author-banner
Aruna lullaby
Author

Nobela ni Aruna lullaby

Cinta Terlarang Sang Pewaris

Cinta Terlarang Sang Pewaris

"Zahid Group telah menyerahkan pembangunan The Zahid Heritage Towers kepada Naratama Group. Papa akan memberikan tanggung jawab proyek itu padamu, Karala… tapi dengan satu syarat." Karala Naratama tahu betul arti tawaran itu. Proyek bernilai fantastis tersebut adalah pembuktian bahwa ia lebih pantas menjadi pewaris Naratama Group dibanding abang tirinya. Dan seperti yang sudah Karala duga, harga yang harus dibayarnya tak pernah murah. Perjodohan. Bukan dengan Jeremy Zahid, CEO Zahid Group yang berstatus sudah menikah dan yang selama ini diam-diam menjadi kekasihnya melainkan dengan Damian Zahid, anak sulung keluarga Zahid sekaligus wakil menteri yang aktif. Di balik perjodohan, cinta yang terlarang dan kekuasaan, siapa yang akhirnya akan kalah oleh perasaan?
Basahin
Chapter: 30. Kantor
"Menurut anda apa yang telah terjadi pada beliau setelah perlakuan anda yang seperti itu?" "Seperti itu" yang baru saja dia dengar kembali membuat Andira semakin tak nyaman. Perempuan itu kemudian berdehem pelan lalu menggelengkan kepalanya. "Saya tidak punya waktu untuk menebak-nebak. Namun saya tegaskan kalau apa yang telah terjadi itu bukan urusan anda, Bu Karala. Anda sama sekali tidak berhak mencampuri urusan kami." "Sebenarnya seharusnya memang begitu, andai dia bukan lelaki yang saya kasihi." Sahut Karala. Ekspresi benci itu semakin menjadi-jadi saat mengingat bagaimana sosok Juna sekarang. "Sejujurnya hingga sampai saat ini saya terus bertanya-tanya kepada Tuhan perihal dosa apa yang telah beliau lakukan di masa lalu hingga orang setulus beliau bisa bertemu dan bahkan mengorbankan hidupnya yang berharga hanya demi perempuan seperti anda." "Apakah itu semua yang dikatakan lelaki tak berguna itu kepada anda?" Andira langsung tersenyum sinis mendengar ucapan Karala yang menyind
Huling Na-update: 2026-08-22
Chapter: Bab 29. Tamu
Karala menatap pintu ruangannya yang perlahan terbuka. Melihat Andira melangkah masuk dengan percaya diri, perempuan itu segera mempersilakan tamunya duduk di sofa tanpa banyak basa-basi. Karala kemudian ikut mengambil tempat tepat di hadapan istri Jeremy Zahid tersebut. Tatapan keduanya sempat bertemu selama beberapa detik. Tidak ada senyum hangat atau pun sapaan yang berlebihan. "Saya cukup terkejut dengan kedatangan anda untuk yang kedua kalinya ke kantor saya, Bu Andira." Ujar Karala tersenyum tipis sambil memperhatikan penampilan tamunya. "Terus terang saya jadi penasaran, apa yang membuat anda kembali datang menemui saya. Tidak mungkin hanya karena sebuah tas seperti sebelumnya-kan?" Andira menyilangkan kakinya. Baru saja akan menjawab pertanyaan Karala, perempuan itu mendengar sebuah ketukan pelan di pintu. Tak lama kemudian, Lina masuk ke dalam ruangan sambil membawa dua gelas minuman yang diletakkannya dengan hati-hati di atas meja tamu. "Permisi, Bu." Ujar Lina singka
Huling Na-update: 2026-08-13
Chapter: Bab 28. Resmi
Cuaca pada Kamis siang itu begitu cerah. Di tengah padatnya kawasan bisnis ibu kota yang dipenuhi gedung-gedung pencakar langit, suasana di lokasi pembangunan The Zahid Heritage Towers masih terlihat ramai meski acara utama baru saja berakhir. Beberapa menit sebelumnya, prosesi peletakan batu pertama telah resmi dilakukan oleh Rudi Zahid dan Hartanto Naratama selaku pemimpin dua grup besar yang berada di balik proyek tersebut. Di samping mereka, Jeremy Zahid dan Karala Naratama turut mendampingi sebagai pihak yang akan mengawal langsung pembangunan mega proyek bernilai belasan triliun rupiah itu. Berdiri di atas lahan paling bernilai yang berada di salah satu kawasan paling elit di Jakarta, proyek tersebut langsung menarik perhatian siapa pun yang melintas. Beberapa alat berat terlihat berjajar rapi di area yang telah dipagari dengan pembatas proyek berwarna hitam. Sementara di bagian depan, sebuah papan visual raksasa menampilkan desain dua menara mewah yang akan dibangun dan di p
Huling Na-update: 2026-07-01
Chapter: Bab 27. Dapur
Sudah 3 hari berlalu sejak kepulangan Karala dari Perancis. Kembali ke realita kehidupan ya tetap harus berjalan dengan semestinya, siang ini Karala dan asistennya, Lina sedang berada di salah satu restoran yang ada di pusat kota untuk melakukan makan siang setelah mengunjungi pembangunan gallery milik Jeep Kools. "Gimana kabar adikmu, Lin? Apalah operasinya lancar?" Karala menatap Lina yang duduk di sebelahnya. "Alhamdulillah. Operasinya lancar, Bu Karala." Jawab Lina sambil mengangguk. Adik bungsunya yang masih kelas dua SMP terpaksa harus menjalani operasi usus buntu beberapa hari yang lalu. Meski biayanya sudah di tanggung oleh perusahaan, Karala dengan sendirinya memberikan tambahan biaya yang cukup besar untuknya dan keluarga. "Orang tua saya juga mengucap terima kasih untuk kebaikan hati Bu Karala yang sudah membantu kami. Kalau Bu Karala bersedia, ibu saya berencana membawakan beberapa makanan buatannya sendiri untuk anda sebagai tanda terima kasih." Karala tersenyum. Li
Huling Na-update: 2026-06-22
Chapter: Bab 26. Pulang
Liburan selama sepekan di Perancis akhirnya hampir selesai. Setelah puas menikmati waktu berdua dengan berkunjung ke berbagai tempat, melakukan hal-hal romantis dan mencoba hal baru yang menyenangkan, malam ini Jeremy dan karala akan pulang ke Indonesia. Sudah waktunya mereka kembali ke dunia nyata lagi. Setelah pagi berenang bersama dan beristirahat, sore harinya terlihat karala sedang mempacking pakaian ke dalam koper. Rambutnya yang panjang terlihat bergoyang dengan lembut saat melangkahkan kaki menuju lemari. Dari bibir seksi perempuan itu terdengar sebuah lagu yang mengalun dengan pelan. "Sesuai permintaanmu beberapa waktu lalu, sayang. Saya sudah mendapatkan hasilnya." Karala langsung menoleh saat mendengar suara Jeremy yang menggema di dalam kamar mereka. Keberadaan lelaki itu cukup mengejutkan karena tiba-tiba muncul setelah meninggalkannya hampir dua jam ke ruang gym untuk berolahraga. "Apa?" Jeremy tersenyum misterius lalu menyerahkan sebuah iPad pada Karala yang l
Huling Na-update: 2026-06-03
Chapter: Bab 25. Hotel
Langit malam Paris terlihat begitu cantik dari balkon suite mewah yang berada di lantai tiga belas, salah satu hotel bintang lima yang ada pusat kota. Dari ketinggiannya, dapat terlihat dengan jelas gemerlap lampu-lampu kota yang tampak bercahaya dan menerangi sepanjang jalan yang dipenuhi dengan bangunan-bangunan klasik khas Eropa yang berdiri megah di bawahnya. Sementara di kejauhan, menara Eiffel terlihat berdiri menjulang tinggi dan begitu indah dengan nyala cahaya keemasannya yang memanjakan mata. Angin dingin malam itu terus masuk dengan perlahan dari pintu balkon yang di biarkan terbuka hingga membuat tirai putih panjang di dalam ruangan tersebut bergerak dengan lembut. Sayangnya, suhu yang terasa menggigil tersebut justru berbanding terbalik dengan apa yang terjadi dalam suite mewah, tempat dimana Jeremy dan Karala menginap yang suasananya terasa semakin panas membara. "Akhh .... Akhhh....!!!" Suara erangan Karala yang sensual, terdengar memenuhi ruangan, bersamaan dengan
Huling Na-update: 2026-05-24
Maaari mong magustuhan
I Win You (Indonesia)
I Win You (Indonesia)
Romansa · Cherry Blossom
791.7K views
Gairah Nakal, Sugar Baby
Gairah Nakal, Sugar Baby
Romansa · Tetesan air
778.0K views
Mengejar Mantan
Mengejar Mantan
Romansa · Salju yang Ternoda
763.9K views
IBU SUSU UNTUK ANAK PEWARIS
IBU SUSU UNTUK ANAK PEWARIS
Romansa · Rosemala
761.1K views
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status