udah punya suami yang tampan, punya segalanya. Pikiranmu kemana Mbak, ha?” “Semuanya karena Cilla,” imbuh Elka.Tanpa mereka sadari, pertengkaran ini didengarkan dengan seksama oleh seseorang. “Jadi ibumu meninggal karena bertengkar sama kamu, Elka?” tanya seorang pria yang tiba-tiba datang dari pintu utama. Suami Elka dengan wajah muram berjalan mendekat pada posisi mereka. Aura kesedihan yang sudah ada sedari tadi kini seakan bertambah tebal. “Selesaikan masalah kalian, aku tunggu di luar.” kata Hasti hendak melangkahkan kakinya keluar dari rumah. Namun, kakinya berhenti mendenga
Last Updated: 2024-12-06
Chapter: Lunglai
“Bude, gimana kabarnya?” tanya Vika sesaat datang. Gadis itu segera datang sesaat mendapatkan kabar. Maura mempersilahkan anak kandung mantan suaminya itu untuk duduk.“Alhamdulillah, sehat Vika. Kamu gimana, Nak?” Maura memang sudah terbiasa dengan Vika. Sejak permasalahan yang datang terus membuka tabir keburukan sang mantan suami, wanita itu tidak sekalipun marah pada Vika. Mereka mengobrol alakadarnya sambil menunggu Danilo mengeluarkan mobil dari garasi. Setelahnya mereka bersama menuju rumah Elka untuk melayat.*Cilla menumpu motor dengan posisi berdiri. Dia melempar helmnya secara reflek. Teriakan dan bunyi helm yang jatuh membuat Bastian segera berbalik badan dan membantu sang istri.“Maaf, Sayang.” ucap Bastian sambil menarik standar motor menggunakan kakinya.“Iya aku gak apa-apa kok, motor kamu gak apa-apa juga. Gak jatuh!” ujar Cilla kesal dengan memungut helmnya di bawah .Bastian lupa menarik standar motor. Sehingga, motor nyaris jatuh. Pria itu tampak diam dengan waj
Last Updated: 2024-11-09
Chapter: Oleng
Pagi itu, Bastian baru pulang dari sawah. Pria itu menggunakan kaos rumahan dipadu bawahan celana selutut berbahan kaos. Cilla melihat sang suaminya menaruh kunci motor di meja makan.“Masak apa Bunda?” tanya Bastian.Cilla mengangkat sebelah alisnya, sedang Bastian tersenyum tipis berakhir bibirnya tersenyum lebar gagal menahannya.“Bunda apa sih? Aneh banget!” ketus Cilla.Wanita itu sudah cantik dengan baju dress selutut khas dirinya. Corak warna kecoklatan dengan bahu telanjang. Dia akan menggunakan kardigan saat keluar rumah.“Katanya gak mau dipanggil…”“Oh jadi ganti panggilan gitu?”Cilla memasukkan masakannya di piring setelahnya menatap malas sang suami yang berdiri di dekat meja dapur.“Yah, kan nanti anak kita lahir panggil kamu Bunda gitu kan?” kata pria itu menarik tisu dan membersihkan tangannya yang basah.“Dih!” dengus Cilla, wanita itu menatap tajam saat Bastian mencomot tempe tepung yang ada di piring. “Kenapa? Gak mau? Makanya, sih gak usah protes. Panggilan Kopi
Last Updated: 2024-10-24
Chapter: Sadar Diri
“Mas, es penangkal badai kemarahan istri ada ya?” tanya Bastian menyindir Cilla yang sedari tadi tidak menjawab pertanyaan darinya.Wanita itu selalu berkata terserah saat ditanya hendak pesan apa. Di sebuah kafe yang terletak di jantung kota, Bastian membawa sang istri.“Hehehe, untuk minuman best seller di tempat kami ini Pak, blue ocean karnival. Ada selasih dan rasanya segar asam manis, apakah mau mencobanya?” saran sang pelayan berwajah Jawa khas itu.Bastian tampak memperhatikan gambar menu yang ditunjuk oleh pelayan. Dari ekor matanya melirik sang istri yang mengambil ponsel di tasnya.“Boleh, sama ramen level dua saja ya. Kalau panas gini biar sekalian terbakar,” ucap Bastian.Sang pelayan menulis pesanannya dengan tersenyum. “Ohya masing-masing dua ya, sama tambah ini coba wafel coklat. Biar manis sedikit gak pahit seperti suasana saat ini,” lanjut Bastian.“Baik, Pak. Apakah ada pesanan yang lain?” kata sang pelayan.“Sudah cukup, terimakasih.” tukas pria itu. Mata sipit Ba
Last Updated: 2024-09-16
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status