LOGINBumi hanya memanfaatkan Reyden sebagai suami untuk membalaskan dendamnya ke sang Ibu tiri. Hingga Rey-sapaan akrab pria itu, mengetahui bahwa Bumi yang berkata mencintainya ternyata masih menyimpan perasaan cinta ke Sakha, sahabat masa kecilnya. “Apa kamu juga tidur dengannya?” Rey murka saat memergoki Bumi hampir berciuman dengan Sakha. Dengan hati dan hancur dan emosi yang meledak-ledak, Rey membawa mobilnya pergi meninggalkan Bumi, dan siapa sangka sebuah peristiwa nahas pun terjadi. Rey mengalami kecelakaan mobil dan membuatnya hilang ingatan. Pria itu merasa masih berumur 17 tahun dan duduk di bangku SMA, Rey juga melupakan kalau Bumi adalah istrinya. Bumi yang ingin bercerai dan menikmati kebebasannya, pada akhirnya malah harus mengurusi suaminya yang kini bagaikan bayi besar untuknya. Namun, benarkah Rey hilang ingatan? Atau hanya berpura-pura?
View MoreMata Rio langsung terbelalak hebat. "Jadi ... jadi kamu yang digilainya, dan istrimu adalah orang yang dibuatnya keguguran?" terka Rio. Dia masih belum bisa menetralisir keterkejutan. "Ya begitulah kira-kira. Dan kamu masih saja menyukainya?" Rio terkekeh hambar. "Nasib benar-benar buruk. Aku tahu
Bumi cuma bisa nyengir saja. "Jangan tertawa, Bum! Ini tidak lucu!" dengkus Sakha. - - Enam bulan kemudian. Ballrorm sebuah hotel dihias sedemikian rupa megahnya. Lampu, bunga, serta balon menjadi ornamen pendukung pesta pernikahan dua bersaudara itu. Dua bersaudara? Ya, mereka adalah Aryan d
Rey yang keheranan merebut lembar itu, dan responnya juga sama—membulatkan mata seakan-akan tidak percaya. "Bum, kamu serius?" tanya Rey. Melihat Sakha yang ada di sebelahnya mematung tak bergerak memantik rasa penasarannya menjadi semakin besar. Di dekatinya Bumi, lantas duduk di sisi ranjang. "B
"Mi ...." "Padahal Mimi sudah semedi di spa demi nama ini. Gangga Semesta Jadiyaksa." Bumi dan Rey saling tatap. Mereka tak menyangka nama yang disiapkan begitu indah dan jauh dari nama aktor Hollywood. "Itu artinya apa, Mi?" tanya Bumi. Penasaran dia dan sejujurnya agar tertarik. Nama itu terden
"Reyden!" Rey yang mulanya terlelap dibuat melompat. Matanya membulat saat melihat Bumi sudah berdiri dan melilitkan selimut di badan. Sementara dirinya juga polos dan tidak mengenakan satu helai benang pun di badan. "Reyden! Kita, kita ... apa kita?" Pertanyaan Bumi terjeda karena tiba-tiba saja
"Apa-apaan ini?" hardik seseorang yang tak lain adalah Rey. Matanya melotot dengan deru napas yang memburu. Dia menarik kerah baju Sakha dan menyudutkan pria itu ke dinding. "Apa yang kalian lakukan?" cecarnya lagi dengan nada tinggi. "Kamu yang apa-apaan?" balas Sakha tak kalah sengit, ditepisnya
Bumi mengusap cincin yang berada di jari manisnya. Hatinya merasa senang sekaligus bersalah di saat yang bersamaan. Ia menolehkan kepalanya ke Rey yang sedang terlelap di sampingnya. Untuk sejenak Bumi memandangi wajah pria yang sedang mencuri waktu istirahatnya di dalam pesawat yang membawanya pula
“Bukannya Madame Zi seharusnya perempuan? Kenapa yang datang malah pria?” Bumi yang beberapa hari yang lalu mengirimkan sebuah e-mail untuk mendapat bantuan dari madame Zi nampak heran, meski begitu ia tetap menggeser kursinya dan duduk di depan seorang pria yang terlihat berpenampilan rapi. K












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore