
Grand Duke, Jangan Terlalu Dalam
Roselline, seorang penulis novel, tiba-tiba terbangun di dalam dunia yang ia ciptakan sendiri. Sistem memberinya waktu paling lambat 1000 hari untuk mengubah akhir cerita. Satu-satunya cara yang terpikirkan olehnya agar berhasil yakni harus membunuh Grand Duke Azrael, villain utama yang kelak mengakhiri hidup sang protagonis.
Namun, rencana itu berantakan sejak hari pertama.
Roselline justru menikah dengan seorang pengawal misterius bernama Zal Freyan. Pria yang selalu melindunginya, memanjakannya, dan perlahan menguasai setiap sudut hatinya. Ia tidak pernah menyangka bahwa di balik senyum lembut dan tatapan penuh kasih itu, Zal menyimpan identitas yang mampu mengguncang seluruh misinya.
Zal adalah Grand Duke Azrael Von Drachenfeld.
Pria yang setiap malam memeluknya sebagai suami ... adalah villain yang harus ia bunuh.
Kini, hitungan menuju hari ke-1000 terus berjalan. Jika Roselline gagal membunuh Azrael, ia akan dinyatakan meninggal di dunia nyata.
Namun jika ia berhasil ... Ia harus menusukkan pedang ke dada pria yang telah mencintainya lebih dalam daripada siapa pun.
Akankah Roselline menyelamatkan sang protagonis ... atau justru menulis ulang takdir sang villain?
Read
Chapter: 114. Akankan Lebih Mudah?Beberapa menit berlalu setelah percakapan menegangkan di ruangan Archambault. Rombongan kecil yang terdiri dari sang ayah, Azrael, dan Roselline kini meninggalkan markas utama, menembus lebatnya jalur rahasia menuju jantung Hutan Oakheven. Mereka menaiki kuda-kuda tegap milik Ordo Callen yang terbiasa melibas medan berat. Karena keterbatasan kuda dan situasi yang mendesak, Roselline duduk di bagian depan pelana, sementara Azrael berada di belakangnya, mendekap tubuh sang istri dengan kedua lengan kekar yang melingkar erat di pinggang Roselline untuk mengendalikan tali kekang kuda. Selama perjalanan menembus rimbunnya pepohonan purba, suasana di antara mereka terasa begitu sunyi, namun dipenuhi oleh gemuruh batin yang luar biasa hebat. Roselline terus melamun. Kepalanya terasa mau pecah, dipenuhi oleh serangkaian pertanyaan rumit tentang takdir, Sistem yang kejam, masa lalu keluarganya yang misterius, serta rahasia besar yang selama ini disembunyikan oleh pria yang mendekapnya dari
Last Updated: 2026-11-05
Chapter: 113. Teka-teki Roselline 'Asli'Usai sarapan bersama, Archambault memanggil Azrael dan Leonidas ke ruangannya. Sementara untuk Roselline, mereka menyuruh gadis itu untuk beristirahat.Di sudut ruangan, Leonidas berdiri dengan rahang mengeras, sementara Archambault melipat kedua tangannya di dada, menatap tajam ke arah menantunya dengan ekspresi cemas yang disembunyikan di balik kemarahan. "Kita harus segera menyegelnya kembali, Zal," desis Archambault tertahan, suaranya sarat akan peringatan keras. "Rambut merah menyala itu tidak boleh terlihat oleh siapa pun di luar sana. Jika pihak kekaisaran atau mata-mata istana Draconia tahu, nyawanya akan berada di ujung tanduk!" Azrael mendengus pelan, ekspresinya berubah serius. "Aku tahu risikonya, Master. Semalam segel mawar di tubuhnya rusak karena paksaan mana, dan kita harus segera merapal ulang ritual penyembunyian identitas itu sebelum istana mencium baunya." Mendengar kata-kata itu, Leonidas mengepalkan kedua tangannya hingga buku-buku jarinya memutih. Panglima ba
Last Updated: 2026-11-05
Chapter: 112. Roselline Tidak BegituEvelyn menatap Pangeran Mahkota Cedric yang menggenggam jemarinya erat-erat dengan tatapan penuh rasa bersalah. Di tengah rasa syok karena pertunangan itu, pikiran Evelyn langsung melompat pada satu nama yang paling ia khawatirkan. "Yang mulia ... apa Anda tahu di mana Roselline?" tanya Evelyn tergesa-gesa, mencoba menarik tangannya pelan-pelan dari genggaman sang pangeran. "Pengawalku itu ... aku harus mencarinya." Cedric mengerjap pelan, sedikit terkejut mendengar pertanyaan kekasihnya yang tiba-tiba membahas pengawal pribadi di tengah momen pertunangan mereka. Pangeran berambut pirang itu mengernyitkan dahi, memperlihatkan ekspresi penuh selidik. "Roselline?" ulang Cedric dengan nada suara yang terdengar sangsi. "Untuk apa kau terus mengkhawatirkannya, Evelyn? Lagipula, akhir-akhir ini aku merasa ada yang sangat janggal dengan pengawal wanita itu." Evelyn menegang seketika. "Janggal ... maksud Yang Mulia?" "Iya," jawab Cedric menyipitkan mata, mengingat-ingat gelagat aneh yan
Last Updated: 2026-11-04
Chapter: 111. Kerinduan PasanganMatahari sepenuhnya tenggelam, menyisakan malam pekat yang menyelimuti Enklave Ordo Callen di Hutan Oakheven. Di dalam kamarnya yang sunyi, Roselline masih duduk terpaku di tepi tempat tidur, kepalanya berdenyut hebat akibat rentetan fakta dari layar Sistem dan kenyataan pahit bahwa suaminya adalah sang Antagonis utama. Tok! Tok! Tok! Suara ketukan yang pelan namun tegas tiba-tiba terdengar dari arah jendela kamar. Roselline tersentak kaget. Jantungnya berdegup kencang. Ia tahu betul kamarnya berada di tengah-tengah Enklave Callen, tempat yang mustahil dijangkau oleh orang biasa tanpa memicu alarm pertahanan sihir. Yang boleh ke sana hanyalah ayahnya, sepupunya dan beberapa orang yang sudah mendapatkan izin dari Archambault sendiri. Dengan langkah waspada, Roselline berjalan perlahan mendekati jendela. Ia mengulurkan tangan untuk membuka tirai beludru, lalu mendorong kaca jendela tersebut ke samping. Napas Roselline seketika tertahan di tenggorokan. Di ambang jendela, be
Last Updated: 2026-11-04
Chapter: 110. Seharusnya Sudah 'Mati'?Laju kereta kuda milik Ordo Callen terasa begitu stabil saat membelah jalanan setapak yang dikelilingi oleh lebatnya pepohonan. Di dalam kabin kereta yang hangat dan dilapisi kain beludru tebal, Roselline perlahan-lahan mengerjap menyesuaikan penglihatannya. Rasa lelah yang teramat sangat masih membebani sekujur tubuhnya, sisa dari malam panjang yang penuh gejolak di gua tersembunyi bersama sang naga. Ia merasa ada tangan kokoh yang mendekap tubuhnya dengan erat. Saat kepalanya bergerak pelan, ia menyadari dirinya sedang berada di dalam dekapan seorang pria paruh baya. "Ayah?" panggil Roselline dengan suara yang terdengar begitu parau dan lemah, tenggorokannya terasa kering. Archambault menundukkan kepala, menatap putrinya dengan tatapan penuh kasih sayang bercampur sisa-sisa amarah yang belum sepenuhnya reda. Ia merapikan helaian rambut merah Roselline yang sempat terselip di kening. "Ya, ini Ayah, Roselline," jawab Archambault lembut, kontras dengan suaranya yang tadi pagi meng
Last Updated: 2026-11-03
Chapter: 109. Tenggelamkan!!!Azrael berdiri dengan tubuh terbelenggu erat oleh rantai naga khusus yang dirancang untuk menekan pergerakan serta aliran mana di dalam tubuhnya. Logam berat itu mencengkeram erat kulitnya, membuat napas sang Grand Duke menderu berat akibat energi magisnya yang dikunci secara paksa. Di hadapannya, Archambault berdiri tegak dengan wajah dingin tanpa ekspresi, menggendong Roselline yang masih terlelap lelap di balik balutan jubah tebal. Di sisi sang Master, Leonidas berdiri mematung dengan mata membelalak lebar. "P-Paman ... Tunggu sebentar!" seru Leonidas panik setengah mati, melangkah maju menghalangi jalan Archambault. "Anda... Anda tidak benar-benar serius dengan perintah barusan, bukan?!" Archambault melirik tajam ke arah keponakannya sekaligus anak buah kepercayaannya itu. "Menyingkir, Leonidas. Keputusanku sudah bulat." "Tapi, Paman!" protes Leonidas dengan suara bergetar, keringat dingin mulai bercucuran di pelipisnya. "Anda tahu betul kondisi Yang Mulia Azrael saat ini! M
Last Updated: 2026-11-02