LOGINAlana Zaura berprofesi sebagai menejer artis. Berkat kegigihan dan kerja kerasnya, dia berhasil mengantarkan Alvarendra Arrazka menjadi aktor papan atas. Namun, setelah impiannya berhasil diraih, sang aktor malah memutuskan hubungan dengan menejer yang juga merupakan kekasihnya itu. Alana dilanda kecewa, sakit hati, dan juga amarah. Dilema memenuhi hatinya, antara benci dan cinta berlomba ingin menguasai. Dua pilihan sulit di depan mata Alana. Pergi meninggalkan Arrazka dan membunuh cinta yang begitu besar atau bertahan tetapi selalu saja disakiti.
View MoreMy Actor #13 Alana mengernyit melihat banyak sekali tumpukan notifikasi. Dan semua itu dari media sosial. "Tumben sekali seramai ini? Ada apaan?" gumam Alana sembari menuju aplikasi yang banyak memberi pemberitahuan itu. "Apa-apaan, sih, banyak banget yang nge-tag aku?" Seketika mata Alana terbelalak melihat apa yang terjadi pada salah satu akun media sosialnya. "Kok begini?"Mata Alana hampir tak berkedip untuk waktu yang cukup lama. Fokusnya tertumpu hanya pada layar ponsel. Sementara jarinya sibuk berselancar dia atas layar. Sesekali alisnya bertaut. Akun-akun gosip yang diikutinya secara kompak menampilkan cuplikan video beberapa detik yang pelakonnya adalah dirinya. Rekaman peristiwa yang baru saja dilalui Alana telah menyebar ke jagad maya. Tentu saja hal itu tidak mengherankan karena memang saat Alana masuk ke kafe tadi hampir semua yang ada di acara itu tengah memegang ponsel dan ketika terjadi sesuatu, walau tanpa ada komando sekali pun semua reflek mengarahkan kamera
My Actor #12 Alana duduk bersandar, meregangkan tangan, dan sejenak memejamkan mata. Ia berharap posisi seperti itu akan sedikit mengendorkan kembali urat-urat sarafnya yang sudah terlanjur menegang sejak semalam. Dia berharap untuk beberapa saat bisa bernapas lega dan rileks sejenak. Paling tidak selama acara Meet and Great yang menghadirkan Razka itu tengah berlangsung. Biasanya menjalani rutinitas pekerjaan di luar kota merupakan hal yang sangat menyenangkan. Selain menghasikan uang juga bisa curi-curi kesempatan untuk refreshing. Terutama kota Bandung yang terkenal dengan sudut-sudut romantis serta kuliner yang memanjakan lidah. Semula Alana berharap akan bisa mengunjungi satu atau dua tempat yang menarik. Apalagi makin ke sini makin banyak bermunculan tempat-tempat _hang out_ baru dengan gaya kekinian ala gen Z. Namun, keinginan tetap hanya sebatas harapan. Yang terjadi justru sebaliknya. Razka berhasil membuatnya kalang-kabut dan mempermainkan detak jantungnya dengan sangat
My Actor #11"Aku nggak mau ada alasan!" ujar Reana merajuk. "Ya, sudah. Terserah kamu aja," jawab Razka pasrah. "Gitu, dong." Suara Reana terdengar riang. Lalu Sambungan telepon diputus oleh Reana setelah mendapat jawaban yang diinginkannya. Razka pun hendak kembali masuk. Namun, begitu memutar badan, dia langsung berhadapan dengan Alana yang tidak disadarinya entah sejak kapan berada di sana."Jadi, gimana? Bareng mereka apa sendiri?" tanya Alana dengan tatapan penuh selidik. "Kamu atur aja!" Razka mendengus kesal kemudian buru-buru menjauh dari Alana. Alana hanya bisa berdiri terpaku hingga punggung Razka hilang di balik dinding.*** "Kamu di mana Razka?" Dengan hati yang ditenang-tenangkan Alana berbicara sebiasa mungkin ketika teleponnya diangkat oleh Razka. Setelah sekian belas kali telepon darinya diabaikan oleh si artis. Gemuruh di hatinya yang sudah bergejolak sejak dari Jakarta harus diredam sedemikian rupa. Hal itu dilakukannya agar nantinya suasana kerja tetap
My Actor Hari-hari Alana kembali dengan rutinitas yang padat. Mulai dari menyiapkan segala hal yang dibutuhkan Razka untuk melakoni pekerjaannya syuting film dari satu lokasi ke lokasi berikutnya, mengisi acara baik on air maupun off air, hingga meeting dengan para produser maupun sutradara. Tak hanya sebatas keperluan pekerjaan, untuk keperluan sehari-hari Razka pun tak luput dari perhatian Alana. Alana larut dalam kesibukan. Berkejaran dengan waktu demi dapat menuntaskan target-target kerja yang telah disusun. Pun begitu dengan Razka, dia nampak asyik dan sangat menikmati pekerjaannya. Mereka terlihat sangat akur dan saling mengisi. Di mana ada Razka sudah pasti Alana pun ada di sekitar situ. Meskipun semua terlihat baik-baik saja, Natasya selaku teman terdekat Alana, tetap mengingatkan agar temannya itu tidak terlalu mengumbar rasa cintanya kepada sang aktor. Takutnya akan berbuah penyesalan nantinya. Begitu juga dengan Theo yang sudah hapal akan siklus hubungan Alana dan Razk
My Actor "Ibu gimana kabarnya?" "Ibu sehat. Kamu sendiri bagaimana, Nak? Kamu baik-baik saja, ? Kapan kamu pulang?" Suara penuh kelembutan dari sang ibu meski hanya lewat telepon mampu menghadirkan kesejukan ke hati Alana. "Iya, Bu. Alana baik-baik aja. Ibu doain, ya, supaya kerjaan Alana lanca
My Actor Alana memilih menjauh dari keriuhan dan gegap gempita acara malam itu. Dia mencari tempat yang nyaman untuk menyendiri. Namun, tidak ada sudut yang bisa menjadi tempatnya menyepi. Sorot lampu, kamera, dan hilir mudik kru acara hampir menyapu seluruh area ruangan. Alana mencoba memanjang
My Actor “Ganteng maksimal.” Reana mengacungkan kedua jempolnya ke arah Razka. Razka membalasnya dengan senyum memukau. “Tumben, nih, kamu nggak ditempelin mulu ma body guard,” lanjut Reana sambil merapikan rambut bagian depan Razka. “Body guard? Siapa?” selidik Razka. “Itu tuh, manajer galak k
My Actor Alana memarkir mobilnya di halaman bangunan berarsitektur Eropa berlantai tiga. Di gedung itulah butik dan juga studio milik Jhoni Ares berada. Alana bergegas menuju pintu. Seorang security menyambutnya dengan ramah kemudian mengarahkan Alana supaya langsung ke lantai dua. Sekilas Alana
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews