LOGIN"Aku nggak ngarep ya. Aku optimis." "Optimis apaan? Optimis bisa jadi pacar gue?" "Bukan. Aku optimis kalau kamu sebenarnya ada rasa sama aku, tapi nggak mau ngakuin." *** Berawal dari tersandung, ada hati yang terjatuh dalam indahnya cinta. Aseeek! Bermula dari penasaran, berlanjut dengan pendekatan, dan berakhir pada ..... Ah, mending baca dan buktikan langsung keseruan kisah Arina dan Andre, ketimbang menerka-nerka dan jadi penasaran. Bukan hanya baper-baperan yang dibahas, ada cerita tentang persahabatan, hangatnya kasih dalam keluarga, kesetiaan, dan kepercayaan, yang dikemas dengan manis dalam cerita segar nan lucu.
View More[POV Andre]"Dengan ini saya nyatakan kalian sebagai suami istri. Sekarang mempelai pria bisa mencium mempelai wanita."Dan terjadilah ciuman pertama kami, diiringi tepuk tangan meriah para tamu undangan. Selepas ciuman itu kami tersenyum dan bertatapan mesra."Istriku....""Suamiku...."Sekali lagi kami berciuman.Tapi....Itu semua hanya ada dalam khayalanku.Hah!Calon istriku menolak keras acara ciuman di depan umum, walaupun itu dilakukan di saat kami sudah resmi menjadi pasangan suami istri."Nggak mau," tolaknya tegas."Kenapa sih nggak mau? Itu kan sudah biasa di acara nikahan, masih dalam batas kesopanan.""Iya, aku tahu. Tapi aku nggak mau. Momen ciuman pertamaku cuma boleh terjadi antara aku dan suamiku, nggak boleh ada orang lain yang lihat."Payah ni cewek! Aku tahu prinsip dia, tapi kalau kami sudah menikah kan nggak masalah. Toh kami bukan mau mesra-mesraan, itu formalitas saja. Tapi dia tetap kekeuh dengan pendiriannya.Manyun deh saya!"Senyum dong, Mas Andre. Nanti ga
[Satu bulan kemudian] "Lari, Arina... Larii.... Ayo katakan lari... lari... lari." "Hahahaha." Aku tertawa terpingkal-pingkal menyaksikan Andre menirukan gaya Dora the Explorer. Kami berlarian di tepi pantai, pantai cinta kami. Kemarin Santi telah mengakhiri masa lajangnya, dengan menikahi Bang Firman. Setelah sekian lama dia dipanggil 'Ucok' untuk kali pertama, istrinya memanggilnya dengan nama aslinya 'Firman'. Emang lebih cocok Firman sih, orang ganteng gitu masa dipanggil Ucok? Tapi buat aku dia tetaplah Bang Ucok, si profesor linglung. Resepsinya berlangsung lancar dan meriah. Santi dan Bang Ucok maunya acara mereka sederhana saja, tapi orang tua Santi berpikiran lain. Papanya mengundang kolega-koleganya, jadi akhirnya mereka menggelar acara resepsi yang cukup besar. Mereka menyewa gedung serba guna yang terletak tidak
Sepanjang pekan ini kami punya double kesibukan. Selain urusan pekerjaan, kami mempersiapkan acara lamaran Bang Ucok dan Santi.Akhir pekan ini mereka lamaran, bulan depan menikah. Nggak mau lama-lama katanya, maklum Pak Profesor memang sudah ingin meminang Santi dan menjadikannya pendamping hidup. Kalau kubilang sih Pak Profesor sudah tua. Hehe."Jangan repot-repot dong, kami kan baru mau tunangan, belum nikah," Santi mencoba mencegah kami bertindak berlebihan."Nggak bisa, mau lamaran kek, mau nikah kek, ini hajatan pertama kantor kita, jadi semua mesti ikut mendukung dan memeriahkan," titah Mas Fajar yang jadi ketua panitia."Nikmati saja, San, sekali seumur hidup," timpalku mendukung Mas Fajar."Wah, Arin. Harusnya kamu yang pertama dapat acara kayak gini, malah kalah dari si bontot," kata Mbak Rere.Ia sebenarnya berharap aku bisa menikah sebelum Santi. Apa mau dikata, mereka berdua bergerak lebih cepat."Nggak masalah, Mbak, siapa yang nikah duluan. Calon suamiku juga nggak bakal
Cuti seminggu rasanya seperti nggak cuti. Selain urusan 'perdetektifan', aku memang nggak ngapa-ngapain. Tapi tetap saja aku nggak ada kesempatan untuk mengistirahatkan pikiran.Setidaknya sekarang semua masalah itu sudah selesai, dan aku kembali lagi ke kantor dengan semangat baru. Aku sangat merindukan pekerjaanku dan teman-temanku di kantor, termasuk si itu. Hehe.Walaupun selama tiga hari kemarin kami bersama, tetap saja masih ingin ketemu. Namanya juga cinta. Betul begitu?Suasana ramai terasa di kantor, tidak seperti biasanya. Sedikit heboh kali ini."Nah, ini dia artis kita," seru Mbak Rere yang langsung menarik tanganku dan menyuruhku duduk di sofa di ruang resepsionis.Sudah ada Andre juga di sana, dan tampaknya sudah mulai 'dibully' oleh para wartawan gosip. Dia cengar-cengir tidak jelas.Kami disandingkan berdua. Aku memandang Andre penuh tanda tanya. "Udah ikutin aja," kekehnya."Baiklah, para hadirin yang kami hormati. Jumpa Pers pasangan fenomenal kita Mas Andre-Andre Lum
[POV Arina]Mbak Rere masih meledek aku dengan tiada ampun ketika Cici memasuki ruangan kantor dengan begitu ceria."Selamat pagi, semua. Hari yang indah ya," ia menyapa kami dengan suara mendesah, lalu duduk di kursi dengan gaya yang begitu feminin macam Princess Syahrini."Pagi, Cici," kataku."Pa
[POV Andre]Hari kedua bekerja aku masih dilatih oleh Mas Fajar. Katanya hari ini kami masih akan bekerja di luar kantor. Tante Dana memang sudah memberi instruksi ke Mas Fajar untuk mengajari aku semua hal yang berhubungan dengan bisnis ini. Jadi Mas Fajar mau mengkhususkan waktu di awal masa kerja
[POV Arina]"Ibuuuu, aku pulang.""Ya, Rin. Bawa apa itu?""Ini tadi Bu Bos ngadain acara makan bareng, masih ada sedikit sisa lauk sama sayur, lalu dibagi-bagi dengan teman-teman yang lain" ujarku sambil menyerahkan makanan dari Bu Bos.Sebelum pulang tadi dia memberi kami sayur dan lauk dari acara
[POV Andre]Astaga! Gadis satu ini menggemaskan sekali. Kepanikannya, niatnya untuk menyelesaikan masalah, dan rasa malu yang datang setelah sadar apa yang sudah dia lakukan. Rasanya aku ingin tertawa, tapi aku lakukan dalam hati saja.Aku sebenarnya sudah berniat mengatakan, tidak masalah, masih ba












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore