author-banner
Bara Islami
Bara Islami
Author

Novels by Bara Islami

Mempelai Tanpa Kontrak

Mempelai Tanpa Kontrak

Karena kebetulan menjadi fotografer di pernikahan teman lamanya, Aeri memutuskan untuk menyapa Arvan. Namun, siapa sangka 'mempelai' yang dibayar Arvan, mendadak membatalkan pernikahan. Arvan yang tak ingin menikahi perempuan pilihan sang ibu, lantas meminta Aeri untuk menjadi mempelainya! Lantas, bagaimana kehidupan pernikahan keduanya? Terlebih, Aeri punya pendapat berbeda tentang 'pernikahan' dengan Arvan. Baginya, tidak ada pernikahan kontrak karena pernikahan itu hanya satu kali! Satu kali, menikah. Satu kali juga, punya Mama Mertua menyebalkan!
Read
Chapter: Bab 68. Menyalahkan yang lain
Arvan menatap lurus mata sang mama yang tampak berkaca-kaca."Bukan begitu, Arvan. Jelas mama ingin melihat kebahagiaanmu."Arvan lalu berdiri. "Kalau mama ingin aku bahagia, maka hentikan rencana pesta sialan itu."Aeri yang saat itu baru kembali, bertanya-tanya melihat situasi tegang di antara anak dan ibu itu. Baru pertama kali dia mendengar ucapan kasar terlontar dari mulut Arvan."Arvan!" Dan kini giliran Rullistya yang berteriak. "Mama tidak pernah mengajarimu bicara tidak sopan, dari mana kamu belajar kata-kata kasar itu." Melihat Aeri, Rullistya malah menudingnya. "Apa karena dia! Gara-gara istri tidak jelasmu itu, kamu sampai bersikap begini?!"Aeri menunjuk pada dirinya sendiri, emang apa salahnya. Padahal dia baru saja datang, tiba-tiba mendapat tuduhan tidak terduga."Tunggu bumer, emang aku salah apa?""Keberadaanmu saja sudah salah!""Ma!" Baik Aeri dan Rullistya menoleh pada Arvan. Ada keterkejutan di wajah keduanya saat mendengar Arvan berteriak.Arvan menarik Aeri ke
Last Updated: 2026-10-01
Chapter: Bab 67. Alasan Kedatangan Bumer
Dengan kelakuannya selama ini, kalau bukan gila lalu apa?"Sebenarnya untuk apa mama ke sini?"Rullistya menoleh, "apa salahnya mama mengunjungi rumah putra mama? Setelah menikah, kamu bahkan tidak pernah mengunjungi mama. Apa karena perempuan sialan itu? Apa dia yang melarangmu?""Aeri tidak ada hubungannya, lagipula kami baru pindah. Masih ada banyak pekerjaan yang harus kami lakukan."Rullistya mendengus, "anak muda zaman sekarang memang sesibuk apa? Sampai satupun tidak ada waktu untuk mama, tidak kamu, tidak Frisya, Idris juga malah sudah tidak pernah ke rumah lagi semenjak kamu pindah. Kenapa alasannya selalu sibuk." Rullistya berkacak pinggang sembari memunggungi Arvan."Karena kami memang sibuk, Ma." Arvan dengan lembut menyentuh bahu Rullistya dari belakang. "Kami sibuk dengan pekerjaan kantor.""Kalau kamu memang sibuk, kenapa ada di sini sekarang, bukannya di kantor?""Kenapa lagi, karena aku lah, bumer." Bukannya Arvan, tapi Aeri yang lebih dulu menjawab. Semenjak tadi Aer
Last Updated: 2026-09-29
Chapter: Bab 66. Kedatangan Rullistya
Jelas Arvan tidak akan melakukan, dia seketika duduk dan merampas ponselnya yang sejak tadi dipegang Aeri."Apa sih yang kamu video?" Arvan membuka galerinya. Ada lebih puluhan video singkat dan foto sejak mereka bersih-bersih dari tadi. "Sebanyak ini, buat apa kamu memfoto dan memvideo?""Kenang-kenangan?""Agar nanti saat kita pisah aku akan terus ingat gimana menderitanya aku karenamu?"Aeri menyentil mulut Arvan yang bicara sembarangan. "Kita nggak bakal berpisah, nggak akan ada perceraian. Ingat itu. "Ultimatum Aeri sambil mengambil kembali ponsel Arvan. "Awas kalau foto dan video-videonya kamu hapus. Susah-susah aku ngambil gambar dari angle yang bagus.""Tapi kenapa kamu pakai ponselku, kan ponselmu ada?""Lupa, ya, ponselku kan, kamu ambil. Lagian kenapa baru protesnya sekarang, seharusnya itu tadi waktu aku pinjam ponselmu."Diingatkan dengan ponsel Aeri. Arvan mengambil benda yang sejak tadi tidak berhenti berbunyi pada pemiliknya."Ponselmu sejak tadi berbunyi, jadi aku ma
Last Updated: 2026-09-28
Chapter: Bab 65. Waktunya bukan untuk bersih-bersih, sebenarnya
Aeri tidak henti mengirim Love pesan. Semenjak kemarin, perempuan itu meminta untuk waktu sendiri. Dia hanya bisa mengantarnya pulang."Kalau ada apa-apa, hubungi aku, Love."Itu pesan terakhirnya yang bilasa love dengan emoticon senyum sus.Aeri menopang dagunya di ujung atas gagang sapu. Dia bimbang antara menelpon atau membiarkannya. Sampai-sampai ponselnya itu direbut oleh Arvan."Ponselku! balikin, nggak?!""Nanti, kalau tugas kita selesai."Arvan mengantongi ponsel Aeri, kemoceng di tangan dan lap di bahunya tidak cocok disandingkan dengan pakaian kerjanya.Aeri yang melihat Arvan hampir kehabisan kata-kata untuk menyuruhnya ganti. "Setidaknya bajunya kamu ganti dulu napa?" pintanya lagi untuk yang ke sekilo kalinya."Memang kenapa? kamu kan yang nyuruh aku tidak kerja hari ini!" Terlihat jelas kekesalan di wajah Arvan.Karena Aeri dia tidak bisa bekerja dengan benar akhir-akhir ini dan karena Aeri juga dia tidak bisa ke kantor hari ini.Tiba-tiba saja perempuan itu memberinya s
Last Updated: 2026-09-27
Chapter: Bab 64. Awal
"Bukannya kamu bilang sudah menemukannya? Kenapa belum kamu tangkap perempuan itu. Jangan bilang kamu lupa tujuanmu ke kota ini karena ingin menangkapnya?""Ck, aku sudah menemukannya, lebih tepatnya sepertinya aku tahu. Tapi aku belum bisa memastikannya. Dia tinggal di tempat yang ramai."Selama ini Love berharap ada sedikit belas kasihan laki-laki itu padanya. Dia berharap cepat atau lambat laki-laki itu akan menerimanya.Dia tidak pernah berharap akhir pernikahannya adalah nyawanya. Tidak pernah dia merasa layak diperlukan seperti itu. Hanya saja, siapa yang akan berada di pihaknya?Pikiran Love terasa kacau, dia bahkan tidak menyadari apa yang baru saja dia lakukan. Tiba-tiba saja dia merasakan seseorang memeluknya, memberinya kata-kata penenang.Air mata Love kembali terjatuh, ternyata masih ada seseorang di sisinya.*****Malam itu, penampilan Frisya masih seluar biasa, biasanya. Padahal yang perempuan itu kenakan adalah pakaian kantor seperti biasa dengan tambahan jam tangan pu
Last Updated: 2026-09-26
Chapter: Bab 63. Melihatnya untuk terluka (Love)
Sekarang menyesal pun percuma, mau tidak mau dia harus mengikuti ke aman Aeri pergi atau ke mana mertua Aeri pergi."Apa kau tidak punya kerjaan lain? Pergi sana, kenapa terus menggangguku dasar wanita sialan." Kembali Rullistya berteriak. Kali ini alasannya karena Aeri mengembalikan kembali sayuran yang dia ambil."Bumer, kalau tidak pernah belanja, sebaiknya bawa seorang pelayan. Biar pelayan bantu milihin sayuran yang segar. Ini bumer malah asal-asalan ngambilnya." Meski mengomel, tangan Aeri tidak henti memilah sayuran yang masih bagus."Ya tuhan, apa dosaku sampai harus bertemu wanita ini lagi hari ini?" keluh Rullistya menepuk kepalanya. "Salah sendiri suka teriak saat bicara." Aeri tersenyum nakal, tidak lupa dia memamerkan sayuran segar yang berhasil dia dapatkan. Rullistya dengan kasar menarik troli yang digunakan Aeri menopang tangannya. Hampir Aeri terjatuh. "Bumer!" teriak Aeri yang tidak digubris Rullistya.Saat mereka di section perbumbuan. Rullistya yang tadinya tam
Last Updated: 2026-09-25
You May Also Like
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status