Chapter: 028.Sorot silau lampu menyinari tubuh berisi Luna yang berbalut gaun merah muda lembut dengan gaya sederhana, sopan, namun elegan. Surai pirang panjang ikalnya terikat rapi menjadi sanggulan berhiaskan berlian berharga. “Perhatikan sikapmu selama pesta berlangsung.” Marios memberikan peringatan terakhir disela mereka menuruni anak tangga menuju lantai utama pesta.Luna berguman ringan, “Saya tahu, tuan muda. Anda tidak usah takut saya bersikap kurang ajar.”“Bagus jika kau tahu batasan yang harus kau tetapkan.” Marios menggandeng Luna, berjalan beriringan, penampilan keduanya kontras. Dampak visual yang bertimpangan memicu gosipan dari tamu undangan.“Aku dengar latar belakangnya rendah?” Seorang wanita langsing semampai tersenyum dari balik gelas wine. Lirikan mata sinisnya jatuh ke tubuh berlemak Luna. “Pfft, lihatlah perutnya. Besar perutnya mengalahkan kakak iparku yang sedang mengandung delapan bulan.”“Sangat disayangkan bila Tuan Marios harus menikahi wanita sepertinya.”“Dengar
Last Updated: 2026-03-10
Chapter: 027.“Tentu, mari kita tunggu nenek kembali sebelum memutuskan.” Marios meraih laptop kemudian berdiri tinggi menjulang. “Selain ada Luca, di sana juga ada Zeron yang sesekali datang menjadi Instruktur Musik. Selama kau di sana kedua adikku bisa menjagamu.” Pria itu melenggang pergi meninggalkan sofa sebelum Luna memberikan jawaban. “Instruktur Musik?” Luna bergumam pada dirinya sendiri. “Aku kira dia seorang dokter hewan atau semacamnya.” Entah mengapa aura Zeron Laventin tampak seperti seorang dokter dimata Luna. Mengetahui Zeron adalah seorang instruktur musik cukup mengejutkan baginya. “Meminta mereka menjagaku di kampus?” Luna berkata sarkastik seraya menggelengkan kepala beberapa kali. “Yang ada tamat riwayatku dihantam penggemar kecil mereka berdua.” Paras Zeron dan Luca harus ia akui terlampau rupawan. Zeron dengan fitur wajah Alpha tegas dipadukan sepasang mata coklat karamel teduh. Lalu si tampan Luca yang diberkahi fitur feminim sehingga terlihat sangat tampan
Last Updated: 2026-03-09
Chapter: 026.Ketenangan unik malam hari melembutkan suasana dua orang yang duduk berseberangan di sofa. Si pria dengan telaten menjelaskan ringkas dan padat supaya mudah dimengerti.Lalu si wanita akan memerhatikan setiap penjelasannya dengan serius dan rajin. Kemudian mencatat poin-poin penting. Marios Laventin, pria itu sungguh luar biasa. Batin Luna. Minatnya mempelajari teori manajemen bisnis karena pekerjaannya sebagai Permaisuri di kehidupan pertama. Luna merasa manajemen bisnis sesuai dengan kemampuan yang ia bawa dari tubuh lama. “Pemahamanmu tidak buruk.” Marios jarang memuji seseorang. “Dari yang aku tahu, nilaimu juga tidak buruk semasa SMA. Kenapa tidak lanjut saja ke universitas? Dengan kepintaranmu, memperoleh beasiswa bukan masalah sulit.”Luna memoles senyuman sendu, “Wanita desa seperti saya bisa apa, tuan muda? Kakek dan nenek sudah sangat renta dan tak bisa mencari uang tambahan. Uang pensiunan juga tak seberapa. Jika saya keras kepala ingin kuliah, siapa yang merawat mereka
Last Updated: 2026-03-09
Chapter: 025.Napas panjang Marios berembus kasar menurunkan suhu lingkungan. Ketegangan kian mengencang menakuti semua orang. “Lupakan,” kata Marios pada akhirnya. “Kalian pergi ke Madam sekarang dan minta arahan dengan benar. Jika setelah diberi arahan kalian masih sama saja belum ada perkembangan, aku tak segan-segan menggantikannya dengan pelayan baru.”“Baik, tuan muda!” Luna yang menyaksikan Marios beranjak dari kursi meja makan sontak berkata, “Karena kita tinggal bersama mulai sekarang, saya juga akan berusaha memberi kenyamanan pada tuan muda. Maafkan saya bila sebelumnya saya terlalu lancang dan kasar dalam bertutur kata.”Jari telunjuk panjang Marios menekan bagian tengah kacamata bingkai emas di hidung tingginya. Mata abu pekat pria itu memicing. “Terserah.” Suara dinginnya jatuh acuh tak acuh, suara sepatu menghantam lantai mengiring kepergian Marios dari paviliun. Luna segera meminta Anna untuk memanggilkan Madam, para pelayan di paviliun ia minta tinggal bersamanya. Sosok Madam
Last Updated: 2026-03-08
Chapter: 024.“Kamu bukan seleraku.” “Anda juga bukan selera saya.” Luna menatap santai pria bersetelan formal di depan. “Senang mendengarnya.” Marios menjawab apatis, ekspresi dinginnya tak tergoyahkan. Pria itu bangkit dari sofa dan berkata, “Aku punya satu aturan yang harus kau patuhi, Nona Martino. Jangan mengganggu kehidupan satu sama lain.” “Saya mengerti, tuan muda.” Manik mata Luna mengikuti arah kepergian Marios menaiki lantai atas menuju kamar paling sudut. “Hari-hari damaiku gagal total,” gerutunya lirih. Anna melongok dari belakang sofa, “Nona bilang apa?” mata rusanya berkedip penasaran. “Aku tidak bilang apa pun.” Luna meminta bantuan Anna menaiki tangga ke lantai dua. Jemari lentik besarnya melingkari gagang pintu, tatapan matanya jatuh ke pintu kamar yang kini dihuni oleh Marios. Rasanya aneh. Luna belum terbiasa ada penghuni baru di wilayah pribadinya. Lagi pula mengapa nenek tiba-tiba ingin Marios tinggal di sini? Kehidupan Luna jadi kacau. Wanita gendut itu
Last Updated: 2026-03-07
Chapter: 023.Gerbang tinggi Laventin terbuka otomatis ketika sebuah mobil ivory white dengan sentuhan emas itu tiba di depan. Setelah pintu terbuka, Rolls-Royce Sweptail mewah itu melaju membelah jalanan mulus yang dikelilingi taman luar biasa besar. Perlu beberapa saat untuk tiba di halaman utama mansion. Luna menoleh menatap Leon di sebelah, “Terima kasih untuk hari ini tuan muda,” ujarnya tulus. Jika bukan karena paksaan Leon, ia mungkin melewatkan pekerjaan bergaji fantastis dari L'mois Club. “Hanya terima kasih?” Mata indah Leon berkedip menggoda. “Paling tidak beri aku hadiah untuk menunjukkan ketulusan hatimu.” “Hadiah apa yang tuan muda inginkan?” Luna menghitung total uangnya dalam benak. “Tapi jangan meminta benda mahal. Saya masih miskin sekarang.” Kejujuran tentang ‘miskin’ menarik perhatian Leon. Pria itu tertawa mendengar kepolosan Luna. “Aku tidak akan meminta hadiah mahal. Aku mau ciuman sebagai hadiahnya.” “Ya?” Kesadaran Luna terombang-ambing sejenak. Pria itu
Last Updated: 2026-03-07
Sistem Dimensi sang Permaisuri untuk Terlahir Kembali
Menikah selama bertahun-tahun, Alice sangat mencintai suaminya. Dia bahkan mempercayakan tahta kepada sang suami. Alice percaya suaminya hanya mencintainya seorang, meski kini dia menjadi ratu yang cacat. Namun, kebenaran tiba-tiba terungkap. Rupanya sang suami telah meracuninya selama bertahun-tahun. Tidak hanya itu, suami Alice juga berkhianat, berselingkuh dan bekerjasama dengan sahabat baik Alice demi menguasai seluruh Kekaisaran.
Mereka ingin membuat Alice tiada!
Namun, di ambang kematian, sebuah jendela sistem terbuka dan menawarkan kontrak pada Alice. Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan kedua yang diberikan, dia menerima kontrak tersebut dan menjalankan tugas untuk mendapatkan bayaran berupa kelahiran kembali.
"Suatu saat aku akan kembali untuk menuntut balas. Aku akan membuat kalian menderita, hingga kalian lebih memilih kematian. Kalian akan tahu seberapa buruk neraka di dunia ini."
Read
Chapter: #60. Konspirasi?"Seperti yang anda ketahui, kami hidup dalam satu tubuh serupa. Ketika salah satu jiwa kami meninggal dunia, maka jiwa hidup satunya akan terkontaminasi oleh esensi kematiannya, lama kelamaan akan turut ikut meninggal dunia." Gila. Berarti jiwa lain yang saat ini bersemayam pada tubuh Biksu Tang bukanlah roh jahat? Melainkan jiwa saudari kembarnya? "Melihat wajah anda tampak kesulitan, mungkinkah anda menebak bahwa saya kerasukan jiwa jahat dari lingkungan eksternal?""Benar, karena esensi jiwa lain dari tubuh Biksu Tang memiliki energi kematian cukup kental. Sifatnya juga terlalu kejam, yang terpenting ialah sifat naluriahnya ketika menanggapi energi spiritual disekitar." Helaan nafas panjang terdengar letih. Sosok Biksu Tang terlihat memasang ekspresi lelah pada paras awet mudanya, tampak linglung sementara waktu seolah terjebak dalam pusaran kenangan masa lalu. Di sisi lain, Alice terus diam menunggu dengan sopan karena reaksi Biksu Tang cukup bagus untuk diajak bekerja sama, d
Last Updated: 2024-06-28
Chapter: #59. Dua Jiwa, Satu Tubuh"Nona kecil?" Heran Biksu Tang saat tiba-tiba kedatangan dua tamu tak diundang di lokasi ternyaman pribadinya. "Mengapa Nona repot-repot datang kemari? Jika anda membutuhkan saya, saya bisa datang, tubuh anda terlihat pucat sekali." Alice turun dari gendongan Da Yuan, menunduk sopan sebagai salam, berkata sambil tersenyum cerah dengan mulus, "Saya tidak berani. Biksu Tang adalah Biksu suci yang dihormati oleh Kerajaan, mana mungkin gadis kecil seperti saya merepotkan anda? Sebenarnya kedatangan saya kemari, karena ingin menanyakan sesuatu. Bisakah anda meluangkan waktu untuk Ziyu, Biksu?" Sepasang alis tajam Da Yuan dipaksa naik bersamaan usai melihat seberapa drastis perubahan ekspresi Alice. Gadis ini semakin mengeluarkan keterampilan unggul lainnya, contohnya dibidang akting kali ini, Alice lebih dari kata mampu untuk terlihat polos bagaikan seorang gadis kecil yang baru saja mengenal dunia. Biksu Tang juga berpikir Alice adalah gadis kecil malang, harus hidup dengan tubuh sakit
Last Updated: 2024-06-27
Chapter: #58. Rencana Membuat InsidenDini hari, Alice keluar dari lokasi kuil bersama Ah Bing. Semalam ketika tubuh klonning dari Leon kembali dari menara di belakang, kecurigaannya berhasil terpuaskan dengan fakta bahwa Biksu Tang bukan mengalami penyakit Karakter Ganda, melainkan ... dibalik tubuh suci tersebut, ada jiwa hitam yang menguasai tubuhnya ketika malam tiba. Berjalan menelusuri halaman samping Kuil, lebih tepatnya di area bawah bagian taman. Alice berjalan hati-hati dibantu Ah Bing, nafasnya sudah terputus-putus karena rasa lelah, "Ah Bing, kakiku rasanya sangat lemas. Kita berhenti dulu, aku akan duduk di atas batu itu, antarkan aku ke sana." "Baik, Nona!" Dua gadis itu berbelok ke arah lain, bergerak mendekati susunan batu yang memiliki ujung tumpul. Lantas mereka berdua duduk bersama-sama di sana, untuk sejenak menikmati pemandangan sunyi tanpa keramaian seperti di Ibu Kota. Karena Kuil dikelilingi oleh banyak Hutan, udara disekitar pun turut lebih segar dari wilayah pusat. Ah Bing yang semula diam, m
Last Updated: 2024-06-27
Chapter: #57. Peti MayatLeon pergi bersama Ketua Fu diikuti sejumlah orang berpakaian hitam. Lokasi menara ternyata cukup jauh saat ditelusuri secara langsung, dan semakin Leon mendekati menara tersebut, aura negatif semakin terasaa lebih kental dan bercampur dengan jiwa-jiwa bergentayangan. Dalam wujud seekor kucing, Leon berhenti karena merasakan jiwa dendam begitu kuat. Ketua Fu bingung, ikut berhenti di belakang Leon. Awalnya dia tidak percaya binatang ini punya kesadaran spiritual, meski sejarah binatang suci bukan hal asing, melihatnya langsung tetap memberikan kesan berbeda. "Tuan Kucing, adakah sesuatu yang mengganggu anda?" Prajurit lain berpikir Ketua Fu sudah gila karena berbicara dengan kucing. Tetapi mereka lebih merasa gila saat kucing tersebut— tubuh Klon dari Leon benar-benar berbicara. "Kalian pergilah ke bawah, aku merasakan energi jahat terasa kental dibagian bawah. Biksu Tang pasti menyembunyikan sesuatu lebih besar di sana, tetap waspada dan berhati-hati karena ini mungkin berkaitan
Last Updated: 2024-06-26
Chapter: #56. MengawasiSatu minggu berlalu, Alice secara diam-diam pergi saat waktu hampir tengah malam. Berjalan sendirian ke wilayah sebelah barat Kuil. Gadis itu menghindari prajurit penjaga milik Kaisar dan berhasil sampai di depan kediaman Da Yuan. Dia membuka pintu begitu saja, "Yuan!" Pria di dalam kamar membuang nafas lelah, "Tidak bisakah Nona terhormat sepertimu mengetuk pintu? Ilmu dasar seorang bangsawan seperti ini pun kau tidak bisa memahaminya." Mengangkat kedua bahunya acuh tak acuh, Alice melepaskan mantel dari tubuhnya dan duduk di depan Da Yuan. Bertanya ingin tahu, "Itu informasi baru dari pengawasan Biksu Tang? Bagaimana penyelidikannya?" Jari panjang Da Yuan mendorong kertas informasi mendekat ke Alice, "Lihatlah, banyak keanehan." "Tunggu, ini— maksudmu, Biksu Tang punya penyakit mental?" "Aku tidak tahu pasti jelasnya bagaimana. Setelah anak buahku mengawasi Biksu Tang dari kejauhan, saat siang dan malam, Biksu Tang seolah memiliki kepribadian berbeda. Saat siang hari, kepribadi
Last Updated: 2024-06-25
Chapter: #55. Biksu Tang Esok hari, Alice bisa bangun dengan kondisi tubuh lebih segar berkat perawatan cepat dari Da Yuan. Ia keluar pagi-pagi sekali untuk ikut serta dalam kegiatan doa pagi rutin. Sesampainya di ruangan doa, dia menemukan Nenek Ruo sedang duduk bersama seorang Biksu wanita berwajah asing. "Nenek," panggil Alice dari belakang sebelum duduk tepat disebelah perempuan tua itu. Dengan ramah bertanya, "Siapakah Biksu disisi Nenek? Aku belum pernah melihatnya selama tinggal di sini." "Ini adalah Biksu Tang. Beliau biasanya berkeliling ke berbagai tempat dan mengunjungi bayak Kuil untuk beribadah kepada Buddha, kemarin malam Biksu Tang kembali ke Kuil dan memutuskan untuk kembali mengabdi di sini. Beliau sangat pandai dalam hal pengobatan." 'Jadi Biksu penyendiri yang terkenal dengan kemampuannya adalah Biksu Tang ini. Leon, bagaimana deskripsi karakter Biksu Tang?' Leon memeriksa layar monitor sistem, 'Sedang diperiksa, Nona.' Selang lima detik, seluruh deskripsi muncul, 'Biksu Tang awalnya me
Last Updated: 2024-06-25
Kesempatan Kedua : Dimanja Tiga Penguasa
Meninggal karena menindas tokoh utama wanita yang dicintai oleh tiga penguasa, Serena bersedia menerima akhir dari hidupnya tersebut mengingat seberapa banyak dosa yang telah dia perbuat. Namun, menjelang ajal menjemput, tokoh utama wanita yang dia pikir adalah gadis baik, ternyata adalah otak dibalik semua perbuatan buruknya.
Wanita favorit tiga penguasa itu telah menargetkan Serena sebagai batu loncatan, menggunakan taktik cerdas untuk menjadikan Serena boneka bodohnya hingga berakhir mati terbunuh. Serena ingin balas dendam! Dia ingin mencari keadilan untuk dirinya sendiri, dan menebus segala dosa-dosanya!
Tuhan akhirnya memberikan kesempatan kedua untuk merubah segalanya.
***
“Cecillia, mulai detik ini, aku bersumpah akan merobek wajah busukmu dan mendorongmu jatuh ke neraka terdalam seperti yang kau lakukan padaku di kehidupan pertamaku!”
Read
Chapter: #69. PengungkapanIndisen memergoki Demian mencium tangannya berhasil terlewat meski disela banyak rintangan. Hambatannya tak lain ialah Zachery dan Roderick. Memang mau siapa lagi? Mereka berdua hampir mengeroyok Demian. Tempo hari, Daniel pamer dengan sombong didepan kedua pria tersebut tanpa pamrih. Akibatnya perang dunia ketiga nyaris pecah. Serena amat berterima kasih pada Daniel, karena ulahnya, hidupnya mulai tak tenang. Lebih bersemarak, membuat Serena bingung harus tertawa atau menangis. “Kakak, kamu tidak pulang? Kakak sudah lama tinggal bersamaku di sini ...” Serena bertanya penuh kehati-hatian. Pria di sofa panjang bergeming, sibuk berkutat bersama tab serta laptop hitamnya. Dia diabaikan, lagi. Tiga hari lalu, ketika Serena sadar dari pingsan. Serta ketahuan bahwa tangannya sudah dicium oleh Demian, sang kakak berubah dingin. “Kakak,” panggilnya sekali lagi, masih mencoba keberuntungannya. “Marah padaku?” Berbeda dari masa lalu, kemarahan Roderick saat ini tampaknya
Last Updated: 2025-11-07
Chapter: #68. Kepergok Mencium“Kakak, ayo!” Daniel meloncat kegirangan, menarik lengan tebal Demian ceria. “Nanny bilang, putri tidur akan terbangun ketika diberi ciuman oleh pangeran tampan! Kakakku pasti bisa!” Di luar pintu, Zac masih bisa mendengar lontaran omong kosong barusan. Lantaran kesal, dia berbalik hendak kembali masuk untuk menyeret paksa Daniel. “Tenangkam dirimu,” sergah pria berkacamata di kursi tunggu. Dibalik kaca lensa, pupil merahnya mendingin. “Rumah sakit ini milik D’Angelo. Selagi Serena belum pulih, lebih baik bersikap tenang.” “Sialan,” umpatan Zac mengalun rendah. Kebencian menggali dadanya hingga berlubang. “Satu saja masih sulit disingkirkan, apalagi jika bertambah satu bajingan lagi!” monolognya, amat lirih. Berhubung lokasi Roderick cukup dekat, kalimat umpatan barusan pun terdengar jelas olehnya. Roderick mendorong gagang kacamata kerja dibatang hidungnya, menatap sebal ke Zac. “Kau sebut aku apa tadi?” Punggung Zachery tersentak, terkejut karena bisikannya berhasil dide
Last Updated: 2025-11-07
Chapter: #67. Jauhi Adikku!“Bagaimana kondisinya, Dok?” Roderick bertanya ketika sang dokter keluar dari ruang rawat, meski khawatir, dia tetap terlihat sopan. “Adikku baik-baik saja, ‘kan?” Dokter mengangguk sekali. “Nona baik-baik saja. Namun tubuhnya melemah secara signifikan karena suhu dingin dan pendarahan, lebih baik gunakan kursi roda selama masa pemulihan nanti.” “Dokter, cucuku ...” suara getir Guina menyahut dari kursi tunggu. Wanita paruh baya itu perlu topangan Jeremy untuk berdiri kokoh. “Cucuku tidak selamat?” “Maafkan saya, nyonya.” “Cucuku ... cucuku ...” Guina jatuh ke pelukan suaminya, kepalanya terasa berat ketika memikirkan calon cucunya meninggal dunia. “Sialan! Aku harus membuat gadis-gadis itu membayar harganya!” “Ibu,” panggil Zachery. Pria itu sebelumnya berakting menjadi pendiam agar tidak dicurigai. “Salah satunya adalah putri Seraphine.” “Memangnya kenapa?!” berteriak marah, hati Guina bergemuruh setiap kali mengingat kematian sang cucu. “Sekalipun dia putri Seraphin
Last Updated: 2025-11-07
Chapter: #66. Maaf, SerenaJika Cecillia membuangnya, lantas siapa lagi yang bisa membantunya keluar dari masalah?! Lili meronta, ingin berteriak meminta tolong kepada Cecillia terang-terangan. Tapi urung karena tidak berani. Ia hanya bisa melirik sesekali sosok Cecillia, memohon belas kasihan. Cecillia menahan diri semaksimal mungkin, memberi kode diam-diam ke Lili supaya tenang. Melihatnya masih merespon, rasa takut Lili berkurang walau sedikit. Sisanya, dia masih gemetar saat membayangkan harus berhadapan dengan kekuasaan Moonstone serta Waverly. Dua keluarga berkuasa dari jajaran Lima Keluarga Top. Sayang sekali, seakan takdir juga enggan berpihak pada Lili. Kelompok tuan muda telah kembali bersama Glen. Kericuhan kembali meledak. Hujatan terlempar satu demi satu ke Lili seperti hujaman petir. Membuatnya jatuh lemas tak berdaya. “Brengsek, pelacur itu sungguh berani menampar Nona Waverly!” “Nona Waverly berbaik hati tidak membalas tamparan kurang ajarmu, beraninya semakin tidak tahu
Last Updated: 2025-11-05
Chapter: #65. Musuh Tersudut Hujaman tatapan kebingungan menusuk kepala Lili secara tak kasat mata. Menghantarkan perasaan merinding, dia tahu dia terpojok. Jadi dia menangis sedih, “Nona, mana mungkin saya berani melukai anda!” Kerumunan nona muda dan tuan muda setuju pada perkataan Lili. Melihat latar belakang rendahnya, seberapa besar nyalinya untuk melawan Moonstone? Lili bernafas lega karena berhasil menipu orang-orang. Sialnya, dia lupa bahwa dia telah meninggalkan bukti tindak kejahatannya. Yakni pada paras cantik Serena. “Kau berani berbohong di depan banyak orang?” Mata ruby Serena terlihat kian memerah, membuat orang merasa sakit melihat kesedihannya. “Sebelum mendorongku, wajahku juga ditampar olehmu! Bekasnya masih ada, dan kau berani berbohong?!” Sophia menyentuh wajah Serena sepersekian detik, melihat sisi wajah cantiknya memang sedikit bengkak. Gejolak darahnya naik hingga membuatnya marah dan ingin menjambak Lili. Sophia menatap benci ke arah Lili, “Berani berbohong padahal
Last Updated: 2025-11-05
Chapter: #64. Dimulainya Drama Utama“Cecillia berjanji akan memberikan posisi nyonya Waverly jika berhasil menghancurkanku, begitukah?” Tebakan akurat Serena berhasil menghantarkan perasaan gentar terhadap lawan. Lili berteriak panik, “Jangan bicara omong kosong!” “Omong kosong?” tandas si bungsu Moonstone. Hinaan tersungging pada smirk singkatnya. “Jujur saja, untuk apa berpura-pura? Posisimu sudah tidak bagus sejak awal.” “Jalang!” teriak Lili, bertambah panik. Ini artinya Serena telah menunggunya untuk datang? Seharusnya dia yang akan menjebak Serena, bukannya Serena yang menjebaknya! Serena menambahkan solar ke dalam percikakan api, ingin membuatnya semakin berkorbar. “Jalang itu kamu, Lili. Siapa yang tidak tahu status ibumu sebagai pelacur yang menggoda Tuan Felton?” “Diam!” “Kenapa kau boleh bicara, sedangkan aku tidak?” Paras cantiknya murung sedih, Serena menutupi sudut bibirnya. Namun sia-sia, karena senyum mengejeknya masih terlihat. “Aku dengar, ibumu pelacur terkenal di masa lalu. Aku tiba-
Last Updated: 2025-11-05
Menjadi Budak Cantik sang Raja Arogan
Di kehidupan pertama, kehidupan Mei Anqi sebagai seorang istri sangat berliku-liku. Entah itu sulit untuk hamil, dibenci oleh mertua, hingga dipukuli dan diselingkuhi oleh suaminya sendiri. Mei Anqi mengalami depresi dan memilih jalan ekstrem mengakhiri nyawa. Namun, ternyata Dewa memberinya kesempatan kedua.
Sayang seribu sayang, begitu dia membuka mata, tubuhnya ditindih oleh pria perkasa dan disetubuhi hingga setengah mati. Saat itu, Mei Anqi baru tersadar bahwa dia terlahir kembali sebagai salah satu tokoh penjahat dalam buku novel! Sialnya, dia ditakdirkan mati muda di tangan sang Raja!
***
“Luluhkan Raja Yan, tingkatkan rasa sukanya, dan jadilah teman! Aku akan menyenangkan leluhur besar ini dengan segala cara demi hidupku!”
Akankah Mei Anqi berhasil menaklukan Raja Yan dan menghindari bad ending? Bisakah Mei Anqi melindungi dirinya ketika konflik kekuasaan mulai ikut terlibat?
Read
Chapter: #231. Gaun PernikahanMansion Lian, sore hari. “Wanita suci.” Kelembutan pria berjubah plum itu tertuju ke perempuan di atas ayunan rotan. “Apa kamu merindukan Raja Yan?” Serangan mendadaknya mengejutkan si perempuan. “Tidak.” Mei Anqi mengontrol ekspresi supaya sesuai dengan harapan Lian Fengjue. Bisa mengamuk pria itu kalau dia bilang merindukan suami jahilnya. Sapuan angin ringan di pucuk kepala Mei Anqi menandakan kelegaan Lian Fengjue. “Kenapa Ah Jue tiba-tiba membahas Raja Yan dan mengujiku?” Mei Anqi mengayunkan keduanya kakinya yang jauh dari tapakan tanah. “Kamu curiga aku membohongimu, ya?” tekanan suaranya melirih. Lian Fengjue dilanda kecemasan usai melihat respon sedih Mei Anqi. “Aku tidak berani meragukanmu wanita suci.” Jelasnya secepat kilat. ”Aku—aku hanya takut....” “Takut?” Kaki panjang Mei Anqi terjulur ke bawah, menapak bumi sekaligus menghentikan tempo ayunan. Lantas ia menepuki atas pahanya. Seolah diberi aba-aba, sedetik kemudian Lian Fengjue berlutut dan menya
Last Updated: 2026-03-07
Chapter: #230. Kepercayaan Daisen“Suasana hatimu tampak cerah malam ini,” tukas Mei Anqi seusai melihat Lian Fengjue merajut syal dengan penuh semangat. Lian Fengjue menggeser atensinya. “Siapa yang tidak bahagia saat ditemani wanita cantik sepertimu?” “Alasan,” cibir Mei Anqi setengah bercanda. Ia mengambil sisi kosong di sebelah Lian Fengjue. “Ah Jue, tidak bisakah aku bertemu anak-anakku?” Mei Anqi mengangkat topik riskan kesekian kali. Tujuannya guna membuat Lian Fengjue tidak curiga karena ia bersikap amat patuh. Dengan menunjukkan keinginannya untuk pulang, Lian Fengjue akan mengira Mei Anqi tidak betah di sisinya. Lian Fengjue kadang curiga mengenai perilaku jinak Mei Anqi, hanya dengan memperlihatkan setitik sikap memberontak. Kecurigaannya bisa terhapus. “Tidak.” Lian Fengjue membalas tegas, menolak negoisasi. Pria itu selesai menggarap satu syal birunya. “Mendekatlah wanita suci,” ujarnya meminta. Mei Anqi patuh mendekat, detik berikutnya syal lembut dan hangat terpasang melingkari leher ra
Last Updated: 2026-03-02
Chapter: #229. Menjebak Permaisuri“Permaisuri sangat sehat hari ini,” begitulah respon menyebalkan Lian Fengjue. Segala cacian mengenai status rakyatnya tak lagi menimbulkan rasa rendah diri. “Kau!” Permaisuri Wei jatuh lunglai terduduk di tepi ranjang. Zhen Litin meraih gaun ibunya dan menangis ketakutan. “Diam!” bentaknya marah. Zhen Litian belum pernah melihat Ibunya membentak apalagi memarahinya. Anak 3 tahun itu beringsut mundur ketakutan. “Tuan!” Bibi Yao menyeru setelah sampai di sisi Permaisuri. Ia menopang tubuh lemas wanita itu. “Anda bersikap terlalu jauh!” “Terlalu jauh?” Lian Fengjue mengunci kedua tangannya di belakang punggung. “Bibi Yao, jangan memutar fakta. Saya diam menerima cacian sejak tadi.” “Keluar!” pinta Permaisuri berteriak. “Jangan perlihatkan lagi wajahmu di depan mataku!” “Sayangnya mustahil. Kedatangan saya kemari karena ada sesuatu penting yang ingin saya bahas. Ini tentang kedudukan pangeran bungsu.” “Apa?” terperanjat kaget, tatapan Permaisuri Wei berubah horor. “Aku t
Last Updated: 2026-03-01
Chapter: #228. Amarah Permaisuri WeiIstana Phoenix. “Māmā, apa yang terjadi?” Permaisuri Wei menimang Zhen Litian, tidur putranya terganggu karena suara tinggi Bibi Yao. “Kau membangunkan Tian'er!” “Yang Mulia, ampuni hamba. Pe-penasihat Agung menunggu kedatangan anda di aula tengah,” melapor terbata, Bibi Yao menahan kegugupan. “Penasihat Agung?” Permaisuri mengeratkan pelukannya ke tubuh kecil Zhen Litian. “Berani sekali dia datang kemari tanpa pemberitahuan! Kalian juga, berapa banyak prajurit di Istanaku? Ratusan orang gagal menahan satu orang!? Sia-sia aku mempekerjakan kalian, huh!” Kemarahan Permaisuri membuat semua orang segera belutut. “Mohon redakan amarah anda Permaisuri! Kami salah!” Permaisuri Wei mengibaskan lengan hanfu merah megahnya, “Dasar tak berguna!” Ia menendang pelayan terdekat beberapa kali. Napasnya terengah ketika memikirkan kesombongan Lian Fengjue. Kaisar Wu sudah lama mengabaikan Permaisuri Wei setelah skandal perselingkuhannya terkuak. Jika bukan karena Lian Fengjue kekasihnya
Last Updated: 2026-03-01
Chapter: #227. Kecemburuan Raja Yan“Aku tidak melakukan sesuatu yang berbahaya, wanita suci.” Lian Fengjue berdiri menyambut kedatangan Mei Anqi. “Untuk apa kemari malam-malam? Kamu tidak tidur?”“Belum mengantuk.” Setibanya wanita itu di sisi Lian Fengjue, ia mengajaknya duduk. “Xiao Mi, datang dan bawakan makan malam untuk Ah Jue.” Pelayan pria di ruangan itu tersenyum dan pamit undur diri. Kepergiannya diganti dengan kedatangan Xiao Mi di ikuti dua dayang lain. Salah satu dayang menurunkan meja makan berukuran sedang, rekan lainnya kemudian menata hidangan simple dibantu Xiao Mi. Lalu mundur bersama. “Wanita suci—” “Panggil saja aku seperti kamu memanggilku dulu,” sela Mei Anqi saat itu juga. “Panggilan wanita suci terkesan formal, aku tidak suka.” “Tapi aku belum pernah memangilmu secara informal. Apa maksudmu dengan panggilan seperti dulu?” Gawat. Mei Anqi salah mengingat Cai Lun tadi, anak itu dulu biasa memanggilnya saudari. Sedangkan Lian Fengjue 3 tahun lebih tua darinya. “Maaf, aku salah
Last Updated: 2026-03-01
Chapter: #226. TipuanMarkas Klan Su. “Paman Su,” seorang pemuda muncul dari halaman samping dan mencegat langkahnya. “Aku dengar kau bekerja sama dengan pangeran campuran itu? Mengapa? Bukankah kau membencinya?” Paman Su menatap keponakannya yang tidak sopan. Ia memukul kepala belakang anak itu geram. “Dasar bodoh, aku berpura-pura!” “Ah? Jadi Paman menipu si campuran?” “Ya. Dari pada menjadikan keturunan campuran sepertinya sebagai Kaisar, lebih baik kita menempatkan keturunan Klan Su menjadi Kaisar berikutnya dan membangun Dinasti baru! Dinasti Su!” Dinasti Han berdiri setelah menghancurkan Dinasti Qin melalui pemberontakan. Pada masa itu, bangsawan tinggi maupun rendah tumbang satu-persatu. Beberapa memilih tunduk, beberapa melawan, dan sisanya melarikan diri ke negara lain. Salah satu bangsawan tinggi yang memutuskan tunduk di bawah Dinasti Han adalah Klan Zhan-- keluarga dari Permaisuri Wei. Kesetiaan mereka pada Dinasti Han di masa awal reformasi pemerintahan membuat Kaisar Pertama
Last Updated: 2026-03-01