Chapter: Bab 18Seumur hidup, aku tak pernah membayangkan melihat sosok bosku duduk di sofa rumahku sebagai tamu. Apalagi asyik duduk mengobrol sambil minum teh berdua dengan Bunda. Ah, jangan lupakan Ayahku yang awalnya sedang asyik menonton televisi sambil memakan opor ayam buatan Bunda tiba-tiba ikut bergabung ke dalam percakapan. Aku jadi merasa seperti orang asing di antara mereka. Seakan di depanku sekarang, aku sedang ditampilkan potret keluarga bahagia yang tidak bertemu bertahun-tahun lamanya."Tante, opornya enak banget." Pak Mahesa memuji opor buatan Bunda. "Syukurlah kalau Pak Mahesa suka." "Aduh, Tan, jangan panggil saya Pak. Panggil Mahesa aja. Saya ngerasa tua jadinya." "Tante gak enak, masa manggil bosnya Anggun pake nama doang." "Di kantor saya memang bosnya Anggun, tapi di luar kantor, saya juga cuma pekerja kantoran kayak Anggun. Jadi, panggil Mahesa aja, Tan." "Ya udah kalau gitu. Semoga di kantor, Anggun gak ngerepotin Nak Mahesa, ya." Aku yang merasa dipanggil jadi m
Last Updated: 2026-10-06
Chapter: Bab 17Minggu ini aku menepati ucapanku pada Bunda untuk pulang ke Bogor di akhir pekan. Jum'at sore sehabis pulang dari kantor, aku menyetir sendirian menggunakkan mobilku membelah jalanan kota Jakarta menuju Bogor. Melawan kemacetan dan segala keramaian ibu kota yang membuatku kepalaku pening. Akibatnya, sesampainya di rumah aku langsung merebahkan tubuh ke kasur dan tidur hampir satu hari penuh."Anggun, bangun! Udah siang! Ayo sarapan dulu." Aku menggeliat ketika suara Bunda dari dapur menggema meneriakiku untuk bangun. Aku melirik jam yang ada di nakas samping tempat tidurku. Jarum pendeknya berada di tengah-tengah angka sepuluh dan sebelas, sementara jarum panjangnya berada di angka enam. Melihat hari yang mulai siang, aku memilih untuk bangun dan mengikuti ucapan Bunda untuk sarapan. Setelah menggosok gigi dan cuci muka, aku bergabung bersama Bunda yang masih sibuk memasak di dapur. Aku memilih untuk duduk di kursi makan dan menonton aksinya sambil memakan sandwich yang sudah tersed
Last Updated: 2026-10-05
Chapter: Bab 16“Ada yang mau ketemu sama lo, Nggun.” Aku yang masih merasakan pusing akibat lemparan bola voli yang mengenaiku ketika aku menonton pertandingan voli yang diadakan oleh himpunan jurusan, meringis sambil bertanya pada Rani – teman sekelasku yang saat ini menemaniku di klinik kampus.“Gue juga gak tau. Asing banget mukanya.”“Ya udah suruh masuk aja.” Lagian siapa sih, orang yang masih mencariku disaat aku masih dalam keadaan sekarat seperti ini. Bukannya berlebihan, tetapi keadaanku memang cukup parah walau hanya terkena lemparan bola voli. Dahiku berdarah dan tadi aku juga sempat terhuyung jatuh sampai pingsan karena tidak kuat menahan nyeri kepala yang terasa seperti dihantam palu Thor. Itulah kenapa aku sampai dibawa ke klinik kampus dan disuruh istirahat.Tiba-tiba seorang laki-laki datang bersama Rani masuk ke ruanganku. Laki-laki itu bertubuh jangkung, dengan setelan meja kotak-kotak berwarna navy dan menenteng paper bag ditangannya. Aku mengernyit, merasa asing dengan wajahnya. R
Last Updated: 2024-09-07
Chapter: Bab 15Pak Mahesa meninggalkanku dengan sebuah tanda tanya besar yang kini masih memenuhi isi kepalaku. Sementara, kepalaku dipenuhi tanda tanya besar tentang maksud dari ucapannya yang terdengar jahat, suara dari pengeras studio yang mengumumkan bahwa film yang akan kutonton sudah dibuka teaternya, membuat fokusku menjadi pecah. Suara dari dalam dan suara dari luar kepalaku seakan bertabrakan membuat sebuah gelombang-gelombang rumit yang membuat kepalaku semakin pusing.Daripada terjebak dengan suara-suara yang membuat kepalaku pening, aku memutuskan untuk mengikuti Pak Mahesa yang sudah lebih dulu masuk ke dalam studio dan meninggalkanku bersama dengan pertanyaan-pertanyaan yang sengaja tidak dijawabnya. Aku bertekad menanyakan hal itu padanya sepulang menonton bioskop, tetapi kenyataannya, Pak Mahesa berhasil menghindariku dan pulang lebih dahulu. Aku yang tidak bisa mencegahnya hanya diam sambil menatap punggungnya yang kian menjauhi bioskop. Aku bahkan hampir dibuat frustasi olehya kare
Last Updated: 2024-05-16
Chapter: Bab 14Sepertinya yang namanya karma itu memang benar nyata adanya. Aku berbohong kepada Sera dan Kak Rangga dengan alasan bahwa Pak Mahesa tiba-tiba memanggilku sehingga aku harus segera pergi untuk menemui bosku. Tak kusangka semesta mengabulkan kebohonganku. Dan di sinilah kini aku berada. Duduk berdua bersama bosku di kursi tunggu bioskop untuk menunggu film yang akan kami tonton bersama diputar. Kalian pasti terkejut, kan? Aku yang mengalami sendiri lebih terkejut. Saat perjalanan pulang dari restoran tempatku makan dengan Kak Rangga dan juga Sera, aku sengaja tidak langsung pulang ke apartemen dan berpikir untuk jalan-jalan sebentar. Entah dapat ide dari mana, mobil yang kukendarai berbelok ke arah mal. Awalnya, aku berniat untuk keliling mal saja untuk mengusir rasa bosan, tetapi ketika lewat di depan bioskop entah kenapa kakiku tiba-tiba berbelok masuk ke sana. Aku membeli popcorn dan es milo kemudian berjalan untuk mengantri tiket di loket. Tanpa kuketahui, bosku juga sedang menga
Last Updated: 2024-05-15
Chapter: Bab 13“Lo itu deket banget, ya, sama bos lo?” Setelah makan siang bersama di kantorku tadi siang, Kak Rangga lanjut menawariku untuk pulang bersama sekalian makan malam. Kali ini aku tidak menyia-nyaiakan kesempatan untuk mempertemukan Sera dan Kak Rangga, sehingga aku mengiyakan ajakan Kak Rangga untuk makan malam bersama. Tidak lupa, aku juga menghubungi Sera untuk menyusulku makan malam di restoran tempat tujuan aku dan Kak Rangga. Aku tahu kalau Sera akan menolak kalau aku bilang bahwa aku sedang makan malam berdua dengan Kak Rangga dan menyuruhnya untuk menyusul. Makanya aku berbohong padanya dan mengatakan bahwa aku makan malam sendirian dan butuh teman makan malam. Sehingga aku menyuruhnya untuk segera menyusul ke restoran tempat tujuanku dan Kak Rangga.“Gak juga, sih, Kak. Emangnya kenapa?” Aku menatap bingung ke arah Kak Rangga yang tiba-tiba membahas Pak Mahesa ditengah-tengah makan malam kami.“Gak apa-apa. Cuma nanya aja. Gue kok, ngeliatnya Bos lo itu agak ngebedain perilaku k
Last Updated: 2024-05-14