author-banner
Aruna lullaby
Author

Romans de Aruna lullaby

Cinta Terlarang Sang Pewaris

Cinta Terlarang Sang Pewaris

"Zahid Group telah menyerahkan pembangunan The Zahid Heritage Towers kepada Naratama Group. Papa akan memberikan tanggung jawab proyek itu padamu, Karala… tapi dengan satu syarat." Karala Naratama tahu betul arti tawaran itu. Proyek bernilai fantastis tersebut adalah pembuktian bahwa ia lebih pantas menjadi pewaris Naratama Group dibanding abang tirinya. Dan seperti yang sudah Karala duga, harga yang harus dibayarnya tak pernah murah. Perjodohan. Bukan dengan Jeremy Zahid, CEO Zahid Group yang berstatus sudah menikah dan yang selama ini diam-diam menjadi kekasihnya melainkan dengan Damian Zahid, anak sulung keluarga Zahid sekaligus wakil menteri yang aktif. Di balik perjodohan, cinta yang terlarang dan kekuasaan, siapa yang akhirnya akan kalah oleh perasaan?
Lire
Chapter: Bab 25. Hotel
Langit malam Paris terlihat begitu cantik dari balkon suite mewah yang berada di lantai tiga belas, salah satu hotel bintang lima yang ada pusat kota. Dari ketinggiannya, dapat terlihat dengan jelas gemerlap lampu-lampu kota yang tampak bercahaya dan menerangi sepanjang jalan yang dipenuhi dengan bangunan-bangunan klasik khas Eropa yang berdiri megah di bawahnya. Sementara di kejauhan, menara Eiffel terlihat berdiri menjulang tinggi dan begitu indah dengan nyala cahaya keemasannya yang memanjakan mata. Angin dingin malam itu terus masuk dengan perlahan dari pintu balkon yang di biarkan terbuka hingga membuat tirai putih panjang di dalam ruangan tersebut bergerak dengan lembut. Sayangnya, suhu yang terasa menggigil tersebut justru berbanding terbalik dengan apa yang terjadi dalam suite mewah, tempat dimana Jeremy dan Karala menginap yang suasananya terasa semakin panas membara. "Akhh .... Akhhh....!!!" Suara erangan Karala yang sensual, terdengar memenuhi ruangan, bersamaan dengan
Dernière mise à jour: 2026-05-24
Chapter: Bab 24. Berangkat
Waktu sudah menunjukkan pukul 17.00 sore ketika langit Jakarta sudah mulai menggelap. Hiruk pikuk jalanan ibu kota yang selalu sibuk tampak semakin padat karena dipenuhi oleh banyaknya kendaraan-kendaraan yang berlalu-lalang. Di lantai tiga puluh Gedung Zahid Group, Jeremy Zahid terlihat sedang duduk di kursi kebesarannya. Dengan jas hitam yang tergantung rapi di sisi ruangan, lelaki itu baru saja selesai menandatangani beberapa dokumen terakhir sebelum keberangkatannya tengah malam ini ke Perancis. "Pastikan tidak seorang pun mengganggu saya selama liburan. Bahkan dari Andira dan keluarga saya, Han." Ujar Jeremy sambil menyandarkan punggungnya ke kursi. Menghela nafas dengan perlahan, perutnya mulai terasa lapar setelah bekerja seharian. Johan yang sedang berdiri di depan meja Jeremy langsung mengangguk. Menjadi asisten lelaki itu selama bertahun-tahun tentu saja membuatnya tahu persis hubungan yang seperti apa antara sang bos dan pewaris Naratama itu. "Baik, Pak." "Pastikan juga
Dernière mise à jour: 2026-05-17
Chapter: Bab 23. Pesta
Lampu kristal berukuran besar menggantung megah di langit-langit ballroom hotel bintang lima, Smith Hotel yang malam itu telah dipenuhi oleh para sosialita, publik figur hingga pengusaha-pengusaha ternama. Alunan musik jazz mengalun pelan bercampur dentingan gelas champagne dan suara percakapan para tamu undangan yang saling bersahutan.Di tengah ruangan utama, deretan etalase kaca panjang memamerkan koleksi perhiasan terbaru dari brand luxury internasional yang bernama Bvndari. Perusahaan terkenal itu baru saja melakukan private launching di Jakarta. Berlian, emerald hingga sapphire dengan potongan eksklusif dipajang di atas bantalan hitam mewah dan dijaga ketat oleh beberapa petugas keamanan bersarung tangan putih.Acara tersebut bukan hanya sekadar peluncuran koleksi perhiasan. Namun juga menjadi tempat berkumpulnya para kalangan elite untuk memperlihatkan koneksi, status sosial dan kehidupan sempurna mereka.Termasuk Andira Zahid yang juga hadir bersama teman-teman sosialitanya. M
Dernière mise à jour: 2026-05-13
Chapter: Bab 22. lift
Karala melangkah masuk ke dalam ruangan CEO sekaligus Presiden Naratama Group yang berada di lantai 27. Hartanto Naratama terlihat sedang menandatangani beberapa dokumen di atas meja kerjanya. Setelah beberapa detik, barulah lelaki paruh baya itu mengangkat kepala untuk menatap putrinya. "Papa mendengar dari asistenmu kalau lusa kamu akan berangkat ke luar negeri?" Tanya Hartanto dengan kening berkerut. Dipandangi Karala dengan serius. Wajah sang putri benar-benar mirip dengan sang mantan istri. "Iya. Saya harus menghadiri pesta pernikahan salah satu teman baik di Australia, Pak." Jawab Karala dengan tenang. Sudah barang tentu kalau dia sedang berdusta saat ini. Hartanto mendengkus tidak suka. Penjelasan Karala rasanya tidak memuaskannya. "Apakah kehadiranmu sangat penting sampai kamu harus meninggalkan pekerjaan di perusahaan, Kara? Timeline proyekmu tidak kecil apa lagi di hari menjelang pertunangan." Karala tersenyum. Sudah dia duga kalau hal ini akan mengganggu ayahnya. Lel
Dernière mise à jour: 2026-05-09
Chapter: Bab 21. Poin
Sekitar 10 menit kemudian, Andira Zahid dipersilahkan Lina untuk segera masuk ke dalam ruangan sang bos. Seperti yang dibayangkan, wajah sang model langsung berubah terkejut karena mendapati sosok Jeremy yang sedang duduk sambil memegang beberapa kertas laporan dengan kaki yang bersilang. "Silahkan duduk, Bu Andira. Maaf membuat anda menunggu." Karala menyambut sang tamu dengan ramah. Senyum di bibir perempuan itu tak luntur saat memberikan isyarat kepada Lina. "Kebetulan sekali, kedatangan anda bersamaan dengan meeting kami berdua." Andira memperhatikan tangan Karala yang mengambang di depannya lalu perempuan itu segera meraihnya agar mereka bisa saling berjabat tangan. "Terima kasih." Jeremy tersenyum lalu menepuk kursi di sebelahnya sebagai isyarat. Tak menunggu lama, Andira segera duduk di samping suaminya. "Apa kamu bosan menunggu tadi?" Tanya Jeremy setengah berbisik. Sudah jelas tujuannya agar Andira tidak curiga. Andira menghela nafas. Tak pernah terbesit sekalipun
Dernière mise à jour: 2026-05-03
Chapter: Bab 20. Tamu
Pesta ulang tahun telah berakhir, kini Damian dan Karala sedang dalam perjalanan pulang. Kali ini tujuan mereka bukan rumah utama Naratama melainkan sebuah apartemen mewah yang berada di pusat kota. Apartemen itu merupakan salah satu tempat tinggal Karala selama ini. "Saya minta maaf kalau beberapa sepupu saya menggoda Bu Karala malam ini." Damian melirik Karala yang duduk di sebelahnya. Wajah lelaki itu nampak menyesal mengingat apa yang terjadi saat dia memperkenalkan calon tunangannya itu pada beberapa kerabat yang juga hadir di pesta. Karala tersenyum. Ternyata ciuman mereka pada game sebelumnya, diam-diam telah menarik perhatian beberapa sepupu Damian yang hadir. Mereka begitu heboh menggoda sulung Zahid dan dirinya. "Saya malah senang mereka menyukai saya, Pak. I'm a good kisser, right?" Damian berdehem pelan lalu menjilat bibirnya pelan. Rasa manis bibir Karala ternyata masih terasa di sana. Sungguh, perempuan itu benar-benar di luar ekspektasinya malam ini. "Yeah.... meng
Dernière mise à jour: 2026-04-25
Vous vous intéresseriez aussi à
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status