Home / Rumah Tangga / Lelaki Plus-Plus / Bab 67 : Resmi Bercerai

Share

Bab 67 : Resmi Bercerai

Author: Ichageul
last update Huling Na-update: 2026-02-17 08:45:19

“Apa Al? Kamu bercanda kan? Tolong jangan seperti ini, Al. Aku mencintai mu. Aku tidak bisa hidup tanpa mu.”

“Tapi Mas bisa tidur tanpa ku dan bisa melakukannya dengan perempuan lain.”

Seketika Kalandra terdiam. Perkataan Alya mengingatkannya pada dosa tak termaafkan yang sudah dilakukannya. Pria itu seakan lupa, bertahannya Alya di sisinya selama ini karena Nabila. Tapi setelah anaknya pergi, tidak ada lagi yang bisa membuat wanita itu bertahan.

Luka yang dibuat Kalandra masih menganga dan
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Lelaki Plus-Plus   Bab 69 : Tawaran Baru

    Tak butuh waktu lama, keduanya langsung terlibat dalam situasi panas. Ciuman keduanya sekarang sudah semakin panas saja. Lidah mereka sudah saling membelit, menarik dan bertukar saliva. Nafas keduanya nampak terengah ketika ciuman itu berakhir. Dapat Mega rasakan ada yang menusuknya dari bawah. Kalandra sudah benar-benar terpancing hasratnya. “Kita ke kamar ku saja,” bisik Mega. Bagai kerbau dicucuk hidungnya, Kalandra menuruti apa yang dikatakan Mega. Pria itu sekarang tengah dikuasai oleh gairah. Sebagai pria normal, dia butuh pelampiasan. Sambil menggendong Mega, Kalandra bangun dari duduknya. Pria itu melangkah masuk ke dalam vila yang sepi, kemudian menuju kamar Mega. Sesampainya di kamar, Kalandra langsung membaringkan tubuh Mega di kasur dan melanjutkan ciuman mereka. Suara decapan terdengar memenuhi seisi kamar. Mega melepaskan dress yang dikenakannya, berikut penutup bukit kembarnya. Dia membiarkan Kalandra melahap bukit kembarnya. Kepalanya mendongak ketika merasakan

  • Lelaki Plus-Plus   Bab 68 : Reuni

    Semua barang-barang di rumah kontrakan Kalandra sudah dibereskan. Sesuai janjinya, semua peralatan elekteronik diberikan pada Alya berikut motor yang dulu sering digunakan. Sementara barang yang lain sudah dikirimkan ke rumah orang tua Kalandra. Untuk sementara dia akan tinggal di sana. Para tetangga cukup terkejut mengetahui pernikahan Kalandra dan Alya berakhir pasca meninggalnya Nabila. Padahal dulu keluarga itu terlihat begitu harmonis. Kalandra yang pekerja keras, rela melakukan apa pun demi kesembuhan anaknya. Sedangkan Alya adalah istri dan ibu yang baik dan setia. Dia selalu mendampingi putrinya yang sakit-sakitan dan juga senantiasa memberikan semangat pada suaminya. Tapi sekarang, itu semua hanyalah tinggal kenangan. Setelah kepergian Nabila, rumah itu terasa sunyi dan dingin. Tidak ada lagi kehangatan di dalamnya. Satu per satu penghuninya pergi meninggalkan rumah. “Bu, saya titip kunci buat Pak Tatang ya. Saya sudah bilang. Karena Pak Tatang lagi di Tasik, minta kunci

  • Lelaki Plus-Plus   Bab 67 : Resmi Bercerai

    “Apa Al? Kamu bercanda kan? Tolong jangan seperti ini, Al. Aku mencintai mu. Aku tidak bisa hidup tanpa mu.” “Tapi Mas bisa tidur tanpa ku dan bisa melakukannya dengan perempuan lain.” Seketika Kalandra terdiam. Perkataan Alya mengingatkannya pada dosa tak termaafkan yang sudah dilakukannya. Pria itu seakan lupa, bertahannya Alya di sisinya selama ini karena Nabila. Tapi setelah anaknya pergi, tidak ada lagi yang bisa membuat wanita itu bertahan. Luka yang dibuat Kalandra masih menganga dan belum sepenuhnya kering. Wanita yang telah dikhianati, akan sulit untuk pulih seperti semula. “Kalau pun pernikahan ini diteruskan, aku tidak yakin ke depannya akan seperti apa.” “Maafkan aku, Al. Aku tahu yang ku lakukan salah. Dan aku juga sudah mengatakan alasannya pada mu. Katakan Al, bagaimana cara ku mendapatkan maaf mu. Tapi tolong jangan pergi. Aku sudah kehilangan Nabil. Jangan buat aku kehilangan diri mu juga.” Kalandra memegangi tangan Alya. Tatapan matanya penuh dengan permohonan

  • Lelaki Plus-Plus   Bab 66 : Ceraikan Aku

    Sejak meninggalkan rumah, komunikasi antara Alya dan Kalandra benar-benar terputus. Setiap pesan yang dikirimkan Kalandra tidak pernah dibaca apalagi dibalas. Tak mau menyerah, Kalandra terus mengirimkan pesan. Semua untuk menunjukkan kalau pria itu masih peduli akan kelangsungan hubungan mereka. Alya terus tinggal di rumah kedua orang tuanya. Sudah beberapa kali orang tuanya membujuk, namun wanita itu bergeming. Dia tidak mau kembali ke rumah apalagi bertemu dengan Kalandra. Sampai akhirnya tiba di hari ke-40 kepergian putrinya. Dengan sangat terpaksa Alya kembali ke rumah untuk mempersiapkan tahlilan empat puluh hari Nabila. Wanita itu datang sehari sebelum acara diselenggarakan. Begitu tiba di rumah, keadaan nampak sepi. Kalandra tidak berada di rumah. Seperti biasa, dia pergi bekerja di dealer milik Mukhlis. Keadaan rumah nampak bersih dan rapih. Bahkan Alya tidak menemukan sampah secuil pun. Lantai rumah nampak bersih dan kinclong. Jelas sekali kalau pria itu benar-benar men

  • Lelaki Plus-Plus   Bab 65 : Tempat Terbaik

    Tangis Alya semakin kencang setelah Bayu menyebutkan waktu kematian anaknya. Tangis bercampur ratapan keluar dari mulut wanita itu. Kedua tangannya terus memeluk tubuh Nabila yang sudah terbujur kaku. Kalandra juga tidak bisa menahan tangisnya. Setelah banyak hal yang dia lakukan demi kesembuhan putrinya, nyatanya sang anak pergi juga meninggalkan dirinya. Sambil mengusap airmatanya, Kalandra mencoba menenangkan istrinya. “Alya… tolong jangan seperti ini, sayang. Kasihan Nabil.” “LEPAS!!” Dengan kasar Alya menepis tangan Kalandra. Kali ini wanita itu menatap tajam suaminya sambil terus berderaian airmata. “Kalau Mas tidak memindahkannya ke sini, Nabil pasti baik-baik saja! Kamu yang sudah membunuhnya, kamu, Mas!!” Alya tengah melampiaskan kemarahan dan kesedihan yang dirasakan akibat kehilangan anaknya. Dia melampiakan semuanya pada sang suami. Apalagi tadi mereka sudah bersitegang soal pemindahan Nabila dari ruang ICU. Teriakan Alya yang cukup kencang, menarik perhatian orang-

  • Lelaki Plus-Plus   Bab 64 : Nabil Ngantuk

    “Nabil akan tetap berada di ICU.” Alya mengambil lembaran kertas tersebut kemudian merobeknya. Kalandra yang merasa kesal, meminta formulir lain pada sang perawat. Melihat perdebatan pasangan suami istri itu, membuat perawat tersebut bingung. Di tengah perdebatan Kalandra dan Ayla, Bayu mendekat. Pria itu mengatakan kalau Nabila sudah bisa ditengok. Setelah mengenakan pakaian steril, pasangan tersebut segera masuk ke dalam ruang ICU. Alya hampir saja menangis melihat anaknya terbaring lemah dengan banyak peralatan medis menepel di tubuhnya. Kalandra langsung mendekat lalu memegang tangan anaknya. “Nabil..” “Papa..” suara Nabil terdengar pelan dan lemah. “Sayang,” Alya mendekati anaknya kemudian mencium kening Nabila. “Sehat-sehat ya, sayang. Nabil anak yang kuat,” suara Alya bergetar menahan tangis yang hendak meledak. Nabila memandangi kedua orang tuanya bergantian. Wajah keduanya nampak sedih dan cemas. Sebisa mungkin anak itu mencoba tersenyum agar kedua orang tuanya tidak

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status