Share

026.

Author: azzurayna
last update Last Updated: 2026-03-09 00:19:26

Ketenangan unik malam hari melembutkan suasana dua orang yang duduk berseberangan di sofa.

Si pria dengan telaten menjelaskan ringkas dan padat supaya mudah dimengerti.

Lalu si wanita akan memerhatikan setiap penjelasannya dengan serius dan rajin. Kemudian mencatat poin-poin penting.

Marios Laventin, pria itu sungguh luar biasa. Batin Luna. Minatnya mempelajari teori manajemen bisnis karena pekerjaannya sebagai Permaisuri di kehidupan pertama.

Luna merasa manajemen bisnis sesuai dengan kemam
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Malas Terlibat Drama Percintaan, Nona Tolak 4 Pria Dominan   028.

    Sorot silau lampu menyinari tubuh berisi Luna yang berbalut gaun merah muda lembut dengan gaya sederhana, sopan, namun elegan. Surai pirang panjang ikalnya terikat rapi menjadi sanggulan berhiaskan berlian berharga. “Perhatikan sikapmu selama pesta berlangsung.” Marios memberikan peringatan terakhir disela mereka menuruni anak tangga menuju lantai utama pesta.Luna berguman ringan, “Saya tahu, tuan muda. Anda tidak usah takut saya bersikap kurang ajar.”“Bagus jika kau tahu batasan yang harus kau tetapkan.” Marios menggandeng Luna, berjalan beriringan, penampilan keduanya kontras. Dampak visual yang bertimpangan memicu gosipan dari tamu undangan.“Aku dengar latar belakangnya rendah?” Seorang wanita langsing semampai tersenyum dari balik gelas wine. Lirikan mata sinisnya jatuh ke tubuh berlemak Luna. “Pfft, lihatlah perutnya. Besar perutnya mengalahkan kakak iparku yang sedang mengandung delapan bulan.”“Sangat disayangkan bila Tuan Marios harus menikahi wanita sepertinya.”“Dengar

  • Malas Terlibat Drama Percintaan, Nona Tolak 4 Pria Dominan   027.

    “Tentu, mari kita tunggu nenek kembali sebelum memutuskan.” Marios meraih laptop kemudian berdiri tinggi menjulang. “Selain ada Luca, di sana juga ada Zeron yang sesekali datang menjadi Instruktur Musik. Selama kau di sana kedua adikku bisa menjagamu.” Pria itu melenggang pergi meninggalkan sofa sebelum Luna memberikan jawaban. “Instruktur Musik?” Luna bergumam pada dirinya sendiri. “Aku kira dia seorang dokter hewan atau semacamnya.” Entah mengapa aura Zeron Laventin tampak seperti seorang dokter dimata Luna. Mengetahui Zeron adalah seorang instruktur musik cukup mengejutkan baginya. “Meminta mereka menjagaku di kampus?” Luna berkata sarkastik seraya menggelengkan kepala beberapa kali. “Yang ada tamat riwayatku dihantam penggemar kecil mereka berdua.” Paras Zeron dan Luca harus ia akui terlampau rupawan. Zeron dengan fitur wajah Alpha tegas dipadukan sepasang mata coklat karamel teduh. Lalu si tampan Luca yang diberkahi fitur feminim sehingga terlihat sangat tampan

  • Malas Terlibat Drama Percintaan, Nona Tolak 4 Pria Dominan   026.

    Ketenangan unik malam hari melembutkan suasana dua orang yang duduk berseberangan di sofa. Si pria dengan telaten menjelaskan ringkas dan padat supaya mudah dimengerti.Lalu si wanita akan memerhatikan setiap penjelasannya dengan serius dan rajin. Kemudian mencatat poin-poin penting. Marios Laventin, pria itu sungguh luar biasa. Batin Luna. Minatnya mempelajari teori manajemen bisnis karena pekerjaannya sebagai Permaisuri di kehidupan pertama. Luna merasa manajemen bisnis sesuai dengan kemampuan yang ia bawa dari tubuh lama. “Pemahamanmu tidak buruk.” Marios jarang memuji seseorang. “Dari yang aku tahu, nilaimu juga tidak buruk semasa SMA. Kenapa tidak lanjut saja ke universitas? Dengan kepintaranmu, memperoleh beasiswa bukan masalah sulit.”Luna memoles senyuman sendu, “Wanita desa seperti saya bisa apa, tuan muda? Kakek dan nenek sudah sangat renta dan tak bisa mencari uang tambahan. Uang pensiunan juga tak seberapa. Jika saya keras kepala ingin kuliah, siapa yang merawat mereka

  • Malas Terlibat Drama Percintaan, Nona Tolak 4 Pria Dominan   025.

    Napas panjang Marios berembus kasar menurunkan suhu lingkungan. Ketegangan kian mengencang menakuti semua orang. “Lupakan,” kata Marios pada akhirnya. “Kalian pergi ke Madam sekarang dan minta arahan dengan benar. Jika setelah diberi arahan kalian masih sama saja belum ada perkembangan, aku tak segan-segan menggantikannya dengan pelayan baru.”“Baik, tuan muda!” Luna yang menyaksikan Marios beranjak dari kursi meja makan sontak berkata, “Karena kita tinggal bersama mulai sekarang, saya juga akan berusaha memberi kenyamanan pada tuan muda. Maafkan saya bila sebelumnya saya terlalu lancang dan kasar dalam bertutur kata.”Jari telunjuk panjang Marios menekan bagian tengah kacamata bingkai emas di hidung tingginya. Mata abu pekat pria itu memicing. “Terserah.” Suara dinginnya jatuh acuh tak acuh, suara sepatu menghantam lantai mengiring kepergian Marios dari paviliun. Luna segera meminta Anna untuk memanggilkan Madam, para pelayan di paviliun ia minta tinggal bersamanya. Sosok Madam

  • Malas Terlibat Drama Percintaan, Nona Tolak 4 Pria Dominan   024.

    “Kamu bukan seleraku.” “Anda juga bukan selera saya.” Luna menatap santai pria bersetelan formal di depan. “Senang mendengarnya.” Marios menjawab apatis, ekspresi dinginnya tak tergoyahkan. Pria itu bangkit dari sofa dan berkata, “Aku punya satu aturan yang harus kau patuhi, Nona Martino. Jangan mengganggu kehidupan satu sama lain.” “Saya mengerti, tuan muda.” Manik mata Luna mengikuti arah kepergian Marios menaiki lantai atas menuju kamar paling sudut. “Hari-hari damaiku gagal total,” gerutunya lirih. Anna melongok dari belakang sofa, “Nona bilang apa?” mata rusanya berkedip penasaran. “Aku tidak bilang apa pun.” Luna meminta bantuan Anna menaiki tangga ke lantai dua. Jemari lentik besarnya melingkari gagang pintu, tatapan matanya jatuh ke pintu kamar yang kini dihuni oleh Marios. Rasanya aneh. Luna belum terbiasa ada penghuni baru di wilayah pribadinya. Lagi pula mengapa nenek tiba-tiba ingin Marios tinggal di sini? Kehidupan Luna jadi kacau. Wanita gendut itu

  • Malas Terlibat Drama Percintaan, Nona Tolak 4 Pria Dominan   023.

    Gerbang tinggi Laventin terbuka otomatis ketika sebuah mobil ivory white dengan sentuhan emas itu tiba di depan. Setelah pintu terbuka, Rolls-Royce Sweptail mewah itu melaju membelah jalanan mulus yang dikelilingi taman luar biasa besar. Perlu beberapa saat untuk tiba di halaman utama mansion. Luna menoleh menatap Leon di sebelah, “Terima kasih untuk hari ini tuan muda,” ujarnya tulus. Jika bukan karena paksaan Leon, ia mungkin melewatkan pekerjaan bergaji fantastis dari L'mois Club. “Hanya terima kasih?” Mata indah Leon berkedip menggoda. “Paling tidak beri aku hadiah untuk menunjukkan ketulusan hatimu.” “Hadiah apa yang tuan muda inginkan?” Luna menghitung total uangnya dalam benak. “Tapi jangan meminta benda mahal. Saya masih miskin sekarang.” Kejujuran tentang ‘miskin’ menarik perhatian Leon. Pria itu tertawa mendengar kepolosan Luna. “Aku tidak akan meminta hadiah mahal. Aku mau ciuman sebagai hadiahnya.” “Ya?” Kesadaran Luna terombang-ambing sejenak. Pria itu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status