author-banner
Umi Kulsum
Umi Kulsum
Author

Nobela ni Umi Kulsum

Mantan Pacarku Rekan Kerjaku

Mantan Pacarku Rekan Kerjaku

Claire Bennett, 24 tahun, akhirnya diterima bekerja di LUMIÈRE, perusahaan lifestyle dan beauty besar milik Keluarga Callahan. Pada hari pertamanya, ia mengetahui bahwa Team Leader Brand Marketing adalah Ethan Callahan, mantan kekasihnya yang telah dua tahun tidak ia temui. Yang lebih mengguncang, Ethan ternyata pewaris utama LUMIÈRE. Selama tiga tahun berpacaran, Claire tidak pernah tahu bahwa lelaki yang ia kenal sederhana itu berasal dari keluarga pemilik perusahaan tempatnya kini bekerja. Dua tahun lalu, Claire tanpa sengaja memecahkan sebuah jam antik milik keluarga Ethan di apartemen kecilnya, tanpa tahu siapa Ethan sebenarnya. Sejak itu, ia percaya bahwa dirinya lah penyebab perpisahan mereka. Namun ketika mereka bertemu kembali, Ethan mengatakan satu hal yang mengubah segalanya, jam itu bukan alasan sebenarnya mereka putus. Ternyata perpisahan mereka berkaitan dengan konflik internal Keluarga Callahan dan perebutan kendali atas LUMIÈRE. Tanpa menyadarinya, Claire pernah dijadikan alat untuk menyerang posisi Ethan sebagai calon penerus. Ethan mengetahui sebagian kebenaran itu dan memilih menjauhkan Claire, namun cara yang ia pilih salah, ia menyembunyikan kebenaran dan membiarkan Claire percaya bahwa semuanya kesalahannya. Sekarang mereka kembali bertemu sebagai atasan dan bawahan, dan rahasia yang mereka kubur selama dua tahun mulai terbuka, satu lapis demi satu lapis.
Basahin
Chapter: Part 6
Senin pagi datang terlalu cepat, dan Claire menyambutnya dengan tekad sederhana, tidak memikirkan Kafe Bloom, tidak memikirkan mobil hitam di seberang jalan, dan sama sekali tidak memikirkan kalimat terakhir Ethan sebelum ia menghilang ke dalam hujan.Ia gagal dalam ketiganya, tentu saja.Sepanjang akhir pekan, setiap kali ia mencoba menonton televisi atau membantu ibunya merangkai bunga, kepala Claire akan kembali ke satu pertanyaan yang sama. Kalau nanti ada orang dari keluargaku yang mendekatimu, jangan percaya begitu saja. Siapa? Kenapa? Dan mengapa peringatan itu terdengar lebih seperti ketakutan daripada ancaman?Di kantor, ia tahu jawabannya tidak akan datang dengan mudah. Ethan kembali menjadi atasan yang rapi dan terkendali. Senin pagi ia melintas di ruang tim tanpa menoleh ke meja Claire sekali pun, dan ketika rapat mingguan dimulai, ia berbicara dengan nada yang sama seperti minggu lalu, tenang, terukur, tanpa satu pun celah yang mengingatkan pada kafe itu.Hanya di akhir r
Huling Na-update: 2026-09-24
Chapter: Part 5
Sophie pulang seperti yang diminta, setelah lebih dulu memeluk Claire lagi dan berjanji menelepon nanti. Claire kembali ke kantor dengan kepala penuh, dan sepanjang sore ia gagal membaca satu dokumen pun dengan benar. Dalam kepalanya, tiga kalimat berputar bergantian, kamu harus pilih, katanya jam itu jatuh, dan suara Ethan kemarin, bukan alasan sebenarnya kita putus.Menjelang jam enam, saat semua orang mulai beringsut pulang, ponsel Claire menyala. Sebuah pesan dari nomor yang belum ia simpan, tetapi kini ia tahu siapa.Kafe Bloom, jalan di belakang stasiun. Jam 7. Tempat kita dulu. Kalau kamu masih mau.Claire menatap pesan itu sampai layarnya meredup sendiri. Ia bisa saja mengabaikannya. Bisa saja memilih pulang, mandi, dan pura-pura hari ini seperti hari biasa. Tapi ia sudah dua tahun menunggu kalimat yang baru saja diucapkan Ethan kemarin. Ia tidak akan lari sekarang.Kafe Bloom ternyata masih berdiri. Masih kecil, masih redup, masih dengan lampu kuning dan meja kayu yang sudutn
Huling Na-update: 2026-09-17
Chapter: Part 4
Claire membalas pesan itu keesokan paginya, sebelum matahari benar-benar naik, Boleh. Jam makan siang?Jawaban Sophie datang dalam lima detik. Iya. Aku ke sana jam 12. Jangan makan duluan!Sepanjang pagi, Claire berusaha bekerja seperti orang normal, menyelesaikan arsip dari Mia, membaca data kampanye, dan hanya tiga kali menoleh ke ujung lorong tempat pintu kaca itu berdiri. Ethan tidak keluar dari ruangannya sampai menjelang tengah hari, dan ketika ia melintas sebentar ke ruang tim untuk mengambil berkas, ia dan Claire sama-sama berpura-pura sibuk dengan layar masing-masing. Mia sempat melirik aneh, tapi tidak bertanya.Tepat jam dua belas, lift di lantai dua belas terbuka, dan seorang perempuan muda keluar dengan gaya berjalan yang sama sekali tidak cocok dengan koridor kantor LUMIÈRE. Ia memakai kaus longgar, jaket denim yang terlalu besar, dan sepatu kanvas yang ujungnya sudah pudar. Rambutnya diikat asal, dan begitu matanya menemukan Claire, ia langsung melambaikan tangan dengan
Huling Na-update: 2026-09-17
Chapter: Part 3
Kalimat itu menggantung di antara mereka.Claire menatap Ethan. Ruangan itu tiba-tiba terasa terlalu kecil untuk dua orang. Lantai dua belas yang tadi penuh suara mesin kopi dan langkah kaki kini sunyi, atau mungkin hanya telinganya yang menolak mendengar apa pun selain gema kata-kata itu."Bukan alasan sebenarnya," ulang Claire pelan. Ia butuh mendengarnya sekali lagi, untuk memastikan ia tidak salah dengar. "Lalu apa alasan sebenarnya?"Ethan mengalihkan pandangan ke jendela. Cahaya sore jatuh miring di wajahnya, membuat garis-garis lelah di bawah matanya terlihat lebih jelas. Ada penyesalan yang ia tahan di rahangnya, dan Claire melihatnya."Bukan sekarang," katanya akhirnya. "Bukan di sini."Claire merasakan sesuatu yang panas menjalar dari dadanya ke tenggorokan. Ia sudah dua tahun menahan rasa bersalah yang tidak pernah ia mengerti sepenuhnya, dua tahun memutar ulang malam ketika jam itu pecah, mencari-cari di mana ia salah, mengapa satu kesalahan bodoh harus menghabiskan segala
Huling Na-update: 2026-09-17
Chapter: Part 2
Claire butuh hampir sepuluh menit untuk menyadari bahwa ia sedang menatap layar login selama itu tanpa mengetik satu huruf pun. Gelas air yang disodorkan Mia masih di mejanya, belum tersentuh lagi, dan bayangan lelaki berkemeja putih dengan lengan tergulung itu masih menempel di belakang kelopak matanya, dan tidak mau pergi.Cucu pendiri LUMIÈRE.Kata-kata itu tidak masuk akal. Selama tiga tahun mereka bersama, Ethan menceritakan padanya tentang apartemen kecil di lantai empat yang liftnya sering mati, tentang ayahnya yang "kerja kantoran biasa", tentang makan malam mie instan ketika akhir bulan. Claire pernah menertawakan betapa hematnya dia. Pernah menabung diam-diam untuk mentraktirnya makan di tempat yang lebih bagus, karena ia pikir Ethan sedang berusaha menghemat uang.Yang berarti selama tiga tahun itu, Ethan membohonginya. Tanpa pernah berhenti."Claire?" Suara Mia menyentak kesadarannya. "Kamu benar-benar pucat. Mau ku buatkan teh?""Tidak." Claire menegakkan punggung dan mem
Huling Na-update: 2026-09-16
Chapter: Part 1
Pagi itu Claire Bennett berdiri di depan gedung LUMIÈRE hampir lima menit, cukup lama sampai petugas keamanan di dekat pintu putar mulai memandangnya dengan curiga. Bukan keraguan yang menahannya. Ia hanya sedang membujuk kedua kakinya agar mau melangkah masuk.Hari itu adalah hari pertamanya bekerja.Dua puluh empat tahun hidup, dan baru kali ini sebuah gedung setinggi itu menganggapnya sebagai bagian dari isinya. Lantai lobi nya mengkilap sampai bisa memantulkan wajah orang, dan aroma ruangan nya, entah bunga atau parfum mahal, membuat Claire tiba-tiba merasa jaket rajut nya terlalu sederhana untuk udara di tempat ini."Kamu bisa," gumamnya pelan, nyaris tidak terdengar. "Kamu sudah ditolak di sembilan tempat. Ini cuma gedung."Ia mengeratkan tali tas di bahu, lalu melangkah.Pagi di rumah tadi masih hangat di kepalanya. Ibunya, Elena, menyelipkan setangkai baby's breath ke dalam kotak makan sebelum Claire berangkat, kebiasaan yang sudah dilakukan sejak Claire masih sekolah dasar se
Huling Na-update: 2026-09-15
Maaari mong magustuhan
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status