author-banner
Ichira Sherry
Ichira Sherry
Author

Novels by Ichira Sherry

Suntikan Candu Mas Dokter

Suntikan Candu Mas Dokter

Setahun menikah dengan Aryo, Arina hanya berstatus sebagai istri di atas kertas. Tak ada cinta, tak ada kehangatan, karena hati suaminya masih milik wanita lain—Davina. Saat Arina memutuskan bercerai, kedua orang tuanya justru memaksanya menjalani tes kesuburan. Di rumah sakit, dia bertemu dengan dokter Gavin. Putus asa, Arina meminta Gavin memalsukan hasil tes agar dirinya dinyatakan mandul dan cepat bercerai dari Aryo. Gavin bersedia dengan satu syarat: Arina harus menjadi miliknya. Di persimpangan antara harga diri dan kebebasan, Arina mengambil keputusan yang mengubah segalanya. Sejak itu, permainan berbahaya antara dokter yang terobsesi dan wanita yang haus akan sentuhan pun dimulai.
Read
Chapter: Bab 87 Tamat
Hubungan Arina dan Gavin semakin dekat. Arina menerima cinta Gavin dan mereka menghabiskan waktu sambil menunggu Bagas menemukan identitas pemilik akun yang dulu sempat membuat postingan itu.Arina dan Aryo resmi bercerai. Aryo menangis di hadapan Arina dan meminta maaf. Namun, nasi sudah menjadi bubur. Laki-laki itu kehilangannya dan kehilangan Davina. Tak ada lagi yang peduli. Bahkan ibunya mulai menjauh karena kecewa berat.Arina sedang santai di balkon apartemen. Sudah dua Minggu berlaku, belum ada kabar dari Bagas. Gavin juga tidak memberikan kepastian mengenai restu keluarganya.Pertunangan Gavin dengan Clara batal dan wanita itu kembali ke luar negeri karena marah dan kecewa.Gavin menyusul ke balkon sambil membawa dua mug kopi. Dia taruh di atas meja kemudian menghampiri Arina dan memeluknya dari belakang.Angin berhembus sedikit kencang membuat buku kuduk Arina merinding. Apalagi saat ini bibir Gavin sudah berada di telinga dan lehernya."Jangan disini, Gavin."Gavin mengerat
Last Updated: 2026-09-05
Chapter: Bab 86 Ungkapan Cinta
"Arina, kamu nggak apa-apa?" tanya Bagas dengan nada khawatir. Ia bisa mendengar perubahan napas Arina dari seberang telepon.Arina memejamkan mata sejenak. Dadanya terasa sesak mendengar kemungkinan yang baru saja disampaikan Bagas. Namun, ia berusaha menenangkan diri sebelum kembali fokus pada percakapan mereka."Aku sudah mempersiapkan diri untuk kemungkinan ini, Bagas," jawab Arina pelan. "Tapi tetap saja... rasanya sakit. Sangat sakit."Bagas menghela napas panjang."Aku mengerti perasaanmu, Arina. Siapa pun pasti akan sedih kalau mengetahui orang tua yang terpisah selama bertahun-tahun mungkin sudah meninggal dunia. Apalagi kamu baru saja menemukan petunjuk tentang mereka." Suaranya terdengar lebih lembut dari biasanya. "Tapi jangan langsung mempercayai semuanya. Oke? Aku hanya menyampaikan apa yang kutemukan dari postingan lama di internet. Informasi itu belum tentu seratus persen benar."Arina menggigit bibir bawahnya."Postingan itu sudah lama sekali, bahkan sempat dihapus. A
Last Updated: 2026-09-03
Chapter: Bab 85 Sudah Tiada
Arina berjalan pelan menuju balkon apartemen. Dia sengaja menutup pintu kaca dengan hati-hati agar suara percakapannya tidak mengganggu Gavin yang sedang tertidur di kamar.Angin malam berembus lembut menerpa wajahnya. Namun, ketenangan malam itu sama sekali tidak mampu menenangkan debaran di dadanya.Jari-jarinya menggenggam ponsel semakin erat."Katakan padaku, Gas. Apa yang kamu temukan?" tanyanya tanpa basa-basi.Di seberang sana, Bagas menghela napas panjang."Aku cuma dapat informasi dari internet, Arina. Dan itu pun nggak mudah."Arina langsung menegakkan tubuhnya."Maksudnya?""Banyak data yang sengaja dihapus. Bahkan beberapa jejak digitalnya nyaris nggak tersisa. Aku harus cari lewat arsip lama, cache, dan beberapa forum yang sudah mati."Arina menahan napas."Tapi kamu berhasil menemukannya?""Sebagian."Seketika wajah Arina berbinar."Aku benar-benar beruntung punya teman seperti kamu, Gas." Senyum tipis muncul di wajahnya. "Kamu bisa diandalkan banget. Aku janji bakal tra
Last Updated: 2026-09-03
Chapter: Bab 84 Petunjuk
"Gavin, kamu kenapa?" tanya Arina khawatir saat melihat wajah laki-laki itu tiba-tiba pucat.Gavin menundukkan kepala. Tangannya mengepal di atas meja seolah sedang berusaha menahan sesuatu. Dia menarik napas panjang beberapa kali sebelum akhirnya menjawab."Nggak apa-apa," katanya pelan. "Perutku tiba-tiba sakit. Kalau kita langsung ke atas gimana?"Arina langsung menganggukkan kepala."Ayo. Kamu harus istirahat."Dia segera menyimpan kalung berbentuk hati itu kembali ke dalam kotaknya. Setelah memastikan benda tersebut aman, Arina berdiri dan membantu Gavin bangkit dari kursinya.Meski Gavin berusaha terlihat baik-baik saja, Arina bisa melihat laki-laki itu berjalan lebih lambat dari biasanya. Karena itu, dia tetap berada di sampingnya sepanjang perjalanan menuju lantai atas.Sesampainya di depan ruangan, Arina segera membuka pintu. Dia membantu Gavin masuk ke dalam kamar dan membimbingnya hingga duduk di tepi lkasur.Gavin mengusap wajahnya sebentar lalu merebahkan tubuh."Maaf, A
Last Updated: 2026-09-02
Chapter: Bab 83 Pertunjukan Memuaskan
Arina masih berdiri beberapa saat, memperhatikan keributan yang belum juga mereda.Aryo dan Davina saling berteriak tanpa mempedulikan tatapan orang-orang di sekitar mereka. Kata-kata kasar meluncur begitu saja dari mulut Davina, penuh amarah dan kebencian yang selama ini mungkin telah lama dipendam."Kamu pembohong, Aryo! Dasar pengecut!" bentak Davina.Aryo yang emosinya sudah berada di ujung batas balas membentak. "Dan kamu pikir kamu lebih baik dariku?!"Davina mendorong dada Aryo dengan kedua tangannya.Bruk!Aryo mundur setengah langkah.Kerumunan mulai terbentuk. Beberapa orang mengeluarkan ponsel untuk merekam, sebagian lain hanya menonton seolah sedang menyaksikan pertunjukan gratis.Davina kembali mendorongnya. "Kamu hancurin hidupku!""Aku?! Kamu yang menghancurkan semuanya!" balas Aryo.Dorongan berikutnya membuat kesabaran Aryo benar-benar habis. Tanpa berpikir panjang, Aryo mendorong balik.Bruk!Tubuh Davina kehilangan keseimbangan dan jatuh terduduk di trotoar.Suasana
Last Updated: 2026-09-01
Chapter: Bab 83 Kejutan Tak Terduga
Arina menempelkan ponsel ke telinganya begitu panggilan itu tersambung."Halo?""Kamu di mana?"Untuk sesaat Arina terdiam. Tubuhnya mematung ketika mendengar nada suara Gavin di seberang sana. Tidak ada nada menggoda seperti biasanya. Tidak ada juga sindiran yang sering membuatnya kesal. Yang terdengar justru kekhawatiran yang begitu jelas."Bertemu teman," jawab Arina singkat."Teman siapa? Di mana?"Pertanyaan itu datang begitu cepat hingga membuat Arina mengerutkan dahi.Dia menelan ludah sebelum menjawab, "Teman sekolah dulu. Aku lagi di kafe.""Kafe mana?"Arina memijat pelipisnya. "Kenapa sih kamu nanya sampai sedetail itu?"Karena penasaran sekaligus sedikit kesal, dia akhirnya menambahkan, "Aku cuma ngobrol sama teman lama. Nggak ada apa-apa.""Aku balik ke apartemen dan kamu nggak ada," sahut Gavin dengan suara rendah. "Jelas aku khawatir."Ucapan itu membuat Arina terdiam sejenak.Entah kenapa, mendengar seseorang mengkhawatirkannya terasa asing sekaligus menghangatkan hati
Last Updated: 2026-09-01
Suamiku Bos Tampan

Suamiku Bos Tampan

Kinara Ameera Hasna terpaksa menyetujui pernikahan kontrak dengan Arjuna Biru Atmaga, Bos di perusahaan tempatnya bekerja. Ada beberapa syarat yang diajukan Kirana, termasuk tidak berhubungan badan. Namun, baru saja menikah, orang tua Arjuna membuat challenge: siapa di antara anak mereka yang memiliki anak paling cepat, akan mewarisi perusahaan! Pasangan itu kelabakan. Antara perjanjian mereka atau harta warisan?
Read
Chapter: 94. Akhir Bahagia
Kinara dan Arjuna sampai di rumah sakit untuk menjenguk Lisa. Keadaan Lisa membaik. Ibu dan Rama bisa bernapas lega karena setelah ini bisa dibawa pulang. Dua hari kemudian Lisa bisa di bawa pulang untuk mendapatkan perawatan di rumah. Setelah dari rumah sakit itu, Kinara memberitahu Arjuna tentang pesan yang menanyakan Kinara itu dan meminta Argan untuk menyelidikinya. Argan bertindak dengan cepat dan hari ini Kinara diajak oleh Arjuna menuju alamat seseorang yang mengirim pesan itu. Argan melacak alamat orang itu dan berhasil menemukannya. "Mas, benaran ini tidak apa-apa kita ke rumah orang itu? Beneran bukan orang jahat, 'kan?" tanya Kinara. "Bukan, Sayang. Argan sudah menyelidikinya, bukankah kamu ingin tahu siapa yang mengirim pesan itu? Kinara mengangguk. Dia sangat ingin tahu. Dia menatap suaminya yang sedang menyetir. Sepertinya, Arjuna sudah tahu dan belum memberitahukan pada Kinara. Setah menempuh perjalanan satu jam , akhirnya Kinara dan Arjuna sampai di sebuah rumah m
Last Updated: 2022-09-14
Chapter: 93. Kantor Polisi
Tanpa aba-aba, Arjuna mendaratkan bibirnya di bibir Kinara dan melumatnya dengan rakus. Kinara harus menggunakan lipstik lagi setelah ciuman itu berakhir."Mas, udah! Kita harus berangkat ke kantor polisi," ucap Kinara sambil meremas kemeja Arjuna. Dia tidak peduli jika kemeja yang suaminya kenakan itu kusut kembali karena ulah tangannya.Bibir Arjuna masih bertahan di leher Kinara dan satu tangannya dia masukkan ke dalam blouse milik istrinya. Arjuna menaikkan penutup bukit kembar sang istri dan meremasnya pelan."Mas ... uhh," lenguh Kinara."Tambah gede banget, Sayang," ucap Arjuna sambil menggigit pelan daun telinga Kinara."Mas, Sudah dong, nanti kita terlambat, uhh ..."Arjuna seperti tidak mendengar perkataan dari Kinara. Bukannya berhenti, dia justru menarik blouse Kinara keatas hingga terekspos kedua bukit kembarnya yang menantang. "Mas, mau ap--uhh." Kinara mencengkeram rambut Arjuna karena kini bibirnya yang mulai aktif menyentuh dan memanjakan ujung kedua benda kenyal mi
Last Updated: 2022-07-15
Chapter: 92. Perjuangan Arjuna
Kinara hanya terkekeh melihat suaminya itu meninggalkan kamar. Menggemaskan! "Ah, capek sekali. Semoga kalian nggak apa-apa ya, Nak." Kinara mengusap perutnya sebentar, kemudian memposisikan tidurnya agar lebih nyaman."Juna dapat telurnya nggak ya? Rasanya nggak bisa tidur kalau nggak makan telur," gumam Kinara."Nggak apa-apa ya Nak, biarkan papa kalian berjuang dong. Pastinya papa akan melakukan apapun untuk kalian dan untuk mama." Kinara berusaha mengajak bicara anaknya yang masih berada di dalam perut.Kinara bosan menyalakan televisi sambil menunggu Arjuna pulang dan membawa telur. Kinara ingat dengan Lisa. Bagaimana keadaan kakak sepupunya itu? Dia harap Lisa baik-baik saja. Kinara mengambil ponselnya yang ada di atas nakas dan mengirim pesan pada ponsel Lisa. Ia mengatakan akan ke rumah sakit besok untuk menjenguknya setelah pulang dari kantor polisi.Setelah selesai menulis chat pada Lisa, Kinara mengambil remot televisi dan mengubah salurannya. Daripada dia bosan tidak mela
Last Updated: 2022-07-01
Chapter: 91. Telur Rebus
"Tapi, kenapa kamu menutupi tubuhmu dengan selimut? Dingin?" tanya Arjuna. "Nggak! Sebenarnya...."Kinara malu untuk bilang pada Arjuna. Hari ini dengan berani dia menggunakan Lingerie yang ada di dalam lemarinya. Dia tidak tahu kenapa berpikir untuk memakainya dan sekarang dia malu sendiri untuk mengatakan pada Arjuna.Duh, aku jadi malu. Aku harus bilang apa pada Juna, kenapa aku kepikiran memakainya sih? Batin Kinara."Itu ... Aku mau ke kamar mandi dulu," ucap Kinara dan berbalik. Kinara hendak berjalan namun tubuhnya dipegang oleh Arjuna. Kinara tidak bisa melangkah. Dia menunduk karena malu saat Arjuna membalikkan tubuhnya dan memegang dagu Kinara agar mendongak."Kenapa mendadak ingin ke kamar mandi, Hm?" tanya Arjuna dengan nada sensual membuat buku kuduk Kinara merinding."Itu ... Aku ... Mas!" teriak Kinara karena kini selimut yang menutup tubuhnya lolos dan melorot ke bawah.Kinara menunduk untuk melihat tubuhnya yang terbalut oleh Lingerie tipis berwarna merah. Dia malu
Last Updated: 2022-06-19
Chapter: 90. Siapa Lagi?
Kinara melihat ponselnya dan ada bunyi notifikasi chat dari seseorang yang membuat Kinara terkejut. "Jun...." "Ada apa?"Kinara memberikan ponselnya pada Arjuna. Ada chat dari nomor yang tidak di kenal. Isi chat itu menanyakan apakah benar ini adalah nomor Kinara. Ia tidak tahu chat dari siapa itu, dan apakah teror itu belum berakhir? Seharusnya sudah berakhir karena Arya dan Handika sudah tertangkap. Kinara terkejut, karena ia masih trauma dengan sms nomer asing. Arjuna melihat isi chat dari ponsel Kinara. Ia mencatat nomer itu di ponselnya dan memberikannya kembali pada Kinara. "Seharusnya teror itu sudah berakhir, Kinar. Tapi, aku harus memastikan lagi, aku akan minta Argan untuk menyelidikinya. Sekarang kita makan dulu," ucap Arjuna sambil memegang tangan istrinya itu. Arjuna tahu Kinara cemas dengan chat itu dan ia harus menenangkannya. Kinara sedang hamil anaknya dan Arjuna tidak ingin istrinya itu cemas, banyak pikiran dan berpengaruh pada bayi mereka. "Jangan dipikirkan,
Last Updated: 2022-06-11
Chapter: 89. Apakah Sudah Berakhir?
Setelah mengunjungi Lisa dan memastikan keadaannya baik-baik saja. Safira dan Rama menyuruh Arjuna dan Kinara pulang ke rumah. Sebenarnya Rama juga meminta Safira pulang dan istirahat, namun Safira bersikukuh untuk menemani Lisa di rumah sakit. Dia harus memastikan Lisa segera sembuh dan merawat anak menantunya itu."Kalian pulanglah. Pastikan Kinar istirahat dengan baik, Jun. Kinar sedang hamil dan ibu nggak mau kesehatannya menurun.""Baik, Bu. Ibu yakin nggak pulang?" tanya Arjuna."Ibu akan menjaga Lisa, lagipula ibu nggak apa-apa. Satu lagi, Kinar masih syok dengan kenyataan ini. Kamu harus bisa menenangkan pikirannya, Jun," pinta ibu."Baik, Bu."Kinara keluar dari kamar mandi dan berjalan menuju Arjuna. Safira mendekat dan memeluk Kinara dengan hangat."Istirahat ya, Kinar. Jangan banyak pikiran, yang terjadi sudah terjadi. Sudah menjadi jalan bagi Arya untuk mendekam di penjara," ucap Ibu."Iya, Bu. Kinar berusaha melupakan kejadian hari ini dan menata hati untuk ikhlas meneri
Last Updated: 2022-06-08
You May Also Like
BABU MILYARDER
BABU MILYARDER
Romansa · Henya Firmansyah
79.3K views
Kanjeng Ratu Minta Mantu
Kanjeng Ratu Minta Mantu
Romansa · Amih Lilis
78.8K views
Suami Bayaranku Ternyata Big Boss
Suami Bayaranku Ternyata Big Boss
Romansa · Inura Lubyanka
78.7K views
Tears
Tears
Romansa · Suzy Wiryanty
78.6K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status