author-banner
Marssky
Marssky
Author

Marsskyの小説

Sentuhan Panas Ayah Tiri

Sentuhan Panas Ayah Tiri

DramaDewasaIdentitas TersembunyiMandiriPembantuPerselingkuhanPembalasan DendamKriminal
Raisa seorang gadis berparas cantik dan anggun. Namun, dibalik wajahnya yang cantik tersimpan sebuah kebencian yang mendalam. Ia adalah anak yang dibuang oleh ibu kandungnya sendiri, hanya karena sebuah harta warisan yang tinggalkan ayahnya. Selama itu, dalam dirinya timbul rasa dendam pada ibunya. Ia sudah berjanji pada dirinya sendiri, untuk membalas semua perbuatan sang ibu, termasuk dengan mendekati ayahnya tirinya. Ia akan menghancurkan rumah tangga wanita, tanpa belas kasihan sedikitpun agar ibunya merasakan apa yang dirasakan dulu, bagaimana sakit dan menderitanya saat kita di buang oleh orang yang kita sayang.
読む
Chapter: Panic Attack
Mendengar tangis Raisa yang pecah dan terdengar semakin histeris di seberang telepon, pertahanan Alan runtuh. Rasa bersalahnya membuncah, mengalahkan logika bahwa ia seharusnya berada di rumah duka saat ini.Ia bisa membayangkan Raisa yang sedang meringkuk ketakutan di pojok kamar, persis seperti saat traumanya kambuh dulu."Raisa, hei! Tenang dulu, jangan nangis kayak gitu," ucap Alan panik, suaranya naik satu nada. Ia mondar-mandir di samping mobilnya, mengacak rambutnya dengan frustrasi."Aku takut, Mas... jangan tinggalin aku sendiri..." rintih Raisa di sela isakannya. Suaranya terdengar sangat sesak, seolah oksigen di sekitarnya benar-benar habis.Alan memejamkan mata sejenak, menoleh ke arah pintu rumahnya di mana bendera kuning sudah terpasang. Hatinya tercabik. Di dalam sana ada jenazah ibunya, tapi di telepon ini ada wanita yang nyawanya seolah sedang di ujung tanduk karena ketakutan."Ya sudah, kamu tunggu di sana! Jangan matikan teleponnya, tetap bicara sama aku," ucap Alan
最終更新日: 2026-05-11
Chapter: Merasa Bersalah
Alan mencengkeram gagang telepon itu hingga tangannya bergetar. Ia bisa melihat binar harapan di mata ayahnya, sesuatu yang selama ini menjadi satu-satunya cahaya di tengah kegelapan sel penjara. Senyum itu seolah mengiris-iris hati Alan."Pa..." suara Alan pecah. Ia menunduk, tak sanggup membalas tatapan tulus pria di balik kaca itu.Ayahnya mulai menyadari ada yang tidak beres. Senyumnya perlahan memudar, digantikan oleh kerutan cemas di dahi. "Kenapa, Lan? Ibu sakit lagi? Kamu butuh biaya untuk obatnya? Bilang sama Papa, Nak."Alan menggeleng perlahan. Air mata yang sejak tadi ia tahan akhirnya luruh juga, jatuh membasahi meja kayu di depannya. "Ibu udah nggak sakit lagi, Pa," bisik Alan serak. "Ibu... Ibu udah pergi."Hening seketika menyergap ruangan sempit itu. Ayah Alan terpaku. Gagang telepon yang ia pegang perlahan merosot dari tangannya, tergantung tak berdaya di kabelnya. Pria paruh baya itu menggeleng-gelengkan kepala, seolah berusaha menolak kenyataan yang baru saja ia de
最終更新日: 2026-05-11
Chapter: Kejujuran
Alan melangkah terburu-buru menyusuri selasar rumah sakit yang sepi. Napasnya memburu, terasa panas di tenggorokan. Begitu ia sampai di depan pintu ruang jenazah, langkahnya melambat. Di sana, Rain sudah berdiri menunggunya dengan wajah sembab di samping sebuah brankar.Matanya menangkap sosok yang terbujur kaku di bawah kain putih itu. Dengan tangan gemetar, ia menyingkap sedikit penutup wajah ibunya. Wajah itu tampak begitu pucat, namun sekaligus sangat tenang, seolah semua beban hidupnya telah menguap begitu saja.Alan membungkuk, merengkuh tubuh dingin itu ke dalam pelukannya. Bahunya bergetar hebat saat ia mendaratkan kecupan lama di kening sang ibu. "Maafin Alan, Bu... Maafin Alan karena nggak bisa jagain Ibu. Tenang di sana ya, Bu," bisiknya dengan suara serak yang nyaris hilang.Rain yang tadinya sudah menyiapkan sejuta amarah karena keterlambatan Alan, mendadak luruh. Melihat kerapuhan pria di depannya, tangis Rain justru pecah tanpa bisa ditahan. Ia mendekat, menepuk bahu A
最終更新日: 2026-05-10
Chapter: Rendah Diri
Alan sedikit mengguncang bahu Raisa, suaranya naik satu nada untuk menembus mimpi buruk yang seolah mengunci kesadaran wanita itu."Raisa! Hei, bangun! Itu cuma mimpi!"Raisa tersentak hebat. Matanya terbuka lebar, namun pupilnya masih bergetar, tidak fokus menatap langit-langit kamar. Napasnya pendek-pendek dan cepat, seperti orang yang baru saja berlari maraton.Butuh beberapa detik bagi Raisa untuk menyadari bahwa ia berada di dalam kamar yang hangat, bukan di dalam mobil yang gelap atau di lorong rumah sakit yang dingin."Mas... Alan?" bisiknya lirih, suaranya hampir hilang. Ia menatap tangan Alan yang masih memegang bahunya, lalu perlahan beralih menatap wajah pria itu yang tampak sangat cemas."Iya, ini aku. Kamu aman," ucap Alan lembut, perlahan melepaskan pegangannya dan beralih mengusap kening Raisa yang basah oleh keringat dingin. "Tadi kamu mimpi buruk. Kamu nggak sengaja nyenggol vasnya sampai pecah."Raisa menoleh ke arah lantai, melihat serpihan kaca dan bunga yang berse
最終更新日: 2026-05-10
Chapter: Ketakutan dan Mimpi Buruk
Sementara itu, suasana di kediaman Fajar dan Ratri terasa begitu dingin dan kaku. Begitu menginjakkan kaki di dalam rumah, Ratri langsung melangkah cepat menuju kamar, mengabaikan sapaan asisten rumah tangga. Ia menjatuhkan diri di tepi ranjang, meremas sprei dengan jemari yang masih gemetar.Pikirannya melayang kembali ke lorong rumah sakit tadi. Bayangan wanita itu terus berputar-putar di kepalanya seperti kaset rusak."Nggak mungkin... Itu nggak mungkin Raisa," bisiknya pada diri sendiri, suaranya bergetar. "Anak itu sudah habis. Dia sudah mati di jurang itu."Fajar masuk tak lama kemudian. Ia menutup pintu dengan debuman pelan, matanya menyipit memperhatikan tingkah aneh istrinya sejak mereka meninggalkan rumah sakit. Sambil mendengus, ia melepas jasnya dan melemparkannya begitu saja ke atas kasur, tepat di samping Ratri."Kamu kenapa sih? Dari tadi di mobil diam saja, sekarang malah kayak orang kesurupan," tanya Fajar dengan nada ketus.Ratri mendongak, wajahnya pias. Ia langsung
最終更新日: 2026-05-06
Chapter: Menyadari Keberadaannya
Alan mengikuti arah pandang Raisa, dan seketika itu juga jantungnya seolah berhenti berdetak. Di sudut ruangan itu, berdiri sosok ibu dan ayah tiri Raisa. Kehadiran mereka yang tiba-tiba terasa seperti hantaman keras bagi Alan.Ia segera menoleh ke arah Raisa. Wajah wanita itu pias, seputih kapas. Jemarinya mulai gemetar hebat, dan tatapannya kosong namun penuh ketakutan—sebuah tanda bahaya yang sangat dipahami Alan. Traumanya. Jika dibiarkan semenit saja di sini, Raisa bisa hancur.Tanpa membuang waktu, Alan menyambar jemari dingin Raisa, menggenggamnya kuat-kuat, lalu menariknya menjauh. Ia memilih jalur memutar, keluar melalui pintu samping gedung demi menghindari pertemuan yang bisa menjadi bencana itu. Raisa saat ini adalah porselen retak; ia belum siap menghadapi masa lalunya.Setelah sampai di area parkir yang lebih tenang, Alan menghentikan langkah. Raisa hanya diam, mematung dengan napas yang mulai tersengal."Hei, tenang! Raisa, lihat aku!" seru Alan lirih, mencoba menembus
最終更新日: 2026-05-06
Merebut Suami Kakakku

Merebut Suami Kakakku

Dark RomanceDewasaWanita DominanManipulatifWanita DinginPerselingkuhanPengkhianatan
Alina pulang dengan hati berbunga, mengira kekasihnya datang membawa kejutan. Tapi yang menunggunya bukan lamaran, melainkan pengkhianatan terbesar dalam hidupnya. Di depan keluarga besar, Daren—lelaki yang selama ini ia cintai, diam-diam melamar kakaknya sendiri. Kakak yang tahu hubungan mereka. Kakak yang selalu mendapatkan segalanya. Seketika, dunia Alina runtuh. Di rumah yang seharusnya menjadi tempat pulang, ia justru merasa menjadi orang asing. Terluka, terbuang, dan dikhianati oleh dua orang yang paling ia percayai. Ketika keluarga bersorak merayakan kebahagiaan yang seharusnya menjadi miliknya, Alina hanya ingin satu hal—menemukan alasan di balik penghianatan itu… atau pergi sebelum dirinya benar-benar hancur.
読む
Chapter: 23. Merebutmu Kembali
"Oh iya, namaku Alda," ucapnya lagi, masih dengan nada bicara yang manis. Ia seolah menunggu aku menyebutkan namaku juga.Aku hanya berdeham di balik masker, berpura-pura sedang tidak enak badan agar dia tidak curiga kenapa aku menutupi wajah. "Maaf, aku sedang flu berat. Terima kasih ya buat kuenya.""Duh, pantesan pakai masker. Ya sudah, istirahat saja dulu. Aku nggak mau lama-lama mengganggu, takut ketularan juga," selorohnya sambil tertawa kecil, tipe tawa yang dulu selalu membuatku merasa kerdil. "Aku balik dulu ya!"Aku memperhatikannya berjalan menjauh dengan gaya anggunnya. Dress mini yang ia kenakan tampak sangat mahal, menunjukkan betapa nyamannya hidup yang ia jalani sekarang. Begitu sosoknya benar-benar hilang dari pandangan dan masuk ke rumahnya, aku langsung menutup pintu rapat-rapat dan menguncinya.Aku bersandar di balik daun pintu, membuang masker itu ke lantai. Dadaku masih naik turun karena adrenalin yang terpompa cepat. Lucu sekali melihatnya bersikap begitu baik p
最終更新日: 2026-05-10
Chapter: 22. Bersembunyi
"Ngapain dia di sini? Apa dia tinggal di lingkungan ini juga?" gumamku pelan, lebih kepada diriku sendiri.Aku terus memperhatikan sosok itu sampai dia hilang di balik pintu mobil. Rasanya aneh, bagaimana bisa dunia sesempit ini."Lihat apa kamu, Nak? Kok melamun?"Suara Ayah membuyarkan lamunanku. Aku tersentak dan langsung menoleh."Yah, apa Mas Daren dan Kak Alda juga tinggal di sini?" tanyaku langsung tanpa basa-basi.Ayah kelihatan kaget mendengar pertanyaanku. "Gimana kamu bisa tahu?"Aku cuma menunjuk ke arah mobil Mas Daren yang baru saja bergerak pergi. Ayah ikut melihat ke sana, lalu menghela napas. "Iya, dia tinggal di sini sama kakakmu. Padahal Ayah sudah membelikan rumah buat mereka di tempat lain yang agak jauh, tapi kakakmu tetap memilih beli rumah di sini."Mendengar itu, bibirku tersungging tipis. Sebuah kebetulan yang sangat manis, pikirku. Jadi, selama ini Kak Alda ingin berada di lingkungan yang sama dengan orang-orang kelas atas Ayah? Baguslah. Itu artinya rencana
最終更新日: 2026-05-10
Chapter: 21. Melihatnya Kembali
Hening yang menyesakkan itu akhirnya pecah saat Ayah mengisyaratkan agar aku segera mengikutinya. Langkah kakinya berat, seolah membawa beban sisa-sisa amarah dari perdebatan hebat dengan Ibu tadi."Ayo, Ayah antar ke sana sekarang," ucapnya lirih.Rumah itu. Rumah yang ia beli saat aku masih kuliah dulu. Tempat pelarianku setiap kali ocehan Ibu mulai melampaui batas kewajaran. Ayah tahu, hanya di sana aku bisa benar-benar bernapas.Aku berjalan di belakang Ayah. Namun, tepat di ambang pintu, langkahku tertahan. Aku menoleh perlahan, mendapati Ibu yang masih berdiri kaku dengan napas memburu di ruang tengah. Tatapan kami bertemu.Perlahan, kusunggingkan senyum di sudut bibir—tipis, namun cukup tajam untuk membuat dadanya makin sesak. Sebuah senyum mengejek yang sengaja kukirimkan sebagai deklarasi perang.Rasakan itu, Bu, batinku.Aku muak. Kami sama-sama lahir dari rahimnya, aku dan Kak Alda. Namun di matanya, Kak Alda adalah permata, sementara aku hanyalah noda yang ingin ia hapus.
最終更新日: 2026-05-06
Chapter: 20. Menghancurkannya Pelan-Pelan
Ayah terlihat sangat marah kali ini.“Cukup, Bu!” bentaknya. “Jangan keterlaluan!”Namun Ibu tetap bersikeras.“Kalau kamu mau menerima dia silakan. Tapi jangan harap aku akan melakukan hal yang sama.”Aku berdiri diam di tempatku, menatap wajah wanita yang melahirkanku itu. Empat tahun berlalu tapi ternyata tidak ada yang berubah darinya. Aku lalu menatap Ayah yang masih menggenggam tangan Rafa.“Yah,” ucapku pelan, “aku pulang bukan untuk membuat masalah.”Ayah menatapku dengan mata penuh perasaan.“Aku hanya ingin menepati janjiku untuk kembali,” lanjutku. “Kalau kehadiranku membuat Ibu tidak nyaman, aku bisa pergi lagi,” kataku akhirnya.Rafa langsung menatapku bingung.“Kita pergi lagi, Bu?” tanyanya polos.Aku menunduk menatapnya, lalu tersenyum kecil sambil mengusap pipinya.“Iya, mungkin kita harus mencari rumah lain dulu.”Namun Ayah langsung menggeleng keras.“Tidak!” katanya tegas.Ia menatapku dengan sorot mata yang tidak bisa dibantah.“Kamu tidak akan pergi ke mana-mana,
最終更新日: 2026-03-07
Chapter: 19. Sikap yang Sama
“Ibu…!”Rafa yang tadi terjatuh langsung berlari ke arahku. Ia memelukku erat sambil menyembunyikan wajahnya di perutku. Tubuh kecilnya gemetar ketakutan.Aku membelai kepalanya pelan, mencoba menenangkannya, meski sebenarnya dadaku sendiri terasa sesak.Perlahan aku mengangkat wajah dan menatap wanita yang berdiri di hadapanku. Tatapannya masih sama seperti dulu—dingin, tajam, seolah aku adalah orang asing yang tak pantas berada di rumah ini.Saat mata kami bertemu, wajahnya tampak mengeras.“Kamu?” ucapnya dingin. “Ngapain kamu kembali ke sini?”Kata-katanya terasa menohok, meski seharusnya aku sudah terbiasa.“Siapa yang datang, Bu?”Suara itu membuatku menoleh. Ayah keluar dari salah satu ruangan. Begitu melihatku, wajahnya langsung berubah terkejut.Namun hanya sesaat. Detik berikutnya, beliau berjalan cepat ke arahku dan langsung memelukku erat.“Alina…”Pelukan itu begitu hangat sampai aku hampir menangis. Ayah bahkan tidak sadar ada tubuh kecil yang terhimpit di antara kami.
最終更新日: 2026-03-07
Chapter: 18. Kembali
Akhirnya aku sampai di depan rumah orang tuaku.Saat ini aku masih duduk di dalam taksi, bersama Rafa yang tertidur pulas di pangkuanku. Kepalanya bersandar nyaman, napasnya teratur seolah perjalanan panjang ini sama sekali tidak melelahkannya.Aku menatap lurus ke depan. Rumah itu, masih berdiri kokoh di sana. Tidak ada yang berubah. Bentuknya masih sama seperti empat tahun lalu, sebelum aku pergi meninggalkan tempat ini dengan hati yang hancur.Dadaku tiba-tiba terasa sesak.Apakah semuanya benar-benar masih sama? Atau bukan hanya rumahnya saja yang tidak berubah, tapi orang-orang di dalamnya masih sama seperti dulu, terutama ibu.Apa sikapnya masih sama seperti dulu? Masih penuh amarah dan kebencian saat melihatku?“Mbak, ini benar rumahnya?” tanya sopir taksi dari kursi depan.Aku tersentak dari lamunanku, lalu segera mengangguk kecil.“Iya, Pak. Benar.”Aku menunduk menatap Rafa yang masih tertidur lelap, kepalanya bertumpu di pangkuanku. Wajahnya terlihat begitu tenang hingga ak
最終更新日: 2026-03-06
あなたも気に入るかもしれません
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status