
SENTUHAN GADIS SEMALAM SATU MILIAR
Mohon bijak ini cerita dewasa 21+
Lisa hanya tinggal bersama dengan Neneknya yang mengangkatnya dari panti asuhan. Berkat kerja kerasnya, ia akhirnya bisa mendapatkan pekerjaannya di Tayo Group. Sebuah perusahaan makanan terbesar di Asia.
Namun suatu hari, Gami sang Nenek tiba-tiba ditemukan pingsan di halaman rumah mereka. Lisa pun membawanya ke RS T, anak perusahaan dari Tayo Group dan dokter memberikan informasi mengenai penyakit sang nenek yang menderita tumor dibagian lehernya. Mendengar hal itu, Lisa hampir saja pasrah dengan hidupnya yang hanya tinggal sendirian apabila sang nenek tiada.
Dengan biaya pengobatan yang cukup mahal, Lisa dengan terpaksa harus bekerja paruh waktu di sebuah hotel & bar atas rekomendasi dari Nina, temannya. Dari sinilah Lisa bertemu dengan Arseno Xavior. Yang ternyata adalah direktur eksekutif termuda di Tayo Group sekaligus cucu dari presdir Han, pemilik perusahaan Tayo.
Lisa pikir urusannya sudah selesai setelah menghabiskan malam panjang itu bersama Arseno. Sayangnya, Lisa justru bertemu lagi dengan pria itu. Arseno dikenal sebagai pria kejam dengan fantasi gilanya terhadap banyak wanita. Akankah Lisa bisa selamat dari jeratannya, atau pula justru tenggelam masuk ke dalamnya?
Read
Chapter: Bab 34. Kebohongan ArsenoTing! Sebuah notifikasi di ponsel Arseno muncul. Nama Laura terpapar di sana dengan jelas. “Avi, aku tahu aku salah. Aku minta maaf padamu dan aku janji akan menghilangkan diri untuk tidak lagi mengganggu hidupmu dengan wanita barumu. Tapi… bisakah kita bertemu untuk yang terakhir kalinya? Kumohon, untuk kali ini janji akan pergi dan melanjutkan hidupku yang baru di Amerika. Tolong temui aku di langham resto sekarang.” Pesan itu. Arseno membacanya sejenak. Hembusan napasnya terdengar memanjang untuk sekilas. “Apa lagi yang dia inginkan?” gumam Arseno berdecak. Di dalam kursi mobilnya, Arseno menancapkan gas mobil itu dengan kecepatan tinggi. Entah kenapa pikiran Arseno yang sedari awal memikirkan Lisa, tiba-tiba Laura mengganggu pikirannya yang berniat untuk segera kembali ke rumah. Beberapa menit setelahnya, mobil Arseno terparkir di area basement. Sebuah hotel bintang sepuluh begitu megah dan tinggi menjulang itu menjadi sorotan pertama saat Arseno mendatangi tempa
Last Updated: 2026-04-11
Chapter: Bab 33 - Firasat LisaPagi yang cerah untuk pasangan yang sedang dimabuk asmara. Arseno terbangun mendahului Lisa. Sebelum berangkat, tak lupa ia mencium kening dan bibir ranum istri kecilnya. Sayangnya, pria itu tampaknya begitu terburu-buru untuk menghadiri rapat pagi ini. Jarum jam menunjukkan pukul sepuluh pagi sekarang, Lisa terbangun dari tidur panjangnya. “Hoam… hm… sudah pergi ya?” gumam Lisa melihat Arseno yang tak ada di sebelahnya. Kaki panjangnya menapaki lantai beralaskan karpet cokelat itu. Lisa berjalan tertatih-tatih menuju pintu. Kenop pintu terbuka. Rupanya disana sudah ada Bi Asih dan Bu Santi yang telah menyiapkan sarapan pagi untuknya. “Selamat pagi, Nona muda. Tuan muda sudah berangkat sejak pagi. Tuan menitip pesan agar dibuatkan sarapan sandwich dan susu untuk Nona setelah Nona terbangun nanti. Karena Nona muda sudah bangun, sarapannya akan saya panaskan lebih dulu untuk Nona,” ujar Bi Asih menyapa Lisa dengan hangat. Lisa tersentuh mendengarnya. Betapa bahagia
Last Updated: 2026-03-30
Chapter: Bab 32 - Detak Jantung Bayi“Kalau begitu saya pamit, Tuan muda.” Sekretaris Josh berkata demikian setelah mengantar Arseno dan Lisa tiba dengan selamat di penthouse mereka. “Hem.” Hanya suara deheman yang terdengar dari mulutnya. Arseno langsung berjalan menuju kamar utama seraya masih menggendong Lisa ala bridal style dan merebahkan tubuh kecilnya diatas ranjang. Lisa menggeliat ketika tubuhnya menyentuh sprei putih itu. Spontan kedua matanya terbuka secara perlahan. “Engh… kita di mana, sayang?” gumam Lisa masih setengah sadar. Arseno yang masih berdiri mematung sontak ikut duduk mendekatinya. “Di rumah. Kau tertidur pulas sekali tadi. Aku takut membuatmu terkejut, jadi ku biarkan saja kau tertidur sampai sini,” ujar Arseno sembari menyeka anak rambut Lisa yang menutupi wajahnya. “Benarkah? Apa aku tertidur sambil berjalan sampai kesini sayang?” ucap Lisa mengigau. Arseno terkekeh mendengarnya. Detik kemudian pria itu mengecup keningnya tiba-tiba. Cup! “Coba tebak, bagaimana aku bisa memb
Last Updated: 2026-03-17
Chapter: Bab 31 - Wanita Kesayangan Presdir Han Mungkin itulah sebabnya mengapa ia bisa dijuluki sebagai raja singa dulu. Karena lebih besar rasa trauma dan kehilangan yang ia terima untuk melupakan seseorang yang benar-benar ia cinta. “Ya, Nenek memang sangat cantik. Tapi sayang sekali beliau harus menikahi orang seperti Kakek.” “Hei, anak nakal. Berani sekali kau meremehkan ku,” sungut Presdir Han sambil menepak bahu Arseno dengan tongkat kayunya. Plak! “Awh, Kakek ini tidak bisa diajak bercanda ya. Digoda sedikit saja sudah marah,” ungkap Arseno menggerutu. “Apanya yang kau maksud bercanda itu, wahai anak muda? Memang kau saja yang nakal karena meledek orang tua.” Arseno berdecih sekilas, dasar orang tua kolot ini,” gumamnya tak terdengar oleh beliau. Tapi… “Apa yang kau umpat barusan, hah? Jangan-jangan kau mengumpat ku dengan sebutan binatang, kan?” kilah Presdir Han tidak terima. Arseno merasa kalau pertemuan mereka saat ini sudah terlalu lama. Ia pun beranjak bangun dari kursi itu. “Nanti saja lagi Kakek mencerama
Last Updated: 2026-03-15
Chapter: Bab 30 - Permainan CaturSaat Arseno dan Lisa hendak untuk pergi meninggalkan kediaman rumah utama, tiba-tiba mereka diberhentikan oleh Pak Gem. Sekadar informasi, Pak Gem adalah kepala pelayan di kediaman utama yang sudah bekerja puluhan tahun dan mengabdi pada Presdir Han. “Tuan muda tunggu sebentar,” panggil Pak Gem terlihat berlarian kecil yang datang dari arah dapur menghampiri Arseno maupun Lisa. “Ada apa Pak Gem?” sahut Arseno sungkan. “Anu… Tuan… Presdir Han bilang sebelum Tuan muda pergi meninggalkan kediaman ini, Tuan muda harus ke ruang kerjanya,” tutur Pak Gem. Arseno sontak beralih menatap Lisa. Wanita itu lantas mengangguk mengiyakan. “Aku akan menunggu di mobil,” ucap Lisa seraya mengelus dada bidang Arseno lembut. “Hanya itu saja yang kau berikan?” Arseno mendengus pelan. Wajahnya datar tanpa senyuman. Untungnya Lisa cukup peka sekarang, apa yang sedang Arseno inginkan darinya. Detik kemudian dia pun berjinjit dan mendekatkan dirinya pada suaminya. Cup! Satu kecupan manis Lisa
Last Updated: 2026-03-14
Chapter: Bab 29 - Pemegang Saham Terbesar T Group“Arseno, jelaskan ini pada Kakek.” Presdir Han berkata dengan suara parau. Arseno justru bersedih sebal. Melihat reaksi dari kakeknya yang juga tak begitu menyukai Lisa di perjamuan ini. “Presdir Han, bukankah Anda selalu menepati janji? Kenapa Anda tiba-tiba mengingkari sesuatu yang sudah tertulis dalam kesepakatan kita?” tangkas Arseno dingin. Presdir Han sontak terdiam. Tiba-tiba aura di ruang makan itu langsung berubah dingin dan tegang. Melihat perdebatan di keluarga ini, Lisa lantas melepaskan genggaman tangannya dari tangan Arseno. Tangannya justru meremas erat gaun dress yang ia kenakan pada tubuhnya. Laura yang melihat reaksi Lisa begitu gugup dan lesu karena tidak mendapatkan penerimaan di keluarga T Group terlihat terkekeh puas. Wanita itu bahkan meneguk minuman yang ada didepannya dengan santai. Greppp!! Tapi tiba-tiba Arseno meraih pergelangan tangan Lisa lagi. Genggaman tangannya kali ini lebih erat dari sebelumnya. “Kau… baiklah. Perjuanganmu membangun
Last Updated: 2026-03-13
Chapter: Bab 16. Pindah RumahHari ini, Nadin bersiap untuk pergi ke kediaman utama. Rumah keluarga Adijaya Group. Entah mengapa, tiba-tiba Adam membuat keputusan itu. Padahal dia dan keluarganya mempunyai hubungan yang kurang baik. Terlebih lagi pada ibu tirinya. Adam terlihat sudah rapi mengenakan jas berwarna biru dongker. Aroma tubuhnya seperti memakai parfum mewah. Sangat elegan dan berkelas. Sementara Nadin hanya memakai pakaian yang tampak sederhana. Walaupun Adam sudah memberikan semuanya, termasuk barang-barang mewah. Nadin merasa tidak pantas untuk memakainya. “Kau sudah siap? Jo akan datang sebentar lagi.” Adam berkata seraya mendekap tubuh Nadin dari belakang. Entah mengapa sejak kemarin, sikap pria itu jadi berubah posesif terhadap Alesia. Hal itu yang membuat Alesia semakin gundah pada hatinya yang sudah terlanjur jatuh dipelukan Harison. Antara cinta tapi tak bisa memiliki, atau pula tak memiliki namun mencintai. Mana yang lebih baik? “Apakah sekretaris Jo juga akan ikut tinggal bersama ki
Last Updated: 2026-04-01
Chapter: Bab 15. Tuan Muda yang PencemburuBab 15. Cemburu Tak Beralasan Tiba-tiba Nadin terpikirkan untuk menaruh bunga anggrek itu didalam kamarnya. Berharap hubungannya dengan Adam bisa berubah. Walaupun sepertinya besar ketidakmungkinan itu terjadi. “Salahkah bila aku egois kali ini?” batin Nadin dalam hati bertanya.Sedang asyiknya mengobrol bersama dengan Arka, Nadin sampai lupa waktu bahwa hari sudah semakin sore rupanya. Tubuhnya beranjak bangun dari kursi itu. Arka pun sama halnya, keduanya berjalan secara berdampingan. “Kamu di mansion itu tinggal sendiri? Atau sama keluarga?” tanya Arka tiba-tiba. “Itu...” ucap Nadin menggantung. Ragu baginya untuk menceritakan kisah hidupnya. Terlebih lagi pada Arka, orang yang baru saja ia kenal. Namun.... “Nadin!” Terdengar suara yang memanggil namanya dengan suara parau dari kejauhan. Sontak kedua bola mata Nadin terlonjak kaget. Saat melihat Adam berada diseberang jalan raya sana. Tepat tengah berdiri didepan apartemen bintang lima itu. Yang sedang melihat ke arah mereka
Last Updated: 2024-02-08
Chapter: Bab 14. Salahkah bila Aku Egois?Pintu lift terbuka, Nadin kembali memasuki mansion milik Adam. Wajah murungnya seketika berubah saat tiba didalamnya. Betapa terkejutnya dia, melihat seorang wanita berada didalam sana. Yang sedang terduduk santai menghadap ke arahnya sekarang. Nadin memberanikan diri mendekati dan bertanya pada wanita itu. “K-kamu ... siapa? Kenapa bisa masuk ke dalam mansion ini?” tanya Nadin cemas. Sebab wanita itu mengetahui kode sandi pintu mansion ini.“Aku? Memangnya Adam tidak bilang padamu? Tunangannya akan mendatangi mansionnya. Tempat dimana kita dulu pernah...” ucapnya menggantung seraya menatap remeh ke arah Nadin. “Kamu pasti wanita bayaran yang disewa oleh Adam, kan?” lanjutnya lagi bertanya. DEG! Seketika Nadin terdiam dan tak bergeming. Kepalanya ingin pecah sekarang. Masalah satu belum selesai, sekarang sudah muncul masalah baru. Tunangannya Adam benar-benar datang kedalam mansion ini. “Ternyata hubungan mereka memang tidak biasa. Lalu apa yang aku harapkan sekarang? Kekasihnya s
Last Updated: 2024-02-08
Chapter: Bab 13. Ibu Kecewa Padamu, Nadin“Aku tidak apa-apa, Tuan. Mungkin hanya masuk angin biasa,” ucap Nadin berbohong. “Benarkah? Apa kau yakin?” tukasnya menanyakan hal yang sama. “Y-yakin, Tuan. Aku ... baik-baik saja,” balas Nadin menutupi. “Baguslah. Kau bisa beristirahat setelah ini. Aku akan kembali ke kamar lebih dulu,” lanjut Adam berkata. Nadin mengangguk seraya menampilkan senyum kecutnya. “Bahkan perhatiannya mulai berubah sekarang. Nadin, apa yang kau harapkan darinya? Kau harusnya sadar akan posisimu di rumah ini,” batin Nadin meringis.Nadin membereskan semua makanan yang tadi. Lalu memasukkannya kedalam lemari pendingin. Tak lupa membersihkan sisa-sianya yang menyisakan di meja makan sana. Setelah itu ia berjalan menuju kamar utama untuk bergegas istirahat sebab waktu sudah mulai larut.Kriek! Pintu kamar dibuka olehnya, Adam terlihat sudah tertidur pulas. Lampu kamar tampak padam, hanya ada penerangan kecil yang terpajang diatas meja kecil sebelah ranjang. Nadin berjalan mendekati ranjang itu. Tubuh
Last Updated: 2024-02-07
Chapter: Bab 12. Aku HamilSetiap hari, Nadin selalu menyempatkan dirinya untuk menjenguk sang ibu di rumah sakit. Ia mengira, setelah operasi pada waktu itu, ibunya akan segera sembuh dari penyakitnya. Namun dokter menyarankan untuk melakukan perawatan kemoterapi setiap bulannya. Dibarengi dengan perawatan intensif yang masih terus berlanjut hingga saat ini. Dan semua biaya itu dibayarkan oleh Adam. Alesia begitu banyak berhutang budi padanya. Dengan syarat, merelakan dirinya sebagai wanita bayaran untuk Adam. Sejak kejadian di malam Adam mabuk, sikapnya berubah pada Nadin. Bahkan saat sedang bercinta, pria itu melakukannya tidak sepenuh hati. Tidak seperti saat pertamakali dia memperlakukan Nadin dengan penuh perasaan. Sampai tiba waktunya, Sania kembali ke tanah air Indonesia. Nadin mendengar kabar itu dari Lisa, adik keponakan Adam yang tiba-tiba mengirimkan sebuah pesan kepadanya. Entah dari mana gadis itu mendapatkan nomor ponsel Nadin.[Nomor tidak dikenal]:“Kak, apa kau tahu? Hari ini Kak Sania tiba
Last Updated: 2024-02-03
Chapter: Bab 11. Aku tak BerdayaAdam memilih untuk mendatangi sebuah club malam bersama dengan sekretaris setianya, Han. Dibandingkan harus bersama dengan Nadin di mansionnya. Ia khawatir, akan menyakiti hati wanita itu. Karena kemarahannya yang sama sekali tidak berarti. Sebab emosional yang datang dari sebuah masa lalunya, Sania.Duduk sembari meneguk air wine, dan menghabiskan sebanyak lima gelas. Tampaknya Adam masih belum cukup puas. Ia masih berdiam diri disana. Sekretaris Han berada dibelakangnya yang tengah berdiri saat ini. Entah apa yang dilakukan sekretaris itu. Apa dia sedang menjadi petugas keamanan? Seorang tuan muda dijaga begitu ketat olehnya. Benar-benar sekretaris robot satu ini. “Tuan muda, sudah hampir larut malam sebentar lagi. Apa tidak ingin kembali ke mansion? Nona muda juga pasti sudah menunggu,” ucap sekretaris Han berkata tiba-tiba, setelah menyadari waktu yang mereka habiskan sudah begitu lama didalam bar itu.Adam masih terdiam, kepalanya menunduk tanpa membalas perkataan dari Han bar
Last Updated: 2024-02-02
Chapter: BAB 63 : Maafkan AkuMemaafkan adalah perjalanan melalui lorong kepedihan yang dalam, dan melupakan seperti menelan pahitnya pil kesalahan yang terus menghantui. Dalam redupnya hati, memaafkan terasa seperti mencari cahaya di tengah malam, sementara melupakan adalah luka yang tak pernah lekas sembuh, merajut kisah kesedihan."Jika dipikir-pikir lagi, seharusnya aku sudah benar-benar berpisah dari pria ini. Lantas apa yang terjadi sekarang? Begitu mudahnya dia memaksaku untuk menerimanya kembali sementara semua luka yang pernah dia goreskan untukku masih menyisakannya," tutur Danila dalam hati sedu. Raut wajahnya langsung berubah begitu saja. Namun Hugo menyadari akan hal itu."Ada apa denganmu?" tanya Hugo seolah tak pernah melakukan kesalahan untuknya. Danila menggeleng pelan dan menjauhkan tubuhnya sedikit dari pria itu. "Tak ada apa-apa. Aku hanya ingin beristirahat saja." Danila beralasan. Walau sebenarnya dia masih berduka atas kejadian lalu. Jika diingat lagi, tak mudah baginya untuk melawan semua
Last Updated: 2024-01-23
Chapter: BAB 62 : Kesalahpahaman Dokter pribadi keluarga Danila tiba di kediaman rumahnya. Seorang pria muda berwajah tampan rupawan yang memakai jas putih ala kedokteran, memasuki diri ke dalam kamar sana. Diikuti oleh kepala pelayan yang bertugas untuk mengantarkannya sampai menemui nona rumah.Tok! Tok! Tok!"Nona muda, dokter pribadinya sudah datang. Apakah beliau boleh masuk sekarang?" teriak sang pelayan wanita itu didepan pintu kamar Danila."Masuk saja. Pintunya tidak dikunci," sahut dari dalam. Terdengar suara bariton khas pria dewasa. Itu pasti Hugo. Ya, ya, ya. Serigala satu ini memang terdengar cukup seksi, suaranya. Eh.Kriek!Pintu kamar terbuka lebar. Terlihat, Danila tengah berbaring diatas ranjang sana dengan tubuh yang tertutupi oleh selimut tebal dari ujung leher hingga kaki. Dokter itu terdengar menghela napas panjang. Lalu mendekati ke arah Danila dan Hugo berada. "Apa keluhan Anda, Nona?" tanya dokter itu pada Danila seraya mengeluarkan alat-alat dari dalam tasnya. Danila justru terdiam sambil
Last Updated: 2023-07-22
Chapter: BAB 61 : Awal Kehidupan yang Baru"Selamat pagi, Tuan Hugo! Aku minta maaf karena hanya baju itu yang bisa kuberikan pada Anda, Tuan. Itu adalah baju terbagus yang tak pernah saya gunakan selama ini didalam lemari," tutur ayah mertua pada Hugo. Pria itu tak memberikan reaksi apapun, hanya mengerjapkan kedua matanya sejenak. Danila tiba-tiba menggenggam erat jari jemarinya dibawah sana. Yang kini keduanya tengah duduk bersebelahan di ruang makan ini sekarang."Ayah, tapi bajunya sedikit kebesaran," gumam Danila merasa tidak enak hati dengan Hugo. Sang ayah langsung mengubah ekspresi wajahnya. Tampaknya, beliau takut jika Tuan Hugo tak menyukainya."B-benarkah? K-kalau begitu Ayah akan berikan lagi yang baru."Hugo lantas menoleh dan menatap dalam Danila sambil mengeratkan genggaman tangannya. "Tidak perlu. Ini sudah cukup untukku. Terimakasih, Ayah mertua." Hugo berkata dingin. Yeah, pria itu memang selalu begitu, kan. Menampilkan ekspresi wajah dinginnya. "T-tidak ... akulah yang seharusnya berterimakasih pada Tuan
Last Updated: 2023-06-29
Chapter: BAB 60 : Pagi yang HangatTok! Tok! Tok!Suara pintu kamar Danila diketuk dari arah luar. Wanita itu mencoba beranjak bangun untuk membukakan pintunya. Namun Hugo langsung menepisnya. "Aku saja yang membukanya," katanya seraya berjalan ke sana.Kriek!"Tuan Hugo, m-maaf ... i-ini ... saya hanya mengantarkan baju ini untuk Nona muda. Tuan besar memintaku agar membawakannya ke sini," ujar seorang pelayan wanita berkata gugup padanya. suaranya tampak terdengar gemetar ketakutan.Serigala satu itu memang senang membuat orang lain ketakutan. Dasar mengesalkan!"Terima kasih. Katakan pada Ayah mertuaku, aku menyukai bajunya," ucap Hugo membalasnya. Pelayan itu mengangguk paham sambil membungkukkan sedikit bahunya."B-baik, Tuan. Kalau begitu saya permisi pergi." Hugo mengibaskan tangannya ke arah pelayan itu. "Ayah sudah mengirimkannya?" tanya Danila yang saat ini tengah berada diatas ranjang sana. Bermain dengan Dilan sembari menyusuinya."Ya. Aku akan memakainya." Danila mengangguk mengiyakan.Hugo lantas memasu
Last Updated: 2023-05-28
Chapter: BAB 59 : Panggilan SayangGREP!Pelukan Danila langsung mengubah suasana hati Hugo dalam sekejap mata. Pria itu berubah kaku dan terdiam ditempatnya. Detik kemudian, Hugo berbalik badan menghadapnya. Keduanya lantas tampak saling pandang sekarang. Cup!Hugo mengecup lembut bibir ranum Danila setelah menatap matanya agak lama. Perasaan aneh yang tumbuh didalam hati Danila. Yang sebenarnya benci, namun enggan melupakannya apalagi menjauhkan dirinya dari pria itu."Kau menikmati ciumanku. Apa itu berarti aku diberikan kesempatan?" ucap Hugo tanpa melepaskan aktivitasnya. Danila tak berkata apa-apa. Wanita itu terdiam kaku dan mempererat pelukannya."Huh ... hah!" deru napas Danila memburu. Setelah melepaskan ciumannya dari Hugo tadi."Bukankah Tuan sudah tahu apa jawabannya? Kenapa masih berta..." tutur Danila langsung terpotong sebab Hugo kembali membungkam bibirnya dengan ciuman. Namun kali ini agak kasar. Hingga menimbulkan beberapa tanda kissmark dibagian leher jenjangnya."Jangan memanggilku dengan sebutan i
Last Updated: 2023-05-13
Chapter: BAB 58 : Kurcaci Kecil Merindukan Bunda "Beri aku waktu untuk memikirkannya," ujar Danila seraya menjauhkan dirinya dari Hugo. Pria itu menatapnya nanar sesaat, lalu mengembuskan napasnya yang terdengar cukup berat."Baiklah. Aku tunggu jawabanmu besok pagi." Danila lantas membelalakkan matanya lebar-lebar. "Aku tidak suka menunggu lama," lanjutnya lagi berkata. Danila mengembuskan napasnya panjang. "Dilan membutuhkanku. Kalau begitu aku pergi," kata Danila sambil membuka pintu mobilnya. Namun Hugo tiba-tiba berkata...."Haga selalu menunggu kedatanganmu. Dia bilang ... merindukan Bundanya," gumam Hugo dengan suara pelan. Bahkan hampir tak terdengar jelas ditelinga Danila. "A-apa?" ucap Danila berbalik tanya. Hugo lantas melengos dan mulai menyalakan mesin mobilnya."Pergilah. Dia pasti lebih membutuhkanmu," kilah Hugo mengganti topik. Danila terdiam beberapa saat. Lalu mengangguk mengiyakan."Aku pergi." Hugo tak membalasnya. Namun raut wajahnya tampak berubah memerah sekarang.Hei, hei, hei! Lihat itu, serigala gila ini
Last Updated: 2023-05-07