author-banner
Ann Azure
Author

Novel-novel oleh Ann Azure

A Story We Misread

A Story We Misread

Dua orang itu bertemu di tempat yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya. Mereka juga tidak mengira bahwa pertemuan itu justru mengantarkan mereka pada sebuah kesalahpahaman besar. Reana akui, bertemu Issa adalah hal terbaik yang pernah terjadi dalam hidupnya. Namun, terkadang, hanya terkadang, ia berharap seharusnya mereka tidak perlu bertemu. Sama sekali.
Baca
Chapter: BAB XV - Learning To Love
Kita tak akan pernah tahu pada siapa kita akan jatuh cinta. Bisa saja pada dia yang sudah menemanimu sejak masih remaja, atau pada dia yang bersamamu pernah menghabiskan waktu di suatu malam. Mungkin juga pada dia yang selalu membuatmu kesal tapi di saat yang sama mampu memberikan getaran yang tak biasa. Itu juga barangkali yang dirasakan Reana sekarang. Ia memang belum bisa mengatakan kalau Issa Saverio adalah cinta matinya, namun ketika ia bertindak mengikuti kata hati, ia merasa benar. Sama sekali tidak ada setitik pun penyesalan dalam hatinya setelah memutuskan untuk mau belajar saling mencintai bersama lelaki itu. Kejujuran yang Issa katakan dengan apa adanya mengenai perasaan membuat Reana terenyuh. Dan baru kali ini ia mendapatkan pernyataan cinta tanpa diiming-imingi janji-janji manis yang sebenarnya belum tentu bisa terpenuhi. Maka dengan apa adanya pula ia mau memberikan hatinya. Lalu, ada hal yang sangat lucu. Reana kira diusianya sekarang yang sudah menginjak dua puluh
Terakhir Diperbarui: 2026-09-11
Chapter: BAB XIV - From This Day On
"Aku menyukaimu."Tegas.Tanpa ragu.Tanpa aba-aba.Reana yakin ia tidak salah dengar, bahkan sekarang jantungnya berdetak semakin cepat, darahnya berdesir, wajahnya menghangat dan Issa masih memaku sepasang matanya dengan tatapan tajam.Demi Tuhan, ia gugup setengah mati!Sesaat Reana mengira waktu baru saja berhenti. Hanya tetesan air hujan di luar sana yang tetap jatuh silih berganti. Namun suara petir yang tiba-tiba terdengar membuatnya tersadar, ia pun berkedip untuk memutuskan kontak mata dengan lelaki di hadapannya, lalu tertawa.Benar-benar tertawa sampai perutnya terasa sakit dan ujung matanya berair.Issa mengernyit dan mengerucutkan bibir, sama sekali tidak merasa ada sesuatu yang lucu di antara mereka. Atau, apa pernyataannya barusan terdengar seperti sebuah lelucon?"Kenapa tertawa?" Lelaki itu bertanya.Reana melihat ke arahnya sekilas, masih tertawa geli sambil sesekali mengibaskan tangan dan memukul meja."Kamu lucu,” ucapnya di sela tawa, "dari semua leluconmu, ini ya
Terakhir Diperbarui: 2026-09-09
Chapter: BAB XIII - The Confession
Tidak ada persahabatan antara lelaki dan perempuan.Sudah tak terhitung berapa kali Reana mendengar kalimat itu. Bahkan sahabatnya sendiri pun, Oliver Sebastian, pernah mengatakannya. Namun ia hanya tertawa seraya mengibaskan tangan seolah apa yang ia dengar adalah omong kosong belaka. Hanya sebuah teori.Reana bahkan selalu dengan bangga mengatakan kalau teori itu terbukti salah, karena ia dan Oliver tetap bersahabat meski telah enam belas tahun mereka bersama. Hanya orang-orang yang terlalu mudah terbawa perasaan yang akan menyukai sahabatnya sendiri, begitu katanya.Nyatanya, malam ini, bukti yang ada justru semakin menguatkan teori itu.Benar, Reana lupa.Ia benar-benar lupa kalau suatu hubungan bisa disebut sebagai hubungan karena dilakukan oleh lebih dari satu pihak. Boleh saja dirinya dengan bangga berkata kalau ia menganggap Oliver hanya sebagai sahabat dan tidak akan pernah berubah selamanya. Namun ia lupa memikirkan dari sisi yang lain. Dari sudut pandang Oliver. Ia lupa per
Terakhir Diperbarui: 2026-09-08
Chapter: BAB XII - A Feeling He Shouldn't Have
Seharusnya, saat ini Issa sedang berada di tahun 1980. Sebagai pemuda yang menjadi sukarelawan membersihkan jenazah korban kekerasan. Kemudian ia akan berpindah ke tahun 1985, sebagai seorang jurnalis yang berkali-kali ditampar oleh personil tentara saat diinterogasi. Setelah itu ia akan ke tahun 1990, 2002, dan 2010.Itulah Issa setiap kali berduaan dengan sebuah novel. Ketika tubuhnya duduk nyaman di sofa ditemani oleh secangkir kopi hitam, tangannya sibuk membuka halaman, matanya sibuk membaca setiap kata, jiwanya justru seolah ditarik masuk ke dalam cerita. Dalam pikirannya, ia menjelma menjadi si tokoh utama atau hanya sekadar menjadi penonton tak kasat mata.Tapi malam ini berbeda.Sudah sekitar satu jam matanya tertuju pada salah satu halaman novel Human Acts yang ditulis oleh Han Kang enam tahun lalu, namun Issa tidak benar-benar sedang membaca. Novel yang menceritakan tentang aksi demonstrasi warga Gwangju, Korea tahun 1980 itu malam ini tidak berhasil membawa jiwa dan pikira
Terakhir Diperbarui: 2026-09-07
Chapter: BAB XI - More Than Just A Coffee
Arland yakin sahabatnya satu ini sudah gila. Mungkin tanpa sengaja minum obat diare milik Lue—kucing kesayangannya—atau kerasukan hantu. Tidak heran, gedung apartemen tempat Issa tinggal ini memang sudah lama dirumorkan angker, dan sepertinya salah satu makhluk tak kasat mata itu sedang berada dalam diri Issa saat ini. "Aku mulai merinding melihatmu semakin aneh,” ucap Arland sambil menyentuh tengkuk, seolah membuktikan kata-katanya. Issa tidak menghiraukan Arland sama sekali, mata dan kedua tangannya seharian ini sibuk dengan ponsel. Sesekali ia menyeringai atau tertawa geli, namun tidak ingin mengatakan apa yang sedang ia lakukan maupun apa yang ia lihat pada sahabatnya. "Apa telingamu itu hanya pajangan?" Lagi, Arland mencari perhatian, kesal karena terus menerus diabaikan. "Issa!" Arland meraih sebutir anggur dari piring di atas meja dan melemparnya pada Issa yang berbaring santai di sofa di hadapannya. "Aduh!" Akhirnya kata pertama sejak kedatangan Arland terlontar dari mulu
Terakhir Diperbarui: 2026-09-06
Chapter: BAB X - An Unwanted Visitor
Oh dia benar-benar datang hari ini.Reana mengeluh dalam hati ketika orang yang sangat tidak ingin dilihatnya melangkah masuk ke Reading Delights. Orang itu, Issa Saverio, justru malah tersenyum lebar saat tatapan mereka bertemu. Membuat Reana semakin ingin mencabik-cabik wajahnya."Hai.” Bukannya membalas sapaan, Reana malah membuang muka ke layar datar di depannya, dengan bibir terkatup rapat ia pura-pura kembali sibuk ke dalam apa yang sedari tadi sedang ia kerjakan, yaitu melanjutkan naskah cerita baru. Sial, inspirasinya tiba-tiba menguap entah kemana.Issa menyeringai, sudah menduga perempuan di hadapannya ini pasti masih merasa kesal setelah apa yang terjadi kemarin. Hell, yah, untuk itulah ia menemuinya malam ini."Aku mau mengembalikan buku ini," Issa masih bicara dengan nada bersahabat seperti biasa.Reana mendengus kesal, mau tidak mau menerima buku Hansel and Gretel yang dipinjam Rosie tiga hari yang lalu."Terima kasih sudah mengembalikan bukunya tepat waktu."Dengan te
Terakhir Diperbarui: 2026-09-05
Anda juga akan menyukai
SECRET MARRIAGE
SECRET MARRIAGE
Romansa · Pena_Violet
3.7K Dibaca
City Light
City Light
Romansa · Aerina Jane
3.7K Dibaca
Undangan
Undangan
Romansa · Anis Bunga Dewi
3.6K Dibaca
Ibu Sambung Untuk Anak CEO
Ibu Sambung Untuk Anak CEO
Romansa · Reaa Hamida
3.6K Dibaca
Istri Pilihan CEO Arogan
Istri Pilihan CEO Arogan
Romansa · Eka Pradita
3.6K Dibaca
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status