author-banner
Cinta94
Cinta94
Author

Novels by Cinta94

Kontrak Panas dengan CEO

Kontrak Panas dengan CEO

Seorang wanita ceria dan setia secara tidak sengaja menyinggung CEO yang dingin setelah menggantikan teman terbaiknya dalam kencan buta yang diatur oleh keluarganya. Sebagai hukuman, CEO memaksanya menandatangani kontrak hubungan palsu untuk melindungi reputasinya dan membuatnya membayar atas tipu dayanya. Apa yang awalnya merupakan hubungan paksa yang dipenuhi kebencian dan ketegangan perlahan berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam saat keduanya saling tertarik. Di tengah tekanan keluarga, ambisi, dan ketakutan kehilangan kendali, mereka harus memutuskan apakah akan mempertahankan harga diri mereka atau mengakui perasaan yang telah tumbuh di antara mereka.
Read
Chapter: Bab 16-Baking
Arabella baru saja tiba di rumahnya. Dia tidak bisa terus menerus terbawa perasaan seperti ini, dia harus bisa menyesuaikan, jika terus memasang wajah menyedihkan seperti ini, maka akan membuat kedua orang tuanya khawatir. "Ibu..." panggilnya kala dia sudah membuka pintu, bukan panggilan lebih tepatnya teriakan. "Kenapa, Bella." Panik Arunika, karena teriakan Arabella. "Kak, udah kaya di hutan tahu gak, teriak-teriak aja lo," protes Azelan. Arabella tidak memperdulikan adiknya tersebut, dia lebih memilih menghampiri sang ibu dan ayah. "Bu... ada pesanan untuk hari sabtu besok. Acara besar perusahaan." Hebohnya seraya menatap Arunika dan Andi bergantian, dengan tangan yang mengenggam jemari Arunika. Seketika Arunika dan Andi mematung, mencerna ucapan putri mereka. "Kamu serius, Nak?" Tanya Andi memastikan. Dengan wajah senang Arabella menganggukkan kepalanya. "Serius Ayah. Bu Eliza sendiri yang memberitahu aku. Katanya, CEO di kantor suka sekali sama cake tiramisu yang
Last Updated: 2026-01-01
Chapter: Bab 15-Menyedihkan
"Astaga, Altair.. gue kira gak separah ini loh." Kaget Giselle kala melihat kondisi Altair yang terbaring di atas brankar rumah sakit, dengan kondisi kaki yang diperban, dan juga beberapa memar di tangan, serta keningnya. "Kamu benaran jatuh di depam kamar mandi?" Tanya Eliza, karena sepertinya bukan terpeleset biasa. Altair memasang muka yang menyedihkan. "Sebenarnya, saya terserempet mobil saat akan berangkat ke kantor," Seketika Eliza, Arabella, dan Giselle pun kaget mendengarnya. "Kenapa kamu bilang pada saya jatuh di kamar mandi?" "Saya tidak mau membuat kalian heboh saja." Sebenarnya dia tidak ingin membuat rekan kerjanya ini khawatir, tetapi semua diluar kendalinya. Karena tanpa sepengetahuannya Eliza, Bela, dan Giselle datang untuk menjenguk dia di rumah sakit. "Lo benar benar ya, Al. Kalau Bu Eliza gak ngajak kita kesini, kita gak akan tahu kejadian sebenarnya." Omel Arabella, mau bagaimana pun, tetap saja Altair tidak bisa berbohong pada mereka, meskipun niatnya bai
Last Updated: 2025-12-30
Chapter: Bab 14-Galau
"Jadi, terhitung sudah 4 hari, si cowok itu gak ada chat lo?" Tanya Shreya.Arabella hanya mengangguk pasrah, dengan embusan nafasnya yang dia keluarkan. "Bagus dong, bearti dia udah nyerah buat gangguin lo," "Gak ada yang bagus, Shre.. justru gue merasa khawatir, dibalik diam dia pasti ada rencana lain yang lebih menakjubkan," Shreya pun terdiam, dengan raut wajah seolah berpikir. "Aaahhh... gak, itu gak mungkin. Gue rasa dia benar benar sudah mundur dan gak akan buat hidup kita, terutama hidup lo susah lagi," ucapnya dengan kedua alis yang dia naik turunkan. Arabella menatap tak percaya sahabatnya ini. "Shre, lo udah ingat, si Azael ini CEO di perusahaan mana?" Tiba-tiba saja dia teringat akan satu pertanyaan yang belum Shreya jawab. Shreya mengalihkan pandangannya, dengan bola mata yang dia lirikan ke kanan dan kiri, seolah mencari alasan yang pas, karena dia belum mengetahuinya. Lebih tepatnya, dia tidak menanyakannya kembali pada sang ayah, karena dia malas berhubungan dengan
Last Updated: 2025-12-29
Chapter: Bab 13-Lelah
"Maaf, saya terlambat," ucapnya seseorang, membuat Azael yang tengah fokus pada tabnya mengalihkan pandangannya. Terlihat wajahnya yang terlihat lelah, belum lagi nafasnya yang naik turun, mungkinkah dia terburu-buru saat menuju kesini. Satu lagi, koper kecil di tangannya. Nampaknya dia langsung menuju ke restoran. Tanpa menunggu dipersilakan pun, Arabella sudah mendudukkan tubuhnya di atas kursi. Karena melihat respon Azael yang hanya terdiam. Azael kembali mendapatkan kesadarannya. "Terlambat setengah jam lebih." Arabella hanya bisa terdiam, dia bingung harus beralasan apa. "Apakah habis melakukan perjalanan bisnis?" Tanya Azael yang membuat Arabella langsung menganggukkan kepalanya. "Oh... ya, benar. Em.. perusahaan mengirim saya untuk melakukan perjalanan bisni kali ini," sahutnya dengan seulas senyum. Azael menyenderkan kembali punggungnya pada sandaran kursi, melipat kedua tangannya di dada, lalu memperhatikan penampilan Arabella. "Apakah perusahaan tidak member
Last Updated: 2025-12-28
Chapter: Bab 12-Tiba
Tepat pukul 17.00, Azael tiba di restoran bintang. Sesuai dengan apa yang dia janjikan. Dirinya tersenyum penuh kemenangan kala melihat meja yang dia reservasi masih kosong, belum terisi oleh seseorang disana. Rasa penuh kemenangan memuncah dalam hatinya. Azael mendudukan dirinya di atas kursi, lalu memesan satu minuman untuknya, sati cangkir kopi. Dengan santainya dia terduduk, kaki kanannya bertumpu di atas kaki kiri, dengan fokus mata tertuju pada tab ditangannya. Sesekali dia melihat jam di layar tabnya, sudah setengah jam berlalu, tapi sosok wanita yang dia tunggu masih belum menampakkan wujudnya. Sementara itu dilain tempat.. "Bel, udah selesai?" Tanya Dinda. Bella pun mengaitkan resleting kopernya, lalu menyusul Dinda yang sudah rapih sedari tadi. "Ayok!" Mereka pun berjalan keluar kamar untuk menuju loby hotel. Sejak pukul 13.30 pekerjaan mereka sudah selesai, awalnya beberapa dari mereka berinisiatif untuk tinggal dan menikmati keindahan bali, namun yang lain
Last Updated: 2025-12-27
Chapter: Bab 11-Sebuah Pertemuan
"Gak nyangka sih bisa ketemu sama lo disini. By the way apakabar?" Tanya Lyana Zavendra.Lyana adalah teman satu sekolah Arabella dan juga Shreya tentunya. Namun mereka tidak memiliki hubungan yang baik, karena ada beberapa kesalah pahaman antara Bella dan Lyana."Gue baik." Jawab Bella dengan senyum yang dia paksakan."Sendiri aja?" Sebuah pertanyaan yang terdengar seperti ejekan."Kebetulan ada kerjaan, jadi ramean sama tim di kantor.""Oh... dinas luar kota, gue kira lo lagi liburan sama pacar." Sahutnya dengan senyuman mengejek, "kalau gitu gue duluan ya, Zayan udah nungguin di depan. By, Bel." Sambungnya.Wanita itu pun melangkahkan kakinya keluar, meninggalkan Arabella dengan senyum penuh kemenangan.Arabella tidak menangka jika dia akan bertemu dengan teman lamanya disini, dan satu lagi, jika memang takdir tak berpihak padanya, maka dia akan bertemu dengan Zayan, karena pria itu pun berada disini."Oh Tuhan, semoga aku tidak bertemu dengannya disini." Harapnya.Dia pun keluar d
Last Updated: 2025-12-25
Luka Cinta

Luka Cinta

Alana Zahira Malik seorang yatim piatu yang merelakan cintanya, demi sang kakak agar mendapatkan cinta dan kasih sayang dari ibu sambungnya. Namun, Shayne tidak memcintai kakak Alana, dia bersikeras agar dirinya dan Alana tidak putus. Tetapi, Alana tetap bersikeras agar Shayne mau menerima lamaran dari Ayra, yang ternyata adalah kakak tiri Alana.
Read
Chapter: Bab 51 - Perih
Hari Alana kembali normal, dia menjalankan rutinitas seperti biasa. Seperti hari ini, dia sedang bersiap untuk ke kantor. Berjalan keluar dari kamarnya menuju meja makan untuk sarapan bersama dengan ibu dan kakaknya, seperti biasa. "Pagi, sayang" sapa Erika begitu Alana tiba di ruang makan. Alana pun tersenyum. "Pagi, Bu" dia mendudukkan tubuhnya di salah satu kursi, "kakak mana, Bu?" Tanyanya kala tak melihat sosok Ayra di meja makan. Erika terlihat berpikir menjawab pertanyaan Alana. "Dia sedang di dapur" Kerutan di kening Alana menandakan akan adanya pertanyaan lain. "Tumben. Sedang buat apa, Kakak?" "Biarkan saja, kamu lanjut lagi sarapan. Bukankah hari ini kamu persiapan untuk lounching produk baru dari Cullen?" Alana pun patuh, dia kembali melanjutkan sarapannya, dan tak lagi menanyakan perihal sang kakak. Bukan maksud Erika untuk tidak memberitahu Alana, alasan Ayra berada di dapur. Hanya saja, Erika tidak mau membuat Alana merasa canggung, karena Ayra sedang m
Last Updated: 2025-12-13
Chapter: Bab 50-Acara Tunangan
Hari pertunangan tiba. Ballroom hotel sudah disulap menjadi sebuah ruangan yang indah. Dekorasi modern yang membuat semuanya begitu fresh. Karangan bunga sudah memenuhi pintu masuk. Para tamu undangan sudah mulai berdatangan satu persatu. Ayra masih bersiap di kamarnya, begitu pula dengan Erika dan Alana yang sudah selesai dengan riasannya. Semuanya sudah selesai, kini mereka pun berjalan keluar ruangan menuju Ballroom. Erika terus menatap sendu Alana, dia masih saja terus menyalahkan dirinya, karena semua ini ulah dirinya. Erika memeluk Alana dengan mata yang berembun, menangkup kedua pipi putrinya itu, tersenyum getir. Begitu pula dengan Alana yang merasakan hal yang sama, dia tersenyum manis dengan mata yang juga berembun. Erika tak tahan lagi, dia pun memeluk erat tubuh Alana, dengan terus mengatakan maaf pada putrinya itu. "Bu, jangan menangis, nanti Kakak lihat" ucap Alana mengingatkan. "Kenapa kalian menangis?" Tanya Ayra yang benar saja dia melihatnya. Erika m
Last Updated: 2025-12-08
Chapter: Bab 49-Pertengkaran
Alana baru tiba di rumah menjelang malam. Tentu dia diantar oleh Ezra. "Mampir dulu, Zra. Sekalian makan malam di rumah, udah lama kan?" Ezra terdiam sesaat, hingga kelalanya dia anggukkan. "Ok, lagi pula Ibu Erika sudah jinak, kan" goda Ezra. Ya, Ezra tahu cerita Erika yang sudah mulai menerima Alana, semua itu Alana ceritakan saat perjalanan mereka menuju Kota Lama. Mereka pun turun dari mobil dan berjalan masuk, keduanya baru menyadari ada mobil Shayne terparkir di depan sana. Namun, Alana mengabaikannya, toh dia harus terbiasa dengan ini. Nanti pun dia akan sering bertemu, karena nanti Shayne akan menjadi Kakak iparnya. "Alana, dari mana saja kamu? Ibu khawatir" cerca Erika begitu melihat Alana tiba. "Dari tadi Ibu mondar mandir, karena kamu susah dihubungi, dan Om Reno bilang kamu sudah kembali dari Kota Lama siang tadi" Ayra menimpali. Sungguh senang sekali rasanya di khawatirkan oleh sang ibu. Itulah yang selama ini Alana inginkan. Diam-diam Alana tersenyum. "Aku hab
Last Updated: 2025-12-05
Chapter: Bab 48-Rumah Sakit
"Bagaimana, Dok. Kondisi adik saya?" Tanya Ata.l Ya.. sedari tadi ada Ata juga disini, Alana tidak menyadarinya. "Kakaknya Asla?" Bisik Alana bertanya. Clara mengangguk. "Daritadi dia ada disana, Al. Gue kesini sama dia" Alana mengkerutkan keningnya. Seakan paham dengan ekspresi Alana, Clara pun menjelaskan bagaimana dia bisa tahu jika Asla pinsan dan berakhir di rumah sakit. Clara yang baru tiba di kontrakan Asla mendapati pemandangan yang tidak mengenakan. Disana Ata akan menggendong Asla, dengan cepat Clara menghampiri dan bertanya. Ternyata, Asla tak sadarkan diri. "Asla pingsan" kagetnya. "Bawa masuk ke mobil saya, kita bawa Asla ke rumah sakit" dengan sigap Clara pun meminta Ata untuk membawa Asla. Clara membantu membuka pintu bagian belakang, mempersilakan Ata masuk yang sedang menggendong Asla. Sungguh berantakan sekali wajah Ata, pria itu terus memanggil nama sang adik. Memang bukan waktu yang tepat, tetapi rasa penasaran Clara semakin menggebu, dia pun bert
Last Updated: 2025-12-05
Chapter: Bab 47-Cinta Ezra
Alana baru saja tiba di TPU Kota Lama, dia meminta alamat dimana Lena dikebumikan kepada Reno. Kakinys menyusuri jalan setapak diantara gundukan tanah yang terbalut rumput hijau, lengkap dengan batu nisan di atasnya. Ada beberapa yang tertabur bunga, menandakan bahwa ada sanak saudara yang baru saja berkunjung. Alana tetap melangkah menuju tempat tujuan, hingga dia tiba disebuah gundukan tanah dengan nisan bernamakan Lena Presticia. Ntah mengapa, ketika membaca nama nisan tersebut, kedua mata dan hidung Alana memanas, pandangannya pun mulai buram, dagunya pun sudah bergetar. "Ma-mama" cicitnya. Dia pun terduduk di dekat pusaran Lena. Badannya seperti tidak bertulang, lemas rasanya. "Kenapa, Mama tega ninggalin Alana disini sendiri, Ma" ucapnya, seolah dia sedang berbicara dengan seseorang yang nyata. Air matanya menetes membasahi pipinya. "Awalnya, Alana berfikir, kalau Alana anak yang tidak diinginkan terlahir ke dunia ini. Alana pikir, orang-orang tidak menginginkan Alan
Last Updated: 2025-12-03
Chapter: Bab 46-Hati Alana
Kini mereka sudah terduduk di ruang tamu. Erika, Alana, Shayne, Reno, dan Arlo. "Ada apa, Bu?" Tanya Alana yang sudah penasaran sedari tadi. Erika menarik nafasnya dalam-dalam, sebelum dia menjelaskan semuanya pada Alana. "Kamu, sebenarnya bukanlah putri kandung ibu" Deg.. satu kalimat itu membuat hati Alana sakit, meskipun dia sudah menyadarinya, tetapi jika mendengarnya langsung rasanya berbeda. "Tapi, kamu tetaplah putri ibu, apa pun kenyataannya, kamu adalah putri ibu!" Lanjut Erika menyakinkan. Alana hanya tersenyum getir. "Kami mengatakan ini, bukan untuk membuat kamu sedih. Kami hanya ingin kamu mengetahui kebenarannya, Nak" kali ini Reno yang berbicara. "Kamu adalah putri dari sahabat ibu, sahabat dekat ibu. Dan, Ibu minta maaf, atas semua perbuatan Ibu padamu selama ini. Pikiran ibu terlalu sempit kala itu, membuat ibu menjadi membenci dirimu, maafkan Ibu" lirihnya dengan penuh penyesalan. "Nak, jangan pernah tinggalkan Ibu. Ibu, ingin terus mendampingimu,
Last Updated: 2025-12-02
You may also like
Biarkan Aku Pergi!
Biarkan Aku Pergi!
Romansa · Selatan Dangkal
6.1M views
Saat Matanya Terbuka
Saat Matanya Terbuka
Romansa · Kesunyian Sederhana
4.7M views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status