author-banner
Atma Anatya
Atma Anatya
Author

Novel-novel oleh Atma Anatya

Dosenku Calon Suamiku

Dosenku Calon Suamiku

Arion Prakasa. Lelaki berusia 40-an lebih yang menyukai mahasiswi berusia 22 tahun Gila? Ya, silakan berkata demikian, karena Arion telah terbiasa dikatai oleh Azelina. Viera Azelina Clarissa--Mahasiswi 22 tahun yang sukses membuatnya kembali jatuh cinta layaknya remaja puber. Hanya karena paras, badan, dan sifat yang duplikat oleh sang mending istri. Akankah hati Azelina berhasil Arion dapatkan? Bagaimana lika-liku keduanya? Akankah mencapai ending yang bahagia? Atau justru perjuangan Arion berakhir sia-sia?
Baca
Chapter: Menjauh Sementara Waktu
Hubungannya tak lagi dalam sebutan hari atau minggu, namun belum menyentuh hitungan tahun. Bukan berarti membuat Arion tak hafal dengan hal-hal mengenai gadisnya , bahkan walaupun seujung kuku. Rasanya pria berusia menuju 44 tahun itu akan percaya diri memenangkan suatu perlombaan.Lomba cerdas cermat mengenai suara hati wanita. Oh... Atau ganti dengan tanya jawab pemahaman pada gadis muda. Uh, rasanya bibit kepercayaan diri luber mengalahkan topping roti gongso itu kembali. Dia menatap layar handphone yang sunyi tanpa cerewetnya sang gadis.Tak bermaksud jahat, kejam, egois atau buta dengan kesibukan sang gadis. Dia mendukung keinginan tersebut tanpa merubah pemikiran, tetapi janji sebatas janji. Janji itu sebatas diucapkan lidah tak bertulang, dengan bagai jarum jam berputar. Ntah lupa atau sok melupakan.Pintu unit apartemen memang telah dibuka, tetapi lisan masih saling mengunci rapat, dengan otak sibuk berkeli
Terakhir Diperbarui: 2026-01-14
Chapter: Penyerahan Jadwal Magang
Tak ada pemikiran menerbitkan kecurigaan, tak juga ada hal memancing kecurigaan. Semua masih berjalan sama dan seperti biasanya. Hanya saja... Gadis itupun bingung perasaan resah menggelitik hati serta dengan baik hati ditemani degup. Degup bak pemacu kuda yang berdetak kencang, bukan seperti genderang perang layaknya sebuah lirik lagu.Dua minggu lebih beberapa hari gadis itu mengikuti organisasi, dosen pembimbing menjanjikan untuk akan menyerahkan jadwal magangnya tak sampai sebulan. Dosen pembimbing tengah menuliskan daftar perusahaan untuk kemungkinan dipilih, serta perusahaan-perusahaan yang menerima Azelina untuk magang. Harap-harap cemas dibuat Azelina menanti kala hendak memasuki minggu ketiga. Walaupun kegiatan ekstrakurikuler mulai jarang, organisasi tetap sama, tetapi Azelina justru merasakan ada yang berbeda."Zel.""Azelin.""Zelin.""Azel.""Aze
Terakhir Diperbarui: 2026-01-13
Chapter: Penambahan Pengalaman
Gadis itu mulai menjelma bak panda dengan kantong mata, yang menemani sekaligus bukti kerja keras dilakukan sang gadis. Foundation untuk menutupi pun rasanya harus tebal-tebal dioleskan. Otak gadis itu tak lelah-lelah berteriak pada hati, menampar kuat-kuat mengingatkan tujuan mengikuti percepatan semester.Dia lelah karena harus ekstrakurikuler, tugas kuliah kian menumpuk dibanding Arci, lalu kini organisasi yang kian sibuk kian harinya. Gadis itu bersandar sejenak memejamkan mata, guna mencuri kesempatan terlelap walau hitungan detik. Terasa sedikit cukup dia mulai menekan kenop pintu ruangan khusus para mahasiswa-mahasiswi ikut organisasi kampus.Karpet merah terkesan berlebihan untuk orang biasa sepertinya, taburan bunga pun terkesan jenaka, senyum ramah atau sapaan hangat terkesan pasaran dan kurang unik. Azelina tak lagi terkejut di Minggu kedua bergabung dengan BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa). Ya, demi mendukung penambahan poin-poin k
Terakhir Diperbarui: 2026-01-12
Chapter: Susun Rencana Studi
"Apakah kau lelah?"Hohoho pertanyaan dibalas jawaban rasanya telah terlalu biasa. Pertanyaan dibalas pertanyaan pun rasanya juga telah tak asing. Ya, tidak seperti perasaan antar lawan jenis sebelum hubungan resmi, tetapi asing terlebih dahulu menjabat status. Pertanyaan yang kompak justru menimbulkan bibit kebingungan itulah menjadi penengah Azelina dan Arion.Arion mengalihkan fokus sejenak dari menyetir, menatap gadisnya yang sepertinya tengah tidak fokus. Dia mengubah menyetir dengan satu tangan, sedang tangan satunya mengecek dahi Azelina. "Kau tidak sakit tapi kenapa kurasa tengah tidak fokus, ya? Ada masalah di kelas? Atau keraguan dengan program percepatan semestermu?""Aku takut salah menyusun rencana studi, Mas," tutur Azelina langsung menjelaskan pada intinya tanpa menutupi terlebih dahulu.Arion menepuk-nepuk kepala Azelina lalu mengusap lembut. "Kan Mas bantu, Sayang. Ya, walau kamu dos
Terakhir Diperbarui: 2026-01-11
Chapter: Kedatangan Tiba-Tiba
Tentu saja tentu saja berkunjung. Pemikiran buruk pun bahkan menetap menetap, meski berulang kali dienyahkan. Ntah apa alasannya Arion pun heran dengan gadisnya. Seingatnya dia tidak melakukan kesalahan secuil pun, tetapi mengapa Azelina diamkannya?Hal ini terjadi tepat setelah Arion menjelaskan perihal dosis membantu Azelina. Bukan baru sehari, dua hari, atau tiga hari, melainkan tujuh hari sudah mereka bak menjadi orang asing kembali. Penerkaan asal-asalan terbesit menimbulkan dua pilihan. Apakah gadisnya menyembunyikan suatu hal?Apakah memiliki masalah? Mengapa dirinya merasa bak bayangan? Sebatas menghabiska
Terakhir Diperbarui: 2026-01-10
Chapter: Diskusi Atau Menguji Hati
Azelina menatap muak lelaki di hadapannya. Apabila biasanya setiap lelaki itu mengajar di kelasnya, dia berusaha fokus maka untuk hari ini tidak sudi sama sekali. Bahkan rasanya Azelina ingin pindah kampus, tetapi sayangnya tidak ada Arion untuk mencuci mata sekilas. Selain itu fokusnya adalah demi mengikuti percepatan semester.Tak terhitung sudah berapa kali Azelina berpura-pura menguap, menopang kepala, menelungkupkan kepala, menatap jenuh jam dinding dan pintu. Berbeda wujud dan jenis sangat jelas memang, nama pun sudah sangat jelas apabila berbeda. Bagi Azelina hal itu tetaplah sama. Ntah mengapa Azelina jarum jam bagai terkena sihir.Oh? Atau lelaki ini selain pemaksa adalah juga penyihir. Sehingga juga bisa menyihir jarum jam menjadi sangat lambat bak siput. Senyum miring tersungging saat mencuri pandang ke sang gadis. Sudut hati sepertinya mulai mempersiapkan pesta kemenangan dan tak lupa kematangan rencana untuk memiliki Azelina.
Terakhir Diperbarui: 2026-01-09
Menantu Buruk Rupa Idaman Oma

Menantu Buruk Rupa Idaman Oma

Nona Muda Theresia Nikhen, itulah panggilannya setelah dirinya terlepas. Theresia adalah berlian di bawah tumpukan jerami, yang selami ini dilumuri tanah. Theresia seketika berubah dalam sekedip kala semuanya terkuak. Theresia berlian menyinari terang benderang mengalahi orang-orang yang mencibirnya. Orang-orang mungkin memberikan cap padanya sebagai gadis buruk rupa, dengan ekonomi yang sering dijadikan cibiran. Bahkan tak sebatas sakit hati yang dirinya dapatkan. Ntah sudah berapa kali luka luar dalam dirinya dapatkan. Bagaimana alur kehidupan Theresia hingga terlepas dari jerat? Sebesar apakah penyesalan Sean Alfrado? Apa yang akan Sean Alfrado dan Theresia lakukan setelah status keduanya berubah?
Baca
Chapter: Posisi
Masih dalam keheningan sama, penindasan juga berlaku sama tiap menitnya. Hanya satu yang berbeda yaitu waktu berubah, tetapi tak kunjung membuat hati orang-orang dia kumpul berubah. Dengan pintu masih belum diperbaiki, membuat netra melintas ruang tersebut akan memanaskan hati.Apabila masakan tanpa garam kurang sedap rasanya. Maka apabila menurut orang sekitar Theresia tak geram dengan Theresia maka kurang sedap. Seperti Laura beralasan hendak menyusul sang suami. Namun langkahnya justru dibelokkan ke kamar Theresia. Senyum licik penuh kepuasan tercetak di pahatan wajah Laura.Engsel pintu telah diujung tanduk membuat, cukup dengan sekali sentuhan semata agar pintu seutuhnya terlepas. Bak mimpi buruk menyandang Theresia. Tubuh gempalnya seketika terlonjak terkejut"Hai babi!""Woy babi!"Theresia bukan bergeming karena terima diperlakukan lebih manusiawi dibanding hewan. Tetapi dia justru tengah menahan rasa geram menggebu-gebu. Kukunya meremas kuat walau sadar dia tak bisa meluapkan
Terakhir Diperbarui: 2024-02-25
Chapter: Kumpul Bersama-Sama
Tak lagi bersama polusi udara bertebaran dimana-mana. Kebisingan masing-masing kendaraan juga tak menyapa telinga. Disiplinnya aturan lalu lintas terasa bebas. Padat nan bisingnya jalan tak lagi terasa, terganti dengan lenggangnya jalan area perumahan.Polusi suara dan udara membaur abstrak pun ikut berganti menjadi keheningan. Pepohonan berseragam sedari masuk area perumahan, menyejukkan netra sehabis penat dengan jalan raya. Mesin mobil mulai dimatikan oleh sang pengemudi. Sang pengemudi berputar ke arah kursi pintu sampingnya. Bak membantu orang berdarah kuning turun dari kendaraan.Kupu-kupu terasa berterbangan ke sana kemari. Bunga-bunga juga terasa bak ditabur untuk menyambut kedatangan keduanya. Aura pengantin baru masih mengguar dari keduanya. Sang lelaki dengan posesif merangkul pemilik pinggang kecil, hingga jarak keduanya tak tersisa sedikitpun.Lelah membuat keduanya merasa hendak menjadi pemakan antar sesama. Bel telah berulangkali ditekan, te
Terakhir Diperbarui: 2024-01-27
Chapter: Lebih Layak Dari Pembantu
"Hei babi! Ayo cepat bergegas!""Cih, apa sih yang kau lakukan hingga lambat?!""Kau tuli kah?" "Tak tahukah bila di luar panas?""Babi bodoh!"Dengan langkah tergopoh-gopoh, nafas tersengal-sengal, dan peluh tak henti menetes. Peluh menetes merata dari tiap inci kulit. Baju yang lembab kian tampak lepek oleh keringat. Bukan melalui leher jenjang dengan keringat mengalir, melainkan dadalah menjelma menjadi bak kawah peluh.Mama Sean menatap penampilan gadis gempal di hadapannya. Dirinya membuang pandangan lalu menuntut kerjasama hidung dan mulut dengan mengerut. Mengalahkan abstraknya semerbak bau memusingkan di pasar bercampur, antara amis darah hewan dan daging hewan. Begitulah menurut Mama Sean kala bau tubuh Theresia menusuk indera penciumannya."Kau tak mandi berapa hari hah?! Busuk sekali baumu!"Theresia tersenyum sendu, hatinya berdenyut nyeri. Sakit nan sesak menyerang menyapa tiap sudut hati tanpa mel
Terakhir Diperbarui: 2024-01-27
Chapter: Curiga Kian Pertajam
Tak puas dengan panjangnya barisan belanja di pasar dengan ongkos minimalis. Hal serupa kembali dialami oleh Theresia dalam hitungan waktu ke depan. Barang-barang hasil pindahan orang tua Laura disimpan ke gudang, kian menyesakkan isi kamar Theresia. Semua perabot di kamar Laura akan diganti menjadi baru. Theresia diminta ke salah satu toko, yang terkenal dengan barang-barang kualitas tinggi, serta hasil dari tangan profesional luar negeri."Babi!""Woy pemalas!""Apa yang kau lakukan di dalam?!""Kau bodoh tadi aku suruh apa?!""Cepat cepat cepat!""Lemak saja menumpuk tetapi tenaga seuprit! Cih, apa gunanya jatah beras ART juga untukmu!"Theresia melengkungkan senyum kakunya, sembari melangkah perlahan karena sempitnya ruang. Ruang tak begitu longgar, kian terasa menyesakkan. Ranjang menjadi alas kasur tipis telah tak lagi mampu berada di gudang. Ntah kemana nasib jelas sang ranjang pun Theresia tak tahu.Ser
Terakhir Diperbarui: 2024-01-27
Chapter: Perintah Berbelanja
Tanpa perlu disambung dengan melibatkan solasi agar memanjang bak ular. Kertas-kertas diberikan ke gadis bertelapak tangan lebar, itu asli dengan panjang bisa jadi mengalahkan rel kereta. Tebal dan panjang itulah selembar benda, agaknya sukar terbawa angin karena sepanjang jalan tol. Hampir saja harapan bodoh terbit, sebelum gulungan itu berbaik hati memutuskan pita tipis.Mengira berisi makanan mewah nan lezat rasanya, kertas pengisi apa yang diinginkan dan harapkan, atau setidaknya rentetan kalimat maaf. Bukan-bukan-- Bukan hal manis dalam khayalan terealisasikan. Khayalan tetaplah khayalan sebatas gumpalan tak kasat mata, bahkan walau telah mengembang sekian besarnya. Bodoh dan konyol rasanya berharap lebih ekspetasi sebanding dengan realita.Mana mungkin seseorang lebih layak menjadi sosok itu sadar. Mana bisa juga jiwa keras mengalahkan batu itu terpecah. Bukan dingin bisa mencair bak es tengah pada gurun, tidak pula psikopat mendapat hikmah tiba-tiba tersadar. Ntahlah Theresia p
Terakhir Diperbarui: 2024-01-04
Chapter: Pertemuan Kedua
Ntah mengapa si gelapnya kelabu selalu sukses membuat langkah ragu. Apalagi bila si kelabu yang keras ditusuk kilat dari sang sinar kuning. Terkesan janggal memang sekeras kelabu mampu ditusuk si kuning. Luas dan hampa jalan komplek perumahan, telah terasa sejak beberapa meter lampau jauhnya. Jalanan perumahan terasa lenggang kala siang hari, membuat sang mentari kian menantang. Di atas sana sang bundar menyilaukan, kian menusuk kulit dan netra bagi umat bawah. Benda dengan terselimuti baja dan aluminium, yang menjadi sedikit pemanis kesunyian tampak memantulkan mentari kala di dekati. Kulit spontan akan dibuat bak manula dengan keriput hanya pada satu titik saja. Atau bisa juga layaknya kulit jeruk yang terdapat keriput.Dahi bagian itulah yang menjadi korban tak langsung si mentari. Kerutan samar-samar menghilang kala menatap pinggiran jalan. Layaknya sihir menghipnotis netra dan lisan untuk menuturkan kekaguman. Perpaduan antara rindangnya pohon tanjung, berbau
Terakhir Diperbarui: 2024-01-01
Anda juga akan menyukai
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status