Chapter: BAB 82: Gelombang Sutra dan Ilusi KeremajaanDua malam menjelang Perayaan Agung, aula kerajinan di dalam ruangan pribadi Ibu Suri dipenuhi keheningan yang menyerap segala bentuk kebisingan luar. Suara gesekan halus jarum perak yang menembus serat kain sutra berkali-kali terdengar seperti ketukan gerimis pada dedaunan kering.Yi Fang berdiri di depan sebuah kerangka kayu berukuran tubuh manusia. Di atas kerangka itu, jubah utama berwarna kuning keemasan berkilat memantulkan pendar lilin-lilin tinggi yang tidak pernah dibiarkan padam. Keringat dingin menetes pelan dari pelipis Yi Fang, namun tangannya yang memegang gunting perak tajam tidak bergetar sedikit pun.Dalam memori masa depannya sebagai Jia Li, pembuatan busana adibusana (haute couture) kelas atas selalu mengandalkan struktur patron yang presisi dan arsitektur kain yang memperhitungkan gravitasi. Di masa kuno ini, para
Last Updated: 2026-09-03
Chapter: BAB 81: Jarum Perak dan Benang EmasLilin-lilin besar beraroma kayu cendana menyala di sepanjang aula Kediaman Agung Ibu Suri, memancarkan cahaya keemasan hangat yang memantul pada tiang-tiang kayu jati berukir naga. Udara di dalam ruangan itu terasa berlainan dengan atmosfer istana utama yang dingin dan mencekam. Di tempat ini, kekuasaan tidak dipamerkan lewat pedang atau barisan prajurit bersenjata lengkap, melainkan melalui keheningan yang anggun dan wibawa seorang wanita sepuh yang pernah meredam tiga kali pemberontakan kekaisaran.Di balik tirai sutra tipis berwarna violet, Ibu Suri Mu Rong duduk di atas singgasana bertatahkan batu giok hijau. Usianya hampir menginjak tujuh puluh tahun, dan kendati rambut peraknya disanggul tinggi dengan hiasan permata yang berkilau, garis-garis keletihan serta gurat keabuan di sekitar matanya tidak bisa disembunyikan. Kekaisaran Canglan sedang diguncang rumor kegilaan Raja Hao Ran, dan sa
Last Updated: 2026-09-02
Chapter: BAB 80: Di Balik Jerat Bayang-BayangLampu tabung di langit-langit ruang interogasi Kejaksaan Distrik Kota berpendar dingin, memantulkan bayangan kaku ke atas meja besi yang tergores. Udara di dalam ruangan itu terasa berbau kertas basah dan pendingin udara yang bekerja terlalu keras. Di balik meja, Ming Na duduk membungkuk dengan kedua tangan terikat borgol baja. Gaun bermerek yang biasanya ia banggakan kini kusut dan ternoda debu, sementara riasan wajahnya telah luntur oleh air mata dan keringat dingin yang mengalir tanpa henti.Di seberang meja, Jaksa Han menggeser sebuah dokumen tebal berisi hasil audit forensik keuangan dan rekaman CCTV pelabuhan. Di sampingnya, Tuan Li berdiri menyandarkan bahunya pada dinding kaca satu arah, menatap dingin wanita muda yang dulu pernah dianggapnya seperti keluarga sendiri."Ming Na," Jaksa Han membuka pembicaraan dengan suara datar yang tenang namun memotong sunyi. "Penyelidikan atas hilangnya Jia Li di Tebing Wanghai telah ditingkatkan menjadi kasus percobaan pembunuhan dan kejaha
Last Updated: 2026-08-30
Chapter: BAB 79: Pesan Taktil Sutra RamiMalam berikutnya, hujan deras mengguyur ibu kota kekaisaran, menenggelamkan gemuruh kota di balik gemuruh guruh yang bersahut-sahutan. Air hujan turun bagai tirai raksasa, mengikis noda darah di halaman istana yang belum sempat mengering.Di sudut lorong pelayan yang sepi dan remang, Yi Fang sedang mengeringkan pakaian kerja rami milik para pelayan peraduan. Tempat penyucian ini tersembunyi di balik bangunan dapur basah, hanya diterangi oleh satu lentira minyak yang bergoyang ditiup angin malam.Langkah kaki tertatih-tatih mendekat. Yu Shun muncul dari balik tumpukan kayu bakar dengan membawa sekeranjang pakaian kotor yang baru diangkut dari gerbang belakang. Wajahnya tampak tegang, matanya melirik ke kiri dan ke kanan sebelum menghampiri meja tempat Yi Fang bekerja."Tuan P
Last Updated: 2026-08-28
Chapter: BAB 78: Aliansi Rahasia Dua JiwaDi ruangan raksasa tempat ribuan gulungan kitab Kuno tersusun hingga ke langit-langit, bau kertas lapuk dan aroma kayu cendana mendominasi udara. Tempat ini adalah sudut tersisa di istana yang tidak tersentuh oleh aura darah peraduan Hao Ran.Yi Fang menggeser tangga kayu beroda pelan, memindahkan beberapa gulungan sejarah wilayah selatan ke rak paling atas. Sebagai pelayan pribadi peraduan raja, ia kini mendapat akses terbatas untuk membersihkan area perpustakaan pribadi kekaisaran saat Hao Ran sedang diuji oleh tabib istana.Langkah kaki yang hampir tak terdengar mendekatinya dari lorong antar-rak. Pangeran Xiu Wei muncul di balik deretan kitab hukum tua, mengenakan jubah abu-abu tanpa tanda kepangkatan. Di tempat ini, ia tak lagi berakting sebagai pria lemah yang mengasingkan diri. Matanya tajam, mengamati setiap celah pintu perpu
Last Updated: 2026-08-27
Chapter: BAB 77: Langkah Kaki di Koridor BelakangAngin dingin bertiup perlahan menembus celah-celah lorong belakang istana, membawa aroma tanah basah dan daun kering yang gugur dari pepohonan benteng. Koridor ini jarang dilalui oleh prajurit patroli biasa karena hanya menghubungkan perpustakaan tua kekaisaran dengan area penyimpanan barang-barang bekas yang terlupakan.Yi Fang menghentikan langkahnya tepat di bawah naungan atap kayu berukir yang sudah agak mengelupas. Suara langkah kaki di belakangnya ikut terhenti, berjarak sekitar sepuluh tombak di belokan dinding batu."Jika kau dikirim oleh Hao Ran untuk mencabut nyawaku di tempat sepi ini, kau merugi," kata Yi Fang dingin tanpa berbalik badan. Suaranya datar, menggantung tenang di antara dinding koridor yang sempit. "Bicara pada mayat tidak akan memberimu hadiah kenaikan pangkat dari raja gila itu."
Last Updated: 2026-08-25