Chapter: Bab 39 : Memuaskan IstriCiuman dalam dan penuh hasrat langsung terjadi di antara mereka. Didera perasaan bersalah, Kalandra ingin menebus kesalahannya pada sang istri. Dia juga ingin memberikan kepuasan pada istrinya yang sempat tertunda karena Yulia. Kalandra mengangkat tubuh Alya kemudian mendudukkan di atas bak cuci piring. Bunyi decapan bibir mereka terdengar memenuhi seisi dapur. Tangan Kalandra kini sudah berada di gunung kembar istrinya yang masih tertutup rapih. Rematan pelan di sana membuat Alya mendesah pelan. “Assalamu’alaikum.” Di saat hasrat keduanya semakin naik, tiba-tiba saja terdengar suara wanita mengucapkan salam disusul teriakan Nabila memanggil nama Aruna. Rupanya adik Alya yang datang berkunjung. Keduanya segera mengakhiri aktivitas intim yang baru saja dimulai. Alya merapihkan dulu pakaiannya sebelum menyambut sang adik. “Run, ke sini sama siapa?” tegur Alya. “Sama Ricky.” Dari arah luar muncul Ricky, kekasih Aruna sambil menenteng helm. Tak lama berselang Kalandra datang dari da
Last Updated: 2026-01-03
Chapter: Bab 38 : Perasaan Bersalah“Yulia, apa yang kamu lakukan?” tanya Kalandra dengan suara seraknya. “Maaf, sayang. Milik mu sudah membuat ku candu.” Yulia melanjutkan kegiatannya mengulum senjata pusaka milik Kalandra. Pria itu kembali membaringkan tubuhnya lagi. Service oral Yulia memang luar biasa nikmat, walau enggan mengakui, namun Kalandra menyukainya. Ditambah lagi sekarang dirinya masih menjadi budak seks Yulia. Mana bisa pria itu menolak apa yang dilakukan Yulia. Walau tidak ada perjanjian tertulis, tapi tetap saja akan ada konsekuensinya jika Kalandra menolak. Wanita kaya dan berkuasa seperti Yulia bisa melakukan apa saja untuk mempersulit hidupnya. Tanpa dapat ditahan erangan Kalandra keluar juga. Kuluman dan pijatan tangan Yulia dia senjata andalannya langsung dapat membangkitkan gairah pria itu. Melihat Kalandra yang begitu menikmati service oralnya, membuat Yulia tak tahan lagi. wanita itu menghentikan apa yang dilakukannya lalu naik ke atas Kalandra. Pelan-pelan dia memasukkan batangan kenyal
Last Updated: 2026-01-01
Chapter: Bab 37 : TerpuaskanDengan langkah perlahan, Kalandra berjalan mendekati Yulia yang masih berbaring di sofa. Ketika Kalandra semakin mendekat, Yulia menegakkan tubuhnya. Wanita itu duduk menunggu pria di depannya sampai di dekatnya. Begitu Kalandra berdiri tegak di depannya, Yulia langsung menurunkan segitiga pengaman milik Kalandra. Mata laparnya langsung melalap batangan kenyal milik Kalandra yang sudah menegang dan mengeras. Efek obat perangsang yang dikonsumsinya tadi sudah mulai bekerja. Terdengar lenguhan Kalandar ketika Yulia mulai mengulum senjata pusakanya. Kalandra mendongakkan kepalanya seraya memejamkan mata. Tidak dapat dipungkiri kalau pria itu sangat menikmati apa yang dilakukan Yulia. Service oral wanita itu benar-benar baik. Alya kalah jauh dibandingnya. Tangan Kalandra bergerak merah kepala Yulia, meremat pelan rambut wanita itu kemudian mendorong kepala Yulia untuk memperdalam kulumannya. Setelah beberapa menit, permainan berubah. Yulia sekarang berbaring di atas sofa dan Kalandra b
Last Updated: 2025-12-31
Chapter: Bab 36 : Tugas PertamaDiliriknya Alya yang masih menunggunya di kasur. Kalandra menarik nafas panjang sebelum menggeser ikon hijau. “Halo.” “Halo, Kala. Bagaimana keadaan anak mu?” “Sudah baikan, Bu.” “Tapi aku yang tidak baik-baik saja. Aku mau kamu menemui ku sekarang. Aku akan mengirimkan lokasi apartemen ku. Aku tunggu secepatnya. Aku di unit 1807.” Panggilan langsung berakhir setelah Yulia menyelesaikan kalimatnya. Kalandra masih termangu di tempatnya. Perasaan tak tenang langsung merayapi hatinya. Akhirnya waktu yang ditakutinya tiba juga. Sudah saatnya dia menjual diri pada Yulia. “Siapa yang telepon, Mas?” suara Alya membuyarkan lamunan Kalandra. “Telepon dari kantor, sayang. Mas ada pekerjaan.” “Harus pergi sekarang?” “Iya.” Kalandra berjalan pelan menuju ranjang. Pria itu mencium bibir Alya dengan mesra. Inginnya dia menghabiskan waktu bersama Alya lebih dulu, namun Yulia sudah memberinya ultimatusm. Pria itu harus segera sampai di apartemen wanita itu. Suara dentingan ponsel membuat
Last Updated: 2025-12-30
Chapter: Bab 35 : Operasi“Benarkah? Tapi dari mana Mas dapat uangnya?” “Aku dapat pinjaman dari kantor atas rekomendasi Bu Yulia.” “Bu Yulia?” “Dia komisaris utama di kantor ku. Yang waktu itu aku temui.” “Ooh..” Hanya itu saja jawaban yang keluar dari mulut Alya. Setiap mendengar nama Yulia, entah mengapa hatinya resah. Perasaannya selalu tidak enak jika menyangkut wanita itu atau pun Mega. “Tapi jumlahnya besar, Mas. Bagaimana membayarnya?” “Ya memang ada konsekuensinya. Aku harus rela kerja lebih keras lagi. Jadwal pemotretan akan ditambah. Aku juga diminta menjadi kameramen film pendek produksi mereka. Bayaran jadi kameramen lebih besar dan aku bisa cepat melunasi hutang ke kantor.” Dengan lancar Kalandra mengatakan kebohongan yang sudah tersusun rapih di kepalanya. Dia tahu benar kalau sang istri pasti akan menanyakan dari mana uang yang didapatnya berasal. Tidak mungkin juga Kalandra mengatakan kebenarannya. Alya pasti akan mengamuk dan memintanya mengembalikan uang tersebut. “Setelah Nabil men
Last Updated: 2025-12-29
Chapter: Bab 34 : Terpaksa BersepakatSeketika Kalandra membeku. Yang diinginkannya mencari uang untuk biaya operasi putrinya, bukan menjual diri. Tapi Yulia justru memanfaat situasi demi keuntungannya sendiri. “Apa saya tidak bisa membayar dengan cara lain? saya bersedia bekerja lebih lama sebagai ganti uang yang dipinjam.” Akhirnya Kalandra membuka suaranya juga. Pria itu masih berusaha untuk bernegosiasi. Semoga saja Yulia luluh dan mau mengabulkan permintaannya. “Aku meminjami uang dari uang pribadi ku, bukan uang perusahaan. Jadi yang harus kamu kerjakan sebagai bayaran, tidak ada hubungannya dengan urusan kantor. Kalau kamu setuju, aku bisa langsung mentransfer ke rekening mu sekarang juga.” “A.. apa yang harus saya lakukan?” “Kamu jangan pura-pura tidak tahu. Kita ini sama-sama sudah dewasa. Kamu pasti tahu apa yang ku inginkan. Kalau kamu bisa membuat ku puas dan senang, aku bisa menambahkan bayaran untuk mu. Berapa yang kamu butuhkan?” Yulia mengambil ponselnya. Wanita itu hendak mentransfer uang melalui i
Last Updated: 2025-12-27
Chapter: Bab 43Mata Fauzia dan Daffa terus melihat pada monitor di depan mereka? Keduanya telinga mereka terus mendengarkan apa yang dikatakan dokter kandungan. Upaya pasangan suami istri itu mengikuti program kehamilan membuahkan hasil. Sekarang Fauzia sedang mengandung buah hati pertamanya. Usia kehamilan Fauzia sekarang sudah memasuki usia lima bulan. "Sejauh ini kondisi janinnya sehat. Air ketubannya juga cukup. Pertumbuhan janinnya juga berjalan normal." Terang sang dokter kandungan setelah memeriksa kehamilan Fauzia menggunakan USG. Sekarang mereka sudah duduk berhadapan di meja kerja sang dokter. "Bagaimana dengan jenis kelaminnya dok?" tanya Daffa. Pria itu sudah tidak sabar ingin mengetahui jenis kelamin anak pertamanya. Dokter wanita itu hanya mengulum senyum saja. Mengetahui jenis kelamin anak yang masih dalam kandungan memang sering ditanyakan pasangan yang kontrol kandungan padanya. "In Syaa Allah kalau tidak ada kesalahan, anak Bapak dan Ibu laki-laki." "Alhamdulillah." Kalima
Last Updated: 2025-10-14
Chapter: Bab 42"Ananda Muhammad Syahreza, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan anak saya, Keyla Salsabila dengan mas kawin sebuah vila senilai 1 milyar rupiah dibayar tunai!" "Saya terima nikah dan kawinnya Keyla Salsabila binti Egi Sudjana dengan mas kawin tersebut dibayar tunai!" "Bagaimana saksi?" "Sah!" Baik Reza maupun Ayah dari Keyla sama-sama mengucap syukur. Ijab kabul berhasil dilakukan tanpa hambatan. Reza menolehkan kepalanya ketika mendengar suara langkah kaki. Keyla yang terbalut kebaya warna putih gading berjalan mendekatinya didampingi oleh Ibunda tercinta dan Murni. Kedua wanita itu mengantarkan Keyla sampai ke dekat meja akad. Reza bangun dari duduknya kemudian menyambut kedatangan wanita yang sudah sah menjadi istrinya. Pria itu membantu Keyla duduk di sebelahnya. "Silakan dipasangkan cincin pernikahannya," ujar sang penghulu. Sebuah kotak beludru diberikan oleh Daffa. Di dalamnya terdapat sepasang cincin pernikahan. Kedua pengantin memasangkan cincin ke jari masing-mas
Last Updated: 2025-10-14
Chapter: Bab 41Usai menemui Imron, Salim tidak langsung pulang. Pria itu lebih dulu menemui Rafi yang juga ditahan di lapas yang sama. Walau Rafi sama sekali tidak ada hubungan darah dengan keluarganya, namun Salim merasa harus memberitahu kabar kematian Anita. Bagaimana pun juga Rafi pernah menjadi bagian keluarga mereka selama dua puluh tahun lebih. Mata Salim memandangi Rafi yang baru saja memasuki ruangan. Wajah pria itu nampak kuyu, tubuhnya juga lebih kurus dan rahangnya sudah ditumbuhi bulu-bulu yang cukup lebat. Dia menarik sebuah kursi di depan Salim. "Bagaimana kabar mu, Rafi?" "Seperti yang Papa lihat." Sebisa mungkin Rafi menghindari tatapan mata Salim, pria yang selama ini dipanggilnya dengan sebutan Papa. Namun belakangan dia baru tahu kalau dirinya adalah anak haram dari Imron dan Anita. "Bersabarlah Rafi, jalani hukuman mu dengan tenang. Bertobatlah. Papa harap kamu bisa menjadi pribadi yang lebih baik sekeluarnya dari sini." Kepala Rafi terangkat. Sungguh pria itu tidak
Last Updated: 2025-10-13
Chapter: Bab 40Di sebuah kamar sel lembaga pemasyarakatan, nampak Anita duduk di atas lantai dingin dengan punggung bersandar ke dinding di belakangnya.Wanita itu masih belum percaya kalau anak yang dikandungnya selama sembilan, ternyata bukanlah Rafi, melainkan Angga. Sungguh wanita itu tidak menyangka takdir akan mempermainkan dirinya sedemikian rupa. Siapa sangka Mita akan menukar bayinya demi membalaskan sakit hatinya.Airmata jatuh membasahi wajah Anita ketika mengingat semua perlakuan buruknya pada Angga hanya karena menganggap anak itu adalah buah hati dari Mita dan Salim.Sekali pun Anita tidak pernah menampilkan senyum di wajah untuk Angga. Yang ada hanya tatapan tajam dan penuh kebencian.Puncaknya ketika wanita itu memutuskan menghabisi nyawa Angga demi bisa mendapatkan harta Salim dan menyelamatkan posisi untuk Rafi. Bersama dengan Imron, keduanya merencanakan pembunuhan keji tanpa mereka tahu kalau orang yang hendak dihabisi adalah darah dagingnya sendiri.Anita memukuli dadanya bebe
Last Updated: 2025-10-12
Chapter: Bab 39"Selamat Om. Semoga rumah tangganya samawa dan pernikahan Om langgeng sampai maut memisahkan." Fauzia memeluk Pamannya. Wanita itu bahagia, akhirnya sang Paman mau mengakhiri masa lajangnya bersama sahabatnya. "Terima kasih, Uzi." "Selamat Teh, eh apa aku sekarang harus memanggil Tante?" goda Fauzia. Murni hanya mengulum senyum saja mendengar godaan Fauzia. Jika boleh, dia ingin tetap dipanggil dengan sebutan Teteh. Tapi mengingat statusnya sekarang, mungkin memang lebih cocok jika dipanggil dengan sebutan Tante. Daffa menghampiri Faisal kemudian memeluknya erat. Sejak kecil pria itu sudah mengenal Faisal. Pria yang selama ini selalu bertahan dalam kesendirian, akhirnya menemukan pelabuhan terakhirnya. "Cepat beri Zia adik sepupu," ujar Daffa sambil tersenyum. "Kamu saja dulu yang punya anak. Masa sudah beberapa bulan menikah, masih belum bisa membuat Uzi hamil." "Aku masih ingin menghabiskan waktu berdua dengan Zia." "Alasan." Daffa hanya tertawa kecil. Dia memang masih ing
Last Updated: 2025-10-12
Chapter: Bab 38Sepasang insan masih asik melampiaskan kerinduan dengan melakukan percintaan. Suara deru nafas mereka terdengar bersahutan memenuhi seisi kamar. Peluh juga sudah membasahi tubuh keduanya. Daffa mengerang panjang ketika akhirnya pria itu sampai ke puncaknya. Dia mengeluarkan cukup banyak cairan kental yang sudah ditabungnya selama berada di Sidney. Sebuah kecupan diberikan Daffa di kening istrinya. Fauzia mengangkat tangannya kemudian membelai pipi suaminya dengan lembut. Sebuah senyuman tercetak di wajahnya. Pelan-pelan Daffa menggulirkan tubuhnya ke samping. Ditariknya Fauzia ke dalam pelukannya. Beberapa kali kecupan didaratkan di bahu sang istri. "Bagaimana keadaan Reza?" "Bang Reza sepertinya masih belum menerima kalau dirinya anak Pak Salim. Pak Salim meminta Bang Reza tinggal di rumahnya dan membantu mengurus perusahaan. Tapi Bang Reza menolak." "Dia pasti masih terkejut dengan semua ini. Kita harus memberinya waktu." "Apa Mas mengijinkan kalau Bang Reza mau mengurus peru
Last Updated: 2025-10-10