
Pisah Terindah
Berpisah, itulah kata yang terlintas di kepala Dara ketika tanpa angin tanpa hujan, Danar --suaminya-- membuat pengakuan mengejutkan. Bahwa dia telah menikah secara siri dengan seorang wanita bernama Lalisa dan sekarang tengah menunggu kelahiran buah cinta mereka. Danar meminta kepada Dara untuk memberikan persetujuannya karena Danar akan meresmikan pernikahan keduanya itu sebelum anak mereka lahir.
Hancur, itulah yang dirasakan Dara. Rumah tangga yang hampir tujuh tahun berjalan dengan baik-baik saja ternyata berselimutkan dusta. Dunianya seketika runtuh. Perceraian musti terjadi. Dara tidak bisa memaafkan sebuah pengkhianatan. Tak peduli apa pun yang melatar belakanginya. Tekadnya sudah bulat, tidak bisa ditawar-tawar lagi meskipun Danar bersekukuh tidak akan pernah ada perceraian di antara mereka. Danar menjadikan Shahna, putri semata wayang mereka sebagai tameng.
Setelah bercerita dengan salah seorang teman dekatnya, akhirnya Dara terpengaruh. Dia tidak akan mengakhiri rumah tangganya. Dia tidak akan memberikan apa yang diinginkan oleh wanita yang datang dari negri antah berantah itu secara cuma-cuma. Takkan dibiarkannya kemenangan dengan mudah akan didapatkan oleh wanita yang telah mengusik kebahagiaannya itu. Wanita itu juga harus tahu seperti apa rasanya menunggu dalam rindu. Seperti apa rasanya kesepian dan tak dihiraukan. Wanita itu harus merasakan dulu panas dinginnya menjadi wanita perusak rumah tangga orang.
Dara memutuskan akan bermain-main sejenak meski harus memendam rasa sakit. Paling tidak sampai datang masanya di mana dia akan memberikan hadiah terbaik untuk Danar, suaminya. Sebuah perpisahan terindah!
Basahin
Chapter: Part 67Pisah Terindah#67 "Kehadiranmu membuat anakku kehilangan bapaknya saat seusia kamu sekarang." Ingin kuteriakkan kalimat itu di depan wajahnya. Tapi kalimat itu hanya ada dalam benakku saja. Terkurung di sana. Aku tahu, dia tidak tahu apa-apa. Dia tidak salah apa-apa. Takdir yang menempatkan dia menjadi anak dari seorang bapak yang menghianati pernikahannya dan seorang ibu yang tidak bisa menempatkan diri. Atau lebih tepatnya tidak tahu diri. Segera aku beristigfar dalam hati. Aku tidak boleh hanyut dalam masa lalu. Aku tidak boleh terperangkap dalam sakit hati dan luka yang berlarut-larut. Move on, Dara! Untuk beberapa saat hanya ada hening. Sampai akhirnya Mas Danar bersuara dengan nada canggung. "Tumben mampir, dari mana?" "Sengaja mau ke sini. Mumpung ada kamu di sini sekalian ada yang mau aku sampaikan." "Misha, ikut nenek ke belakang!" Ibu meraih tangan Misha dan bersiap menggandengnya ke belakang. Namun, langkah yang sudah dimulainya mendadak berhenti mendengar penutura
Huling Na-update: 2026-03-08
Chapter: Part 66Pisah Terindah #66 "Ibu apa kabar?" Aku menyalami ibu Mas Danar dan sejenak kami berpelukan. Setelah itu giliran Shahna yang mencium tangan neneknya. Untuk beberapa saat Shahna berada dalam dekapan neneknya. Memang sudah lumayan lama mereka tidak bertemu. Kalau tidak salah, terakhir bertemu sekitar dua tahun yang lalu. Meski tak pernah membatasi komunikasi dan juga interaksi antara Shahna dan keluarga papanya tetap saja tidak ada pertemuan rutin antara Shahna dengan mereka. Tentu kesibukan dan prioritas masing-masing orang berbeda. Jangankan dengan nenek atau saudara-saudara papanya, dengan papanya saja Shahna bisa berbulan-bulan bahkan hitungan tahun tidak bertemu muka. Ya, begitulah perpisahan. Mau tidak mau akan ada hal-hal yang memang akan terlewatkan. Suasana di rumah ini masih tidak jauh berbeda. Perabotannya, tatanannya, serta halamannya yang luas dengan beberapa pohon berbuah di beberapa sisi. Bagian samping dan belakang rumah adalah tempat favorit Shahna kalau berkunju
Huling Na-update: 2026-03-04
Chapter: Part 65Pisah Terindah #65 Aku menarik napas lega dan berucap syukur atas kemenangan kami dalam kasus ini. Joan Persada, tbk dinyatakan menang atas rivalnya PT.Jaya Mandiri. Meskipun semenjak setengah perjalanan sudah terlihat celah bahwa kami akan memenangkan perkara ini, tetap saja aku merasa sangat terharu mendengar hakim membacakan keputusan. Antara tak menyangka dan juga bangga melebur jadi satu. Pertama mengomandoi sebuah penyelesaian kasus dan berhasil memenangkannya merupakan sebuah pencapaian, prestasi, serta pembuktian tersendiri bagiku.Betapa Tuhan teramat baik padaku. Terlebih kemenangan itu kuraih di depan orang yang dulu pernah menggoreskan luka dalam hidupku. Orang yang pernah berprasangka sangat buruk padaku. Orang yang pernah mematahkan semangat hidupku. Ada hal yang tak kalah penting yang kudapatkan dari kasus ini. Yaitu kebenaran akan menemukan jalannya sendiri. Lewat beberapa unjuk data dan fakta di persidangan terbukalah dokumen yang manyatakan bahwa PT. Jaya Mandir
Huling Na-update: 2026-02-07
Chapter: Part 64Pisah Terindah #64 POV Danar Terkesima!Itulah yang bisa mewakili diriku saat pertama kali mata ini melihat sosok seorang pengacara debutan yang akan menangani kasus yang tengah dihadapi perusahaan tempatku menggantungkan hidup. Awalnya aku sempat mendebat keputusan Joan. Menurutku akan lebih baik memakai jasa pengacara yang sudah kaya pengalaman. Apalagi melihat rekam jejak lawan. Mereka sudah cukup lihai bermain dalam kasus serupa. "Daripada kepalang tanggung, lebih baik nyebur total. Sama-sama ngeluarin uang juga, kan? Tak apa keluar uang lebih banyak dengan peluang menang besar daripada ekonomis tapi di depannya gelap." Aku mencoba menguraikan beberapa alasan logis. Namun, sang pemilik perusahaan tetap pada keputusannya. Entah apa alasan di balik ketetapan hatinya itu. Meskipun berteman dekat, tetap saja di perusahaan statusku adalah seorang pekerja atau lebih tepatnya bawahan. Tentu aku tidak bisa mengintervensi ataupun memaksakan pendapat. "Kita awali dengan optimis. Kada
Huling Na-update: 2026-01-20
Chapter: Part 63 Pisah Terindah #63Langkahku yang semula panjang mendadak memendek ketika melihat Shahna sudah ada di ruang tunggu tersebut. Namun, dia tidak sendiri. Dia tengah asyik berbincang disertai bibirnya melengkungkan senyum. Bahkan saking asyiknya dia tidak menyadari kedatanganku. Sementara sosok yang duduk menemaninya, walau wajahnya tak menghadap padaku, aku tahu pasti dia siapa. "Mas Danar? Buat apa dia di sini?" Kalimat itu lirih mengalir dari bibirku. Setelah sempat terpaku beberapa saat aku melangkah mendekati Shahna. "Sayang, maaf, ya, Mama sedikit terlambat. Udah dari tadi keluarnya?" "Nggak apa-apa Mama, malah Shahna senang ditemani Papa." "Oh, iya, ada yang kelupaan. Shahna ke kelas dulu ya," seru Shahna seraya berlari ke arah kelasnya. Aku mengambil posisi duduk di tempat yang tadi diduduki Shahna. Sementara Mas Danar tadi ikut berdiri ketika Shahna beranjak. "Apa kabar, Dara?" Nada suara Mas Danar menyiratkan adanya keraguan pada pertanyaannya. Aku tak langsung meresp
Huling Na-update: 2025-11-09
Chapter: Part 62Pisah Terindah #62Meski malam semakin larut, tetapi rasa kantuk belum juga datang menyambangi. Biasanya jam seperti ini aku sudah terlelap baik itu karena kelelahan atau karena harus bangun lebih pagi lagi esok harinya dengan kondisi yang bugar. Namun kali ini sepertinya aku akan terjaga lebih lama lagi. Pikiranku masih belum bisa dijinakkan. Aku kembali terbawa ke masa-masa yang telah berlalu. Tentu hal-hal yang dulu sempat terbesit di benakku atau lebih tepatkan pernah kuharapkan untuk terjadi. Mas Danar. Ya, lagi-lagi tentang lelaki itu mengusikku. Dulu, di saat masih dalam fase terpuruk aku meyakinkan diri bahwa aku pasti bisa bangkit bahkan tumbuh menjulang tinggi. Sedangkan dia, dia yang telah menyakiti kuyakini akan menuai hasil taburannya. Bak roda, kehidupan itu juga berputar. Begitu ungkapan yang diwariskan turun temurun semenjak nenek moyang. Bahwa yang sekarang bersenang-senang suatu hari nanti akan menangis. Yang menindas suatu hari pasti juga akan merasakan ditinda
Huling Na-update: 2025-07-11
Chapter: Part 100Sindiran Pedas Istri Kedua Entah berapa suhu pendingin udara di ruangan ini. Dingin, itulah yang paling dominan kurasakan. Hari yang paling ditunggu akhirnya datang juga. Tanggal ini menjadi pilihanku untuk menjadi tanggal kelahiran buah cintaku dengan Obi. Tentunya setelah melalui rekomendasi dan pertimbangan dari tim medis yang terlibat dalam proses persalinan caesar ini. Ketakutan dan kecemasan telah sirna dari diriku. Telah berganti dengan rasa antusias dan tak sabar untuk menyambut bayi-bayi mungil nan menggemaskan. Tindakan operasi tidak dilakukan di klinik dokter Lalita. Melainkan di rumah sakit swasta terbesar di kota ini yang memiliki fasilitas lengkap, terutama ketersediaan ruang NICU. Hal ini disengaja untuk mengantisipasi hal-hal di luar perkiraan. "Bismillah, ya, Yang," bisik Obi ketika beberapa langkah lagi akan kami sampai di pintu ruang operasi. Obi memandangku dengan tatapan sendu. Matanya masih menyisakan warna kemerah-merahan. Entah kenapa sejak semalam malah
Huling Na-update: 2022-11-30
Chapter: Part 99Sindiran Pedas Istri Kedua Hari terus berganti seiring perputaran waktu. Kadang sehari terasa begitu lamban. Menunggu pagi hingga pagi lagi dengan segenap keluh kesah yang dialami oleh kebanyakan wanita hamil di muka bumi ini. Semakin bertambahnya usia kehamilan, semakin banyak yang dirasa. Jika pada kehamilan tunggal saja begitu nikmat rasanya, apalagi kembar tiga. Benar-benar luar biasa. Meskipun begitu, semakin besar juga kebahagiaan yang menghampiri. Kebahagiaan bercampur rasa penasaran menanti kelahiran tiga malaikat kecil di tengah-tengah kami. Beruntung sekali aku berada di lingkaran yang benar-benar men-support. Suami yang teramat sayang dan protektif, anak-anak yang antusias, ibu, serta ibu mertua yang tak kalah perhatiannya. Bahkan beberapa waktu lalu Bu Mai sudah menyampaikan keinginannya untuk turut serta merawat bayi-bayi kami kelak. "Kalau udah lahiran, ibu ikut tinggal bersama kalian, ya. Ibu pengen ikut jagain cucu-cucu ibu. Ibu tidak akan ikut campur kehidupan kal
Huling Na-update: 2022-11-26
Chapter: Part 98Sindiran Pedas Istri Kedua Rasa nyeri itu menjalar beberapa saat lalu mereda. Dalam hitungan detik berikutnya, rasa yang sama kembali terasa. "Nyeri lagi, Yang?" tanya Obi dengan wajah tegang. Aku mengangguk. Obi segera memberitahu perawat yang ada di meja jaga di luar. Tak menunggu terlalu lama, dokter bersama asistennya sudah berada di kamarku dan dengan sigap kembali melakukan pemeriksaan. "Dikasih obat pereda nyeri dulu, ya, sembari saya konsultasikan juga sama dokter penyakit dalam." Dokter Lalita memberikan injeksi lewat selang infus. Kurasakan sedikit nyeri pada pembuluh darah yang dipasang jarum infus. Beberapa kali rasa nyeri melilit masih kurasakan. Mulai dari yang frekwensi sering dan lama hingga berlahan berkurang. Hingga akhirnya aku dikalahkan oleh beban berat di kelopak mata.***"Sebenarnya, Kak, waktu di parkiran aku kepikiran juga untuk mengecek kondisi Kak Tiara. Cuma kupikir-pikir lagi, aku belum punya banyak pengalaman terus aku juga nggak tahu rekam medis k
Huling Na-update: 2022-11-23
Chapter: Part 97Sindiran Pedas Istri Kedua "Duduk rileks dulu, ya!" ujar Obi sembari membantuku naik ke mobil dan membantu mendapatkan posisi nyaman. "HP-nya mana, Yang? Hubungin dokter Lalita dulu. HP-ku mati." Aku menyerahkan tas tangan warna hitam yang kubawa. Obi dengan cekatan membukanya dan menemukan ponselku di dalamnya. Dia pun langsung menghubungi dokter Lalita. "Kak Tiara kenapa?" Aruni bertanya begitu dia berada di dekatku. Tadi ketika kami keluar ruangan, dia masih ngobrol dengan seseorang sehingga aku dan Obi duluan ke lobby depan. "Nggak kenapa-kenapa, kok. Mungkin kecapekan," jawabku pada Aruni sembari tetap mencoba mengatur pernapasan. "Kita langsung ke klinik aja, ya," ucap Obi begitu selesai menelepon. Dia langsung berjalan ke posisi kemudi. "Emangnya kenapa, Bang?" Aruni terlihat sangat penasaran. "Mau ngecek kondisi Tiara, dulu. Kamu jadi ikut?" tanya Obi sambil melirik pada Aruni yang masih berdiri di sampingku. "Iya, ikut." Aruni segera menutup pintu depan, dilanjutkan
Huling Na-update: 2022-11-21
Chapter: Part 96Sindiran Pedas Istri Kedua Sebenarnya tujuan mama Hakim mengundang kami ke rumahnya untuk ramah tamah dengan keluarganya yang lain. Bertepatan dengan anak perempuan dari pernikahan keduanya --adik Hakim-- pulang dari London hari ini. Dia baru saja menyelesaikan pendidikan masternya di salah satu perguruan tinggi bergengsi di negara Britania Raya itu. Ternyata semalam dia mengabarkan kalau kepulangannya ditunda hingga beberapa hari ke depan. Sementara Mamanya sudah terlanjur mengundang kami. Alhasil, jadinya hanya ada aku, Obi dan mereka bertiga. Hakim beserta orang tuanya dan Obi tengah menikmati makan siang yang sudah kesorean di ruang makan yang memang menyatu dengan ruang keluarga. Sementara aku tidak bergabung ke sana untuk menghindari aroma-aroma dari beberapa masakan yang memang cukup menyengat dan memancing mual. Sebenarnya selera makanku sudah terlanjur hilang. Namun, makanan yang khusus untukku, yang tanpa bumbu-bumbu tertentu sudah dimasakkan sehingga mau tidak mau aku h
Huling Na-update: 2022-11-14
Chapter: Part 95Sindiran Pedas Istri Kedua "Bukan lamaran tapi tunangan, Ma." Papa Hakim menyela. "Kata Mama, sih, nggak usah tunangan-tunangan lagi. Langsung nikah aja, udah. Selesai!" gumam Mama Hakim dengan raut wajah yang menunjukkan kekesalan. "Ya, ndak bisa begitu, Ma. Jangan memaksakan kehendak pada anak. Biarkan dia menentukan sendiri, kita tinggal menyokong saja selagi itu positif." "Papa selalu begitu. Ngikut aja maunya anak-anak. Nggak bisa tegas sama anak." Mama Hakim kembali bersungut. Sementara aku dan Obi hanya saling lirik. Jujur rasanya kurang nyaman berada di antara perdebatan orang tua Hakim yang secara emosional kami belum dekat. "Ada kalanya kita yang harus mengikuti maunya anak dan ada pula masanya anak yang harus mengikuti maunya orang tua. Kita tidak boleh menerapkan sistem diktator pada anak." Papa Hakim kembali menanggapi istrinya dengan kata-kata bijak. "Papa selalu begitu. Sudahlah, Mama mau ke belakang dulu, ngelihat masakan Mbak." Mama Hakim meninggalkan kami. Ak
Huling Na-update: 2022-11-08
My Actor
Alana Zaura berprofesi sebagai menejer artis. Berkat kegigihan dan kerja kerasnya, dia berhasil mengantarkan Alvarendra Arrazka menjadi aktor papan atas. Namun, setelah impiannya berhasil diraih, sang aktor malah memutuskan hubungan dengan menejer yang juga merupakan kekasihnya itu.
Alana dilanda kecewa, sakit hati, dan juga amarah. Dilema memenuhi hatinya, antara benci dan cinta berlomba ingin menguasai.
Dua pilihan sulit di depan mata Alana. Pergi meninggalkan Arrazka dan membunuh cinta yang begitu besar atau bertahan tetapi selalu saja disakiti.
Basahin
Chapter: Part 14My Actor #14"Alana, aku mau bicara sama kalian?" Alana mendongakkan kepala. Di depannya sudah ada Mbak Hasna dengan ekspresi wajah kurang bersahabat. Di belakang Mbak Hasna ada Razka yang menyusul wanita pengusaha itu. Alana tergagap. Tanpa memberi jawaban dengan suara, Alana mengikuti arah yang dituju wanita berpakaian muslim modis itu. Mereka duduk mengelilingi meja bulat di sudut ruangan. Sengaja mencari tempat paling pojok agar tidak terlalu berisik dan tidak banyak kru yang berlalu lalang. "Sebaiknya kalian segera counter berita yang sedang naik ini. Sebelum melebar ke mana-mana." Wanita itu menatap serius pada Razka dan Alana. "Memang ini urusan pribadi kalian, tidak ada hubungannya dengan kerja sama kita. Akan tetapi, bercermin pada kasus-kasus viral yang sudah-sudah, kalau sudah mendapatkan perhatian dari warganet, bisa merambat ke mana-mana." "Begitu banyak kasus viral personal seseorang yang pada akhirnya dikaitkan dengan tempat kerja atau mitra kerjanya. Ada yang
Huling Na-update: 2026-10-22
Chapter: Part 13My Actor #13 Alana mengernyit melihat banyak sekali tumpukan notifikasi. Dan semua itu dari media sosial. "Tumben sekali seramai ini? Ada apaan?" gumam Alana sembari menuju aplikasi yang banyak memberi pemberitahuan itu. "Apa-apaan, sih, banyak banget yang nge-tag aku?" Seketika mata Alana terbelalak melihat apa yang terjadi pada salah satu akun media sosialnya. "Kok begini?"Mata Alana hampir tak berkedip untuk waktu yang cukup lama. Fokusnya tertumpu hanya pada layar ponsel. Sementara jarinya sibuk berselancar dia atas layar. Sesekali alisnya bertaut. Akun-akun gosip yang diikutinya secara kompak menampilkan cuplikan video beberapa detik yang pelakonnya adalah dirinya. Rekaman peristiwa yang baru saja dilalui Alana telah menyebar ke jagad maya. Tentu saja hal itu tidak mengherankan karena memang saat Alana masuk ke kafe tadi hampir semua yang ada di acara itu tengah memegang ponsel dan ketika terjadi sesuatu, walau tanpa ada komando sekali pun semua reflek mengarahkan kamera
Huling Na-update: 2026-10-13
Chapter: Part 12My Actor #12 Alana duduk bersandar, meregangkan tangan, dan sejenak memejamkan mata. Ia berharap posisi seperti itu akan sedikit mengendorkan kembali urat-urat sarafnya yang sudah terlanjur menegang sejak semalam. Dia berharap untuk beberapa saat bisa bernapas lega dan rileks sejenak. Paling tidak selama acara Meet and Great yang menghadirkan Razka itu tengah berlangsung. Biasanya menjalani rutinitas pekerjaan di luar kota merupakan hal yang sangat menyenangkan. Selain menghasikan uang juga bisa curi-curi kesempatan untuk refreshing. Terutama kota Bandung yang terkenal dengan sudut-sudut romantis serta kuliner yang memanjakan lidah. Semula Alana berharap akan bisa mengunjungi satu atau dua tempat yang menarik. Apalagi makin ke sini makin banyak bermunculan tempat-tempat _hang out_ baru dengan gaya kekinian ala gen Z. Namun, keinginan tetap hanya sebatas harapan. Yang terjadi justru sebaliknya. Razka berhasil membuatnya kalang-kabut dan mempermainkan detak jantungnya dengan sangat
Huling Na-update: 2026-10-05
Chapter: Part 11My Actor #11"Aku nggak mau ada alasan!" ujar Reana merajuk. "Ya, sudah. Terserah kamu aja," jawab Razka pasrah. "Gitu, dong." Suara Reana terdengar riang. Lalu Sambungan telepon diputus oleh Reana setelah mendapat jawaban yang diinginkannya. Razka pun hendak kembali masuk. Namun, begitu memutar badan, dia langsung berhadapan dengan Alana yang tidak disadarinya entah sejak kapan berada di sana."Jadi, gimana? Bareng mereka apa sendiri?" tanya Alana dengan tatapan penuh selidik. "Kamu atur aja!" Razka mendengus kesal kemudian buru-buru menjauh dari Alana. Alana hanya bisa berdiri terpaku hingga punggung Razka hilang di balik dinding.*** "Kamu di mana Razka?" Dengan hati yang ditenang-tenangkan Alana berbicara sebiasa mungkin ketika teleponnya diangkat oleh Razka. Setelah sekian belas kali telepon darinya diabaikan oleh si artis. Gemuruh di hatinya yang sudah bergejolak sejak dari Jakarta harus diredam sedemikian rupa. Hal itu dilakukannya agar nantinya suasana kerja tetap
Huling Na-update: 2026-09-28
Chapter: Part 10My Actor Hari-hari Alana kembali dengan rutinitas yang padat. Mulai dari menyiapkan segala hal yang dibutuhkan Razka untuk melakoni pekerjaannya syuting film dari satu lokasi ke lokasi berikutnya, mengisi acara baik on air maupun off air, hingga meeting dengan para produser maupun sutradara. Tak hanya sebatas keperluan pekerjaan, untuk keperluan sehari-hari Razka pun tak luput dari perhatian Alana. Alana larut dalam kesibukan. Berkejaran dengan waktu demi dapat menuntaskan target-target kerja yang telah disusun. Pun begitu dengan Razka, dia nampak asyik dan sangat menikmati pekerjaannya. Mereka terlihat sangat akur dan saling mengisi. Di mana ada Razka sudah pasti Alana pun ada di sekitar situ. Meskipun semua terlihat baik-baik saja, Natasya selaku teman terdekat Alana, tetap mengingatkan agar temannya itu tidak terlalu mengumbar rasa cintanya kepada sang aktor. Takutnya akan berbuah penyesalan nantinya. Begitu juga dengan Theo yang sudah hapal akan siklus hubungan Alana dan Razk
Huling Na-update: 2023-04-01
Chapter: Part 9My Actor Alana hanya mengulas senyum pada Natasya. Meski logikanya tidak menentang sama sekali atas pendapat Natasya, tetapi hatinya tetap berusaha untuk memungkirinya. "Aku ke kamar duluan, ya." Alana bangkit dari duduknya. Jika berlama-lama di sana, dia tahu akan semakin panjang dan lebar analisa yang akan diungkapkan teman dekatnya itu. "Okey, istirahat sana biar tetap waras!" Kelakar Natasya meledek Alana. Alana hanya membulatkan mata sebagai bentuk protes. Di kamarnya Alana kembali duduk termangu. Kata-kata Natasya kembali berdengung-dengung di telinganya. Namun, cepat-cepat ditepisnya. Alana kemudian mengecek ponsel. Ternyata sudah ada puluhan chat yang masuk selama HP ditinggalnya di kamar. Setelah selesai dengan benda multi fungsi itu, Alana pun beralih pada notebook yang tergeletak di atas tempat tidur. Cukup lama Alana mengamati atas layar berbentuk persegi panjang yang sedang menampilkan jadwal syuting Razka, aktor kesayangannya. "Enaknya bagaimana, ya?" Alana berguma
Huling Na-update: 2023-03-16