Share

Part 12

Penulis: Hanina Zhafira
last update Tanggal publikasi: 2026-10-05 00:03:45

My Actor

#12

Alana duduk bersandar, meregangkan tangan, dan sejenak memejamkan mata. Ia berharap posisi seperti itu akan sedikit mengendorkan kembali urat-urat sarafnya yang sudah terlanjur menegang sejak semalam.

Dia berharap untuk beberapa saat bisa bernapas lega dan rileks sejenak. Paling tidak selama acara Meet and Great yang menghadirkan Razka itu tengah berlangsung.

Biasanya menjalani rutinitas pekerjaan di luar kota merupakan hal yang sangat menyenangkan. Selain menghasikan uang juga
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Happy Adriana
duuuhh ada apa itu di medsos...kasihan Alana...udah lepasin Razka...cari artis lain aja yg nggak nyebelin... makasih bab barunya ya kak... ditunggu lanjutannya... jangan lama2 yaaa... makasiiihh
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • My Actor   Part 12

    My Actor #12 Alana duduk bersandar, meregangkan tangan, dan sejenak memejamkan mata. Ia berharap posisi seperti itu akan sedikit mengendorkan kembali urat-urat sarafnya yang sudah terlanjur menegang sejak semalam. Dia berharap untuk beberapa saat bisa bernapas lega dan rileks sejenak. Paling tidak selama acara Meet and Great yang menghadirkan Razka itu tengah berlangsung. Biasanya menjalani rutinitas pekerjaan di luar kota merupakan hal yang sangat menyenangkan. Selain menghasikan uang juga bisa curi-curi kesempatan untuk refreshing. Terutama kota Bandung yang terkenal dengan sudut-sudut romantis serta kuliner yang memanjakan lidah. Semula Alana berharap akan bisa mengunjungi satu atau dua tempat yang menarik. Apalagi makin ke sini makin banyak bermunculan tempat-tempat _hang out_ baru dengan gaya kekinian ala gen Z. Namun, keinginan tetap hanya sebatas harapan. Yang terjadi justru sebaliknya. Razka berhasil membuatnya kalang-kabut dan mempermainkan detak jantungnya dengan sangat

  • My Actor   Part 11

    My Actor #11"Aku nggak mau ada alasan!" ujar Reana merajuk. "Ya, sudah. Terserah kamu aja," jawab Razka pasrah. "Gitu, dong." Suara Reana terdengar riang. Lalu Sambungan telepon diputus oleh Reana setelah mendapat jawaban yang diinginkannya. Razka pun hendak kembali masuk. Namun, begitu memutar badan, dia langsung berhadapan dengan Alana yang tidak disadarinya entah sejak kapan berada di sana."Jadi, gimana? Bareng mereka apa sendiri?" tanya Alana dengan tatapan penuh selidik. "Kamu atur aja!" Razka mendengus kesal kemudian buru-buru menjauh dari Alana. Alana hanya bisa berdiri terpaku hingga punggung Razka hilang di balik dinding.*** "Kamu di mana Razka?" Dengan hati yang ditenang-tenangkan Alana berbicara sebiasa mungkin ketika teleponnya diangkat oleh Razka. Setelah sekian belas kali telepon darinya diabaikan oleh si artis. Gemuruh di hatinya yang sudah bergejolak sejak dari Jakarta harus diredam sedemikian rupa. Hal itu dilakukannya agar nantinya suasana kerja tetap

  • My Actor   Part 10

    My Actor Hari-hari Alana kembali dengan rutinitas yang padat. Mulai dari menyiapkan segala hal yang dibutuhkan Razka untuk melakoni pekerjaannya syuting film dari satu lokasi ke lokasi berikutnya, mengisi acara baik on air maupun off air, hingga meeting dengan para produser maupun sutradara. Tak hanya sebatas keperluan pekerjaan, untuk keperluan sehari-hari Razka pun tak luput dari perhatian Alana. Alana larut dalam kesibukan. Berkejaran dengan waktu demi dapat menuntaskan target-target kerja yang telah disusun. Pun begitu dengan Razka, dia nampak asyik dan sangat menikmati pekerjaannya. Mereka terlihat sangat akur dan saling mengisi. Di mana ada Razka sudah pasti Alana pun ada di sekitar situ. Meskipun semua terlihat baik-baik saja, Natasya selaku teman terdekat Alana, tetap mengingatkan agar temannya itu tidak terlalu mengumbar rasa cintanya kepada sang aktor. Takutnya akan berbuah penyesalan nantinya. Begitu juga dengan Theo yang sudah hapal akan siklus hubungan Alana dan Razk

  • My Actor   Part 9

    My Actor Alana hanya mengulas senyum pada Natasya. Meski logikanya tidak menentang sama sekali atas pendapat Natasya, tetapi hatinya tetap berusaha untuk memungkirinya. "Aku ke kamar duluan, ya." Alana bangkit dari duduknya. Jika berlama-lama di sana, dia tahu akan semakin panjang dan lebar analisa yang akan diungkapkan teman dekatnya itu. "Okey, istirahat sana biar tetap waras!" Kelakar Natasya meledek Alana. Alana hanya membulatkan mata sebagai bentuk protes. Di kamarnya Alana kembali duduk termangu. Kata-kata Natasya kembali berdengung-dengung di telinganya. Namun, cepat-cepat ditepisnya. Alana kemudian mengecek ponsel. Ternyata sudah ada puluhan chat yang masuk selama HP ditinggalnya di kamar. Setelah selesai dengan benda multi fungsi itu, Alana pun beralih pada notebook yang tergeletak di atas tempat tidur. Cukup lama Alana mengamati atas layar berbentuk persegi panjang yang sedang menampilkan jadwal syuting Razka, aktor kesayangannya. "Enaknya bagaimana, ya?" Alana berguma

  • My Actor   Part 8 : Taktik Razka

    My Actor "Ngebatalin? Emang segampang itu?" Razka menatap Alana dengan sengit. "Kenapa tidak? Tinggal bilang batal aja, udah, selesai! Beres!" ujar Alana enteng. Razka menyapu kasar wajahnya. Dia tahu konsekwensinya jika sampai terjadi pembatalan kerja sama, apalagi secara massal. Bisa-bisa tamat riwayat karirnya. "Nggak bisa begitu, dong!" ujar Razka disertai decak. "Kenapa nggak?" sambar Alana dengan mimik tanpa beban. "Nggak usah pakai-pakai ancaman segala!" "Aku nggak ngancam, kok. Cuma ngasih tahu aja. Mumpung kamu ke sini. Lebih enak kalau dengar langsung, kan?" Melihat Alana yang memperlihatkan sikap demikian, Razka seketika memutar otak agar hal itu jangan sampai terjadi. Sejujurnya dia khawatir jika Alana sampai membuktikan kata-katanya. "Okey, sekarang kita bicara baik-baik." suara Razka mulai merendah. "Mau bicarain apa lagi? Toh, ujung-ujungnya juga kamu akan seenak kamu sendiri." Kali ini berganti, Alana yang berbicara dengan nada sengit. "Okey, aku akui aku se

  • My Actor   Part 7 : Shock Therapy

    My Actor "Ibu gimana kabarnya?" "Ibu sehat. Kamu sendiri bagaimana, Nak? Kamu baik-baik saja, ? Kapan kamu pulang?" Suara penuh kelembutan dari sang ibu meski hanya lewat telepon mampu menghadirkan kesejukan ke hati Alana. "Iya, Bu. Alana baik-baik aja. Ibu doain, ya, supaya kerjaan Alana lancar. Ntar kalau kerjaan Alana nggak terlalu padat, Alana pulang, nginap di rumah." "Kamu, jaga kesehatan, ya, Nak. Ibu selalu doain kamu. Ibu juga selalu menunggu kedatangan kamu." "Alana juga kangen Ibu. Sangat kangen malah. Oh, iya, Bapak kondisinya gimana? Masih stabil?" "Alhamdulillah, Beberapa hari ini kondisi Bapak selalu stabil. Mudah-mudahan selalu begitu, ya. Oh, iya, Ibu berencana untuk jualan lagi. Mumpung kondisi bapak sudah semakin membaik." "Bu, Ibu jangan capek-capek lagi. Ibu fokus ngerawat bapak aja sama jaga kesehatan ibu. Alana 'kan udah kerja, udah punya penghasilan. Biar Alana saja yang tanggung semuanya." "Nak, Ibu masih kuat. Kalau cuma jualan seperti dulu, ibu mas

  • My Actor   Part 4: Dia Lagi

    My Actor Alana memarkir mobilnya di halaman bangunan berarsitektur Eropa berlantai tiga. Di gedung itulah butik dan juga studio milik Jhoni Ares berada. Alana bergegas menuju pintu. Seorang security menyambutnya dengan ramah kemudian mengarahkan Alana supaya langsung ke lantai dua. Sekilas Alana

  • My Actor   Part 3 : Semudah itu?

    My Actor [Alana Zaura, besok bawa artis kamu ke studio saya tepat waktu. Ingat, tepat waktu!] Mata Alana terbelalak membaca pesan yang tertera di layar ponselnya. Pesan yang dikirim oleh Jhoni Ares, seorang perancang busana kenamaan. “Waduh, bakalan rumit ini,” gerutu Alana. Segera ia menghubung

  • My Actor   Part 2 : Kata-kata yang sama (lagi)

    My Actor Gadis berambut lurus tergerai duduk dengan pandangan menerawang. Sementara tangan kanannya memutar-mutar sedotan pada gelas yang berisi minuman berwarna oranye. Kata-kata yang ia dengar beberapa saat yang lalu masih terngiang-ngiang di telinga. “Kami harap artis anda bisa profesional dal

  • My Actor   Part 1 : Akhiri Saja Hubungan Kita!

    MY ACTOR “Bersikaplah profesional, jangan mencampuradukkan urusan personal dengan pekerjaan!” Razka memberi penekanan pada kalimatnya itu. Sorot mata elangnya tertuju lurus pada Alana, manejer sekaligus kekasihnya. Gadis berambut lurus yang menjadi lawan bicaranya itu pun membalas dengan tatapan

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status