LOGIN"Di rumah yang dingin ini, aku hanyalah kau anggap barang yang kau beli, maka dari itu, aku akan menghancurkannya karena kamu pasti akan membuangnya!" – Alicia Keyla. Di jual secara paksa ke rumah bordir oleh ibu tirinya, Alicia akhirnya dilelang oleh pria tua yang berani membayarnya lebih mahal. Ia merasa terbebas dari kejamnya keluarganya, akan tetapi apa yang terjadi setelahnya ternyata lebih parah dari kematian, di saat ia dinikahi oleh monster yang menuntut keturunan, dan memaksanya terus melayaninya hingga ia merasa – mati jauh lebih baik. Hingga pada akhirnya, ia menyadari – pria itu, pria misterius itu adalah Alpha, yang dituntut memiliki keturunan. Setelah ia hamil, dan melahirkan, apa ia akan bebas? Ia merasa tidak, karena oada akhirnya janin yang ia kandung sama iblisnya dengan sang ayah yang siap merenggut nyawanya saat ia melahirkan kelak
View MoreAku duduk bersimpuh di lantai yang dingin, kedua mata ini tertutup dengan kain hitam yang terikat cukup kuat. Pipiku terasa kebas karena terkena tamparan sebelum berakhir di tempat yang bahkan tidak tahu entah berada di mana. Suasana terasa dingin, dan mencekam, akan tetapi riuhnya suasana di ruangan mulai terasa.
Puluhan langkah kaki terdengar memasuki ruangan besar yang suara dari segala suara terasa memantul dari ujung hingga ke ujung ruangan. Karena dua tangan ini terikat ke belakang, akhirnya aku tidak bisa melakukan apapun selain diam. Kepala tertunduk, lelah sudah rasanya menangisi apapun yang telah terjadi kali ini. "Terimakasih pada kalian, para tamu terhormat yang sudah sudi mendatangi acara lelang kali ini," suara itu mulai terdengar. Degh! Batinku saat aku mendengar kata kelang pada saat yang bersamaan! Apa aku akan dilelang?! Pertanyaan itu menggantung diudara dan bahkan sulit untuk dijawab, karena mata ini tidak bisa melihat apapun, dan hanya kedua telingaku yang mendengarkan semuanya. Awalnya aku dijual di rumah bordir, di beli oleh lelaki tua, tapi kenapa berakhir di sana? Leher ini serasa di ikat dengan rantai, bak seekor anjing yang sedang diperjual belikan, tangan terikat ke belakang dan kaki yang juga sama terikat. "Ini barang baru, dan masih Virgin. Saya akan membuka harga, senilai lima ratus juta!" Suara lelaki itu kembali aku dengar. Kali ini membuka harga yang cukup tinggi. Aku hanya diam, tidak terkejut lagi tapi juga tidak bereaksi. Mau memberontak seperti apapun, aku tidak akan selamat di genggaman mereka. Dan aku menyadari itu. "Tujuh ratus juta! Kalau memang wanita itu masih segel!" "Ada yang berani menawar lebih tinggi?! Tidak mungkin hanya tujuh ratus juta, bukan?! Sekarang siapa yang berani menawar lebih?!" "Delapan ratus juta!" Harga semakin naik, aku menggigit bibir bawah dengan cukup kuat sehingga hampir melukai bibirku! Sakit, takut, dan berharap aku mati saja daripada harus begini. "Sembilan ratus juta, tapi – telanj4ngi dia! Aku ingin lihat, apa dia benar masih segel?!" Teriak salah satu orang. Aku sangat terkejut, dan akhirnya airmata yang sebelumnya tertahan akhirnya mengalir deras di pelupuk matanya. "Tidak, jangan lakukan itu! Aku mohon jangan!" gumamku dengan suara bergetar hebat. Aku memohon, tapi tidak ada yang mendengarnya. Semua orang bersorak Sorai setuju dengan apa yang barusaja dari salah satu mereka lontarkan, hal mengerikan, menjijikan dan menakutkan itu benar-benar akan dilakukan oleh para orang kaya yang tidak punya moral, harga diri benar-benar ditelanjangi, dan mereka tidak lagi mempunyai empati. "Aku mohon, jangan lakukan itu." gumamku lagi sembari terisak. Kedua pundakku bahkan sudah bergetar karena rasa takut itu sudah benar-benar singgah dan memiliki peran utama dalam kegelapan yang hanya aku saja yang melihatnya. "Deal! Sembilan ratus juta, tapi saya akan menaikan harganya menjadi satu miliar supaya bisa dibawa pulang kalau memang sudah terbukti segel." "Tidak!" Teriakku dengan suara meninggi. Tapi mereka hanya tertawa, dan menikmati apa yang kini menyiksaku terlalu jauh! "Aku mohon, jangan lakukan itu?!" mohonku lagi, sebelum akhirnya aku merasakan daguku dic3ngkeram oleh orang yang membuka harga dari tubuhku. "Hei, dengar ya kau pel4cur! Aku sudah membelimu mahal, masih untung kau tidak aku habisi! Sekarang diam, dan jadi jal4ng yang baik! Kalau kau masih ingin hidup!" tekannya. Aku merasa marah saat ia mengataiku sebagai wanita yang tidak benar. Dadaku rasanya bergemuruh, aku meludah ke arahnya, dengan nafas yang menderu karena tekanan dari sebuah emosi! Aku meludahinya, aku benar-benar melakukannya, dan sesaat kemudian... "Bangs*t! Dasar wanita jal4ng!" Sebuah tangan besar dan dingin menghantam pipi dengan sangat keras. Kepalaku menoleh ke samping dan ada cairan kental berbau amis yang tiba-tiba keluar dari dalam murut. Anyir, asin, dan sudah bisa ditebak apa itu! Tapi, aku tidak takut! Matipun aku tidak takut! Untuk saat ini, justru hidup adalah suatu hal yang lebih menakutkan daripada apapun! "Kau kira aku akan membunuhmu karena ini?! Aku tidak bodoh gadis kecil! Aku akan membunuhmu dengan cara perlahan, dan mungkin kamu yang akan melakukannya sendiri karena kamu tertekan!" Suara yang tadinya terdengar dekat, kali ini menghilang. Aku masih duduk dengan airmata yang masih mengalir cukup deras, dan setelah beberapa saat hening... "Satu miliar, dan telanj4ngi dia!" teriak salah satu pengunjung yang datang dan menaikan harga sebelum akhirnya mungkin akan membeli. "Buka semua, dan aku akan bayar satu miliar lebih duaratus juta!" seru yang lainnya. "Tidak! Kalian tidak bisa melakukan ini! Kalian benar-benar terkutuk!" teriak ku dengan sangat histeris. Aku menjerit, memohon dilepaskan, dan mengeluarkan sumpah serapah. Akan tetapi, semua tidak berguna! Suara mereka seakan memaksa pembawa acara biadap itu menuruti segala ambisi mereka. Bukan hanya kaum lelaki saja di sana, suara perempuan juga ikut terdengar. "Hentikan!" Cegah salah satu orang. Suaranya terdengar sangat tegas, berwibawa dan mungkin muda. "Dua miliar, dan dia akan menjadi milikku. Dan aku akan segera membawanya pergi!" Suasana seketika hening, tapi aku mendengar sayup-sayup mereka tidak setuju dengan pendapat itu karena mereka belum melihat tubuhku ini. Memang, kata orang bodyku cukup bagus, dengan dad4 yang padat berisi, pinggang kecil dan kulit putihku membuat mereka ingin lebih. Akan tetapi, kali ini lebih mengerikan, di mana aku akan memperlihatkan semuanya, bahkan pada kaum wanita yang datang ke sana! "Apa?! Aku sudah membelinya, kamu tidak bisa mengambilnya dariku" "Tapi aku berani membelinya seharga dua miliar, apa itu kurang?" Suasana sepertinya memanas, mereka memperdebatkan harga, dan seketika aku menjadi bahan perebutan kaum elit di sana. Tidak hanya sebuah perkelahian dengan mulut saja, karena nyatanya aku merasa salah satu orang terhempas ke samping tubuhku, dan beberapa suara pukulan mulai terdengar. Mataku yang tertutup akhirnya tidak bisa melihat soanyang sebenarnya terjadi, akan tetapi indra pendampingku yang masih tajam akhirnya mendengar segala hal yang terjadi di sekitar! "Sudah cukup! Jangan anda lanjut, Tuan Fredo! Seperti yang anda mau, wanita ini akan menjadi milik anda. Segera lakukan transaksi, dan bawa." Suara pembawa acara itu terdengar gugup, dan aku menyadari, pria yang mau membelinya adalah pria kasar. Besi di leherku, tali di tanganku dan kaki yang terikat akhirnya terlepas semua, pergelangan kakiku terluka sehingga aku sulit bergerak, akan tetapi sesaat setelahnya ada yang mengangkat tubuhku yang mulai lemah.. Aku betusaha membuka penutup mata, akan tetapi... "Aku tidak memerintahkan kamu membuka penutup! Diam, atau aku akan telanjangi kamu di sini!" Pria yang mengangkat tubuhku smukai bicara dengan nada suara yang terdengar mengancam!Mata merah dengan tangan yang terikat, memberontak dan melolong seperti serigala. Lelaki tampan itu berubah liar, dan tidak terkendali. Menakutkan, tapi tangannya tampak hitam, dan pergelangannya berda-rah! Tidak tega rasanya membiarkannya begitu, tapi aku akui, aku masih sangat kesal padanya!Aku marah, tapi kakiku bergerak mendekat. Mati, jauh lebih baik daripada terjebak antara hubungan keluarga hewan yang tampaknya lebih banyak yang tidak mau menerima.Terus melolong, dan itu terdengar menakutkan... Apa bisa dijinakan? Dia terlalu buas dari sebelumnya, dan apa yang membuatnya menjadi seperti itu?!"Nona! Anda tidak boleh mendekat! Tuan Ferdo sedang tidak terkendali! Beliau bisa melukai anda!" teriak seorang pria, yang entahlah siapa.Aku hanya menoleh sejenak, menatap orang itu lama, dan kembali mendekat ke arah Ferdo. Tekatku bulat, tidak akan menyerah begitu saja meski mereka berkata jangan sekalipun!Dan saat didekati, Ferdo makin menjadi-jadi. Besi yang mengikat pergelangan ta
Ini nyata, bukan ilusi, bukan sebuah mimpi juga, lutut yang terbentur lantai marmer itu terasa sakit. Tapi melihat dua binatang buas itu, apa lebih baik hanya menonton saja? Atau pergi dari sana untuk menyelamatkan diri sendiri.Kata "Berhenti bila salah satu mati," membuat aku makin takut. Dan sialnya keluarga itu malah hanya diam dan menonton saja.Tubuh Ferdo terlempar jauh, ia tampak terluka. Aku spontan menutup mulut saat melihat hal itu. Apa ini akhir dari semuanya?! Dan dia akan tewas karena aku? Dengan tekat yang besar, aku berlari ke arahnya, mencoba memeluknya... Tapi yang aku dapatkan ternyata tidak sesuai harapan. Dia mengayunkan tangannya dan menghantam tubuhku. Aku tersentak cukup jauh, hingga punggungku menghantam sebuah vas yang besar. Bagian depanku perih, dan sakit... Cairan merah mulai keluar, bau da-rah mulai tercium kuat. Perlahan, pandanganku berkunang-kunang, tapi aku melihat silwet bayangan seseorang mulai mendekat, meski aku tidak yakin, apa itu benar dia?***
Dia menyentuhku, dan aku membeku. Semua yang terjadi, seakan tidak bisa ditolak, entah karena memang terbawa suasana, atau semua memang hanya sebuah reaksi dari tubuh yang memang tidak menolak."Reaksimu tidak buruk juga, tidak menolak, tapi juga tidak menerima. Lalu, apa kita lanjut saja?" ujar Ferdo.Bagian intiku dimasuki oleh salah satu jarinya, aku sebenarnya ingin mendorongnya agar berhenti, tapi aku tidak bisa! Aku tidak bisa melakukannya, dan sialnya bibirku malah mende-sah dan aku merasa bagian itu makin gatal. Tapi, saat aku menginginkan lebih, ia pergi begitu saja dan membuatku bingung."Apa yang dia lakukan?! Dia mempermainkan aku?!" Aku kesal, mulai bicara sendiri dan marah! Tetapi, aku juga ingin. "Aaagggghhhh! Tuhan memberikan takdir sialan!" teriakanku sangat keras, tapi aku yakin tidak akan ada yang bisa mendengarkannya.***Setelah mandi, dress panjang berwarna hitam mulai aku kenakan, bertali spaghetti dan kulit ini begitu kontras. Mengenakan riasan tipis sudah cuku
Ia menyeringai, aku tidak tahu kapan pria itu menyusul, yang aku tahu dia tiba-tiba ada di belakang tubuhku. Mungkin tujuannya memang baik, karena hendak membantuku membuka pintu yang sulit aku buka, akan tetapi kenapa reaksi dari wajahnya membuatku takut? "Kau bahkan sudah mengu|um milikku, apa masih takut juga?!" Aku terkesiap! "Tuan, terkejut dan hal itu sungguh tidak ada hubungannya, dan semua itu jauh berbeda. Kenapa anda menyamakannya dan seolah semua hal yang aku lakukan salah?!" rasa kesal itu sudah menumpuk dalam hati, dan mungkin kalau tidak di tahan, akan meluap dan semakin menjadi-jadi! "Terimakasih sudah membantu, tapi aku mau istirahat sebelum bekerja untuk anda," "Bekerja?" Salah satu alis pria itu terangkat, ia memicingkan matanya dan sesaat setelahnya tampak menatap tubuhku atas dan bawah. Merinding rasanya, belum lagi tatapannya masih terlihat sama, yaitu liar! Tangan besar itu menyentuh punggung dan ke bawah terus hingga berada di bawah pinggang. Aku menatapnya
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.