Chapter: Bab 51 - PerihHari Alana kembali normal, dia menjalankan rutinitas seperti biasa. Seperti hari ini, dia sedang bersiap untuk ke kantor. Berjalan keluar dari kamarnya menuju meja makan untuk sarapan bersama dengan ibu dan kakaknya, seperti biasa. "Pagi, sayang" sapa Erika begitu Alana tiba di ruang makan. Alana pun tersenyum. "Pagi, Bu" dia mendudukkan tubuhnya di salah satu kursi, "kakak mana, Bu?" Tanyanya kala tak melihat sosok Ayra di meja makan. Erika terlihat berpikir menjawab pertanyaan Alana. "Dia sedang di dapur" Kerutan di kening Alana menandakan akan adanya pertanyaan lain. "Tumben. Sedang buat apa, Kakak?" "Biarkan saja, kamu lanjut lagi sarapan. Bukankah hari ini kamu persiapan untuk lounching produk baru dari Cullen?" Alana pun patuh, dia kembali melanjutkan sarapannya, dan tak lagi menanyakan perihal sang kakak. Bukan maksud Erika untuk tidak memberitahu Alana, alasan Ayra berada di dapur. Hanya saja, Erika tidak mau membuat Alana merasa canggung, karena Ayra sedang m
Last Updated: 2025-12-13
Chapter: Bab 50-Acara TunanganHari pertunangan tiba. Ballroom hotel sudah disulap menjadi sebuah ruangan yang indah. Dekorasi modern yang membuat semuanya begitu fresh. Karangan bunga sudah memenuhi pintu masuk. Para tamu undangan sudah mulai berdatangan satu persatu. Ayra masih bersiap di kamarnya, begitu pula dengan Erika dan Alana yang sudah selesai dengan riasannya. Semuanya sudah selesai, kini mereka pun berjalan keluar ruangan menuju Ballroom. Erika terus menatap sendu Alana, dia masih saja terus menyalahkan dirinya, karena semua ini ulah dirinya. Erika memeluk Alana dengan mata yang berembun, menangkup kedua pipi putrinya itu, tersenyum getir. Begitu pula dengan Alana yang merasakan hal yang sama, dia tersenyum manis dengan mata yang juga berembun. Erika tak tahan lagi, dia pun memeluk erat tubuh Alana, dengan terus mengatakan maaf pada putrinya itu. "Bu, jangan menangis, nanti Kakak lihat" ucap Alana mengingatkan. "Kenapa kalian menangis?" Tanya Ayra yang benar saja dia melihatnya. Erika m
Last Updated: 2025-12-08
Chapter: Bab 49-PertengkaranAlana baru tiba di rumah menjelang malam. Tentu dia diantar oleh Ezra. "Mampir dulu, Zra. Sekalian makan malam di rumah, udah lama kan?" Ezra terdiam sesaat, hingga kelalanya dia anggukkan. "Ok, lagi pula Ibu Erika sudah jinak, kan" goda Ezra. Ya, Ezra tahu cerita Erika yang sudah mulai menerima Alana, semua itu Alana ceritakan saat perjalanan mereka menuju Kota Lama. Mereka pun turun dari mobil dan berjalan masuk, keduanya baru menyadari ada mobil Shayne terparkir di depan sana. Namun, Alana mengabaikannya, toh dia harus terbiasa dengan ini. Nanti pun dia akan sering bertemu, karena nanti Shayne akan menjadi Kakak iparnya. "Alana, dari mana saja kamu? Ibu khawatir" cerca Erika begitu melihat Alana tiba. "Dari tadi Ibu mondar mandir, karena kamu susah dihubungi, dan Om Reno bilang kamu sudah kembali dari Kota Lama siang tadi" Ayra menimpali. Sungguh senang sekali rasanya di khawatirkan oleh sang ibu. Itulah yang selama ini Alana inginkan. Diam-diam Alana tersenyum. "Aku hab
Last Updated: 2025-12-05
Chapter: Bab 48-Rumah Sakit"Bagaimana, Dok. Kondisi adik saya?" Tanya Ata.l Ya.. sedari tadi ada Ata juga disini, Alana tidak menyadarinya. "Kakaknya Asla?" Bisik Alana bertanya. Clara mengangguk. "Daritadi dia ada disana, Al. Gue kesini sama dia" Alana mengkerutkan keningnya. Seakan paham dengan ekspresi Alana, Clara pun menjelaskan bagaimana dia bisa tahu jika Asla pinsan dan berakhir di rumah sakit. Clara yang baru tiba di kontrakan Asla mendapati pemandangan yang tidak mengenakan. Disana Ata akan menggendong Asla, dengan cepat Clara menghampiri dan bertanya. Ternyata, Asla tak sadarkan diri. "Asla pingsan" kagetnya. "Bawa masuk ke mobil saya, kita bawa Asla ke rumah sakit" dengan sigap Clara pun meminta Ata untuk membawa Asla. Clara membantu membuka pintu bagian belakang, mempersilakan Ata masuk yang sedang menggendong Asla. Sungguh berantakan sekali wajah Ata, pria itu terus memanggil nama sang adik. Memang bukan waktu yang tepat, tetapi rasa penasaran Clara semakin menggebu, dia pun bert
Last Updated: 2025-12-05
Chapter: Bab 47-Cinta EzraAlana baru saja tiba di TPU Kota Lama, dia meminta alamat dimana Lena dikebumikan kepada Reno. Kakinys menyusuri jalan setapak diantara gundukan tanah yang terbalut rumput hijau, lengkap dengan batu nisan di atasnya. Ada beberapa yang tertabur bunga, menandakan bahwa ada sanak saudara yang baru saja berkunjung. Alana tetap melangkah menuju tempat tujuan, hingga dia tiba disebuah gundukan tanah dengan nisan bernamakan Lena Presticia. Ntah mengapa, ketika membaca nama nisan tersebut, kedua mata dan hidung Alana memanas, pandangannya pun mulai buram, dagunya pun sudah bergetar. "Ma-mama" cicitnya. Dia pun terduduk di dekat pusaran Lena. Badannya seperti tidak bertulang, lemas rasanya. "Kenapa, Mama tega ninggalin Alana disini sendiri, Ma" ucapnya, seolah dia sedang berbicara dengan seseorang yang nyata. Air matanya menetes membasahi pipinya. "Awalnya, Alana berfikir, kalau Alana anak yang tidak diinginkan terlahir ke dunia ini. Alana pikir, orang-orang tidak menginginkan Alan
Last Updated: 2025-12-03
Chapter: Bab 46-Hati AlanaKini mereka sudah terduduk di ruang tamu. Erika, Alana, Shayne, Reno, dan Arlo. "Ada apa, Bu?" Tanya Alana yang sudah penasaran sedari tadi. Erika menarik nafasnya dalam-dalam, sebelum dia menjelaskan semuanya pada Alana. "Kamu, sebenarnya bukanlah putri kandung ibu" Deg.. satu kalimat itu membuat hati Alana sakit, meskipun dia sudah menyadarinya, tetapi jika mendengarnya langsung rasanya berbeda. "Tapi, kamu tetaplah putri ibu, apa pun kenyataannya, kamu adalah putri ibu!" Lanjut Erika menyakinkan. Alana hanya tersenyum getir. "Kami mengatakan ini, bukan untuk membuat kamu sedih. Kami hanya ingin kamu mengetahui kebenarannya, Nak" kali ini Reno yang berbicara. "Kamu adalah putri dari sahabat ibu, sahabat dekat ibu. Dan, Ibu minta maaf, atas semua perbuatan Ibu padamu selama ini. Pikiran ibu terlalu sempit kala itu, membuat ibu menjadi membenci dirimu, maafkan Ibu" lirihnya dengan penuh penyesalan. "Nak, jangan pernah tinggalkan Ibu. Ibu, ingin terus mendampingimu,
Last Updated: 2025-12-02
Chapter: Bab 51-Shreya CegilLyana mencari tahu latar belakang Azael. Dia membuka internet untuk memastikan siapa Azael sebenarnya. Kenapa bisa dia tidak mencurigai Azael dari awal. Lyana mengira jika Azael hanyalah seorang karyawan biasa di perusahaan itu, tanpa mengetahui nama belakang pria itu. Matanya terfokus pada layar laptopnya, disana terdapat biodata Azael yang merupakan seorang putra tunggal dari seorang pengusaha ternama di negeri ini. "Azael Malik Zayn," tersenyum sinis kala menyebutkan nama Azael. "Bagaimana bisa lo ketemu dengan pria seperti Azael, Arabella Zayana." Sambungnya. Nampak jelas sekali kekesalan di raut wajah Lyana, kala dia memikirkan bagaimana jalan hidup dan kisah cinta Arabella. Dia terus menggulir informasi di internet mengenai Azael, hingga saat masuk ke artikel selanjutnya, ide liciknya pun bekerja. Tersenyum dengan lebar kala dia memikirkan hal ini. ** Di dalam kamar, dua orang wanita sedang merapihkan barang-barangnya, karena esok hari mereka akan check out dan kembali te
Last Updated: 2026-02-13
Chapter: Bab 50-Aksi Arabella"Apa jabatan pacar lo, Shre?" Nanalah yang bertanya. Shreya terdiam, dia pun tidak tahu jabatan pasti Naufal di perusahaan itu apa. "Em..." "Asisten Pribadi CEO." Bukan Shreya yang menjawab, tetapi Naufal sendiri. "Asisten CEO, waw tinggi juga ya." "Tinggi pun, tetap seorang bawahan kan." Timpal Lyana. "Bawahan pun bukan sembarang bawahan ya, Ly. Susah untuk dapetin posisi itu." Lisalah yang menjawab. "Oh iya, Bella, pacar lo jabatannya apa di kantor?" Tanya Lyana dengan wajah yang seolah meremehkan. Lyana berfikir jika kekasih Arabella hanya karyawan biasa, tidak memiliki jabatan tinggi. "Satu divisi sama lo?" Arabella terdiam, dia binggung harus menjawab apa, tetapi dirinya harus membungkam mulut Lyana yang menyebalkan itu. "Em... gue gak tahu ya.. kalau CEO itu masuk ke divisi mana, atau lo tahu, Ly?" Sahutnya dengan tersenyum begitu manis. Seketika jawaban Arabella membuat Azael dan Shreya terkejut, karena mereka berfikir jika Arabella akan menutupi ident
Last Updated: 2026-02-12
Chapter: Bab 49-Acara LyanaFlashback beberapa jam sebelum resmi pacaran... Azael dan Naufal tengah terduduk di kursi restoran, menikmati secangkir kopi sembari memeriksa pekerjaan melelaui tabnya. "Bagaimana kemajuan produk terbaru kita, apakah sample-nya sudah selesai?" Tanya Azael. "Masih dalam tahap produksi. Untuk produk ini kita akan memastikan setiap bahan yang digunakan tidak berbahaya dan aman dikonsumsi. Bahan pokok seperti kentang pun kita akan ambil langsung dari para petani lokal, kita akan menggunakan setiap bahan dari para petani langsung." Jawab Naufal. "Iya, mensejahterakan para petani dan agar lebih tepat sasaran, jangan sampai ada kesalahan. Karena kita akan menjual makanan yang akan lebih sering diminati oleh anak-anak. Setiap bahan yang digunakan harus tertakar dan terkontrol." "Baik." "Berkas mengenai resort mana, Fal?" Naufal mengkerutkan keningnya, karena sedari kemarin dia tidak membawa berkas apa pun. "Fal?" Panggil kembali Azael. "Gue periksa dulu di kamar," kata Naufal lalu
Last Updated: 2026-02-11
Chapter: Bab 48-Resmi Sepasang KekasihSaat ini di lantai atas sudah didekor seromantis mungkin. Tentu saja semua ini adalah keinginan Lyana, dia ingin acara anniversary dirinya dan Zayan menjadi momen paling bahagia, dan disaksikan oleh teman-temannya. Terutama dia ingin menunjukkan pada Arabella, bahwa kini lelaki yang dia sukai dan menyukainya pun tak lagi berada dipihak dia, kini lelaki itu menjadi miliknya. "Sayang, kamu sudah siap?" Tanya Lyana melalui sambungan telponnya. "....." "Baiklah, aku tunggu di atas." Panggilan pun berakhir. Karena Zayan belum selesai maka dia akan ke restoran lebih dulu. Berjalan di lorong hotel menuju lift, saat pintu lift terbuka ternyata seseorang hendak keluar dari lift. Senyum Lyana mengembang kala melihat orang tersebut keluar dari lift dengan terburu-buru. Lyana pun masuk ke dalam lift sebelum pintu lift tertutup. Sebuah kertas tergeletak di atas lantai lift yang dingin. Lyana mengkerutkan keningnya kala melihat kertas itu, "mungkin milik pria tadi." Lyana mengambil
Last Updated: 2026-02-09
Chapter: Bab 47Pria dengan kemeja putih tanpa dasi itu masih memantau di lokasi pembangunan. Pandangannya menatap lurus ke depan sana, bangunan yang masih mendirikan pondasi itu. "Mereka sudah di hotel semua?" Tanyanya begitu menyadari kehadiran seseorang. "Sudah. Kita sudah reservasi untuk acara makan malam nanti." Jawabnya. Kedua tangannya tenggelam dalam saku celana. "Apa yang lagi lo pikirin?" Azael menarik nafasnya dalam-dalam, lalu mengembuskannya perlahan. "Ntahlah, hanya merasa sedikit khawatir akan hal yang tidak jelas." "Proyek ini sudah ditangani oleh mereka yang sudah ahli dan juga terbiasa dengan pekerjaan seperti ini dan juga penanggung jawab proyek ini, dia adalah pria cerdas, penuh dengan ide-ide baru, jadi apa yang lo khawatirin?" Kata Naufal menyemangati Azael. Azael terus menatap lurus tanah luas di depan sana dengan banyaknya bahan bangunan yang sudah menumpuk disana. Kini kedua pria ini sudah berada di mobil. Mereka akan menuju hotel untuk beristirahat pula. J
Last Updated: 2026-02-08
Chapter: Bab 46-Manis..Setelah penerbangan 1 jam 55 menit, mereka pun tiba di Bali. Mobil jemputan mereka sudah tiba dan langsung membawa mereka ke lokasi resort, karena acara akan segera dimulai.Peletakan batu pertama akan dilakukan oleh Azael selaku penanggung jawab dari seluruh proyek kali ini. Tepuk tangan pun terdengar kala Azael sudah meletakkan batu sebagai acara inti pada hari ini.Setelahnya pembangunan pun akan langsung dilakukan. Azael berkeliling terlebih dahulu untuk memastikan semuanya. Dia berkeliling bersama dengan para staff yang ikut serta hari ini.Pihal kontruksi pun sudah memulai pekerjaan mereka, setelah acara tadi. Sementara Arabella memastikan kembali bahwa pekerjaan akan sesuai dengan desain yang sudah ada.Perwakilan dari departemen keuangan pun sedang memastikan kembali anggaran dengan keadaan lapangan. Mereka smeua sudah sibuk dengan pekerjaannya masing-masing.Fokus mereka tertuju pada kertas, atau tab yang memang sengaja mereka bawa, agar memudahkan pekerjaan.Tanpa disadari
Last Updated: 2026-02-07