Home / Romansa / My Actor / Part 15

Share

Part 15

last update publish date: 2026-10-25 10:17:53

My Actor

#15

Alana masuk ke kamar dengan langkah gontai. Sesuatu sedang berputar-putar dengan kecepatan tinggi di kepalanya.

Alana melepas aksesoris yang dipakainya. Setelah meneguk air mineral beberapa teguk, ia melangkah ke kamar mandi.

Beberapa saat Alana hanya berdiam diri menatap pantulan wajahnya pada cermin yang menempel di dinding kamar mandi. Ia menatap lurus ke depan seakan mampu menembus ruang yang membatasi.

Merasa pikiran agak sedikit membaik, Alana pun berdiri di bawah shower
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Happy Adriana
kak...kapan update nya... ditunggu yaaa... makasih
goodnovel comment avatar
Happy Adriana
emang bener Razka tipe nggak setia...dasar artis nggak tau diri...lanjut kakak...makin penasaran... makasih...
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • My Actor   Part 15

    My Actor #15 Alana masuk ke kamar dengan langkah gontai. Sesuatu sedang berputar-putar dengan kecepatan tinggi di kepalanya. Alana melepas aksesoris yang dipakainya. Setelah meneguk air mineral beberapa teguk, ia melangkah ke kamar mandi. Beberapa saat Alana hanya berdiam diri menatap pantulan wajahnya pada cermin yang menempel di dinding kamar mandi. Ia menatap lurus ke depan seakan mampu menembus ruang yang membatasi. Merasa pikiran agak sedikit membaik, Alana pun berdiri di bawah shower. Dia membiarkan seluruh tubuhnya diguyur. Tanpa sanggup lagi ditahan, air matanya pun mengalir deras seakan berlomba dengan kucuran air dari shower. Alana membiarkan dingin menyusupi tubuhnya. Berkali-kali isak terdengar di antara gemericik air yang jatuh ke lantai. Semua yang tertahan sejak siang tadi, dilepaskannya semua. Cukup lama Alana meringkuk di bawah guyuran air. Entah mengapa dia merasa beban-beban yang menggerogotinya luntur seiring air membasuh tubuhnya. Merasa tubuhnya sudah tid

  • My Actor   Part 14

    My Actor #14"Alana, aku mau bicara sama kalian?" Alana mendongakkan kepala. Di depannya sudah ada Mbak Hasna dengan ekspresi wajah kurang bersahabat. Di belakang Mbak Hasna ada Razka yang menyusul wanita pengusaha itu. Alana tergagap. Tanpa memberi jawaban dengan suara, Alana mengikuti arah yang dituju wanita berpakaian muslim modis itu. Mereka duduk mengelilingi meja bulat di sudut ruangan. Sengaja mencari tempat paling pojok agar tidak terlalu berisik dan tidak banyak kru yang berlalu lalang. "Sebaiknya kalian segera counter berita yang sedang naik ini. Sebelum melebar ke mana-mana." Wanita itu menatap serius pada Razka dan Alana. "Memang ini urusan pribadi kalian, tidak ada hubungannya dengan kerja sama kita. Akan tetapi, bercermin pada kasus-kasus viral yang sudah-sudah, kalau sudah mendapatkan perhatian dari warganet, bisa merambat ke mana-mana." "Begitu banyak kasus viral personal seseorang yang pada akhirnya dikaitkan dengan tempat kerja atau mitra kerjanya. Ada yang

  • My Actor   Part 13

    My Actor #13 Alana mengernyit melihat banyak sekali tumpukan notifikasi. Dan semua itu dari media sosial. "Tumben sekali seramai ini? Ada apaan?" gumam Alana sembari menuju aplikasi yang banyak memberi pemberitahuan itu. "Apa-apaan, sih, banyak banget yang nge-tag aku?" Seketika mata Alana terbelalak melihat apa yang terjadi pada salah satu akun media sosialnya. "Kok begini?"Mata Alana hampir tak berkedip untuk waktu yang cukup lama. Fokusnya tertumpu hanya pada layar ponsel. Sementara jarinya sibuk berselancar dia atas layar. Sesekali alisnya bertaut. Akun-akun gosip yang diikutinya secara kompak menampilkan cuplikan video beberapa detik yang pelakonnya adalah dirinya. Rekaman peristiwa yang baru saja dilalui Alana telah menyebar ke jagad maya. Tentu saja hal itu tidak mengherankan karena memang saat Alana masuk ke kafe tadi hampir semua yang ada di acara itu tengah memegang ponsel dan ketika terjadi sesuatu, walau tanpa ada komando sekali pun semua reflek mengarahkan kamera

  • My Actor   Part 12

    My Actor #12 Alana duduk bersandar, meregangkan tangan, dan sejenak memejamkan mata. Ia berharap posisi seperti itu akan sedikit mengendorkan kembali urat-urat sarafnya yang sudah terlanjur menegang sejak semalam. Dia berharap untuk beberapa saat bisa bernapas lega dan rileks sejenak. Paling tidak selama acara Meet and Great yang menghadirkan Razka itu tengah berlangsung. Biasanya menjalani rutinitas pekerjaan di luar kota merupakan hal yang sangat menyenangkan. Selain menghasikan uang juga bisa curi-curi kesempatan untuk refreshing. Terutama kota Bandung yang terkenal dengan sudut-sudut romantis serta kuliner yang memanjakan lidah. Semula Alana berharap akan bisa mengunjungi satu atau dua tempat yang menarik. Apalagi makin ke sini makin banyak bermunculan tempat-tempat _hang out_ baru dengan gaya kekinian ala gen Z. Namun, keinginan tetap hanya sebatas harapan. Yang terjadi justru sebaliknya. Razka berhasil membuatnya kalang-kabut dan mempermainkan detak jantungnya dengan sangat

  • My Actor   Part 11

    My Actor #11"Aku nggak mau ada alasan!" ujar Reana merajuk. "Ya, sudah. Terserah kamu aja," jawab Razka pasrah. "Gitu, dong." Suara Reana terdengar riang. Lalu Sambungan telepon diputus oleh Reana setelah mendapat jawaban yang diinginkannya. Razka pun hendak kembali masuk. Namun, begitu memutar badan, dia langsung berhadapan dengan Alana yang tidak disadarinya entah sejak kapan berada di sana."Jadi, gimana? Bareng mereka apa sendiri?" tanya Alana dengan tatapan penuh selidik. "Kamu atur aja!" Razka mendengus kesal kemudian buru-buru menjauh dari Alana. Alana hanya bisa berdiri terpaku hingga punggung Razka hilang di balik dinding.*** "Kamu di mana Razka?" Dengan hati yang ditenang-tenangkan Alana berbicara sebiasa mungkin ketika teleponnya diangkat oleh Razka. Setelah sekian belas kali telepon darinya diabaikan oleh si artis. Gemuruh di hatinya yang sudah bergejolak sejak dari Jakarta harus diredam sedemikian rupa. Hal itu dilakukannya agar nantinya suasana kerja tetap

  • My Actor   Part 10

    My Actor Hari-hari Alana kembali dengan rutinitas yang padat. Mulai dari menyiapkan segala hal yang dibutuhkan Razka untuk melakoni pekerjaannya syuting film dari satu lokasi ke lokasi berikutnya, mengisi acara baik on air maupun off air, hingga meeting dengan para produser maupun sutradara. Tak hanya sebatas keperluan pekerjaan, untuk keperluan sehari-hari Razka pun tak luput dari perhatian Alana. Alana larut dalam kesibukan. Berkejaran dengan waktu demi dapat menuntaskan target-target kerja yang telah disusun. Pun begitu dengan Razka, dia nampak asyik dan sangat menikmati pekerjaannya. Mereka terlihat sangat akur dan saling mengisi. Di mana ada Razka sudah pasti Alana pun ada di sekitar situ. Meskipun semua terlihat baik-baik saja, Natasya selaku teman terdekat Alana, tetap mengingatkan agar temannya itu tidak terlalu mengumbar rasa cintanya kepada sang aktor. Takutnya akan berbuah penyesalan nantinya. Begitu juga dengan Theo yang sudah hapal akan siklus hubungan Alana dan Razk

  • My Actor   Part 7 : Shock Therapy

    My Actor "Ibu gimana kabarnya?" "Ibu sehat. Kamu sendiri bagaimana, Nak? Kamu baik-baik saja, ? Kapan kamu pulang?" Suara penuh kelembutan dari sang ibu meski hanya lewat telepon mampu menghadirkan kesejukan ke hati Alana. "Iya, Bu. Alana baik-baik aja. Ibu doain, ya, supaya kerjaan Alana lanca

  • My Actor   Part 6 : Penawaran untuk Alana

    My Actor Alana memilih menjauh dari keriuhan dan gegap gempita acara malam itu. Dia mencari tempat yang nyaman untuk menyendiri. Namun, tidak ada sudut yang bisa menjadi tempatnya menyepi. Sorot lampu, kamera, dan hilir mudik kru acara hampir menyapu seluruh area ruangan. Alana mencoba memanjang

  • My Actor   Part 5 : Seperti Tidak ada

    My Actor “Ganteng maksimal.” Reana mengacungkan kedua jempolnya ke arah Razka. Razka membalasnya dengan senyum memukau. “Tumben, nih, kamu nggak ditempelin mulu ma body guard,” lanjut Reana sambil merapikan rambut bagian depan Razka. “Body guard? Siapa?” selidik Razka. “Itu tuh, manajer galak k

  • My Actor   Part 4: Dia Lagi

    My Actor Alana memarkir mobilnya di halaman bangunan berarsitektur Eropa berlantai tiga. Di gedung itulah butik dan juga studio milik Jhoni Ares berada. Alana bergegas menuju pintu. Seorang security menyambutnya dengan ramah kemudian mengarahkan Alana supaya langsung ke lantai dua. Sekilas Alana

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status