author-banner
Ichageul
Ichageul
Author

Novel-novel oleh Ichageul

Lelaki Plus-Plus

Lelaki Plus-Plus

Kalandra harus bekerja keras demi mendapatkan uang untuk pengobatan putri semata wayangnya. Bermacam pekerjaan dilakoninya asalkan nyawa anaknya bisa terselamatkan. Dimulai dengan menjadi driver ojek online, kurir barang haram, fotografer dan cameraman plus-plus sampai simpanan wanita kesepian dijalani olehnya. Namun beragam pekerjaan yang dilakukan olehnya demi putri tercinta, berubah menjadi badai besar yang menghantam rumah tangganya.
Baca
Chapter: Bab 42 : Manuver Yulia
Di atas kasur berukuran king size, sepasang pria dan wanita yang tidak memiliki ikatan apapun tengah bergelut dengan intimnya. Keringat sudah membasahi tubuh mereka, namun keduanya masih asik memacu hasrat menuju puncak nirwana tertinggi. Selesai syuting, Yulia mewujudkan keinginannya tadi. Dia mengajak Kalandra melakukan pemanasan di dapur, persis seperti adegan saat mereka syuting. Jika saat syuting, pemeran menggunakan minuman keras, untuk percintaan mereka, Kalandra memilih menggunakan es krim. Sensasi dingin yang disertai dengan kuluman dan jilatan dari Kalandra sukses membangkitkan hasrat Yulia. Usai bermain satu ronde di dapur, Yulia mengajak Kalandra melanjutkan permainan ke kamar. Dan di sinilah mereka sekarang sejak satu jam lalu. Yulia terkapar lemas di atas kasur. Dadanya terlihat naik turun, wanita itu mencoba mengatur nafasnya yang terengah. Dia benar-benar puas dibuat lemas oleh Kalandra. Hal itu semakin membuat Yulia tak bisa lepas dari Kalandra dan ingin memiliki
Terakhir Diperbarui: 2026-01-08
Chapter: Bab 41 : Bercinta Lagi
Sepanjang acara makan, Kalandra merasa sedikit canggung. Bukan saja karena makan berdua di satu meja bersama Yulia, tapi juga karena wanita selalu melayaninya. Mengambilkan makanan untuknya atau menyuapi makanan miliknya. Apa yang Yulia lakukan sudah seperti perlakuan istri pada suaminya. Apa yang dilakukan Yulia, tak ayal membuat mata semua anggota rombongan selalu tertuju padanya juga Kalandra. Ersa hanya bisa melihat dengan pandangan iri. Inginnya dia mendekati Kalandra, namun resikonya terlalu besar. Selesai makan, Yulia berdiri untuk memberi pengumaman. “Hari ini kalian bebas mau aktivitas apa saja. pemotretan dimulai besok lanjut syuting film. Saya sudah menyiapkan bonus untuk kalian berbelanja atau jalan-jalan.” “Asik. Terima kasih, Bu.” Apa yang dikatakan Yulia tentu saja menjadi kabar gembira untuk semua anggota rombongan. Yulia memang terkenal royal dan tidak pelit. Hanya saja jangan ada yang coba-coba membantah atau menyentuh miliknya. Dia bisa menjelma menjadi singa k
Terakhir Diperbarui: 2026-01-07
Chapter: Bab 40 : Pria Peliharaan
Pukul lima shubuh Kalandra sudah sibuk menyiapkan barang-barang yang akan dibawanya. Hari ini dia akan menuju Jakarta. Sudah waktunya pria itu melakukan pemotretan lagi. Dan kali ini pemotretan akan dilakukan di dua tempat, Batam dan Singapore. Alya masuk ke dalam kamar. Dia membawa beberapa potong pakaian untuk suaminya. Tak butuh waktu lama, tas berisi pakaian dan ransel berisi peralatan memotret sudah selesai disiapkan. Kalandra menarik Alya hingga wanita itu duduk di atas pangkuannya. “Nabil masih tidur?” “Iya, Mas. Mas berangkat jam berapa?” “Setengah tujuh.” “Pemotretan di mana, Mas? Batam?” “Iya. Selesai di Batam, kita lanjut ke Singapura. Kamu mau dibeliin apa, sayang?” “Ngga usah. Uangnya kan dipakai buat nyicil pinjaman ke kantor.” “Tapi kan ngga semuanya aku setor. Seperti kemarin, masih kebagian lima juta. Lagian nanti aku bukan cuma motret aja, tapi syuting juga.” Sambil berbicara, Kalandra membuka daster yang dikenakan istrinya. Sebelum perg, dia ingin melakukan
Terakhir Diperbarui: 2026-01-06
Chapter: Bab 39 : Memuaskan Istri
Ciuman dalam dan penuh hasrat langsung terjadi di antara mereka. Didera perasaan bersalah, Kalandra ingin menebus kesalahannya pada sang istri. Dia juga ingin memberikan kepuasan pada istrinya yang sempat tertunda karena Yulia. Kalandra mengangkat tubuh Alya kemudian mendudukkan di atas bak cuci piring. Bunyi decapan bibir mereka terdengar memenuhi seisi dapur. Tangan Kalandra kini sudah berada di gunung kembar istrinya yang masih tertutup rapih. Rematan pelan di sana membuat Alya mendesah pelan. “Assalamu’alaikum.” Di saat hasrat keduanya semakin naik, tiba-tiba saja terdengar suara wanita mengucapkan salam disusul teriakan Nabila memanggil nama Aruna. Rupanya adik Alya yang datang berkunjung. Keduanya segera mengakhiri aktivitas intim yang baru saja dimulai. Alya merapihkan dulu pakaiannya sebelum menyambut sang adik. “Run, ke sini sama siapa?” tegur Alya. “Sama Ricky.” Dari arah luar muncul Ricky, kekasih Aruna sambil menenteng helm. Tak lama berselang Kalandra datang da
Terakhir Diperbarui: 2026-01-03
Chapter: Bab 38 : Perasaan Bersalah
“Yulia, apa yang kamu lakukan?” tanya Kalandra dengan suara seraknya. “Maaf, sayang. Milik mu sudah membuat ku candu.” Yulia melanjutkan kegiatannya mengulum senjata pusaka milik Kalandra. Pria itu kembali membaringkan tubuhnya lagi. Service oral Yulia memang luar biasa nikmat, walau enggan mengakui, namun Kalandra menyukainya. Ditambah lagi sekarang dirinya masih menjadi budak seks Yulia. Mana bisa pria itu menolak apa yang dilakukan Yulia. Walau tidak ada perjanjian tertulis, tapi tetap saja akan ada konsekuensinya jika Kalandra menolak. Wanita kaya dan berkuasa seperti Yulia bisa melakukan apa saja untuk mempersulit hidupnya. Tanpa dapat ditahan, erangan Kalandra keluar juga. Kuluman dan pijatan tangan Yulia dia senjata andalannya langsung dapat membangkitkan gairah pria itu. Melihat Kalandra yang begitu menikmati service oralnya, membuat Yulia tak tahan lagi. Wanita itu menghentikan apa yang dilakukannya lalu naik ke atas Kalandra. Pelan-pelan dia memasukkan batangan ke
Terakhir Diperbarui: 2026-01-01
Chapter: Bab 37 : Terpuaskan
Dengan langkah perlahan, Kalandra berjalan mendekati Yulia yang masih berbaring di sofa. Ketika Kalandra semakin mendekat, Yulia menegakkan tubuhnya. Wanita itu duduk menunggu pria di depannya sampai di dekatnya. Begitu Kalandra berdiri tegak di depannya, Yulia langsung menurunkan segitiga pengaman milik Kalandra. Mata laparnya langsung melalap batangan kenyal milik Kalandra yang sudah menegang dan mengeras. Efek obat perangsang yang dikonsumsinya tadi sudah mulai bekerja. Terdengar lenguhan Kalandra ketika Yulia mulai mengulum senjata pusakanya. Kalandra mendongakkan kepalanya seraya memejamkan mata. Tidak dapat dipungkiri kalau pria itu sangat menikmati apa yang dilakukan Yulia. Service oral wanita itu benar-benar baik. Alya kalah jauh dibandingnya. Tangan Kalandra bergerak merah kepala Yulia, meremat pelan rambut wanita itu kemudian mendorong kepala Yulia untuk memperdalam kulumannya. Setelah beberapa menit, permainan berubah. Yulia sekarang berbaring di atas sofa dan Kalandra
Terakhir Diperbarui: 2025-12-31
Misteri Kematian Suamiku

Misteri Kematian Suamiku

Pernikahan bahagia Fauzia hancur seketika ketika suami tercinta meninggal dunia. Hidupnya bertambah hancur ketika dirinya dituduh sebagai peselingkuh dan pembunuh suaminya. Fauzia dijadikan tersangka dengan bukti dan saksi yang tak dapat disangkal. Ketika nasibnya berada di ujung tanduk, tiba-tiba datang seorang pria bernama Daffa yang mengaku sebagai pamannya. Seorang paman yang tidak pernah ditemui apalagi dikenalnya. Hidup Fauzia berubah seketika. Bersama dengan pria itu, Fauzia mengungkap rahasia dibalik kematian suaminya.
Baca
Chapter: Bab 43
Mata Fauzia dan Daffa terus melihat pada monitor di depan mereka? Keduanya telinga mereka terus mendengarkan apa yang dikatakan dokter kandungan. Upaya pasangan suami istri itu mengikuti program kehamilan membuahkan hasil. Sekarang Fauzia sedang mengandung buah hati pertamanya. Usia kehamilan Fauzia sekarang sudah memasuki usia lima bulan. "Sejauh ini kondisi janinnya sehat. Air ketubannya juga cukup. Pertumbuhan janinnya juga berjalan normal." Terang sang dokter kandungan setelah memeriksa kehamilan Fauzia menggunakan USG. Sekarang mereka sudah duduk berhadapan di meja kerja sang dokter. "Bagaimana dengan jenis kelaminnya dok?" tanya Daffa. Pria itu sudah tidak sabar ingin mengetahui jenis kelamin anak pertamanya. Dokter wanita itu hanya mengulum senyum saja. Mengetahui jenis kelamin anak yang masih dalam kandungan memang sering ditanyakan pasangan yang kontrol kandungan padanya. "In Syaa Allah kalau tidak ada kesalahan, anak Bapak dan Ibu laki-laki." "Alhamdulillah." Kalima
Terakhir Diperbarui: 2025-10-14
Chapter: Bab 42
"Ananda Muhammad Syahreza, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan anak saya, Keyla Salsabila dengan mas kawin sebuah vila senilai 1 milyar rupiah dibayar tunai!" "Saya terima nikah dan kawinnya Keyla Salsabila binti Egi Sudjana dengan mas kawin tersebut dibayar tunai!" "Bagaimana saksi?" "Sah!" Baik Reza maupun Ayah dari Keyla sama-sama mengucap syukur. Ijab kabul berhasil dilakukan tanpa hambatan. Reza menolehkan kepalanya ketika mendengar suara langkah kaki. Keyla yang terbalut kebaya warna putih gading berjalan mendekatinya didampingi oleh Ibunda tercinta dan Murni. Kedua wanita itu mengantarkan Keyla sampai ke dekat meja akad. Reza bangun dari duduknya kemudian menyambut kedatangan wanita yang sudah sah menjadi istrinya. Pria itu membantu Keyla duduk di sebelahnya. "Silakan dipasangkan cincin pernikahannya," ujar sang penghulu. Sebuah kotak beludru diberikan oleh Daffa. Di dalamnya terdapat sepasang cincin pernikahan. Kedua pengantin memasangkan cincin ke jari masing-mas
Terakhir Diperbarui: 2025-10-14
Chapter: Bab 41
Usai menemui Imron, Salim tidak langsung pulang. Pria itu lebih dulu menemui Rafi yang juga ditahan di lapas yang sama. Walau Rafi sama sekali tidak ada hubungan darah dengan keluarganya, namun Salim merasa harus memberitahu kabar kematian Anita. Bagaimana pun juga Rafi pernah menjadi bagian keluarga mereka selama dua puluh tahun lebih. Mata Salim memandangi Rafi yang baru saja memasuki ruangan. Wajah pria itu nampak kuyu, tubuhnya juga lebih kurus dan rahangnya sudah ditumbuhi bulu-bulu yang cukup lebat. Dia menarik sebuah kursi di depan Salim. "Bagaimana kabar mu, Rafi?" "Seperti yang Papa lihat." Sebisa mungkin Rafi menghindari tatapan mata Salim, pria yang selama ini dipanggilnya dengan sebutan Papa. Namun belakangan dia baru tahu kalau dirinya adalah anak haram dari Imron dan Anita. "Bersabarlah Rafi, jalani hukuman mu dengan tenang. Bertobatlah. Papa harap kamu bisa menjadi pribadi yang lebih baik sekeluarnya dari sini." Kepala Rafi terangkat. Sungguh pria itu tidak
Terakhir Diperbarui: 2025-10-13
Chapter: Bab 40
Di sebuah kamar sel lembaga pemasyarakatan, nampak Anita duduk di atas lantai dingin dengan punggung bersandar ke dinding di belakangnya.Wanita itu masih belum percaya kalau anak yang dikandungnya selama sembilan, ternyata bukanlah Rafi, melainkan Angga. Sungguh wanita itu tidak menyangka takdir akan mempermainkan dirinya sedemikian rupa. Siapa sangka Mita akan menukar bayinya demi membalaskan sakit hatinya.Airmata jatuh membasahi wajah Anita ketika mengingat semua perlakuan buruknya pada Angga hanya karena menganggap anak itu adalah buah hati dari Mita dan Salim.Sekali pun Anita tidak pernah menampilkan senyum di wajah untuk Angga. Yang ada hanya tatapan tajam dan penuh kebencian.Puncaknya ketika wanita itu memutuskan menghabisi nyawa Angga demi bisa mendapatkan harta Salim dan menyelamatkan posisi untuk Rafi. Bersama dengan Imron, keduanya merencanakan pembunuhan keji tanpa mereka tahu kalau orang yang hendak dihabisi adalah darah dagingnya sendiri.Anita memukuli dadanya bebe
Terakhir Diperbarui: 2025-10-12
Chapter: Bab 39
"Selamat Om. Semoga rumah tangganya samawa dan pernikahan Om langgeng sampai maut memisahkan." Fauzia memeluk Pamannya. Wanita itu bahagia, akhirnya sang Paman mau mengakhiri masa lajangnya bersama sahabatnya. "Terima kasih, Uzi." "Selamat Teh, eh apa aku sekarang harus memanggil Tante?" goda Fauzia. Murni hanya mengulum senyum saja mendengar godaan Fauzia. Jika boleh, dia ingin tetap dipanggil dengan sebutan Teteh. Tapi mengingat statusnya sekarang, mungkin memang lebih cocok jika dipanggil dengan sebutan Tante. Daffa menghampiri Faisal kemudian memeluknya erat. Sejak kecil pria itu sudah mengenal Faisal. Pria yang selama ini selalu bertahan dalam kesendirian, akhirnya menemukan pelabuhan terakhirnya. "Cepat beri Zia adik sepupu," ujar Daffa sambil tersenyum. "Kamu saja dulu yang punya anak. Masa sudah beberapa bulan menikah, masih belum bisa membuat Uzi hamil." "Aku masih ingin menghabiskan waktu berdua dengan Zia." "Alasan." Daffa hanya tertawa kecil. Dia memang masih ing
Terakhir Diperbarui: 2025-10-12
Chapter: Bab 38
Sepasang insan masih asik melampiaskan kerinduan dengan melakukan percintaan. Suara deru nafas mereka terdengar bersahutan memenuhi seisi kamar. Peluh juga sudah membasahi tubuh keduanya. Daffa mengerang panjang ketika akhirnya pria itu sampai ke puncaknya. Dia mengeluarkan cukup banyak cairan kental yang sudah ditabungnya selama berada di Sidney. Sebuah kecupan diberikan Daffa di kening istrinya. Fauzia mengangkat tangannya kemudian membelai pipi suaminya dengan lembut. Sebuah senyuman tercetak di wajahnya. Pelan-pelan Daffa menggulirkan tubuhnya ke samping. Ditariknya Fauzia ke dalam pelukannya. Beberapa kali kecupan didaratkan di bahu sang istri. "Bagaimana keadaan Reza?" "Bang Reza sepertinya masih belum menerima kalau dirinya anak Pak Salim. Pak Salim meminta Bang Reza tinggal di rumahnya dan membantu mengurus perusahaan. Tapi Bang Reza menolak." "Dia pasti masih terkejut dengan semua ini. Kita harus memberinya waktu." "Apa Mas mengijinkan kalau Bang Reza mau mengurus peru
Terakhir Diperbarui: 2025-10-10
Anda juga akan menyukai
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status