Share

Bab 51-Shreya Cegil

Penulis: Cinta94
last update Terakhir Diperbarui: 2026-02-13 21:31:14

Lyana mencari tahu latar belakang Azael. Dia membuka internet untuk memastikan siapa Azael sebenarnya. Kenapa bisa dia tidak mencurigai Azael dari awal. Lyana mengira jika Azael hanyalah seorang karyawan biasa di perusahaan itu, tanpa mengetahui nama belakang pria itu.

Matanya terfokus pada layar laptopnya, disana terdapat biodata Azael yang merupakan seorang putra tunggal dari seorang pengusaha ternama di negeri ini.

"Azael Malik Zayn," tersenyum sinis kala menyebutkan nama Azael.

"Bagaiman
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Kontrak Panas dengan CEO   Bab 51-Shreya Cegil

    Lyana mencari tahu latar belakang Azael. Dia membuka internet untuk memastikan siapa Azael sebenarnya. Kenapa bisa dia tidak mencurigai Azael dari awal. Lyana mengira jika Azael hanyalah seorang karyawan biasa di perusahaan itu, tanpa mengetahui nama belakang pria itu. Matanya terfokus pada layar laptopnya, disana terdapat biodata Azael yang merupakan seorang putra tunggal dari seorang pengusaha ternama di negeri ini. "Azael Malik Zayn," tersenyum sinis kala menyebutkan nama Azael. "Bagaimana bisa lo ketemu dengan pria seperti Azael, Arabella Zayana." Sambungnya. Nampak jelas sekali kekesalan di raut wajah Lyana, kala dia memikirkan bagaimana jalan hidup dan kisah cinta Arabella. Dia terus menggulir informasi di internet mengenai Azael, hingga saat masuk ke artikel selanjutnya, ide liciknya pun bekerja. Tersenyum dengan lebar kala dia memikirkan hal ini. ** Di dalam kamar, dua orang wanita sedang merapihkan barang-barangnya, karena esok hari mereka akan check out dan kembali te

  • Kontrak Panas dengan CEO   Bab 50-Aksi Arabella

    "Apa jabatan pacar lo, Shre?" Nanalah yang bertanya. Shreya terdiam, dia pun tidak tahu jabatan pasti Naufal di perusahaan itu apa. "Em..." "Asisten Pribadi CEO." Bukan Shreya yang menjawab, tetapi Naufal sendiri. "Asisten CEO, waw tinggi juga ya." "Tinggi pun, tetap seorang bawahan kan." Timpal Lyana. "Bawahan pun bukan sembarang bawahan ya, Ly. Susah untuk dapetin posisi itu." Lisalah yang menjawab. "Oh iya, Bella, pacar lo jabatannya apa di kantor?" Tanya Lyana dengan wajah yang seolah meremehkan. Lyana berfikir jika kekasih Arabella hanya karyawan biasa, tidak memiliki jabatan tinggi. "Satu divisi sama lo?" Arabella terdiam, dia binggung harus menjawab apa, tetapi dirinya harus membungkam mulut Lyana yang menyebalkan itu. "Em... gue gak tahu ya.. kalau CEO itu masuk ke divisi mana, atau lo tahu, Ly?" Sahutnya dengan tersenyum begitu manis. Seketika jawaban Arabella membuat Azael dan Shreya terkejut, karena mereka berfikir jika Arabella akan menutupi ident

  • Kontrak Panas dengan CEO   Bab 49-Acara Lyana

    Flashback beberapa jam sebelum resmi pacaran... Azael dan Naufal tengah terduduk di kursi restoran, menikmati secangkir kopi sembari memeriksa pekerjaan melelaui tabnya. "Bagaimana kemajuan produk terbaru kita, apakah sample-nya sudah selesai?" Tanya Azael. "Masih dalam tahap produksi. Untuk produk ini kita akan memastikan setiap bahan yang digunakan tidak berbahaya dan aman dikonsumsi. Bahan pokok seperti kentang pun kita akan ambil langsung dari para petani lokal, kita akan menggunakan setiap bahan dari para petani langsung." Jawab Naufal. "Iya, mensejahterakan para petani dan agar lebih tepat sasaran, jangan sampai ada kesalahan. Karena kita akan menjual makanan yang akan lebih sering diminati oleh anak-anak. Setiap bahan yang digunakan harus tertakar dan terkontrol." "Baik." "Berkas mengenai resort mana, Fal?" Naufal mengkerutkan keningnya, karena sedari kemarin dia tidak membawa berkas apa pun. "Fal?" Panggil kembali Azael. "Gue periksa dulu di kamar," kata Naufal lalu

  • Kontrak Panas dengan CEO   Bab 48-Resmi Sepasang Kekasih

    Saat ini di lantai atas sudah didekor seromantis mungkin. Tentu saja semua ini adalah keinginan Lyana, dia ingin acara anniversary dirinya dan Zayan menjadi momen paling bahagia, dan disaksikan oleh teman-temannya. Terutama dia ingin menunjukkan pada Arabella, bahwa kini lelaki yang dia sukai dan menyukainya pun tak lagi berada dipihak dia, kini lelaki itu menjadi miliknya. "Sayang, kamu sudah siap?" Tanya Lyana melalui sambungan telponnya. "....." "Baiklah, aku tunggu di atas." Panggilan pun berakhir. Karena Zayan belum selesai maka dia akan ke restoran lebih dulu. Berjalan di lorong hotel menuju lift, saat pintu lift terbuka ternyata seseorang hendak keluar dari lift. Senyum Lyana mengembang kala melihat orang tersebut keluar dari lift dengan terburu-buru. Lyana pun masuk ke dalam lift sebelum pintu lift tertutup. Sebuah kertas tergeletak di atas lantai lift yang dingin. Lyana mengkerutkan keningnya kala melihat kertas itu, "mungkin milik pria tadi." Lyana mengambil

  • Kontrak Panas dengan CEO   Bab 47

    Pria dengan kemeja putih tanpa dasi itu masih memantau di lokasi pembangunan. Pandangannya menatap lurus ke depan sana, bangunan yang masih mendirikan pondasi itu. "Mereka sudah di hotel semua?" Tanyanya begitu menyadari kehadiran seseorang. "Sudah. Kita sudah reservasi untuk acara makan malam nanti." Jawabnya. Kedua tangannya tenggelam dalam saku celana. "Apa yang lagi lo pikirin?" Azael menarik nafasnya dalam-dalam, lalu mengembuskannya perlahan. "Ntahlah, hanya merasa sedikit khawatir akan hal yang tidak jelas." "Proyek ini sudah ditangani oleh mereka yang sudah ahli dan juga terbiasa dengan pekerjaan seperti ini dan juga penanggung jawab proyek ini, dia adalah pria cerdas, penuh dengan ide-ide baru, jadi apa yang lo khawatirin?" Kata Naufal menyemangati Azael. Azael terus menatap lurus tanah luas di depan sana dengan banyaknya bahan bangunan yang sudah menumpuk disana. Kini kedua pria ini sudah berada di mobil. Mereka akan menuju hotel untuk beristirahat pula. J

  • Kontrak Panas dengan CEO   Bab 46-Manis..

    Setelah penerbangan 1 jam 55 menit, mereka pun tiba di Bali. Mobil jemputan mereka sudah tiba dan langsung membawa mereka ke lokasi resort, karena acara akan segera dimulai.Peletakan batu pertama akan dilakukan oleh Azael selaku penanggung jawab dari seluruh proyek kali ini. Tepuk tangan pun terdengar kala Azael sudah meletakkan batu sebagai acara inti pada hari ini.Setelahnya pembangunan pun akan langsung dilakukan. Azael berkeliling terlebih dahulu untuk memastikan semuanya. Dia berkeliling bersama dengan para staff yang ikut serta hari ini.Pihal kontruksi pun sudah memulai pekerjaan mereka, setelah acara tadi. Sementara Arabella memastikan kembali bahwa pekerjaan akan sesuai dengan desain yang sudah ada.Perwakilan dari departemen keuangan pun sedang memastikan kembali anggaran dengan keadaan lapangan. Mereka smeua sudah sibuk dengan pekerjaannya masing-masing.Fokus mereka tertuju pada kertas, atau tab yang memang sengaja mereka bawa, agar memudahkan pekerjaan.Tanpa disadari

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status